Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
keutamaan berdzikir

keutamaan berdzikir

Ratings: (0)|Views: 951|Likes:
Published by pixelcrowded

More info:

Published by: pixelcrowded on Oct 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/24/2010

pdf

text

original

 
DALIL-DALIL TENTANG KEUTAMAAN BERDZIKIR 
1. “Dan sesungguhnya mengingat ALLAH itu paling besar.” (QS al-Ankabut:45)2. “Maka ingatlah kepada-KU, pasti AKU akan ingat kepadamu.” (QS al-Baqarah:152)3. “Dan ingatlah kepada RABB-mu di dalam hatimu dengan merendahkan diri danmerasa takut, dengan tidak meninggikan suaramu.” (QS al-A’raf:205)4. “Wahai orang-orang yang beriman ingatlah kepada ALLAH sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepda-NYA pada pagi dan petang hari.” (QS al-Ahzab:41-42)
MAKNA DZIKIR 
Dzikir menurut pemahaman salafus-shalih adalah segala perbuatan yang dapatmendekatakan diri kepada ALLAH SWT, baik berupa shalat, puasa, zakat, tasbih,tahmid, takbir, tahlil maupun membicarakan hukum halal-haram, belajar, memberinasihat, jual-beli, nikah, hajji, dan sebagainya. Sepanjang semua itu dilakukan dengan NIAT YANG IKHLAS dan melakukannya SESUAI DENGAN SYARI’AT, maka itutermasuk dzikir.1. Berkata Sa’id bin Jubair ra: Setiap orang yang beramal karena ALLAH adalah orangyang sedang berdzikir kepada-NYA.2. Berkata ‘Atha bin abi Rabah: Majlis dzikir adalah majlis yang membicarakan halal danharam, serta bagaimana seharusnya kalian berjual-beli, shalat, puasa, nikah, thalaq, hajji,dll.
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN KETIKA BERDZIKIR 
1. Niat yang Ikhlas, dalil-dalilnya:a. Al-Qur’an: QS al-Bayyinah, 98:5; QS al-Hajj 22:37. b. As-Sunnah: Hadits Umar ra yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari-Muslim(Sesungguhnya amal itu tergantung dari niatnya)c. Atsar Salafus-Shalih:01. Berkata al-Fudhail bin ‘Iyadh: Beramal karena ingin dilihat orang adalah SYIRIK,meninggalkan amal karena takut dilihat orang adalah RIYA’, adapaun IKHLAS adalahterjaganya kamu dari kedua hal tersebut.02. Berkata al-Harits al-Muhasibi: Orang yang benar ialah tidak peduli pada penghormatan manusia karena kesucian hatinya. Dan juga tidak suka diketahui orang
 
kebaikannya walau sebesar biji sawi karena kebaikan amalnya. Dan iapun tidak benci jika diketahui orang kelemahannya.”03. Berkata Abal Qasim al-Qusyairi: Ikhlas ialah mengarahkan ketaatan dengan niatkepada ALLAH Yg Maha Suci, yaitu menginginkan agar semua ketaatannya menjadi pendekatan dirinya kepada ALLAH tanpa sedikitpun keinginan-keinginan lain untuk makhluk, apalagi keinginan dipuji oleh manusia atau suka diketahui amalnya, atau segalakeinginan yang lain daripada niat taqarrub kepada ALLAH SWT.”04. Berkata Muhammad bin Sahal at-Tastari: Para orang yang pandai menafsirkan ikhlastidak lebih dari ini: Gerak dan diamnya, baik di tengah kesepian atau keramaian hanyakarena ALLAH saja, tiada bercampur sedikitpun dengan kehendak nafsu, keinginan diriataupun keinginan duniawiah lainnya.05. Berkata abu Ali ad-Daqqaq: Ikhlas ialah memelihara diri dari ingin diperhatikanmakhluk. Sedangkan Shiddiq ialah mensucikan diri dari memenuhi keinginan nafsu.06. Berkata Dzan Nun al-Mishri: Tanda ikhlas itu ada 3: Pertama, jika dipuji dan dicelaorang tidak berpengaruh baginya. Kedua, jika ia beramal tidak riya’. Ketiga, jika amalyang dilakukan hanya untuk pahala akhirat.2. Keutamaan Majlis Dzikir: Berzikir dalam majlis adalah disunnahkan, berdasarkanhadits-hadits berikut ini:a. Nabi SAW bersabda: “Jika kalian melewati kebun-kebun syurga maka nikamtilah olehkalian. Para sahabat ra bertanya: Wahai rasuluLLAH, apakah kebun syurga itu? Jawabnabi SAW: yaitu majelis-majelis dzikir, karena ALLAH memiliki malaikat-malaikat yangselalu mencari majelis-majelis dzikir. Apabila mereka menemukannya maka mereka akanduduk bersama-bersama orang yang berdzikir itu.” (HR Muttafaq ‘alaih, dari Ibnu Umar) b. Dalam hadits lainnya: “Rasul SAW keluar dari rumahnya menuju sebuah majlis tempat berkumpul para sahabatnya, lalu beliau bersabda: Mengapa kalian duduk-duduk bersamadisini? Jawab mereka: Kami disini bertahmid atas hidayah dan nikmat yang telahdiberikan-NYA kepada kami sehingga kami memeluk agama Islam. Kata nabi SAW:Demi ALLAH, apakah benar kalian duduk disini hanya karena itu? Aku tidak mintakalian bersumpah tapi Jibril telah datang kepadaku dan meberitahukan bahwa ALLAHSWT telah membanggakan kalian dihadapan para malaikat.” (HR Muslim dariMu’awiyyah)c. Dalam hadits yang lain disebutkan: Bersabda nabi SAW: “Tiada suatu kaum yangduduk-duduk sambil berdzikir pada ALLAH, melainkan para malaikat datang berkumpul,dan rahmat ALLAH meliputi mereka, dan ketentraman turun kepada mereka, dan nama-nama mereka disebutkan satu-persatu oleh ALLAH SWT dihadapan para malaikat yangada disisi-NYA.” (HR Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri dan Abu Hurairah)
 
