Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
air_limbah_tahu

air_limbah_tahu

Ratings: (0)|Views: 800 |Likes:
Published by zan suke

More info:

Categories:Business/Law, Finance
Published by: zan suke on Oct 15, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/01/2013

pdf

text

original

 
 
151
ANALISIS RESIKO LINGKUNGAN DARI PENGOLAHANLIMBAH PABRIK TAHU DENGAN KAYU APU(
 Pistia stratiotes L.)
 ENVIRONMENTAL ANALYSIS FROM TOFU WASTE WATERTREATMENT BY WATER LETTUCE (
 Pistia stratiotes L.
)
Alia Damayanti
1)
Joni Hermana
1)
dan Ali Masduqi
1)
 
1)
Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS
Abstrak
Kayu apu (
Pistia stratiotes L.
) sebagai tumbuhan air memiliki potensi dalam menurunkan kadar pencemar air limbah,yang memiliki kadar organik tinggi. Penelitian ini menggunakan air limbah pabrik tahu sebagai media kayu apu dengantujuan melakukan analisis resiko lingkungan. Berdasarkan hasil analisis kualitas lingkungan maka dapat disimpulkanberdasarkan hasil analisis kualitatif beberapa komponen resiko yang memiliki resiko tinggi yaitu pencemaran airpermukaan, limbah pabrik tahu Purnomo Surabaya memiliki resiko kecil, dengan komponen yang paling berpengaruhadalah limbah cair menurut analisis semi kuantitatif serta pengaruh limbah secara keseluruhan terhadap manusia danlingkungan sekitar pabrik tidak signifikan.Kata kunci : kayu apu, limbah tahu, NH
4+
, PO
43-
 
Abstract
Water lettuce (
Pistia stratiotes L.
) as a water plantation, has a potency degrading polluted tofu waste water with a highorganic content. This research used tofu wastewater as the water lettuce media to conduct the enviromental risk analysis. From the environmental analysis it is concluded that high risk component is surface water contaminant, lowrisk component is obtained because this treatment system, the overall effect of the wastewater to the community and itsenvironment is considered not significant.Keywords : water lettuce, tofu waste water, NH
4+
, PO
43-
 
1.
 
PENDAHULUAN
Perkembangan industri dewasa ini telah memberi-kan sumbangan besar terhadap perekonomian In-donesia. Di lain pihak hal tersebut juga memberidampak pada lingkungan akibat buangan industrimaupun eksploitasi sumber daya yang semakin in-tensif dalam pengembangan industri. Lebih lanjutdinyatakan harus ada transformasi kerangka kon-tekstual dalam pengelolaan industri, yakni keyaki-nan bahwa: operasi industri secara keseluruhan ha-rus menjamin sistem lingkungan alam berfungsisebagaimana mestinya dalam batasan ekosistem lo-kal hingga biosfer. Efisiensi bahan dan energi da-lam pemanfaatan, pemrosesan, dan daur ulang, a-kan menghasilkan keunggulan kompetitif dan man-faat ekonomi (Hambali, 2003).Berdasarkan hal di atas pengembangan industri ha-rus dibarengi upaya pengelolaan lingkungan dalambentuk penanganan limbah yang dilepaskan. Haltersebut disertai dengan kegiatan penilaian terha-dap resiko lingkungan akibat kegiatan maupun ha-sil buangan industri untuk mendapatkan tingkat re-siko dan bahaya dari kegiatan industri tersebut.
2.
 
METODOLOGI
Studi dilakukan dengan terlebih dahulu mencaridan mengumpulkan data, dimana data diperolehdari hasil laporan pelaksanaan penelitian untuk ke-mudian dianalisis resiko lingkungannya. Data yangdiambil meliputi data pengolahan limbah, kualitas/ baku mutu limbah cair dan sungai tempat pembu-angan serta data-data lain yang berkaitan.Analisis dilakukan dengan membandingkan kondi-si yang ada dengan parameter lingkungan sehinggadapat diketahui tingkat resikonya.Suatu metode hirarki digunakan untuk suatu acu-an/matriks kualitatif. Di dalam matriks diperguna-
 
Jurnal Purifikasi, Vol.5, No.4, Oktober 2004 : 151-156152
kan metode/cara hirarki tingkatan, dengan bentuk matriks ini, kemungkinan dirangking berdasarkanseberapa sering resiko akan terjadi dan besaran di-rangking berdasarkan kuat dan hebatnya dampak yang terjadi.
3.
 
