Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bukti-bukti Keterkaitan jaringan Al Sofwa, At Turots, Ikhwani dkk - Yayasan Al Sofwa BAB III

Bukti-bukti Keterkaitan jaringan Al Sofwa, At Turots, Ikhwani dkk - Yayasan Al Sofwa BAB III

Ratings: (0)|Views: 1,823 |Likes:
Published by salafwebid
Maka dengan kaidah ini, dapat disimpulkan dari 58 bukti yang ada sbb :
1. Jelas nyata keterkaitan dan muammalah, saling bertolong-menolong, al wala’
antara mereka, ta’awun antara dai yayasan Al Sofwa, para da’i DDII/L-Data,
Bab III – Yayasan Al Sofwa
Bukti-Bukti Keterkaitan Jaringan Al Sofwa, At Turots, Ikhwani Dkk- Update 4 Maret 2007 –
60
tokoh-tokoh PKS/LP2SI al Haramain/ Syariahonline.com serta da’i Al Irsyad, da’i
Majelis At Turots al Islamy Jogjakarta, sehingga menunjukkan adanya kesamaan
keyakinan dan manhaj mereka.
2. Nampak kaitan erat antara Al Sofwa dengan Ihya ut Turots dan Lajnah Al
Khoiriyyah al Musytarakah, Al Haramain Al Khoiriyyah, International Islamic
Relief Organization/IIRO/Hai’ah Ighotsah, dengan para da’I DDII, politikus dari
LP2SI Al Haramain/Syariahonline.com/PKS, menunjukkan adanya kesamaan
keyakinan dan manhaj mereka.
3. Bahwa al Sofwa nyata menebarkan pemikiran Ikhwanul Muslimin, Sururi, seperti
‘Aid al Qarni, Yusuf Qardlawi, Ibrahim ad Duwaisy, Muhammad Ibn Ibrahim al
Khalaf pengagum Salman Al Audah dkk, sehingga mereka disebut Ikhwani atau
Sururi juga. Simak persaksian al Ustadz Muhammad Umar As Sewed di Bab V
Bantahan Paham Sururiyyah.
4. Nampak jelas kerusakan Al Sofwa yang selama ini menjadi lokomotif pergerakan
dakwah yang mengaku ‘salafy’ ternyata organisasi Al Sofwa sendiri perlu
dibenahi dan penuh dengan pemikiran rancu ala ikhwani/Sururi.
5. Nampak jelas dalam poin c Manhaj dakwah al Sofwa yang meniadakan tahdzir,
jarh atas ahli bid’ah dan menghalalkan kerjasama dengan ahli bid’ah yang belum
keluar dari keislaman, diantaranya Khawarij – NII misalnya Aman Abdurahman,
Farid Ahmad Okbah, Ikhwanul Muslimin yakni Musthofa ‘Aini. Dai berpaham
sururi pendukung Abdurrahman Abdul Kholiq, yakni Hartono Ahmad Jaiz yang
memuji Abdul Kholiq sbg Syaikh dalam muqoddimahnya atas buku “Raport
Merah Aa’ Gym”. Dr Ahzami Sami’un tokoh PKS/Syariahonline.com/Al
Haramain juga ada di daftar kaset tasjilat Al Sofwa, bahkan Buya Hamka
Mu’tazilah yang menafsirkan al Qur’an dengan akalnya pun tertulis di daftar kaset
tasjilat Al Sofwa dll. Inilah bukti al Sofwa telah menjadi sarang hizbiyyun.
6. Simak di BAB V Bantahan Paham Sururiyyah, bahwasanya aliran Turotsi yang
merupakan jelmaan Ikhwani namun bertopeng Salafy menjangkiti yayasan Al
Sofwa, Majelis At Turots Al Islami, DDII, Al Irsyad Al Islamiyyah. Terkhusus,
