Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
21Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bukti-bukti Keterkaitan jaringan Al Sofwa, At Turots, Ikhwani dkk - Yayasan Majelis At Turots BAB IV

Bukti-bukti Keterkaitan jaringan Al Sofwa, At Turots, Ikhwani dkk - Yayasan Majelis At Turots BAB IV

Ratings: (0)|Views: 3,159 |Likes:
Published by salafwebid
Maka dengan kaidah ini, dapat disimpulkan dari 72 bukti yang ada dan ulasan lainnya
sbb :
1. Jelas nyata keterkaitan dan muammalah, saling bertolong-menolong, al wala’
antara mereka, ta’awun antara dai yayasan Majelis At Turots Al Islamy dengan
yayasan Al Sofwah, para da’i DDII/L-Data, tokoh-tokoh PKS/LP2SI al Haramain/
Syariahonline.com serta da’i Al Irsyad, sehingga menunjukkan adanya kesamaan
keyakinan dan manhaj mereka.
2. Jelas nyata keterkaitan dan muammalah, saling bertolong-menolong, al wala’
antara mereka, ta’awun antara da’i Majelis At Turots al Islamy Jogjakarta dengan
dai al Sofwah, Al Irsyad, DDII, L-Data/AlDakwah.
3. Salah satu contoh nama dai yang akrab dengan even Al Haramain Al Khoiryyah
dan Al Sofwah, dilibatkan dalam acara-acara Majlis At Turots al Islamy di
Jogjakarta yakni Abdul Hakim Abdat, Yazid Abdul Qadir Jawwas, Abu Qotadah.
Bab IV – Yayasan Majlis At Turots Al Islamy
Bukti-Bukti Keterkaitan Jaringan Al Sofwa, At Turots, Ikhwani Dkk- Update 4 Maret 2007 –
86
Bahkan seorang dai produk L-Data/Al Dakwah/DDII yakni Aris Munandar Ss
juga aktif berdakwah di bawah payung LBI Al Atsary yang akrab dengan Majlis
at Turots al Islamy.
4. Bahwa Majlis at Turots Al Islamy nyata menebarkan pemikiran Ikhwanul
Muslimin, Sururi, lewat penerbit-penerbitnya, seperti karya ‘Aid al Qarni, Yusuf
Qardlawi, dan keakrabannya, pembelaannya melampaui segalanya dengan tokohtokoh
ikhwani dari Al Sofwah maupun dari DDII/Al Irsyad.
5. Nampak kaitan erat antara Majlis At Turots Al Islami dengan LP2SI Al
Haramain/Syariahonline.com/PKS, juga dengan yayasan lokal Al Sofwah, Al
Irsyad, L-Data/AlDakwah/DDII, sekaligus dengan yayasan Internasional yang
terkait dengan jaringan Usamah Bin Ladin yakni Jum’yyah Ihya ut Turots dengan
Lajnah Al Khoiriyyah al Musytarakah, Al Haramain Al Khoiriyyah, IIRO/Hai’ah
Ighotsah.
6. Nampak jelas kerusakan At Turots yang selama ini menjadi lokomotif pergerakan
dakwah yang mengaku ‘salafi’ ternyata organisasi At Turots penuh dengan
pemikiran rancu.
7. Simak di BAB V Bantahan Paham Sururiyyah, bahwasanya aliran Sururi yang
merupakan jelmaan Ikhwani namun bertopeng Salafy menjangkiti yayasan Al
Sofwah, Majelis At Turots Al Islami, DDII, Al Irsyad Al Islamiyyah. Terkhusus
simak artikel bertajuk Sururiyyah Terus Melanda Muslimin dan bagian C. Tokohtokoh
berpaham Turotsi Indonesia dan kecaman atasnya
Maka dengan kaidah ini, dapat disimpulkan dari 72 bukti yang ada dan ulasan lainnya
sbb :
1. Jelas nyata keterkaitan dan muammalah, saling bertolong-menolong, al wala’
antara mereka, ta’awun antara dai yayasan Majelis At Turots Al Islamy dengan
yayasan Al Sofwah, para da’i DDII/L-Data, tokoh-tokoh PKS/LP2SI al Haramain/
Syariahonline.com serta da’i Al Irsyad, sehingga menunjukkan adanya kesamaan
keyakinan dan manhaj mereka.
2. Jelas nyata keterkaitan dan muammalah, saling bertolong-menolong, al wala’
antara mereka, ta’awun antara da’i Majelis At Turots al Islamy Jogjakarta dengan
dai al Sofwah, Al Irsyad, DDII, L-Data/AlDakwah.
3. Salah satu contoh nama dai yang akrab dengan even Al Haramain Al Khoiryyah
dan Al Sofwah, dilibatkan dalam acara-acara Majlis At Turots al Islamy di
Jogjakarta yakni Abdul Hakim Abdat, Yazid Abdul Qadir Jawwas, Abu Qotadah.
Bab IV – Yayasan Majlis At Turots Al Islamy
Bukti-Bukti Keterkaitan Jaringan Al Sofwa, At Turots, Ikhwani Dkk- Update 4 Maret 2007 –
86
Bahkan seorang dai produk L-Data/Al Dakwah/DDII yakni Aris Munandar Ss
juga aktif berdakwah di bawah payung LBI Al Atsary yang akrab dengan Majlis
at Turots al Islamy.
4. Bahwa Majlis at Turots Al Islamy nyata menebarkan pemikiran Ikhwanul
Muslimin, Sururi, lewat penerbit-penerbitnya, seperti karya ‘Aid al Qarni, Yusuf
Qardlawi, dan keakrabannya, pembelaannya melampaui segalanya dengan tokohtokoh
ikhwani dari Al Sofwah maupun dari DDII/Al Irsyad.
5. Nampak kaitan erat antara Majlis At Turots Al Islami dengan LP2SI Al
Haramain/Syariahonline.com/PKS, juga dengan yayasan lokal Al Sofwah, Al
Irsyad, L-Data/AlDakwah/DDII, sekaligus dengan yayasan Internasional yang
terkait dengan jaringan Usamah Bin Ladin yakni Jum’yyah Ihya ut Turots dengan
Lajnah Al Khoiriyyah al Musytarakah, Al Haramain Al Khoiriyyah, IIRO/Hai’ah
Ighotsah.
6. Nampak jelas kerusakan At Turots yang selama ini menjadi lokomotif pergerakan
dakwah yang mengaku ‘salafi’ ternyata organisasi At Turots penuh dengan
pemikiran rancu.
7. Simak di BAB V Bantahan Paham Sururiyyah, bahwasanya aliran Sururi yang
merupakan jelmaan Ikhwani namun bertopeng Salafy menjangkiti yayasan Al
Sofwah, Majelis At Turots Al Islami, DDII, Al Irsyad Al Islamiyyah. Terkhusus
simak artikel bertajuk Sururiyyah Terus Melanda Muslimin dan bagian C. Tokohtokoh
berpaham Turotsi Indonesia dan kecaman atasnya