3. Hendaknya dzikir dilakukan dengan hati dan lisan, dan tidak keras-keras tapi jugatidak terlalu pelan, berdasarkan ayat: “Dan jangan kamu nyaringkan suaramu ketikashalat dan jangan pula kamu merendahkannya, tetapi hendaklah kamu lakukan diantarakeduanya.” (QS al-Isra, 17:110)4. Dzikir bagi orang yang tidak bersuci. Menurut ijma’ ulama boleh saja berdzikir denganlisan ataupun hati bagi orang yang tidak bersuci, baik ia sedang junub, haidh, keluar darah, nifas. Baik ia membaca tasbih, tahmid, tahlil, shalawat, dll. Adapun jika membacaal-Qur’an maka para ulama berbeda pendapat, menurut mazhab Syafi’i dibolehkanmembaca al-Qur’an bagi wanita haidh dan nifas jika telah berwudhu’ atau bertayammum(lih. kitab al-Adzkar, hal. 39, Imam Nawawi).5. Sikap ketika berdzikir. Hendaknya dengan duduk sopan menghadap kiblat dengankhusyu’. Tetapi jika tidak memungkinkan maka tidak mengapa dengan kondisi apa sajayang memungkinkan karena hal tersebut merupakan afdhal (keutamaan) saja.Berdasarkan ayat: “Dan orang-orang yang berdzikir kepada ALLAH sambil berdiri,duduk dan berbaring dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi.” (QS Ali-Imran, 3:190-191), juga dalam hadits: Dari A’isyah ra berkata ; “RasuluLLAH SAW bersandar dipangkuanku sedangkan aku dalam keadaan haidh, dan beliau membaca al-Qur’an.” (HR Bukhari dan Muslim)6. Tempat yang terlarang berdzikir. Seperti ketika buang air, berhubungan suami-istri,saat mendengarkan khutbah, saat berdiri shalat membaca Fatihah dan saat mengantuk.
HADITS-HADITS TENTANG BERBAGAI DZIKIR YANG SHAHIH
1. Sabda nabi SAW: “Ada 2 kalimat, yang sangat ringan di lidah, sangat berat dalamtimbangan amal, dan sangat dicintai oleh AR-RAHMAN, yaitu SubhanaLLAHiwabihamdiHI subahanaLLAHil ‘azhim[1].”2. Sabda nabi SAW: “Barangsiapa mengucapkan La ilaha illaLLAHu wahdaHU lasyarikalaHU, laHUl mulku wa laHUl hamdu wa HUWA ‘ala syai’in qadir setiap hari 100kali, maka bagaikan ia memerdekakan 10 orang budak dan diberikan 100 kebaikan dandihapuskan 100 keburukannya, dan Syaithan tidak bisa mendekatinya pada hari itusampai sore, dan tidak ada seorang yang lebih baik darinya kecuali yang membaca lebih banyak darinya. Juga dikatakan: Barangsiapa yang mengatakanSubhanaLLAH wa bihamdiHI setiap hari 100 kali, maka dihapuskan dosa-dosanya walaupun sebanyak buihdi lautan[2].”3. Sabda nabi SAW: “Kebersihan itu sebagian dari Iman, mengucapkan alhamduliLLAHitu memenuhi timbangan kebaikan, mengucapkan subahanaLLAH wal hamduliLLAH itumemenuhi langit dan bumi[3].”4. Perbuatan nabi SAW: “Adalah nabi SAW jika selesai salam dari shalatnya beliau SAWmembaca istighfar 3 kali, lalu membaca ALLAHumma ANTAS salamu wa minKAssalamu tabarakTA ya DZAL Jalali wal Ikram[4].”

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->