Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
42Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perlindungan Indikasi Geografis dan Potensi Indikasi Geografis Indonesia

Perlindungan Indikasi Geografis dan Potensi Indikasi Geografis Indonesia

Ratings:

3.0

(1)
|Views: 9,326|Likes:
Published by SKY KUDA IG
pemahaman Indikasi Geografis dan potensi produk Indikasi Geografis Indonesia
pemahaman Indikasi Geografis dan potensi produk Indikasi Geografis Indonesia

More info:

Published by: SKY KUDA IG on Oct 13, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/24/2013

pdf

text

original

 
 
I. Apakah Indikasi Geografis
Perlindungan terhadap Indikasi Geografis merupakanhal baru dalam sistem perlindungan Hak KekayaanIntelektual di Indonesia. Sistem perlindungan terhadapindikasi geografis diatur dalam Perjanjian TRIPs yangmewajibkan negara-negara anggota untuk menyusunperaturan tentang indikasi geografis, dengan tujuanmemberikan perlindungan hukum terhadap praktekatau tindakan persaingan curang.Indikasi Geografis memberikan perlindungan terhadaptanda yang mengindentifikasikan suatu wilayah negara,atau kawasan atau daerah di dalam wilayah tersebutsebagai asal barang, dimana reputasi, kualitas dankarakterisitik barang tersebut sangat ditentukan olehfaktor geografis yang bersangkutan.Indonesia merupakan negara megadiversity, negaradengan keragaman budaya dan sumberdaya alam,banyak produk unggulan yang dihasilkan Indonesiadan mendapatkan tempat di pasar internasional,sebagai contoh : Kopi Arabika Kintamani Bali, JavaCoffee, Kopi Arabika Mandailing, Lada Putih Muntok,dan masih banyak lagi yang lain. Produk tersebut telahlama dikenal oleh konsumen di berbagai Negara sejakdahulu dan hingga sekarang produk tersebut masihdiperdagangkan. Dengan semakin ketatnyapersaingan, perdagangan suatu produk akan tetapmendapat permintaan tinggi apabila ciri khas dankualitas bisa dipertahankan serta dijagakonsistensinya.Peningkatan mutu saja kini dirasa tidak cukup untukmenjadikan suatu produk bertahan dipasaran tetapi juga bisa menghilangkan produk imitasi yang beredar sehingga eksistensi mutu produk dapat dipertahankan.Suatu produk yang bermutu khas dan terkenaltentu banyak ditiru orang sehingga perludiupayakan perlindungan hukum yang memadaibagi produk-produk tersebut.Dalam beberapa kasus telah terbukti bahwanama produk Indonesia seperti Lada PutihMuntok atau Muntok White Pepper telah banyakdigantikan dengan produk serupa dari Vietnam,China atau daerah lain yang diperdagangkandengan nama Muntok White Pepper, contoh lainadalah kopi arabika Gayo, telah didaftarkansebagai merek dagang oleh pihak asing danakibatnya eksportir asal Gayo, Aceh dilarangmemasukan produknya ke Eropa dengan namaGayo, Demikian pula yang terjadi dengan kopiToraja dimana Key Coffee Corporation dariJepang mendaftarkan Merek “Toarco Torajadengan nomor pendaftaran 75884722. Merektersebut selain menampilkan kata “Toraja” jugarumah adat Toraja sebagai latar merek.
2. Definisi dari Indikasi-Geografis
Indikasi geografis adalah tanda yang digunakanuntuk produk yang mempunyai asal geografisspesifik dan mempunyai kualitas atau reputasiyang berkaitan dengan asalnya. Pada umumnyaindikasi geografis terdiri dari nama produk yangdiikuti dengan nama daerah atau tempat asalproduk.
 