More info:

Categories:Types, Research
Published by: salafwebid on Oct 16, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

Bab IV\u2013 Yayasan Majlis At Turots Al Islamy
Bukti-Bukti Keterkaitan Jaringan Al Sofwa, At Turots, Ikhwani Dkk- Update 4 Maret 2007 \u2013
1
BAB IV
Yayasan Majlis At Turots al Islamy
a.Apa dan siapa Majlis At Turots Al Islamy
1. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file atturots.network.zip
Nama File : www.atturots.or.id_kajian-3.htm[Catatan: Situs www.atturots.or.id yang
dipakai disini versi tahun 2003, adapun Februari 2007 berubah tampilan, banyak artikel
yang hilang, namun data tetap dipakai disini karena tidak ada keterangan lanjut
]
Keterangan : Tertera nama da'i Majlis at Turots Al Islami, yakni dari Ma'had
Jamilurrahman As-Salafy serta Ketua Lajnah Peduli Umat (Kemanusiaan) / Pejabat
Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy, yakni Abu Sa'ad Muhammad Nur Huda
Berikut isi file ::
Beberapa Prinsip dan Perilaku
Ahlus Sunnah wal Jama'ah

Pokok-pokok pemikiran di bidang sosial dan keagamaan yang dikembangkan Yayasan Majelis At- Turots Al-Islamy banyak MERUJUK kepada penjelasan dari para ulama dan dai salafiyah. Dikemukakan di sini salah satu di antaranya, yaitu penjelasanSyaikh Abu al-Hasan Musthafa bin

