Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
27Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
File KELIMA: Makalah (untuk kalangan sendiri) berjudul Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya at-Turots dkk di Indonesia

File KELIMA: Makalah (untuk kalangan sendiri) berjudul Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya at-Turots dkk di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 2,866 |Likes:
Published by salafwebid
Makalah (untuk kalangan sendiri) berjudul Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya at-Turots dkk di Indonesia - File KELIMA

Asalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pembaca yang budiman, kini kami hadirkan buku yang berjudul Kiprah Dakwah Ihya
Turots di Indonesia. Demi melihat perkembangan dakwah Islam di Indonesia
Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala, kita memuji-Nya, memohon
ampunan dan perlindungan-Nya dari kejahatan hawa nafsu kita dan kejelekan amalan kita.
Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat
menyesatkannya, sebaliknya siapa yang disesatkan maka tidak ada pula yang dapat
menunjukinya.
Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah satu-satunya
dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu adalah seorang
hamba dan utusan Allah. Semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat serta salam
kepada beliau, keluarga, dan para shahabatnya serta para pengikutnya dengan ihsan hingga
hari pembalasan.
Berbagai kerancuan kini melanda umat Islam (kecuali yang dirahmati Allah). Diantara
mereka ada yang menganggap biasa berteman akrab dan menimba ilmu dari orang-orang
yang menyimpang pemikiran dan manhajnya, yang penting demi persatuan-kesatuan dan lagi
pula mereka pintar-pintar, memiliki gelar, keluaran institusi ternama juga. Demikianlah
anggapan mereka. Toh, dengan orang-orang kafir kita dianjurkan untuk bergaul dengan baik.
Mengapa dengan sesama Muslim kita justru berpecah dan berselisih? Inilah sebagian kecil
kerancuan tersebut. Sehingga tak heran sebagian orang mempersoalkan boleh-tidaknya
melontarkan kata-kata yang cukup memerahkan telinga terhadap para da’i hizbiyyin (yang
mengajak kepada fanatisme golongan) dan orang-orang yang merusak pemikiran umat. Ada
yang menghardik kita karena pemakaian bahasa yang kasar, bahkan dianggap
berpemahaman keras, fundamentalis, eksklusif, kaku, kuno, jumud, suka memvonis, peneror
kata-kata dan sebutan kreatif lainnya.
Bahkan lebih jauh lagi, setelah biasa bergaul dengan orang-orang tersebut, lantas
muncullah kecintaan, penghormatan, kesetiaan, loyalitas. Sehingga tak heran ada prosesi
timbal-balik yang terjadi, tolong-menolong, danapun digelontorkan, masjid, pondok
dibangunkan, rumah guru disediakan, lengkap dengan gaji bulanan, proyek tahunan, modal
usaha dst. Suatu ketika diadakan acara pertemuan, diundanglah salah satu tokoh mereka
menceramahi, mulailah proses kaderisasi aqidah dan pemikiran. Kitabnya sama, bukunya
sama, ulamanya sama, tapi yang mengajar versi mereka, akhirnya menjadi sarana
menggalang opini. Ummat dibingungkan lagi, di waktu kajian dicap “haram”, “bid’ah”, “hizbi”,
“sesat”, “menyimpang”, namun di acara gema dakwah mereka, acara bagi-bagi dana, acara
‘balas budi’, seperti tidak pernah terjadi ada apa-apa. Kata orang Jawa, perilaku tersebut
disebut ‘mikul dhuwur, mendem jero’, menjunjung tinggi, diagungkan setinggi langit dan
menahan diri dari membongkar kesalahannya.
j
Dan lebih disayangkan ternyata sebagian orang-orang yang kita bicarakan tadi
ternyata memiliki majelis taklim, pengikut, dai yang mengenakan baju (label) Salafi,
kerancuan bermula dari sini. Mereka mengutip sebagian perkataan ulama dan meninggalkan
yang lainnya. Atau menyampaikan pendapat seorang imam atau ulama tidak sesuai bahkan
bertentangan dari apa yang dipahami oleh generasi terbaik umat ini. Mereka memusuhi dan
menjauhi dai-dai yang menampakkan sikap permusuhan terhadap ahli bid'ah dan para
penyambung lidah mereka dan seterusnya, keanehan semakin banyak terjadi. Ucapan hizbi,
mubtadi’, sesat, menyimpang, hanya pemanis lisan, karena ternyata dananya, aqidahnya,
muammalahnya, bak dengan kawan, bahkan melebihi teman biasa. Ummat mau dibawa
kemana ini ?
Kendati sejak tahun 1996/1997 masalah ini sudah cukup jelas, bahkan sekian da’i
mereka banyak yang insyaf dan bergabung dengan dakwah salafiyah yang haq ini. ....
Makalah (untuk kalangan sendiri) berjudul Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya at-Turots dkk di Indonesia - File KELIMA

Asalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pembaca yang budiman, kini kami hadirkan buku yang berjudul Kiprah Dakwah Ihya
Turots di Indonesia. Demi melihat perkembangan dakwah Islam di Indonesia
Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala, kita memuji-Nya, memohon
ampunan dan perlindungan-Nya dari kejahatan hawa nafsu kita dan kejelekan amalan kita.
Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat
menyesatkannya, sebaliknya siapa yang disesatkan maka tidak ada pula yang dapat
menunjukinya.
Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah satu-satunya
dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu adalah seorang
hamba dan utusan Allah. Semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat serta salam
kepada beliau, keluarga, dan para shahabatnya serta para pengikutnya dengan ihsan hingga
hari pembalasan.
Berbagai kerancuan kini melanda umat Islam (kecuali yang dirahmati Allah). Diantara
mereka ada yang menganggap biasa berteman akrab dan menimba ilmu dari orang-orang
yang menyimpang pemikiran dan manhajnya, yang penting demi persatuan-kesatuan dan lagi
pula mereka pintar-pintar, memiliki gelar, keluaran institusi ternama juga. Demikianlah
anggapan mereka. Toh, dengan orang-orang kafir kita dianjurkan untuk bergaul dengan baik.
Mengapa dengan sesama Muslim kita justru berpecah dan berselisih? Inilah sebagian kecil
kerancuan tersebut. Sehingga tak heran sebagian orang mempersoalkan boleh-tidaknya
melontarkan kata-kata yang cukup memerahkan telinga terhadap para da’i hizbiyyin (yang
mengajak kepada fanatisme golongan) dan orang-orang yang merusak pemikiran umat. Ada
yang menghardik kita karena pemakaian bahasa yang kasar, bahkan dianggap
berpemahaman keras, fundamentalis, eksklusif, kaku, kuno, jumud, suka memvonis, peneror
kata-kata dan sebutan kreatif lainnya.
Bahkan lebih jauh lagi, setelah biasa bergaul dengan orang-orang tersebut, lantas
muncullah kecintaan, penghormatan, kesetiaan, loyalitas. Sehingga tak heran ada prosesi
timbal-balik yang terjadi, tolong-menolong, danapun digelontorkan, masjid, pondok
dibangunkan, rumah guru disediakan, lengkap dengan gaji bulanan, proyek tahunan, modal
usaha dst. Suatu ketika diadakan acara pertemuan, diundanglah salah satu tokoh mereka
menceramahi, mulailah proses kaderisasi aqidah dan pemikiran. Kitabnya sama, bukunya
sama, ulamanya sama, tapi yang mengajar versi mereka, akhirnya menjadi sarana
menggalang opini. Ummat dibingungkan lagi, di waktu kajian dicap “haram”, “bid’ah”, “hizbi”,
“sesat”, “menyimpang”, namun di acara gema dakwah mereka, acara bagi-bagi dana, acara
‘balas budi’, seperti tidak pernah terjadi ada apa-apa. Kata orang Jawa, perilaku tersebut
disebut ‘mikul dhuwur, mendem jero’, menjunjung tinggi, diagungkan setinggi langit dan
menahan diri dari membongkar kesalahannya.
j
Dan lebih disayangkan ternyata sebagian orang-orang yang kita bicarakan tadi
ternyata memiliki majelis taklim, pengikut, dai yang mengenakan baju (label) Salafi,
kerancuan bermula dari sini. Mereka mengutip sebagian perkataan ulama dan meninggalkan
yang lainnya. Atau menyampaikan pendapat seorang imam atau ulama tidak sesuai bahkan
bertentangan dari apa yang dipahami oleh generasi terbaik umat ini. Mereka memusuhi dan
menjauhi dai-dai yang menampakkan sikap permusuhan terhadap ahli bid'ah dan para
penyambung lidah mereka dan seterusnya, keanehan semakin banyak terjadi. Ucapan hizbi,
mubtadi’, sesat, menyimpang, hanya pemanis lisan, karena ternyata dananya, aqidahnya,
muammalahnya, bak dengan kawan, bahkan melebihi teman biasa. Ummat mau dibawa
kemana ini ?
Kendati sejak tahun 1996/1997 masalah ini sudah cukup jelas, bahkan sekian da’i
mereka banyak yang insyaf dan bergabung dengan dakwah salafiyah yang haq ini. ....

