Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Carut Marut Turotsi a.k.a Perhimpunan Al Irsyad

Carut Marut Turotsi a.k.a Perhimpunan Al Irsyad

Ratings: (0)|Views: 540 |Likes:
Published by fakta
Carut marut, begitu istilah yang kita sebutkan pada sebuah keadaan yang sudah tidak menentu. “Perhimpunan Al-Irsyad melaporkan Direktur Bina Media Sabili, Lutfi Attamimi ke pihak kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik. Hal ini disampaikan sendiri oleh Ketua Umum DPP Perhimpunan Al-Irsyad, Yusuf Baisa, di Sekretariat Perhimpunan Al-Irsyad, Jalan Matraman Raya no. 70, Jakarta Timur, Selasa sore (6/10).” Demikian ungkap Republika tanggal 6 Oktober 2009 kemarin, nampak kental adanya aroma pertikaian sesama Al Irsyad.

Siapa Lutfi Attamimi ? Dialah musuh besar Perhimpunan Al-Irsyad (PAI) yang dinahkodai Yusuf Utsman Bai’sa, Lc (dai resmi Ihya at Turots al Islami, Kuwait, lihat gambar 4). Lufti berposisi sebagai Sekretaris Majelis Hubungan Luar Negeri di Al Irsyad periode 2000 – 2005, yang dipimpin rival Yusuf Baisa, yakni Ir. Hisyam Thalib. Beberapa bulan kemudian posisi ketua umum PP Al Irsyad Islamiyyah pimpinan Hisyam Thalib digantikan oleh Abdullah Mubarak Djaidi.[1]

Demi menyukseskan perhelatan akbar, agar bisa mengukuhkan diri Yusuf Ba’isa, maka mereka rela merogoh kocek sebesar setengah milyar rupiah, guna mengadakan muktamar perdana wadah Al Irsyad baru, Perhimpunan Al Irsyad.[2] Dengan begitu resmi sudah adanya dua organisasi bernama Al Irsyad, sama-sama memiliki DPP, DPW, DPC.

Yang satu bernama Perhimpunan Al Irsyad (PAI) tanpa “Islamiyyah”, mungkin agar warga Al Irsyad non muslim bisa bergabung ? Wallahu a’lam. Sementara yang satu Perhimpunan Al Irsyad Islamiyyah (PAII) yang lebih dikenal sebagai Al Irsyad Al Islamiyyah. Lambang kedua organisasi tersebut mirip dan hanya merubah obor merah menjadi bintang, sisir menjadi bulan sabit dan perubahan huruf Arab dari berbunyi “Al-Irsyad Al-Islamiyah‘’ menjadi “Jam’iyah Al-Irsyad” . [3]

Praktek Demoskratos pada Turotsi
“Lewat Muktamar 2009 Perhimpunan Al Irsyad, Yusuf bin Usman bin Muhammad Baisa diangkat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Al Irsyad.” Demikian tulis majalah Gema Al Irsyad terbitan PAI, yang menyampaikan tanggal 23 – 25 Maret 2009 silam diangkatnya Yusuf Baisa menjadi Ketum PAI. PAI adalah organisasi tandingan Perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyyah (PAII). Ya, paska kemenangan Al Irsyad Al Islamiyyah Hisyam Thalib, Yusuf Baisa kehilangan kantor nan mahal di bilangan Kramat Raya, yang nilainya sekitar 2 milyar rupiah. Yusuf menggulirkan nama baru berbau ‘Al Irsyad’ juga, dengan nama Perhimpunan Al Irsyad. [4]

Di kalangan pengikut, pembela dan simpatisannya, Al Irsyad kubu Yusuf Baisa cs ini diberi sentuhan keakraban dengan julukan “Al Irsyad yang Salafi” (agar mudah dalam membedakan dengan kubu Al Irsyad lainnya), iya semestinya mereka lebih terpuji jika jujur menamakannya sebagai Perhimpunan Al Irsyad Demoskratos.