simak persaksian Al Ustadz Muhammad tentang al Sofwa disana dan artikel
berjudul Sururiyyah Terus Melanda Indonesia.
Maka dengan kaidah ini, dapat disimpulkan dari 58 bukti yang ada sbb :
1. Jelas nyata keterkaitan dan muammalah, saling bertolong-menolong, al wala’
antara mereka, ta’awun antara dai yayasan Al Sofwa, para da’i DDII/L-Data,
Bab III – Yayasan Al Sofwa
Bukti-Bukti Keterkaitan Jaringan Al Sofwa, At Turots, Ikhwani Dkk- Update 4 Maret 2007 –
60
tokoh-tokoh PKS/LP2SI al Haramain/ Syariahonline.com serta da’i Al Irsyad, da’i
Majelis At Turots al Islamy Jogjakarta, sehingga menunjukkan adanya kesamaan
keyakinan dan manhaj mereka.
2. Nampak kaitan erat antara Al Sofwa dengan Ihya ut Turots dan Lajnah Al
Khoiriyyah al Musytarakah, Al Haramain Al Khoiriyyah, International Islamic
Relief Organization/IIRO/Hai’ah Ighotsah, dengan para da’I DDII, politikus dari
LP2SI Al Haramain/Syariahonline.com/PKS, menunjukkan adanya kesamaan
keyakinan dan manhaj mereka.
3. Bahwa al Sofwa nyata menebarkan pemikiran Ikhwanul Muslimin, Sururi, seperti
‘Aid al Qarni, Yusuf Qardlawi, Ibrahim ad Duwaisy, Muhammad Ibn Ibrahim al
Khalaf pengagum Salman Al Audah dkk, sehingga mereka disebut Ikhwani atau
Sururi juga. Simak persaksian al Ustadz Muhammad Umar As Sewed di Bab V
Bantahan Paham Sururiyyah.
4. Nampak jelas kerusakan Al Sofwa yang selama ini menjadi lokomotif pergerakan
dakwah yang mengaku ‘salafy’ ternyata organisasi Al Sofwa sendiri perlu
dibenahi dan penuh dengan pemikiran rancu ala ikhwani/Sururi.
5. Nampak jelas dalam poin c Manhaj dakwah al Sofwa yang meniadakan tahdzir,
jarh atas ahli bid’ah dan menghalalkan kerjasama dengan ahli bid’ah yang belum
keluar dari keislaman, diantaranya Khawarij – NII misalnya Aman Abdurahman,
Farid Ahmad Okbah, Ikhwanul Muslimin yakni Musthofa ‘Aini. Dai berpaham
sururi pendukung Abdurrahman Abdul Kholiq, yakni Hartono Ahmad Jaiz yang
memuji Abdul Kholiq sbg Syaikh dalam muqoddimahnya atas buku “Raport
Merah Aa’ Gym”. Dr Ahzami Sami’un tokoh PKS/Syariahonline.com/Al
Haramain juga ada di daftar kaset tasjilat Al Sofwa, bahkan Buya Hamka
Mu’tazilah yang menafsirkan al Qur’an dengan akalnya pun tertulis di daftar kaset
tasjilat Al Sofwa dll. Inilah bukti al Sofwa telah menjadi sarang hizbiyyun.
6. Simak di BAB V Bantahan Paham Sururiyyah, bahwasanya aliran Turotsi yang
merupakan jelmaan Ikhwani namun bertopeng Salafy menjangkiti yayasan Al
Sofwa, Majelis At Turots Al Islami, DDII, Al Irsyad Al Islamiyyah. Terkhusus,
simak persaksian Al Ustadz Muhammad tentang al Sofwa disana dan artikel
berjudul Sururiyyah Terus Melanda Indonesia.