Dari segi definisi, Indikasi Geografis mengandungpengertian 
1
 A Geographical Indication is a sign used ongoods that have specific geographical origin
1
http://www.wipo.int/geo_indications/en/about.html
Saky Septiono
©2009.
Diperbanyak guna pelatihan konsultan HKI 2009 dengan copy warna
1
Perlindungan Indikasi Geografis danPotensi Indikasi Geografis Indonesia
Oleh Saky SeptionoIndonesia merupakan Negara megadeversitydengan keragaman budaya dan sumber daya alami. Dari segi sumberdaya alami banyak produkdaerah yang telah lama dikenal dan mendapatkan tempat di pasar internasional sehingga memilikinilai ekonomi yang tinggi sebagai contoh : Java Coffee lada, Gayo Coffee, Toraja Coffee, TembakauDeli, Muntok White Pepper. Keterkenalan produk tersebut seharusnya diikuti dengan perlindunganhukum yang bisa untuk melindungi komoditas tersebut dari praktek persaingan curang dalamperdagangan.Pendaftaran “Gayo Mountain Coffee” CTM No.001242965 sebagai merek dagang di Eropah(yang sebenarnya tidak bisa didaftarkan sebagai merek) telah memicu pemilik merek yang jugaeksportir kopi untuk melakukan persaingan curang, dengan melakukan pelarangan terhadap salahsatu eksportir kopi Indonesia. Cv Arvis Sanada salah satu perusahaan eksportir kopi arabika asalGayo Aceh dilarang mengeksport kopi ke daratan Eropa dengan menggunakan kata gayo dalamkemasannya, padahal biji kopi tersebut memang berasal dari Gayo Aceh.Demikian pula yang terjadi dengan kopi Toraja dimana Key Coffee Inc. Corporation dariJepang mendaftarkan Merek “Toarco Toraja” dengan nomor pendaftaran 75884722. Merek tersebutselain menampilkan kata “Toraja” juga rumah adat Toraja sebagai latar merek. Sehingga hal tersebutbisa berakibat sama sebagaimana hal yang terjadi di Eropa.Hal ini terjadi karena produk tersebut belum terdaftar dalam perlindungan Indikasi Geografisdi Indonesia dan tidak memiliki perlindungan hukum dinegara-negara tersebut, sehingga produk produk tersebut perlu didaftarkan dalam perlindungan hukum indikasi geografis.Indikasi Geografis merupakan suatu bentuk perlindungan hukum terhadap nama asal barang.Inti perlindungan hukum ini ialah bahwa pihak yang tidak berhak, tidak diperbolehkan menggunakanindikasi geografis bila penggunaan tersebut cenderung dapat menipu masyarakat konsumen tentangdaerah asal produk, disamping itu indikasi geografis dapat dipakai sebagai nilai tambah dalamkomersialisasi produk.
 
and possess qualities or a reputation that are due tothat place of origin. Most commonly, a geographical indications consists of the name of the place of originof the goods. Agricultural products typically havequalities that derive from their place of production
andare influence by specific local factors, such as climateand soil.”
Dari pengertian di atas dapat diuraikan ciri atau unsur-unsur pokok Indikasi Geografis sebagai berikut:
1)Sebagai tanda yang diambil dari nama daerah yangmerupakan ciri khas suatu produk atau barang yangdiperdagangkan.2)Sebagai tanda yang menunjukkan kualitas ataureputasi produk atau barang yang bersangkutan.3)Kualitas barang tersebut dipengaruhi oleh alam,cuaca dan tanah didaerah yang bersangkutan.Jadi jelas dari uraian diatas bahwa Indikasi geografismenyangkut perlindungan atas nama asal barang terhadapbarang-barang tertentu
Perlindungan atas indikasi geografis diatur dalamketentuan Pasal 22 sampai dengan 24 PerjanjianTRIPs. Namun demikian, istilah mengenai indikasigeografis dan perlindungan hukumnya sudah dikenalsejak dahulu.
The common law doctrin of passing off,based on protection against the tort of unfaicompetition
telah diberlakukan guna melindungiprodusen dari penggunaan asal barang yangmenyesatkan.
2
 Ketentuan hukum di Inggris danAmerika sebagai contoh mengatur perlindunganindikasi geografis dalam
collective mar
dan
certification mark.
 