Yusuf demi mempertahankan pendapat dan pendapatan sekaligus, rela menyewa body guard dari Jogja. Namun dasar nasib lagi apes, Yusuf tetap terpaksa harus menggigit jarinya. Walau sudah menyerang Lutfi Amir At Tamimi (PP Al Irsyad Al Islamiyyah, Sekretaris Hubungan Luar Negeri), sehingga harus mengganti kacamata dan wajahnya dicerowok oleh sang preman.[5] Namun tindakan fisik Dja’far Umar Thalib tersebut dibiarkan saja, tanpa berani melaporkan kasusnya kepada kepolisian yang sedang siaga disana.[6]

Jelas disini ada dua kubu besar Al Irsyad di Indonesia yang masih berseteru, kubu Hisyam Thalib & Abdullah Jaidi vs kubu Yusuf Utsman Ba’isa, Lc. Chalid Bawazir plus sang teman akrab Ali Hasan cs (markaz Albani, Yordania) yakni tuan Abdurrahman At Tamimi, Lc (Direktur STAI Ali bin Abi Thalib, Surabaya) berada di bawah tandzim Al Irsyad Yusuf Ba’isa. Ormas bentukan Yusuf tersebut, resmi terdaftar di Departemen Dalam Negeri dengan Surat Keterangan Terdaftar tertanggal 14 November 2007.[7] Sejak saat itulah, Yusuf resmi pada tanggal tersebut Yusuf menyempal dari Al Irsyad Al Islamiyyah. Peranakan hizbiyyah menghasilkan hizbiyyah bentuk lain…[8]

Kita semua berhak untuk tidak menunda pertanyaan kepada para pengam
Carut marut, begitu istilah yang kita sebutkan pada sebuah keadaan yang sudah tidak menentu. “Perhimpunan Al-Irsyad melaporkan Direktur Bina Media Sabili, Lutfi Attamimi ke pihak kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik. Hal ini disampaikan sendiri oleh Ketua Umum DPP Perhimpunan Al-Irsyad, Yusuf Baisa, di Sekretariat Perhimpunan Al-Irsyad, Jalan Matraman Raya no. 70, Jakarta Timur, Selasa sore (6/10).” Demikian ungkap Republika tanggal 6 Oktober 2009 kemarin, nampak kental adanya aroma pertikaian sesama Al Irsyad.

Siapa Lutfi Attamimi ? Dialah musuh besar Perhimpunan Al-Irsyad (PAI) yang dinahkodai Yusuf Utsman Bai’sa, Lc (dai resmi Ihya at Turots al Islami, Kuwait, lihat gambar 4). Lufti berposisi sebagai Sekretaris Majelis Hubungan Luar Negeri di Al Irsyad periode 2000 – 2005, yang dipimpin rival Yusuf Baisa, yakni Ir. Hisyam Thalib. Beberapa bulan kemudian posisi ketua umum PP Al Irsyad Islamiyyah pimpinan Hisyam Thalib digantikan oleh Abdullah Mubarak Djaidi.[1]

Demi menyukseskan perhelatan akbar, agar bisa mengukuhkan diri Yusuf Ba’isa, maka mereka rela merogoh kocek sebesar setengah milyar rupiah, guna mengadakan muktamar perdana wadah Al Irsyad baru, Perhimpunan Al Irsyad.[2] Dengan begitu resmi sudah adanya dua organisasi bernama Al Irsyad, sama-sama memiliki DPP, DPW, DPC.

Yang satu bernama Perhimpunan Al Irsyad (PAI) tanpa “Islamiyyah”, mungkin agar warga Al Irsyad non muslim bisa bergabung ? Wallahu a’lam. Sementara yang satu Perhimpunan Al Irsyad Islamiyyah (PAII) yang lebih dikenal sebagai Al Irsyad Al Islamiyyah. Lambang kedua organisasi tersebut mirip dan hanya merubah obor merah menjadi bintang, sisir menjadi bulan sabit dan perubahan huruf Arab dari berbunyi “Al-Irsyad Al-Islamiyah‘’ menjadi “Jam’iyah Al-Irsyad” . [3]

Praktek Demoskratos pada Turotsi
“Lewat Muktamar 2009 Perhimpunan Al Irsyad, Yusuf bin Usman bin Muhammad Baisa diangkat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Al Irsyad.” Demikian tulis majalah Gema Al Irsyad terbitan PAI, yang menyampaikan tanggal 23 – 25 Maret 2009 silam diangkatnya Yusuf Baisa menjadi Ketum PAI. PAI adalah organisasi tandingan Perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyyah (PAII). Ya, paska kemenangan Al Irsyad Al Islamiyyah Hisyam Thalib, Yusuf Baisa kehilangan kantor nan mahal di bilangan Kramat Raya, yang nilainya sekitar 2 milyar rupiah. Yusuf menggulirkan nama baru berbau ‘Al Irsyad’ juga, dengan nama Perhimpunan Al Irsyad. [4]

Di kalangan pengikut, pembela dan simpatisannya, Al Irsyad kubu Yusuf Baisa cs ini diberi sentuhan keakraban dengan julukan “Al Irsyad yang Salafi” (agar mudah dalam membedakan dengan kubu Al Irsyad lainnya), iya semestinya mereka lebih terpuji jika jujur menamakannya sebagai Perhimpunan Al Irsyad Demoskratos.