More info:

Categories:Types, Research
Published by: salafwebid on Oct 16, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2012

pdf

text

original

Bab III\u2013 Yayasan Al Sofwa
Bukti-Bukti Keterkaitan Jaringan Al Sofwa, At Turots, Ikhwani Dkk- Update 4 Maret 2007 \u2013
1
BAB III
Yayasan Al Sofwa
a. Manhaj dakwah Al Sofwa
1. Alamat Sumber :
http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=hal&id=2
Nama File didalamnya :
Keterangan :Nampak tertulis manhaj dakwah al Sofwa yang merupakan penerus

yayasan Al Muntada al Islamy yang didirikan Muhammad Ibn Ibrahim al Kholaf dari
Unaizah, Arab Saudi. Al Sofwa meniadakan bentuk-bentuk peringatan keras/tahdzir,
lihat kesesatannya dalam bentukhuruf Italic/cetak miring. Silakan simak di Bab V
Bantahan Paham Sururiyyah hal 77 dalam artikel berjudul Persaksian Tentang
Yayasan Al Sofwa oleh al Ustadz Muhammad Umar as Sewed.

_____________________________________________________________________
Berikut isi file :
MUKADIMAH

Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla, kita memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya dan memohon
ampunan-Nya. Kita berlindung kepada-Nya dari kejahatan nafsu kita dan dari keburukan amal
perbuatan kita. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada satupun yang bisa menyesatkannya
dan barangsiapa disesatkan-Nya, maka tiada satupun yang bisa menunjukinya. Saya bersaksi bahwa
tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah sendiri, tiada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi
bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah
kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam
keadaan beragama Islam. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan
kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah
memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang
dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan
silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. Hai orang-orang yang
beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah
memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa
menta`ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

LATAR BELAKANG
Yayasan Al-Sofwa, sebuah lembaga yang komitmen terhadap ilmu dan dakwah berdasarkan aqidah
ahlussunnah wal jama\u2019ah dan manhaj (jalan) para Salaf Shalih (pendahulu ummat yang baik)-semoga

Allah meridhai mereka- , berdiri pada tanggal 1 Jumadats Tsaniyah 1413 H / 25 Nopember 1992 M melalui Akte Notaris Anis Husin Abdat, SH. No. 46/1992 dan tercatat di Pengadilan Negeri Jakarta Timur No. 21/14 Januari 1993.

Keadaan kaum muslimin di Indonesia yang masih banyak terpuruk ke dalam kesyirikan, bid\u2019ah,
khurafat dan amalan lain yang menyelisihi ajaran Islam serta terpuruk ke dalam kemiskinan
melatarbelakangi berdirinya Yayasan Al-Sofwa. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, Yayasan Al-
Sofwa turut bertanggung jawab untuk membantu mencerdaskan bangsa, memperbaiki aqidah dan
akhlak masyarakat serta berusaha mengentaskan mereka dari keterpurukan yang dialami.

TUJUAN
Bab III\u2013 Yayasan Al Sofwa
Bukti-Bukti Keterkaitan Jaringan Al Sofwa, At Turots, Ikhwani Dkk- Update 4 Maret 2007 \u2013
2

Yayasan ini bermaksud dan bertujuan merealisasikan pembangunan dan saling tolong menolong dalam
kebajikan dan taqwa, guna mencapai kehidupan lahir dan bathin yang layak bagi manusia terutama
masyarakat Islam di dalam arti yang seluas-luasnya untuk meraih Ridho Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Yayasan Al-Sofwa mengelola secara maksimal beragam sumber
daya bagi kepentingan dakwah, pendidikan dan sosial, antara lain melalui : penyebaran ilmu dan
pengetahuan Islam, riset ilmiah, pemberdayaan potensi lembaga pendidikan dan SDM pendidik serta
kegiatan sosial.
Agar berbagai kegiatan tersebut berjalan lancar dan baik, Yayasan membentuk tiga departemen dan
satu divisi, yaitu:

1. Departemen Da\u2019wah.

2. Departemen Pendidikan.
3. Departemen Sosial.
4. Litbang dan Informasi.

ASAS DAN PRINSIP

Yayasan Al-Sofwa berasaskan Islam, beraqidahahlussunnah wal jama\u2019ah dengan mengikuti
pemahaman para salaful ummah, dan berpendapat bahwa mereka adalah golongan yang paling
mengerti dan memahami Islam.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersaksi terhadap hal tersebut sebagaimana disebutkan
dalam hadits Imran bin Hushain radhiallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda,"Sebaik-baik generasi adalah generasiku, disusul generasi setelahnya, disusul oleh generasi
setelahnya." Imran radhiallahu 'anhu berkata,"Saya tidak tahu pasti, beliau menyebutkan dua generasi
berikutnya -setelah generasinya- atau tiga generasi berikutnya." (Lanjutan hadits) "Kemudian setelah
itu muncul segolongan kaum yang bersaksi tanpa diminta kesaksiannya, berkhianat dan tidak bisa
dipercaya, bernadzar dan tidak menunaikannya, dan tubuh-tubuh mereka terlihat banyak dagingnya

(gemuk, makan melebihi batas).\u201d (HR. Al-Bukhari, kitab keutamaan para shahabat).