3
 dan pada system hukum
Civil Law the appellation of origin
telah digunakan untukmelindungi klaim asal barang yang menyesatkan
(false claims of geographic origin)
 
4
Box I: Definisi yang berkaitan dengan Indikasi-Geografisdalam beberapa perjanjian InternasionalIndication of Source dalam Madrid Agreement, Art (1) 
“ 
 All goods bearing a false or deceptive indication by which oneof the countries to which this agreement applies, or a placesituated therein, is directly or indirectly indicated as being thecountry ar place of origin shall be seize on importation into any of the said countries
Appelations of Origin dalam Lisbon Agreement
(1) ….appelation of origin means the geographical name of acountry, region or locality, which serves to designate a product originating therein, the quality and characteristics of which aredue exclusively or essentially to the geographical environment,including natural and human factors.(2) The country of origin is the country whose name, or thecountry in which is situated the region or locality whose name,constitutes the appellation of origin which has given the product is reputation.
TRIPs art (22.1)
For the purpose of this agreement, Indications which indentify agood as originating an territory of a member, or a region or locality in that territory, where a given quality, reputation or other characteristic of the good is essentially attributable to itsgeographical origin
PP No 51 tahun 2007 Tentang Indikasi Geografis
 Pasal 1ayat (1)
Indikasi-Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkandaerah asal suatu barang, yang karena faktor lingkungangeografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan ciri dankualitas tertentu pada barang yang dihasilkan.
2
On the common law doctrine of passing of 
, lihat W.R. Cornish,
Intellectual Property: Patents, Copyright, Trade Mark, and AllieRights
(4
th
ed.1999), at Chapter 16.
3
 
Di Inggris, sebagai contoh, Stilton chesse dan Harirs Tweeddilindungi dalam certification trade mark, The Harris Tweed markterdaftar pada tahun 1909.
4
 
Resource Book on TRIPS and Development.,UNCTAD-ICTSDProject on IPRs and Sustainable Development.
Hal.270.Cambridgeuniversity 2005.
Dengan demikian perlindungan atas indikasigeografis pada dasarnya telah diperkenalkandalam beberapa konvensi internasional sebagaiaturan yang universal yang bertujuanmemberikan perlindungan dari praktekperdagangan curang. Konvensi-konvnsi tersebutadalah :
1.The Paris Convention.
Konvensi Paris adalah perjanjian internasionalyang meletakkan dasar dari prinsip protectionagainst unfair competition yang diatur dalamketentuan Pasal 10
bis
yang kemudian dipakaisebagai dasar dari pengaturan TRIPS tentangperlindungan indikasi geografis pada Pasal 22,2.
2.The Madrid Agreement.
Perjanjian Madrid 14 April 1891
(The Madrid  Agreement of False or Deceptive Indication of Source on Goods)
yang tidak hanyamenyelaraskan dengan ketentuan konvensi parispasal 10 tentang adanya keterangan palsu dariasal barang
(false indication of source)
tetapi juga memperluas aturan tentang indikasi yangmenyesatkan/memperdaya
5
 yang kemudiandituangkan dalam ketentuan Pasal 1 (1) yangberbunyi
“ 
 All goods bearing a false or deceptive indicationby which one of the countries to which this agreement applies, or a place situated therein, is directly or indirectly indicated as being the country ar place of origin shall be seizeon importation into any of the said countries
3.The GATT 1947
Pasal IX konsep perlindungan indikasi geografisdapat terlihat pada Pasal IX: 6 yang berbunyi :
”The contracting parties shall co-operate each other with a view to preventing the use of trade names in suchmanners as to misrepresent the true origin of a product, todeterment of such distinctive regional or geographical namesof products of territory of a contracting party as are propected by its legislation. Each contracting party shall acoord full and sympathetic consideration to such requests or representations as may be made by any other contracting  party regarding the application of the undertaking set forthin preceding sentence to names of products which have beencommunicate to it by the other contracting party” 
Kalaupun ketentuan Pasal IX: 6 GATT 1947 tidakdi berlakukan sebagai ketentuan hukum yangmengikat dan ditetapkan sebagai syarat wajibyang diberlakukan, tetapi ketentuan tersebutlebih cenderung ditetapkan sebagai kerjasamaantar negara anggota untuk menangkalterjadinya penyesatan. Juga kewajiban antanegara anggota untuk melaksanakan kerjasamadalam merumuskan kertentuan hukum dalamperaturan hukumnya masing-masing terhadapperlindungan nama geografis
4.Lisbon Agreement
Istilah “
 Appellation of Origin” 
yang tercetus dalam
Lisbon Agreement for Protection of Appellationof Origin and their International Registration
tahun 1958 ditenggarai sebagai perjanjianinternasional yang memberikan perlindunganlebih luas terhadap perlindungan nama geografis(
geographical names
) dari perjanjian-perjanjianinternasional sebelumnya. Dalam Pasal 2 (1)perjanjian ini dikatakan :
5
 