More info:

Categories:Types, Research
Published by: salafwebid on Oct 16, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2013

pdf

text

original

Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya\u2019 at-Turots dkk di Indonesia \u2013 Update 22 / 02 /2007
443
BAB. XX
PERAN HIZBIYYIN DALAM DAURAH
MASYAYIKH YORDAN
20.1 Keterlibatan Kaki Tangan Ihya\u2019ut Turots Dan Al-Sofwa Dalam Daurah Masyayikh
Yordan
Abdurrahman At-Tamimi berkata (dalam kalimat mubahalahnya):\u201d\u2026MEREKA TELAH

MENGATAKAN TENTANG KAMI DAN TENTANG MA\u2019HAD KAMI BAHWASANYA KAMI MEMPUNYAI HUBUNGAN DENGAN YAYASAN AL-SOFWAH DI JAKARTA DAN AT TUROTS\u2026\u201d

Kita jawab:

1. Lihat dan baca baik-baik wahai bapak direktur tentang persaksian saudara kami dari Kuwait tentang sepak terjang saudaramu Irsyadiyyin di sana (Al-Irsyad cabang Kuwait)! Bahkan cabang tersebut dibuka dan diresmikan sendiri oleh Farid Okbah yang berprofesi sebagai \u201cdouble agent\u201d, agen ganda Al-Irsyad dan NII Ba\u2019asyiry! Dan jangan engkau berpura-pura tidak mengenal saudara dekatmu ini! Kami memegang bukti yang kalian sebarkan sendiri (Allahu Akbar!!) bahwa engkau - wahai Abdurrahman At-Tamimi - bersama Farid Okbah, Yusuf Utsman Ba\u2019isa dan Mubarak Bamuallim -tangan kananmu sendiri- melakukan safari nusantara mengadakan Daurah Irsyadiyyah di Madura, Lombok, Irian Jaya dan Banjarmasin (bukti terlampir, nama file Lampiran 22_Jangan Dusta! Ini Buktinya.jpg)!!

Dan dari kesaksian Ikhwan kita di Kuwait tersebut justru semakin membongkar kedustaan Abdurrahman At-Tamimi yang mengingkari hubungan Al-Irsyad dengan Ihya\u2019ut Turots! Mereka bahkan mengajukan dana (dan telah dinikmati oleh Al-Irsyad), lebih dari itu, Yusuf Ba\u2019isa sedang menunggu realisasi pembangunan stasiun pemancar radio hizbinya di Cirebon!Allahul Musta\u2019an.