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sebelum melakukan identifikasi resiko lingkunganakibat aktifitas industri pengolahan kelapa sawit,perlu terlebih dahulu diketahui rona lingkunganwilayah studi, yang meliputi rona fisik kimia, bio-logi, serta sosial, ekonomi dan budaya masyarakat.Daerah pemukiman padat, tanah-tanah dibutuhkanuntuk perumahan, kebutuhan komersil dan untuk komersil dan untuk rekreasi, sehingga tidak ada la-gi daerah yang kosong yang dapat digunakan untuk Sanitary Landfill. Sebagian besar wilayah studimerupakan pemukiman yang memiliki beberapakelompok hutan kota. Tumbuhan yang umum adadi hutan kota adalah yang dapat hidup baik di data-ran rendah yaitu: akasia, sono, tembesu, bungur,bambu, meranti, medang. Fauna yang umum ada diwilayah studi adalah fauna yang biasa diternakkanoleh warga seperti sapi, kambing, kerbau, domba,ayam, dan itik. Selain itu di dalam air juga terdapatikan hias maupun ikan untuk konsumsi. Sebagianpenduduk hidup dari perdagangan, industri, pariwi-sata, dan pegawai negeri. Surabaya sebagai permu-kiman pantai adalah pintu keluar dan masuk bagi
hinterland 
yang subur dan kaya hasil bumi. Telahmenjadikannya sebuah kota dagang.Lancarnya perdagangan di Surabaya juga didukungoleh sistem transportasi yang memadai, baik lewatdarat, laut maupun udara. Guna menjalin danmemperlancar hubungan darat dengan kota-kotalain di Pulau Jawa telah dibangun terminal bus ter-besar di Asia Tenggara yaitu Purabaya (Bungur-asih) yang menghubungkan Surabaya dengan jalurselatan, dan terminal bus Tambak osowilangun un-tuk jalur utara. Sedangkan untuk makin mendu-kung kelancaran arus lalu lintas darat yang meng-hubungkan Surabaya dengan kota-kota sekitarnya,akan dibangun jalan layang di persimpangan jalankereta api di Sidoarjo dan Trosobo (Hasan, 2003).Sumber limbah cair pabrik tahu berasal dari prosesmerendam kedelai serta proses akhir pemisahan jonjot-jonjot tahu. Pada Tabel 1 dapat dilihat ba-gaimana karakteristik pencemar yang berasal darilimbah pabrik tahu.
Tabel 1
. Kandungan Pencemar Limbah Tahu
NomorSampelCOD(mg/l)BOD(mg/l)N-Total(mg/l)P-Total(mg/l)pH127250687056435395169,5153,43,944,283,944,28Rata-rata 7050 5389,5 161,5 81,6 4,11
Sumber limbah padat berasal dari penyaringan bu-bur kedelai berupa ampas tahu yang sudah melaluipemerasan berkali-kali dengan menyiram air panassampai tidak mengandung sari lagi.Walaupun diperkirakan masih ada resiko dalamkegiatan pabrik tahu di lokasi studi, upaya-upayapengendalian dan minimalisir oleh pihak pabrik di-lakukan melalui pengendalian dan pemanfaatankembali limbah.Pengelolaan limbah cair adalah menggunakan ko-lam pengolahan limbah dengan menggunakan kayuapu. Dalam pengolahan limbah ini digunakan airPDAM sebagai pengencer dengan perbandingan1:6 yaitu 1 bagian limbah pabrik tahu dengan 6 ba-gian air PDAM.Pemanfaatan limbah padat adalah sebagai makananternak. Pabrik tahu Purnomo Kalidami, Surabayamemanfaatkan ampas limbah tahu untuk makananbabi di daerah Pegirian, Surabaya.Dari uraian rona lingkungan yang dijelaskan danpenjelasan tentang proses pengelolaan limbah se-bagaimana disebutkan di atas, dapat diidentifikasidan diperkirakan resiko limbah pabrik tahu terha-dap komponen lingkungan seperti pada Tabel 2.
Tabel 2
. Identifikasi Resiko
Komponen Lingkungan Pengaruh LimbahTata guna lahan (tanah) AdaKualitas udara AdaKebisingan AdaKualitas air AdaFlora darat AdaFlora air AdaFauna darat AdaFauna air AdaStruktur kependudukan AdaPendidikan Tidak adaAgama Tidak adaTingkat kesehatan masyarakat AdaTingkat pendapatan AdaEstetika lingkungan AdaSikap, budaya, dan perilaku masyarakat Tidak ada
Prakiraan resiko terhadap tata guna lahan yangmungkin terjadi yaitu resiko berasal dari buanganlimbah terutama limbah cair yang mencemari airtanah dan air permukaan. Akibat pencemaran ter-
 