Sebagai contoh adalah
“California Burgundy” 
atau
“California
 
Chablis” 
yang dapat menyesatkan konsumententang asal barang, sedangkan Chablish adalah daerahpenghasil anggur diutara Burgundy Perancis.
Saky Septiono
©2009.
Diperbanyak guna pelatihan konsultan HKI 2009 dengan copy warna
2
 
”….
appelation of origin means the geographical name of acountry, region or locality, which serves to designate a product originating therein, the quality and characteristics of which are dueexclusively or essentially to the geographical environment, including natural and human factors.” 
 Perlindungan dalam perjanjian ini yang ditetapkandalam Pasal 3 melingkupi :
”Protection shall be ensuresd against any unsurpation or imitation, even if the true origin of product is indicated or if theappelation is used in translated form or accompanied by terms suchas ”kind, type, make, imitation or the like”.
Sehingga berdasarkan bunyi dari ketentuan tersebutdisimpulkan terjadinya perluasan terhadapperlindungan yang menyangkut tidak hanya asalbarang tetapi juga terhadap keterangan-keteranganyang menyesatkan seperti : jenis, tipe, dibuatberdasarkan, imitasi dari atau menyerupai yang dapatmenyesatkan konsumen dan hal ini dikatagorikansebagai pelanggaran kalaupun asal barangdicantumkan.
6
Ketentuan ini juga diadopsi dalamPeraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2007 TentangIndikasi Geografis
7
5.WIPO
Pada tahun 1974 dan 1975 WIPO berinisiatimenyelenggarakan persidangan untuk dibentuknyasuatu perjanjian internasional baru tentangperlindungan indikasi geografis yang kemudianmenjadi langkah nyata dengan merevisi ketentuanyang terkait dengan indikasi geografis dalam KonvensiParis yang kemudian menjadi suatu perjanjianinternasional yang baru
8
Sebagai bagian dalam taraf negoisasi dalam rangkamerivisi Konvensi Paris pada tahun 1980 dan awaltahun 1990, para negara anggota mempertimbangkanuntuk mengadopsi ketentuan tambahan
(additional articles)
 
10quater addressing geographical indications.
Sebagai catatan berdasarkan laporan WIPOinternational bureau
9
pendekatan yang dipandangdalam perlindungan indikasi geografis berdasar padaempat katagori pertimbangan hukum yaitu :
(1) unfair competition and passing of, (2) collective ancertification mark, (3) protected appellations of originand registered geographical indications dan (4)administratives schemes for protection.
6.TRIPS
Persetujuan TRIPs ini merupakan bagian daripersetujuan pembentukan badan/organisasiperdagangan dunia yang merupakan salah satu hasilperundingan putaran Uruguay yang berbicaramengenai HAKI sebagai bagian dari aspek-aspekperdagangan termasuk didalamnya perdagangan daribarang tiruan.Indonesia adalah salah satu Negara yang pada tanggal15 April 1994 turut menandatangani persetujuan inidan persetujuan ini disahkan dengan dibentuknyaUndang-undang No. 7 Tahun 1994 TentangPengesahan Agreement Establising The World TradeOrganization.Trips merupakan perjanjian multilateral yang palinglengkap mengatur tentang Hak Kekayaan Intelektualtermasuk didalamnya pengaturan tentang Indikasi
6
 