Isma\u2019il as-Sulaimany dalam SilsilahFatawa Syar\u2019iyah, Edisi I, hal.15. Penjelasan ini telah

diterjemahkan oleh para ustadz dalam lingkup Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy di Pesantren Jamilurrahman as-Salafy dan telah diterbitkan di majalah As-Sunnah, Edisi 08/Th.IV/1421-2000. Pokok-pokok pikiran tersebut banyak menjadirujukan aktifis Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy

saat ini, dan disajikan sebagai berikut.
1.
Dakwah Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah adalah dakwah yang tegak di atas Alquran dan As-Sunnah
menurut manhaj para Salaf Shalih dari kalangan sahabat, tabi\u2019in, dan para ulama\u2019, serta orang-orang
yang mengikuti mereka.
2.
Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah berkeyakinan bahwa berdoa kepada orang-orang mati, beristighatsah

kepada mereka, menyembelih dan bernadzar untuk mereka, juga minta pertolongan kepada orang- orang hidup atas perkara-perkara yang merupakan kekuasaan Allah adalah perbuatan syirik yang dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam. Pelakunya wajib bertaubat atas perbuatannya itu dan wajib membenahi aqidahnya.

3.

Keyakinan terhadap kemampuan jimat-jimat dan sejenisnya untuk mendatangkan manfaat dan menolak mudharat adalah perbuatan syirik. Begitu juga halnya mendatangi tukang-tukang sihir, dukun, dan tukang ramal. Membenarkan mereka adalah kekufuran, sebab itu berarti membenarkan bahwa mereka mengetahui perkara-perkara yang gaib. Jika hanya sekadar datang tanpa membenarkan ucapan- ucapan mereka, maka itupun suatu kebodohan yang wajib dijauhi sebab hal itu merupakan wasilah kepada dosa syirik. Kita berlindung kepada Allah subhanahu wa ta\u2019ala dari bahayanya.

4.
Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah meyakini adanya karomah-karomah para wali tanpa meyakini bahwa
hal tersebut merupakan bagian kekhususan Ilahiyah. Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah membedakan antara
karomah para wali dan kedustaan para Dajjal (pendusta). Para wali menegakkan perintah (syari\u2019at)
Allah, berbeda dengan tukang sihir dan sejenisnya.
5.
Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah mencintai seluruh sahabat Nabi dan tidak mencampuri perselisihan
yang terjadi di antara mereka sebab apa yang terjadi itu merupakan fitnah. Semoga Allah menjaga kita
dari fitnah yang seperti itu. Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah menjaga hati dan lisannya agar tidak hanyut
Bab IV\u2013 Yayasan Majlis At Turots Al Islamy
Bukti-Bukti Keterkaitan Jaringan Al Sofwa, At Turots, Ikhwani Dkk- Update 4 Maret 2007 \u2013
2
membicarakan fitnah. Menurut Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah para sahabat memiliki tingkatan berbeda-
beda. Yang paling utama setelah Nabi adalah Abu Bakar al-Shiddiq, setelah itu Umar bin al-Khaththab
(menurut ijmak), kemudian Utsman bin Affan lalu Ali bin Abi Thalib (menurut pendapat terpilih).
6.
Menurut Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah, orang yang mencela para sahabat Nabi adalah berarti telah
mengikuti ahli bid\u2019ah dan kotor hatinya sebab mencintai para sahabat Nabi dan menempatkan mereka
pada posisi yang terhormat sesuai kedudukan mereka adalah suatu kewajiban.
7.
Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah tidak menerima haditsapapun yang disandarkan kepada Nabi, kecuali
setelah mengetahui bahwa hadits tersebut adalah shahih.
8.
Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah tegak di atas pemurnian (tashfiyah) aqidah, kaidah-kaidah ilmiyah dan
amaliah, kemudian tarbiyah (pembinaan) di atas ajaran Islam yang murni tersebut.
9.
Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah tidak mengkafirkan seorang muslim karena dosa besar yang

dilakukannya. Mereka selalu mengharapkan kebaikan bagi orang-orang yang shalih dan risau dengan nasib orang-orang yang berbuat jahat. Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah tidak menentukan tempat bagi seseorang apakah di Surga atau Neraka, dan menshalatkan jenazah setiap Muslim serta memohonkan ampunan selama tidak terjatuh dalam syirik besar (syirik yang mengeluarkan pelakunya dari Islam).

10.

Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah selalu memberikan nasehat dengan cara yang sebaik-baiknya. Jika diterima, maka itu adalah karunia dari Allah bagi seluruh pihak, tetapi jika ditolak, maka mereka bersabar dan berdoa kepada Allah agar memberikan hidayah kepada semua pihak. Namun jika ada

orang yang menyeru kepada kesesatan, maka Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah memperingatkan umat dari
orang tersebut setelah terlebih dahulu menasehati dan memberikan penjelasan kepadanya.
11. Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah berkeyakinan bahwa orangyang mengkafirkan pelaku-pelaku maksiat
hanya semata-mata karena kemaksiatannya atau karena menyelisihi pemahamannya, maka ia adalah
seorang ahlu bid\u2019ah yang sesat dan merupakan cikal bakal kelompok Khawarij.
12.

Menurut Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah syirik itu terbagi dua, yaitu syirik besar dan syirik kecil. Demikian pula kekufuran terbagi dua, yaitu kufur i\u2019tiqadi dan kufur amali, sama halnya dengan kemunafikan yang terbagi dua, yaitu nifaq i\u2019tiqadi dan nifaq amali. Perbuatan-perbuatan tercela seperti

kezaliman, kefasikan, dan lainnya juga terbagi dua, yaitu besar dan kecil. Yang besar mengeluarkan
pelakunya dari Islam, sedangkan yang kecil tidak. Menurut Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah sebagian kufur
amali dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam, meskipun secara umum istilah kufur amali digunakan
para ulama untuk perbuatan kufur yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam.
13.
Menurut Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah barangsiapa yang bertaubat kepada Allah atas semua
dosanya dengan taubat yang benar, maka Allah akan mengampuninya. Adapun jika ia menemui Allah
dalam keadaan berdosa, selama itu bukan dosa syirik, maka dia berada dalam kehendak Allah (tahta
masyi\u2019atillah). Artinya, jika Allah menghendaki untuk mengadzabnya, maka ia akan diadzab, dan jika
Allah menghendaki untuk mengampuninya, maka akan diampuni.
14.
Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah melarang perpecahan kaum muslimin menjadi jamaah-jamaah,

kelompok-kelompok, atau golongan-golongan, bahkan Islam mengharuskan seluruh kaum muslimin untuk bertakwa kepada Allah dan bersatu di atas manhaj as-salaf al-shalih, bukan di atas pemahaman si A atau si B.

15. Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah membenarkan adanya saling menolong sesama Muslim dengan syarat
dakwah Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah tidak terganggu pada saat itu ataupun pada masa yang akan datang.
16. Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah melihat adanya suatu pertanda buruk dari fenomena bermunculannya

kelompok-kelompok dakwah yang memiliki metode yang beraneka ragam, ruwet, dan kacau. Oleh karena itu, wajib bagi pencari kebenaran untuk sadar akan hal ini. Dan kesadaran itu hanya bisa diperoleh dengan ilmu, kedewasaan berpikir, menghindari kebodohan dan kedunguan, sikap ekstrim, dan sikap membabi buta terhadap orang yang menyelisihinya (tak sependapat).

17.
Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah menyeru kepada persatuan dan mengikuti Sunnah Rasulullah, dan
keduanya sama-sama urgen dalam dakwah ini. Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah tidak akan menyeru
Bab IV\u2013 Yayasan Majlis At Turots Al Islamy
Bukti-Bukti Keterkaitan Jaringan Al Sofwa, At Turots, Ikhwani Dkk- Update 4 Maret 2007 \u2013
3
persatuan yang dibangun atas dasar kesesatan. Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah tidak akan mengajak kepada

sesuatu yang bisa menceraiberaikan kaum muslimin dan melemahkan kekuatan mereka sehingga membuat musuh-musuh Islam bergembira. Akan tetapi, Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah menyerukan persatuan, kesatuan, dan kerukunan di atas Sunnah Rasulullah dan di atas kebenaran yang terang. Apabila bertabrakan dua hal ini, yaitu urgensi persatuan dan urgensi Sunnah Rasulullah, maka

kadangkala Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah mendahulukan urgensi persatuan dan kadangkala

mendahulukan urgensi berpegang kepada Sunnah Rasulullah. Hal ini tergantung kondisi dan situasi serta memperhitungkan maslahat dan mafsadat berdasarkan kaidah-kaidah yang dibangun para ulama, baik yang dahulu maupun sekarang, dan tiap-tiap kondisi mempunyai sandarannya dari Sunnah.