Tahulah kami sekarang, kenapa engkau begitu \u201cngotot\u201d membela dinar hizbiyyah Ihya\u2019ut Turots yang dinikmati oleh Ma\u2019had Bukhari pemilik Majalah A-Sunnah yang juga didistribusikan oleh Ihya\u2019ut Turots untuk masyarakat Indonesia di Kuwait! Karena kalian sendiri ternyata juga ikut menikmatinya. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kemudahan bagi kita untuk mendapatkan saksi dan berbagai bukti yang sangat berharga ini.

Walhamdulillah.
Lebih jelasnya, inilah replay \u201ccuplikan kesaksian\u201d Abu Muhammad Abdur Rahman dari
Kuwait:

\u201c\u2026berikut akan kami terangkan kepada antum wahaiikhwah yang belajar di Yayasan As- Sunnah Cirebon -khususnya- akan salah satu sumber dana Yayasan As-Sunnah ketika pengadaan hewan qurban tahun 1425 H. Kami terangkan sebagai berikut;

a. Dana yang diperoleh Yayasan As-Sunnah Cirebon dalam pengadaan hewan qurban tahun 1425 H diantaranya bersumber dari Majelis Ta'lim Al-Irsyad cabang Kuwait. Sumber dana Majelis Ta'lim Al-Irsyad berasal dari warga Indonesia yang ikut ta'lim kepada Abu Umair Faruq, sumber lainnya dalam pengadaan hewan qurban ini hanya pengurus dan Abu Umair sendirilah yang mengetahuinya.

Majelis Ta'lim Al-Irsyad juga mengirimkan bantuan pengadaan hewan qurban pada tahun yang sama kepada Al-Irsyad Al-Islamiyah. Semua dana untuk keduanya kami sendirilah yang membawanya ke Indonesia.

b.Yayasan As-Sunnah dan Al-Irsyad harus mengirimkan laporan sebanyak 2 (dua)

rangkap. Yakni, untuk Majelis Ta'lim Al-Irsyad Kuwait dan Jum'iyah Ihya' At-Turots (dalam bahasa Indonesia dan Arab). Hal ini membuktikan bahwa Ihya' At-Turots juga ikut andil dalam pengadaan hewan qurban pada tahun tersebut. Kami mengetahui dengan yakin karena kami sendiri yang mengirim maupun mengefaxkan surat ke kedua yayasan ini\u201d

Sekarang, apa bantahan ilmiyyahmu terhadap kesaksian langsung si pembawa dinar hizbiyyah (sebelum Abu Muhammad Abdur Rahman rujuk kepada Al-Haq) mengenai aliran dana hizbiyyah yang mengucur langsung dari Markas besar Ihya\u2019ut Turots yang ada di Kuwait ini, wahai tuan Abdurrahman?!

Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya\u2019 at-Turots dkk di Indonesia \u2013 Update 22 / 02 /2007
444

2. Apakah engkau wahai Abdurrahman At-Tamimi mengingkari kenyataan bahwa seluruh acara daurah Masyayikh Yordan diliput dan dipublikasikan pula oleh anak-buah Ihya\u2019ut Turots? Bukankah kenyataan ini adalah salah satu bukti nyata keterlibatan mereka?

Lihatlah wahai tuan \u2013Abdurahman- betapa majalah As-Sunnah edisi 11/Tahun VIII/1425H/2005M dengan tanpa rasa malu sedikitpun \u2013bahkan dengan rasa bangga- mempublikasikan berbagai hasil daurah dengan \u201cliputan khusus\u201d mereka, mentranskrip ceramah-ceramah Masyayikh yang kalian undang!!