Berdasarkan hal tersebut, Yayasan Al-Sofwa membenci fanatisme hizbiyah (kelompok dan golongan)
yang menyelisihi para salaful ummah dan membuat kaum muslimin terpecah-belah menjadi beberapa
golongan. Berdalih dengan pembaharuan dan perkembangan zaman, mereka meninggalkan manhaj
salaful ummah sehingga niat mereka menjadi rusak. Hawa nafsu telahmemasuki diri mereka dan wala\u2019
(loyalitas) kepada Allah telah berubah menjadi wala' kepada fanatisme golongannya.

Hal di atas terjadi tidak lain karena semangat kembali kepada Al-Qur\u2019an dan As-Sunnah semata-mata
didasarkan atas persepsi mereka sendiri. Padahal Allah Ta\u2019ala berfirman,\u201cDan berpegang teguhlah
(kalian semua) kepada tali Allah dan janganlah bercerai-berai.\u201d (Ali Imran: 103).

Dan beberapa hadits Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam seperti yang diriwayatkan oleh
Irbadh bin Sariyah radhiallahu \u2018anhu, ia berkata,"Suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
shalat bersama kami, kemudian beliau menghadapi kami dan memberikan kepada kami wejangan yang

sangat jelas, yang membuat airmata berlinang dan menggetarkan hati.\u201d
Kemudian salah seorang berkata,"Wahai Rasulullah, seakan-akan wejangan ini adalah wejangan
perpisahan. Apakah yang engkau wasiatkan kepada kami?\u201d Beliau shallallahu 'alaihi wasallam

menjawab, "Saya wasiatkan kepada kalian semua, agar senantiasa bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala, mendengar dan mentaati, meski kepada seorang budak hitam Habasyi. Sesungguhnya siapa yang hidup pada zaman setelah aku, ia akan melihat banyak perpecahan, maka hendaklah kalian

senantiasa memegang teguh sunnahku dan sunnah para Kulafa\u2019ur Rasyidin yang mendapat petunjuk.

Peganglah dengan teguh dan gigitlah dengan gerahammu. Hendaklah kalian menghindari hal-hal baru (dalam agama), karena setiap hal yang baru itu adalah bid'ah dan setiap bid\'ah itu adalah sesat." (HR. Abu Dawud dalam Kitab As-Sunnah dan dishahihkan oleh Al-Albani). Dan banyak lagi nash-nash lain yang masyhur di kalangan orang yang paham dan berilmu.

Di dalam memahami nash-nash yang sukar dimengerti atau permasalahan yang tidak ada nashnya,
Yayasan merujuk kepada para ulama besar ahlussunnah wal jama\u2019ah yang telah disaksikan kepiawaian
Bab III\u2013 Yayasan Al Sofwa
Bukti-Bukti Keterkaitan Jaringan Al Sofwa, At Turots, Ikhwani Dkk- Update 4 Maret 2007 \u2013
3

dalam keilmuan dan tingkat ketakwaan, berdasarkan kitab-kitab mereka, seperti Imam Abu Hanifah,
Imam Malik bin Anas, Imam As-Syafi\u2019i, Imam ahli hadits Ahmad bin Hambal, Syaikh Islam Ibnu
Taimiyah dan muridnya Ibnu Qayyim -semoga Allah subhanahu wa ta'ala merahmati mereka semua-
dan yang lainnya dari para ulama salaf. Juga kepada para ulama umat ini yang masih hidup, yang
terkenal ketakwaannya dan kebijaksanaannya di dalam menyikapi berbagai permasalahan. Allah

subhanahu wa ta'ala berfirman : \u201c...... maka bertanyalah engkau kepada ahli dzikir (ulama) jika engkau
tidak mengetahui.\u201d (QS. An Nahl : 43).
Yayasan tidak fanatik kepada salah satu ulama atau meninggalkan yang lain, pun tidak berpendapat ada
seseorang yang ma\u2019shum (terbebas dari kesalahan) kecuali Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Sikap fanatik dan membatasi diri pada seseorang akan menjerumuskan Yayasan ke dalam kesesatan sebagaimana keadaan ahlul bid'ah dan hizbiyah; bilamana orang yang diikuti tersebut secara sengaja atau tidak sengaja terjerumus ke dalam kelalaian dan kesesatan, maka pengikutnya juga akan tersesat.

