Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
43Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PEMURNIAN ZAT

PEMURNIAN ZAT

Ratings: (0)|Views: 7,617|Likes:
Published by nuha1234
aasa
aasa

More info:

Categories:Business/Law, Finance
Published by: nuha1234 on Oct 13, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2013

pdf

text

original

 
1
PENINGKATAN MUTU MINYAK ATSIRI MELALUI PROSES PEMURNIAN
1
 
Hernani
*
dan Tri MarwatiBalai Besar Litbang Pascapanen PertanianJl. Tentara Pelajar 12 Bogor
*
E-mail : hernani_bahdin@hotmail.com
ABSTRAK
 Minyak atsiri merupakan minyak yang mudah menguap dan banyak digunakandalam industri sebagai pemberi aroma dan rasa. Nilai jual dari minyak atsiri sangatditentukan oleh kualitas minyak dan kadar komponen utamanya. Minyak atsiri diIndonesia sebagian besar masih diusahakan oleh masyarakat awam, sehingga minyak yang dihasilkan tidak memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan. Kualitas atau mutuminyak atsiri ditentukan oleh karakteristik alamiah dari masing-masing minyak tersebutdan bahan-bahan asing yang tercampur di dalamnya. Adanya bahan-bahan asing tersebutdengan sendirinya akan merusak mutu minyak atsiri yang bersangkutan. Bila tidak memenuhi persyaratan mutu, maka nilai jual minyak tersebut akan jauh lebih murah.Untuk meningkatkan kualitas minyak dan nilai jualnya, bisa dilakukan dengan beberapaproses pemurnian baik secara fisika ataupun kimia. Dari beberapa hasil penelitianmenunjukkan bahwa proses pemurnian bisa meningkatkan kualitas minyak tersebut,terutama dalam hal warna, sifat fisikokimia dan kadar komponen utamanya. Prosespemurnian yang akan dibahas adalah untuk pemurnian minyak nilam, akar wangi,kenanga dan daun cengkeh. Dari proses pemurnian bisa dihasilkan minyak yang lebihcerah dan karakteriknya memenuhi persyaratan mutu standar.Kata kunci : Mutu minyak atsiri, pemurnian
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor minyak atsiri, seperti minyak nilam, sereh wangi yang dikenal sebagai
 Java cittronellal oil
, akar wangi, pala, kenanga,daun cengkeh, dan cendana. Beberapa daerah produksi minyak atsiri adalah daerah JawaBarat (sereh wangi, akar wangi, daun cengkeh, pala), Jawa Timur (kenanga, dauncengkeh), Jawa Tengah (daun cengkeh, nilam), Bengkulu (nilam), Aceh (nilam, pala),Nias, Tapanuli, dan Sumatera Barat (Manurung, 2003).Teknik penyulingan minyak atsiri yang selama ini diusahakan para petani, masihdilakukan secara sederhana dan belum menggunakan teknik penyulingan secara baik danbenar. Selain itu, penanganan hasil setelah produksi belum dilakukan secara maksimal,
1
Disampaikan pada Konferensi Nasional Minyak Atsiri 2006, Solo pada tanggal 18-20 September 2006
 
