• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
 
PENDIDIKAN AGAMA
IMPLEMENTASI KEIMANAN DAN KETAKWAANDALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
NAMA KELOMPOK :1. Kadek Ridoi Rahayu 08200250612. Luh Putu Estalita 08200250563. Vinda Elisandi E 08200250244. Happy Ary Satyani 08200250365. Nirmala Asriani 08200250376. Arini Renda 08200250417. Ni Putu Rahma Santi Taruni 08200250298. Putu Ary Wintara 08200250449. Ni Nengah Puji Antari 082002505010.Made Agung Oko Hariawan 0820025003
PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYRAKATUNIVERSITAS UDAYANADENPASAR2008
 
2
TUGAS KELOMPOK :
1.
 
Kajilah bentuk (Implementasi) keimanan dan ketakwaan di daerah.2.
 
Sejauhmana efektivitas dari rasa keimanan dan ketakwaan tersebut dapatmengendalikan sikap atau perilaku masyarakat.
URAIAN :
Secara etimologi keimanan berasal dari kata iman yang memilki artikepercayaan atau keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa/ Ida Shang Hyang WidhiWasa.Sedangkan ketakwaan yang berasal dari kata Takwa yang berarti menjalankansegala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.Jadi, Keimanan dan Ketakwaan berarti sikap percaya dan yakin terhadap TuhanYang Maha Esa serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.Rasa keimanan dan ketakwaan tersebut diimplementasikan dengan berbagaicara berdasarkan kepercayaan dari agama yang dianut oleh masing-masing individu.Secara umum implementasi tersebut antara lain :1.
 
Persembahyangan2.
 
Beryadnya3.
 
Bersedekah4.
 
Mengamalkan Ajaran Agama5.
 
dllBerikut adalah beberapa contoh pengimplementasian dari rasa keimanan danketakwaan serta sejauhmana efektivitas dari rasa keimanan dan ketakwaan tersebut dapatmengendalikan sikap atau perilaku masyarakat di beberapa daerah khususnya di PulauBali dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.
 
3
1.
 
Daerah Pulau Bali
Beberapa daerah yang kami kaji secara umum adalah sebagai berikut :
1). Kabupaten Gianyar
Di kabupaten Gianyar bentuk keimanan dan ketakwaan masyarakat dilakukandengan mengadakan berbagai upacara keagamaan. Pengimplementasian dari rasakeimanan dan ketakwaan ini dilakukan berdasarkan prinsip Tri Hita Karana yaituParahyangan, Pawongan, dan Palemahan. Kegiatan yang berkonsep padaParahyangan misalnya bagi warga yang beragama Hindu, di daerah Br. Batusepihsetiap hari purnama dan tilem warga banjar melaksanakan kegiatan persembahyangandi Pura Khayangan Tiga. Begitu pula setiap ada hari raya keagamaan dan piodalan-piodalan lainnya pun selalu diadakan upacara yadnya. Hal ini merupakan contohpengungkapan rasa syukur dan terimakasih umat manusia kehadapan Ida ShangHyang Widhi Wasa atas segala berkat dan rahmat yang telah Beliau limpahkankepada kita.Untuk mengamalkan Konsep Palemahan warga banjar pun melaksanakan kegiatangotong royong membersihkan lingkungan Banjar Batusepih setiap 1 minggu sekaliyaitu pada hari minggu sore. Konsep palemahan ini lebih menekankan pada usaha-usaha manusia untuk menjaga hubungan keseimbangan alam dengan manusia.Konsep Pawongan di amalkan dengan kegiatan rapat atau paruman di balai banjarserta kegiatan matetulungan atau ngayah di rumah salah satu warga yang sedangmengadakan upacara adat misalnya anggota sekaha truna-truni Mahaputra ada yangbertugas menjadi penyambut tamu, bagian konsumsi, serta bagian keamanan yangturut serta menjadi bagian dari kegiatan salah satu warga banjar tersebut. Konseppawongan ini sangat penting diterapkan untuk menjaga keharmonisan antar warga,serta sebagai salah satu cara meningkatkan rasa solidaritas.Untuk umat beragama Islam, di Kabupaten Gianyar telah tersedia tempat ibadahyaitu Masjid Agung yang terletak di pusat kota Gianyar. Setiap sore terdengarkumandang Asan Maghrib dan banyak warga Muslim yang melakukan kegiatanibadah di tempat tersebut. Kegiatan dakwah pun kerap dilaksanakan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang keagamaan dan konsep hidup
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...