Dengan demikian Yayasan memanfaatkan ilmu dari semua ulama ahlussunnah wal jama\u2019ah yang telah
disaksikan tingkat keilmuannya, derajat ketakwaannya, kebijaksanaannya dan tingkat ittiba\'
(mencontoh) mereka kepada para salaful ummah.
MANHAJ YAYASAN DALAM DA\'WAH DAN PENDIDIKAN
Yayasan senantiasa mengutamakan ilmu dan nasehat di dalam dakwahnya dan menempuh cara-cara
yang baik serta menjauhi segala bentuk anarkhisme di dalam menyeru kepada kebenaran.
Yayasan menerjemahkan dan menerbitkan buku-buku, buletin dan booklet karangan ulama yang telah
dipersaksikan di dalam langkahnya sesuai dengan aqidah ahlussunnah wal jama\u2019ah dan manhaj salaf,

yang merupakan bukti yang tak terbantahkan tentang keteguhan dan kecintaan terhadap apa yang
dilakukan oleh para salaful ummah. Yayasan mengakui di dalam terbitan-terbitannya - kecuali kitab
Rabb semesta alam, Al-Qur'anul Karim - tentunya tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan, namun
demikian, Yayasan senantiasa berusaha untuk menghasilkan terbitan terbaik dan bermanfaat bagi
masyarakat.

Yayasan menyelenggarakan daurah tauhid syar'iyyah (diklat pengetahuan keislaman) untuk para
pengajar ilmu tauhid di berbagai pesantren dan lembaga-lembaga yang berkeinginan untuk menjadikan
kitab tauhid sebagai kurikulum di lembaga tersebut. Hingga sekarang, alhamdulillah, Yayasan telah
mengadakan daurah tauhid syar'iyyah di berbagai tempat dan telah membuahkan hasil yang luar biasa,
di antaranya bahwa sebagian dari peserta daurah menjadikan kitab tauhid yang dipelajari dalam daurah
sebagai kitab materi utama di berbagai lembaga-lembaga tersebut sementara sebagian lainnya
menjadikannya sebagai kitab pegangan pembantu.

Agar ilmu-ilmu Islam tersebar luas dan menjangkau segenap lapisan masyarakat baik di perkotaan
maupun di pedesaan, Yayasan menyelenggarakan program Kajian Islam Terbuka (KIT) melalui pos
dan internet. Hingga saat ini jumlah peserta kajian lebih dari dua ribu, dari berbagai tingkat umur dan
pekerjaan. Petunjuk pelaksanaan KIT dikemas ringkas dan jelas sehingga memudahkan bagi siapa saja
yang ingin ikut serta dan mempelajarinya.

Yayasan membawahi pondok pesantren Imam Asy-Syafi\u2019i di Cilacap, yang pintunya senantiasa
terbuka bagi setiap muslim yang ingin mencari ilmu dan mengajarkannya, dari berbagai warisan para
ulama salaf. Program-program serta kurikulumnya bisa didapat dengan mudah dan terbuka untuk
diketahui bagi setiap orang yang ingin mempelajarinya dan memanfaatkannya.

Yayasan tidak ingin melaksanakan program dakwah ini sendirian (single-fighter), akan tetapi
senantiasa mengajak yayasan-yayasan dan lembaga-lembaga lain untuk bekerja sama di dalam dakwah
dan pendidikan. Yayasan senantiasa menelaah berbagai kebutuhan yayasan-yayasan dan lembaga-
lembaga lain serta berusaha sekuat kemampuan untuk turut membantu memenuhi kebutuhan-
kebutuhan tersebut dan turut mengatasi kendala yang menghalanginya.

Usaha lain yang dilakukan Yayasan adalah menyelenggarakan pelatihan bidang komputer, bahasa
Arab, akuntansi dan administrasi bagi pengurus lembaga dan yayasan Islam, karyawan, pelajar, remaja

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
nrikadi liked this
Sang Mantan liked this
Kicky Al-Farizy liked this
Leli Fahmi liked this
syafaruddin liked this
ainulh liked this
mutowi_ liked this
fitri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->