Yusuf demi mempertahankan pendapat dan pendapatan sekaligus, rela menyewa body guard dari Jogja. Namun dasar nasib lagi apes, Yusuf tetap terpaksa harus menggigit jarinya. Walau sudah menyerang Lutfi Amir At Tamimi (PP Al Irsyad Al Islamiyyah, Sekretaris Hubungan Luar Negeri), sehingga harus mengganti kacamata dan wajahnya dicerowok oleh sang preman.[5] Namun tindakan fisik Dja’far Umar Thalib tersebut dibiarkan saja, tanpa berani melaporkan kasusnya kepada kepolisian yang sedang siaga disana.[6]

Jelas disini ada dua kubu besar Al Irsyad di Indonesia yang masih berseteru, kubu Hisyam Thalib & Abdullah Jaidi vs kubu Yusuf Utsman Ba’isa, Lc. Chalid Bawazir plus sang teman akrab Ali Hasan cs (markaz Albani, Yordania) yakni tuan Abdurrahman At Tamimi, Lc (Direktur STAI Ali bin Abi Thalib, Surabaya) berada di bawah tandzim Al Irsyad Yusuf Ba’isa. Ormas bentukan Yusuf tersebut, resmi terdaftar di Departemen Dalam Negeri dengan Surat Keterangan Terdaftar tertanggal 14 November 2007.[7] Sejak saat itulah, Yusuf resmi pada tanggal tersebut Yusuf menyempal dari Al Irsyad Al Islamiyyah. Peranakan hizbiyyah menghasilkan hizbiyyah bentuk lain…[8]

Kita semua berhak untuk tidak menunda pertanyaan kepada para pengam

More info:

Categories:Types, Research
Published by: fakta on Oct 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2012