Lihatlah lagi wahai tuan, VCD ceramah Masyayikh Yordan yang dijual bebas di pasaran! Tertera nama Yazid Jawaz (da\u2019i besar Al-Sofwa-At-Turots-Al-Haramain-Al-Irsyad link), adapula tangan kananmu sendiri -Mubarak Bamu\u2019allim- sedang bergandeng mesra dengan Wakil Ketua Departemen Dakwah Al-Sofwa, Zainal Abidin menjadi penerjemah ceramah tersebut! Dan jangan bosan pula untuk diingatkan bahwa VCD ini diiklankan di majalah As-Sunnah At-Turotsy Al-Kuwaity Al-Hizby!!

Demi Allah!! Apakah engkau -wahai tuan- hendak mengingkari fakta kerjasama Hizbiyyah ini di siang bolong ?! Seluruh kaum Muslimin menjadi saksi atas kedustaan isi teks mubahalahmu!!

Dan tengoklah ke belakang, wahai tuan Abdurrahman, bahwa yang menyiarkan dan mempublikasikan pada tahun-tahun sebelumnya dari acara Daurah Masyayikh Yordan juga dilakukan oleh kaki tangannya Ihya\u2019ut Turots Al-Kuwaity!! Majalah As-Sunnah edisi 03/Tahun VI/1423H/2002M dengan tema \u201cSalafiyah Menolak Fitnah\u201d adalah saksinya, betapa acara tersebut diliput dan dipublikasikan oleh mereka!! Bahkan semua ceramah Masyayikh ditranskrip oleh petinggi-petinggi anak buah Ihya\u2019ut Turots Indonesia semacam Khalid Syamhudi, Ahmas Faiz dan kroni-kroninya!! Apakah jaringan Ihya\u2019ut Turots ini berani meliput semua acara tersebut kalau kalian tidak mengizinkannya? Tentu saja mereka sangat berkepentingan dalam meliput daurah ini, di tengah-tengah Masyayikh seluruh dunia yang telah dan terus mentahdzir HizbiyyahnyaJum\u2019iyyah Hizbiyyah Ihya\u2019ut Turots, tentu kaki tangan mereka di negeri ini berupaya mencari rasa aman dengan berlindung dan bersembunyi di balik nama besar Masyayikh Yordan!

Apakah engkau wahai tuan, akan mengingkari pula rekan dakwahmu \u2013Agus Hasan Bashari-yang menjadi anak buah Al-Sofwa Jakarta? Hendak tuan ingkari pula kalau da\u2019i yang sangat jahat ini memiliki kedudukan \u201cistimewa\u201c di kalangan PP Al-Irsyad?! Tulisannya ketika meliput daurah Masyayikh telah dipersembahkan kepada As-Sunnah (ed.11/VII/2005, Hakikat Islam, hal.15) yang merupakan kaki tangan Ihya\u2019ut Turots, wahai Abdurrahman!

Bukankah orang ini memiliki \u201ctiga kaki\u201d, wahai Tuan? Satu kaki berpijak di atas dinarnya Al- Sofwa, kedua kaki lainnya beralaskan rupiahnya Al-Irsyad dan dirhamnya Ihya\u2019ut Turots!! Dan terakhir bahkan dia menadah pula dinarnya Rabithah!! Dan PP.Al-Irsyad sendiri menikmati pula kucuran dana dari Ihya\u2019ut Turots Kuwait!! Bukankah ini merupakan \u201caplikasi\u201d manhaj disini senang, disana senang, dimana-mana kakinya senang, wahai tuan?

Dan orang yang sangat berbahaya ini, Agus Bashari \u2013yang bersama Al-Irsyad Al- Islamiyyah memerangi para ulama pewaris para Nabi- justru menjadi pendamping dan pemasok informasi bagi Syaikh Ali bin Hasan (Inna lillahi wa inna ilaihi raji\u2019un!), lihatlah penuturannya:\u201dPagi itu pukul 10.00 WIB, hari Kamis tanggal 9 Desember 2004, saya

(Agus Hasan-pen) bersama dua ikhwan turun menemani Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi yang akan memberikan ceramah di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam perjalanan, disela-sela kesibukan Syaikh membolak-balik lembaran Koran berbahasa Arab terbitan Yordania itu, kami mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan memberikan informasi seputar IAIN dan pergolakan pemikiran yang terjadi di sana\u201d (ibid, hal.15)