Sebagai contoh : GAYO ARABICA COFFEE style made inMalaysia, PETER COFFEE MALAYSIA, TORAJA COFFEE typeatau MALAYSIAN JAVA COFFEE,
7
Lihat Pasal 25 huruf d PP No. 51 Tahun 2007 Tentang IndikasiGeografis
8
 
WIPO Standing Commiitee on the Law of Trademarks, IndustrialDesigns and Geographical Indication, SCT/8/4, April 2, 2002 atparas. 66-71
9
SCT/8/4, April 2, 2002.
geografis yaitu dalam Pasal 22 sampai denganPasal 24.Pasal 22.1 memuat definisi tentang Indikasigeografis yaitu : 
Yang dimaksud dengan Indikasi geografisberdasarkan PERSETUJUAN ini adalah, tanda yang mengindentifikasikan suatu wilayah
Negara Anggota,
atau kawasan atau daerah didalam wilayahtersebut sebagai asal baran, dimana reputasi,kualitas dan karakteristik barang yang bersangkutansangat ditentukan oleh faktor geografis tersebut.
Pasal 22 memuat ketentuan tentang saranahukum bagi perlindungan semua produk indikasigeografis dimana dapat disimpulkan bahwaindikasi geografis dilindungi sebagai upaya agar tidak terjadinya penyesatan public dan mencegahpersaingan curang
Box II
Unfair Competition and Passing Off The treatment of geographical indications under the commonlaw principles of unfair competition and passing off : is based on injury that is suffered by a business through a felserepresentation by a competitor that is product comes from thesame sourceOne aspect of the unfairness involves taking advantages of the reputation of the injury party A Second aspect of the unfairness involves are of inferior quality, thus causing damage to its reputation A Third aspect of the unfairness goes to the injury of the public being decives into purchasing goods other than thosefor which it bargained 
 
3.Mengapa Indikasi Geografis Penting untukmendapat perlindungan
Sebagaimana merek dagang, indikasi geografis juga merupakan hak milik yang memiliki nilaiekonomis sehingga perlu mendapat perlindunganhukum
Pertama
indikasi geografis merupakantanda pengenal atas barang yang berasal dariwilayah tertentu atau nama dari barang yangdihasilkan dari suatu wilayah tertentu dan secarategas tidak bisa dipergunakan untuk produksejenis yang dihasilkan dari wilayah lain.
Kedua
indikasi geografis merupakanindikator kualitas, indikasi geografismenginformasikan kepada konsumen bahwabarang tersebut dihasilkan dari suatu lokasitertentu dimana pengaruh alam sekitar menghasilkan kualitas barang dengankarakteristik tertentu yang terus dipertahankanreputasinya.
Ketiga
indikasi geografis merupakan strategibisnis
 
dimana indikasi geografis memberikan nilaitambah komersial terhadap produk karenakeoriginalitasannya dan limitasi produk yang tidakbisa diproduksi daerah lain.
Keempat
berdasarkan perjajian TRIPsindikasi geografis ditetapkan sebagai bagian darihak milik intelektual yang hak kepemilikannya
10
 
GATT, TRIPS Dan Kekayaan Intelektual. Mahkamah AgungRI 1998. Hal 70
Saky Septiono
©2009.
Diperbanyak guna pelatihan konsultan HKI 2009 dengan copy warna
3

Activity (42)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yudi Hindarko liked this
Faranita Rl liked this
Dila PA liked this
Dita Aprilia liked this
Keke Ntuh Dwika liked this
andarf liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->