pdf

text

original

 
Carut Marut Turotsi a.ka Perhimpunan Al Irsyad (PAI)
Carut marut, begitu istilah yang kita sebutkan pada sebuah keadaan yang sudah tidak menentu. “Perhimpunan Al-Irsyad melaporkan Direktur Bina Media Sabili, LutfiAttamimi ke pihak kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik. Hal inidisampaikan sendiri oleh Ketua Umum DPP Perhimpunan Al-Irsyad, Yusuf Baisa, diSekretariat Perhimpunan Al-Irsyad, Jalan Matraman Raya no. 70, Jakarta Timur,Selasa sore (6/10).” Demikian ungkap Republika tanggal 6 Oktober 2009 kemarin,nampak kental adanya aroma pertikaian sesama Al Irsyad.Siapa Lutfi Attamimi ? Dialah musuh besar Perhimpunan Al-Irsyad (PAI) yangdinahkodai Yusuf Utsman Bai’sa, Lc (dai resmi Ihya at Turots al Islami, Kuwait, lihatgambar 4). Lufti berposisi sebagai Sekretaris Majelis Hubungan Luar Negeri di AlIrsyad periode 2000 – 2005, yang dipimpin rival Yusuf Baisa, yakni Ir. HisyamThalib. Beberapa bulan kemudian posisi ketua umum PP Al Irsyad Islamiyyah pimpinan Hisyam Thalib digantikan oleh Abdullah Mubarak Djaidi.[1]Demi menyukseskan perhelatan akbar, agar bisa mengukuhkan diri Yusuf Ba’isa,maka mereka rela merogoh kocek sebesar setengah milyar rupiah, guna mengadakanmuktamar perdana wadah Al Irsyad baru, Perhimpunan Al Irsyad.[2] Dengan begitu resmi sudah adanya dua organisasi bernama Al Irsyad, sama-sama memiliki DPP,DPW, DPC.Yang satu bernama Perhimpunan Al Irsyad (PAI) tanpa “Islamiyyah”, mungkin agar warga Al Irsyad non muslim bisa bergabung ?
Wallahu a’lam
. Sementara yang satuPerhimpunan Al Irsyad Islamiyyah (PAII) yang lebih dikenal sebagai Al Irsyad AlIslamiyyah. Lambang kedua organisasi tersebut mirip dan hanya merubah obor merahmenjadi bintang, sisir menjadi bulan sabit dan perubahan huruf Arab dari berbunyi
Al-Irsyad Al-Islamiyah
‘’ menjadi “
Jam’iyah Al-Irsyad
” .[3]
Praktek Demoskratos pada Turotsi
“Lewat Muktamar 2009 Perhimpunan Al Irsyad, Yusuf bin Usman bin MuhammadBaisa diangkat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan AlIrsyad.” Demikian tulis majalah Gema Al Irsyad terbitan PAI, yang menyampaikantanggal 23 – 25 Maret 2009 silam diangkatnya Yusuf Baisa menjadi Ketum PAI. PAIadalah organisasi tandingan Perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyyah (PAII).
Ya, paskakemenangan Al Irsyad Al Islamiyyah Hisyam Thalib, Yusuf Baisa kehilangankantor nan mahal di bilangan Kramat Raya, yang nilainya sekitar 2 milyarrupiah
. Yusuf menggulirkan nama baru berbau ‘Al Irsyad’ juga, dengan namaPerhimpunan Al Irsyad.[4] Di kalangan pengikut, pembela dan simpatisannya, Al Irsyad kubu Yusuf Baisa cs inidiberi sentuhan keakraban dengan julukan “Al Irsyad yang Salafi” (agar mudah dalammembedakan dengan kubu Al Irsyad lainnya), iya semestinya mereka lebih terpuji jika jujur menamakannya sebagai Perhimpunan Al Irsyad Demoskratos.
Yusuf demi mempertahankan pendapat dan pendapatan sekaligus
, rela menyewa
body guard 
dari Jogja. Namun dasar nasib lagi
apes
, Yusuf tetap terpaksa harusmenggigit jarinya. Walau sudah menyerang Lutfi Amir At Tamimi (PP Al Irsyad AlIslamiyyah, Sekretaris Hubungan Luar Negeri), sehingga harus mengganti kacamata
 
dan wajahnya di
cerowok 
oleh sang preman.[5]Namun tindakan fisik Dja’far Umar Thalib tersebut dibiarkan saja, tanpa berani melaporkan kasusnya kepada kepolisianyang sedang siaga disana.[6] Jelas disini ada dua kubu besar Al Irsyad di Indonesia yang masih berseteru,
kubuHisyam Thalib & Abdullah Jaidi vs kubu Yusuf Utsman Ba’isa, Lc.
ChalidBawazir plus sang teman akrab Ali Hasan cs (markaz Albani, Yordania) yakni tuanAbdurrahman At Tamimi, Lc (Direktur STAI Ali bin Abi Thalib, Surabaya) berada di bawah
tandzim
Al Irsyad Yusuf Ba’isa. Ormas bentukan Yusuf tersebut, resmiterdaftar di Departemen Dalam Negeri dengan Surat Keterangan Terdaftar tertanggal14 November 2007.[7]Sejak saat itulah, Yusuf resmi pada tanggal tersebut Yusuf menyempal dari Al Irsyad Al Islamiyyah. Peranakan hizbiyyah menghasilkanhizbiyyah bentuk lain…[8]Kita semua berhak untuk tidak menunda pertanyaan kepada para pengampu MarkazAl Albani, Yordania (apalagi mereka sekarang sedang berada di Indonesia), sejak kapan Demoskratos boleh-boleh saja ? Tidakkah Perhimpunan Demoskratos Al Irsyadyang menyelenggarakan acara tuan di Indonesia?Kalau dibilang dalam ta’lim mereka demokrasi haram, pemilu juga dihindari, namunYusuf Utsman Ba’isa, sang ketua PAI menyatakan lain. Dalam artikel berjudul
Perhimpunan Al Irsyad Imbau warganya Tak Golput
”, terungkap bahwa KetuaUmum Perhimpunan Al Irsyad Yusuf Utsman Baisa mengimbau umat Islamkhususnya warga Al Irsyad untuk menggunakan hak pilih mereka pada Pemilu 2009.“Kita mengajak umat Islam, khususnya anggota Perhimpunan Al Irsyad untuk tidak golput tetapi gunakanlah hak pilih pada Pemilu 2009 untuk memilih wakil rakyat dan para pemimpin yang baik dan mau berjuang untuk Islam dan umatnya,” katanya diJakarta, Jumat (20/3/2009).[9] 
Kepada seluruh warga Perhimpunan Al-Irsyad diserukan untuk melaksanakanhak pilihnya secara bertanggungjawab, sesuai tuntutan hati nurani melaluiorganisasi sosial politik peserta pemilu
yang memperjuangkan aspirasi umat Islam, bagi kemajuan bangsa Indonesia.
Perhimpunan Al-Irsyad senantiasaberpartisipasi pada pelaksanaan pemilu dan pilkada dengan cara mendorongkadernya mencalonkan atau dicalonkan dalam Pemilu legislatif maupunpilkada mendatang
”, demikian seru majalah Gema Al Irsyad.[10]Kalau mereka pernah mencerca Mukernas yang beraroma hizbiyyah dan kita telah bertaubat, dengan kalimat : “
Tentunya ini berbeda dengan muktamar LaskarJihad di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, yang mana mereka dengan sengajamengundang orang-orang hizby untuk ikut serta duduk-duduk dalam majlismereka
.”[11]Kini mereka berbangga dengan sampah yang telah dibuang saudaranya,mereka juga mengundang politikus, bahkan lebih parah karena mereka tahu pengalaman pahit LJ tersebut. Dengan membusungkan dada, merekamenyelenggarakan Muktamar Perdana PAI di Jakarta pada tanggal 23 – 25 Maret2009. Kira-kira apa sebabnya mereka bercapek-capek menyewa Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, mengundang 700 peserta, mengundang utusan 14 DPW dan 86 DPC diseluruh Indonesia ?[12] Sang Sekjen Amin Radjab[13] akhirnya harus rela kalah dari  bursa Ketum dan Ali Said Bamajbur terpilih secara demokrasi sebagai Sekum Yusuf.
 