18.
Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah wajib mentaatipenguasa dalam segala hal, kecuali dalam perkara
kemungkaran dan kemaksiatan kepada Allah.
19. Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah tidak membenarkan pembangkangan kepada penguasa selama mereka

masih muslim, tetapi yang dibenarkan adalah memberikan nasihat dan penjelasan dengan penuh kesabaran dan dengan berdoa kepada Allah agar Allah memperbaiki urusan-urusan kaum muslimin. Adapun menyiarkan dan menyebarkan kesalahan-kesalahan penguasa (walaupun benar terbukti salah) di atas mimbar-mimbar serta menghasut masyarakat, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-

terangan, maka hal ini akan menimbulkan fitnah yang merugikan dakwah Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah

itu sendiri. Oknum pelakunya tidak mengikuti kebenaran dan tidak pula menghilangkan kemungkaran serta tidak mengetahui realita dan telah merugikan dakwah. Tindakan itu malah menimbulkan fitnah yang disenangi musuh-musuh Islam.

20. Menurut Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah orang yang mendambakan kebaikan bagi para penguasa dan

kaum muslimin adalah orang yang selalu memberi nasehat kepada mereka\u2013walaupun pada diri penguasa itu terdapat penyimpangan- jika mereka salah. Dan selalu menolong mereka jika mereka berada di atas kebenaran, selalu memaafkan mereka jika mereka bersalah, selalu menutup aib mereka di hadapan khalayak ramai, dan selalu mengingatkan mereka kepada Sunnatullah bahwa Allah akan meninggikan derajat orang yang berlaku adil dan menghinakan orang yang berlaku zalim. Jika mereka sadar, maka ini adalah karunia Allah bagi kaum muslimin, tetapi jika tidak, maka kita harus sabar, bersikap tenang dan taqwa serta berdoa kepada Allah agar sungguh-sungguh menunjukkan kebenaran kepada para penguasa dan menganugerahkan kepada mereka pembantu-pembantu yang saleh dan hati yang bersih, serta membuka pintu hati mereka untuk menerima dan melaksanakan kebenaran. Semoga

Allah merahmati Fudhail bin Iyadh yang berkata, \u201cSeandainya aku memiliki doa yang mustajab, maka
akan aku khususkan untuk para penguasa karena kebaikan mereka adalah bagi negeri dan masyarakat.\u201d
21.
Menurut AhlusSunnah wal Jama\u2019ah, mencela, menghujat, dan melaknat para penguasa di atas
mimbar-mimbar bukan merupakan manhaj as-Salaf as-Shalih.
22.
Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah menekankan untuk selalu bersabar terhadap kejelekan penguasa,
walaupun mereka berlaku sewenang-wenang. Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah tidak mengharapkan materi
dunia dari penguasa. Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah juga memandang wajib menasehati para penguasa
tanpa harus menyiarkan aib, tanpa harus menghujat, dan tidak pula berbuat kerusakan di muka bumi.
23.
Menurut Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah, membelot terhadap penguasa dan menantang penguasa
adalah sumber segala kerusakan di muka bumi, sekalipun penguasa tersebut bertindak sewenang-
wenang.
24. Menurut Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah umat Islam itu ibarat burung dengan kedua sayapnya. Sayap

pertama adalah para ulama dan sayap kedua adalah para penguasa. Burung tersebut tidak akan sampai ke tujuan dengan selamat, kecuali dengan dua sayap tersebut. Tugas para ulama adalah menjelaskan perintah-perintah Allah azza wa jalla, sedang tugas para penguasa adalah memerintahkan umat untuk melaksanakannya. Jika terdapat kekurangan pada mereka (penguasa dan ulama), maka hendaklah dimusyawarahkan untuk mencari solusi terbaik bagi kaum muslimin. Bukan dengan cara demonstrasi atau unjuk rasa, bukan pula dengan berburuk sangka kepada para ulama atau mengintimidasi mereka atau yang lainnya.

25.
Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah tidak menolak kebaikan dan kebenaran yang ada pada kelompok-
kelompok yang menyelisihinya, jika itu memang suatu kebaikan dan kebenaran.

Activity (21)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Atin Sa'idah liked this
Sang Mantan liked this
Sang Mantan liked this
Sang Mantan liked this
Fahmi Hasan liked this
Wahyudi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->