2seperti pemisahan minyak setelah penyulingan, wadah yang digunakan, penyimpananyang tidak benar, maka akan terjadi proses-proses yang tidak diinginkan, yaitu oksidasi,hidrolisa ataupun polimerisasi. Biasanya minyak yang dihasilkan akan terlihat lebihgelap dan berwarna kehitaman atau sedikit kehijauan akibat kontaminasi dari logam Fedan Cu. Hal ini akan berpengaruh terhadap sifat fisika kimia minyak. Untuk itu, prosespenyulingan minyak yang baik dan benar perlu diketahui secara lebih rinci, sehinggaminyak yang dihasilkan dapat memenuhi persyaratan mutu yang ada.Kualitas atau mutu minyak atsiri ditentukan oleh karakteristik alamiah darimasing-masing minyak tersebut dan bahan-bahan asing yang tercampur di dalamnya;adanya bahan-bahan asing akan merusak mutu minyak atsiri. Komponen standar mutuminyak atsiri ditentukan oleh kualitas dari minyak itu sendiri dan kemurniannya.Kemurnian minyak bisa diperiksa dengan penetapan kelarutan uji lemak dan mineral.Selain itu, faktor yang menentukan mutu adalah sifat-sifat fisika-kimia minyak, sepertibilangan asam, bilangan ester dan komponen utama minyak, dan membandingkannyadengan standar mutu perdagangan yang ada. Bila nilainya tidak memenuhi berartiminyak telah terkontaminasi, adanya pemalsuan atau minyak atsiri tersebut dikatakanbermutu rendah. Faktor lain yang berperan dalam mutu minyak atsiri adalah jenistanaman, umur panen, perlakuan bahan sebelum penyulingan, jenis peralatan yangdigunakan dan kondisi prosesnya, perlakuan minyak setelah penyulingan, kemasan danpenyimpanan.Pemurnian merupakan suatu proses untuk meningkatkan kualitas suatu bahan agarmempunyai nilai jual yang lebih tinggi. Beberapa metode pemurnian yang dikenaladalah secara kimia ataupun fisika. Pemurnian secara fisika memerlukan peralatanpenunjang yang cukup spesifik, akan tetapi minyak yang dihasilkan lebih baik, karenawarnanya lebih jernih dan komponen utamanya menjadi lebih tinggi. Untuk metodepemurnian kimiawi bisa dilakukan dengan menggunakan peralatan yang sederhana danhanya memerlukan pencampuran dengan adsorben atau senyawa pengomplek tertentu.
TEKNOLOGI PEMURNIAN
Proses pemurnian bisa dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, yaitusecara fisika dan kimia. Hal ini terkait dengan sifat minyak atsiri yang terdiri dari
 
3berbagai komponen kimia dan secara alami terbentuk pada tanaman sesuai dengan tipekomponen yang berbeda dari setiap tanaman (Davis
et al
.,2006). Proses pemurniansecara fisika bisa dilakukan dengan mendistilasi ulang minyak atsiri yang dihasilkan(
redestillation
) dan distilasi fraksinasi dengan pengurangan tekanan. Untuk proses secarakimia dengan 1) adsorpsi menggunakan adsorben tertentu seperti bentonit, arang aktif,zeolit, 2) menghilangkan senyawa terpen (
terpeneless
) untuk meningkatkan efek flavoring, sifat kelarutan dalam alkohol encer, kestabilan dan daya simpan dari minyak,dan 3 ) larutan senyawa pembentuk kompleks seperti asam sitrat, asam tartarat (Sait danSatyaputra, 1995 )Dalam proses secara fisika, yaitu metode redestilasi adalah menyuling ulangminyak atsiri dengan menambahkan air pada perbandingan minyak dan air sekitar 1:5dalam labu destilasi, kemudian campuran didestilasi. Minyak yang dihasilkan akanterlihat lebih jernih. Hasil penyulingan ulang terhadap minyak nilam dengan metoderedestilasi, ternyata dapat meningkatkan nilai transmisi (kejernihan) dari 4 % menjadi83,4 %, dan menurunkan kadar Fe dari 509,2 ppm menjadi 19,60 ppm (Purnawati, 2000).Untuk distilasi fraksinasi akan jauh lebih baik karena komponen kimia dipisahkanberdasarkan perbedaan titik didihnya (Sulaswaty dan Wuryaningsih, 2001). Komponenkimia yang terpisah sesuai dengan golongannya.Adsorpsi adalah proses difusi suatu komponen pada suatu permukaan atau antarpartikel. Dalam adsorpsi terjadi proses pengikatan oleh permukaan adsorben padatanatau cairan terhadap adsorbat atom-atom, ion-ion atau molekul-molekul lainnya (Anon,2000). Untuk proses tersebut, bisa digunakan adsorben, baik yang bersifat polar (silika,alumina dan tanah diatomae) ataupun non polar (arang aktif) (Putra, 1998). Secaraumum proses pemurnian secara kimia sesuai dengan diagram alir Gambar 1.Minyak + adsorben
 Pengadukan dengan pemanasan selama 15 menit
 Penyaringan
 Minyak Gambar 1. Diagram alir pemurnian dengan adsorben

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->