Apa sebab mereka mengadakan pemilihan ala
demoscratos
apakah memilih Yusuf ataukah Amin ? Nah, melihat ini semua, silakan pembaca tafsirkan sendiri.Mau tahu lagi praktek 
demoskratos
di PAI mereka selain di Muktamar tanggal 23 – 25 Maret 2009 ? “
Ustadz Ahmad Banawir
terpilih sebagai Ketua Formatur DPWPerhimpunan Al Irsyad Jawa Timur dalam musyawarah di Kraksaan, Probolinggo, pada 26 April 2009. Ia tampil sebagai ketua setelah mengantongi suara terbanyak dibanding lima kandidat lainnya. Dalam musyawarah yang dihadiri 25 peserta dari 12cabang Perhimpunan Al-Irsyad yang ada di Jatim, Ahmad Banawir meraih sembilansuara.
Dengan sembilan suara itu, Ahmad Banawir unggul atas Cholid Bawazeer(8 suara), Helmi Gana (4), Sudjak bin Kuddah (3), Humam Salim Baktir(2).
[14] 
 Kepriben sih kiye
, bos Abu Salma Muhammad Rachdi Pratama, S.Si dipabrik Odol Siwak-F kok ikutan pemilu kecil ?
 Demoskratos tetep oye
,
katanya
! Gambar 1. Screen shot situs resmi PAI[15],nampak nama teman akrab Abdurrahman at Tamimi, Cholid Aboud Bawazeer dan Ali Saman Hasan ada disana.[16] Siapa saja di Organisasi PAI ini ? Yang jelas nama sang tim formatur ada nama
Yusuf Utsman Ba’isa
, Amin Radjab, Ahmad Baraas, Farhat Umar,
Farouk ZeinBadjabir, Cholid Bawazeer
, Imam Sumedi. Dan posisi majelis Dakwah, ada namaAli Saman Hasan. Sementara Dewan Syuro PAI, disebut nama Faisol Baasir,
CholidAboud Bawazeer
, Ahmad Banawir, Dr. Basyir Achmad, Husein Ali Afif, YahyaHuraibi, Shobri Achmad Syawi, Kholid Abdullah Seff dan Amin Radjab.[17] 

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Bagus Setyojati liked this
Gazali Kopal liked this
Gazali Kopal liked this
Asep Iqbal liked this
abdee68 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->