Damayanti, Analisis Resiko Lingkungan Pengolahan Limbah Pabrik Tahu Dengan Kayu Apu 153
sebut maka warga merasa tidak nyaman dan pin-dah dari lokasi sekitar pabrik, sehingga terjadi pe-rubahan tata guna lahan. Resiko yang muncul ber-sifat negatif. Bobotnya kecil karena pencemaranyang terjadi tidak berdampak langsung terhadapmasyarakat.Prakiraan resiko terhadap udara, yaitu resiko ber-asal dari bau limbah tahu yang semakin lama se-makin tidak sedap. Akibat pencemaran tersebutwarga khususnya pekerja pabrik merasa kurangnyaman akibat terhisapnya bau ke dalam pernafa-san. Jenis resiko yang muncul bersifat negatif. Bo-botnya kecil karena pencemaran gas yang timbul jumlahnya kecil dan bukan merupakan gas yangberbahaya.Prakiraan resiko terhadap air tanah yaitu berasaldari pengolahan limbah cair, yang mungkin mere-sap dan masuk ke dalam air tanah. Resiko yangmungkin timbul berupa timbulnya penyakit-penya-kit yang diderita oleh masyarakat yang mengguna-kan air tanah, seperti penyakit kulit, penyakit pe-rut, dan lain-lain. Resiko yang muncul bersifat ne-gatif. Bobotnya sedang karena lokasi dekat denganwarga sehingga ada kemungkinannya mencemariair sumur warga.Prakiraan resiko terhadap air permukaan yaitu ber-asal dari pengolahan limbah cair, yang dibuang kesungai. Resiko yang timbul pada flora, fauna, danmanusia, yang memanfaatkan sungai. Resiko ter-besar yang mungkin terjadi adalah matinya biotaair, tumbuhan air, dan hewan air. Resiko yangmuncul bersifat negatif.Dari hasil pengujian maka effluen dari pengolahanPabrik Tahu Purnomo, Kalidami, Surabaya beradadi atas Baku Mutu yang diijinkan Pemda Jawa Ti-mur, seperti pada Tabel 3.
Tabel 3
. Effluen Pengolahan Limbah Pabrik Ta-hu Purnomo, Kalidami, Surabaya
Parameter Data LaboratoriumBOD 38COD 149NH
4+
3,94PO
43-
2,5pH 7,9
Prakiraan resiko terhadap flora darat berasal darilimbah cair yang berasal dari proses akhir pemi-sahan jonjot-jonjot tahu yang telah diolah kemudi-an dibuang ke sungai lalu dihisap oleh tumbuhanyang hidup di sekitar sungai. Resiko yang mungkintimbul berupa berkurangnya kemampuan tumbuh-an dalam berfotosintesis sehingga menyebabkantumbuhan tersebut mati serta bersifat negatif. Teta-pi bobotnya kecil karena effluen dari pabrik tahutelah mengalami pengenceran air sungai sehinggakonsentrasi pencemar juga menurun.Prakiraan resiko terhadap flora air berasal dari lim-bah cair yang berasal dari proses akhir pemisahan jonjot-jonjot tahu yang telah diolah kemudian di-buang ke sungai lalu dihisap oleh tumbuhan yanghidup di sekitar sungai. Resiko yang mungkin tim-bul berupa berkurangnya kemampuan tumbuhandalam berfotosintesis sehingga menyebabkan tum-buhan tersebut mati serta bersifat negatif. Bobot-nya kecil karena effluen dari pabrik tahu telah me-ngalami pengenceran air sungai sehingga konsen-trasi pencemar juga menurun. Dengan demikiankecil pengaruhnya terhadap flora air.Prakiraan resiko terhadap fauna darat berasal darilimbah cair yang berasal dari proses akhir pemi-sahan jonjot-jonjot tahu yang telah diolah kemu-dian dibuang ke sungai lalu dihisap oleh tumbuhanyang hidup di sekitar sungai. Berkurangnya floradarat mempengaruhi pula fauna yang ada. Resikoyang mungkin timbul berupa berkurangnya jumlahfauna daratan, dan akibat berkurangnya flora daratmengurangi pula makanan bagi fauna darat sertabersifat negatif. Bobotnya kecil karena pengaruhlimbah bagi kehidupan di darat tidak terlalu signi-fikan.Prakiraan resiko terhadap fauna air berasal darilimbah cair yang berasal dari kolam pengolahan kesungai. Resiko yang mungkin timbul berupa ber-kurangnya fauna di dalam air serta bersifat negatif.Bobotnya kecil karena effluen dari pabrik tahu te-lah mengalami pengolahan yang baik serta sehing-ga konsentrasi pencemar juga kecil. Dengan demi-kian kecil pengaruhnya terhadap fauna air.Prakiraan resiko terhadap tingkat kesehatan masya-rakat berasal dari limbah cair yang dari kolampengolahan yang masuk ke dalam air permuka-an/sungai, di mana masyarakat sekitar tinggal danmemanfaatkan sungai maupun air tanah (sumur).Resiko yang mungkin timbul berupa munculnyapenyakit kulit, perut, dan sebagainya serta bersifatnegatif. Bobotnya adalah sedang karena pemanfa-atan sungai dipakai untuk menyiram tanaman oleh

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->