Ini adalah mushibah besar bagi kaum Muslimin, betapa Syaikh Ali didampingi oleh seorang Hizby khabits-su\u2019 yang memerangi wali-wali Allah!! Didampingi da\u2019i kaki tangan Al-Sofwa Al- Muntada! Ihya\u2019ut Turots Al-Kuwaity! Musuhnya para ulama!! Bahkan setelah daurah ini, Agus Hasan Bashari, Aunur Rafiq, Abu Qatadah, Asmuji, Abu Haidar, Husnul Yakin, Geis Umar Bawazer, Ainul Haris Umar Thayyib masih berhubungan dengan Al-Sofwa!! Mereka telah dipercaya oleh Al-Sofwa untuk membagi-bagikan \u201cmakanan gratis\u201d selama Ramadhan 1426H dari Al-Sofwa, lumayan banyak, setiap hari 200 orang selama 10 hari per porsi seharga Rp.7000,- Lengkap bukan data yang kita haturkan?! Bukankah kejadian ini setelah daurah Masyayikh Yordan yang ke-4 wahai tuan?!

Dan jangan pula engkau berkelit wahai tuan, betapa Abdullah Hadrami As-Sururi Al- Hizby yang pasca Tsunami telah berangkat ke Aceh di bawah bendera Hizbiyyah Al-Sofwa Al-Muntada, yang menjadi Khatib Jum\u2019ah pula di markas besarmu, yang berperan besar

Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya\u2019 at-Turots dkk di Indonesia \u2013 Update 22 / 02 /2007
445

dalam acara Tabligh Akbar Masyayikh di Masjid Raden Patah Unibraw pada tanggal 7 Desember 2004 sebagai \u2018\u2019tukang sortir\u2019\u2019 pertanyaan. Maka kemana lagi engkau mampu bersembunyi dari bukti yang kami sodorkan ini bahwa diri tuan tidak memiliki kaitan dengan Al-Sofwa Al-Muntada dan da\u2019i kaki tangannya ?! Dan bahkan seorang Takfiri sekaliber Farid Okbah-pun menjadi pejabat di dalam Daurah Masyayikh yang ke-4 di Wisma Erni lawang! Apa buktinya? Bukankah di penutupan acara tersebut setelah giliran Abdurrahman Tamimi berbicara maka Farid Okbah Takfiri yang menjadi pembicara setelahnya?! Inikah majelis ilmu yang bermanfaat dan berbarakah bagi dakwah Salafiyyah Ahlus Sunnah wahai Abdurrahman?! Berkompromi dan berkoalisi untuk merangkul berbagai pihak demi suksesnya dakwah Salafiyyah?!

Bahkan dalam acara tersebut juga turut diundang wakil Ihya Turats resmi maktab Indonesia yang berkantor di Jl. Basuki Rahmat Jaktim, Asas el-Izzi Makhis, Ahmad Zawawi turut diundang, tidak ketinggalan dai yang beralamatkan di LData/Pustaka Al Kautsar Jakarta, Fathurrahman Sardal. Inilah bukti koalisinya Abdurahman Tamimi, Al Irsyad, Ihya Turats untuk kesekian kalinya.

Dan lihatlah tuan, bagaimana kaki tangan Ihya\u2019ut Turots berterima kasih kepada anda sekalian atas berbagai fasilitas dan kemudahan yang mereka dapatkan ketika meliput langsung Daurah Masyayikh:\u201dDemikian pula kepada segenap panitia Muhadharah

Masyayikh di Lawang, yang mempermudah kami dalam melakukan tugas peliputan
sepanjang berlangsungnya acara..\u201d(As-Sunnah, ed.11/VIII/2005, kolom redaksi)

Perhatikan pula wahai tuan bagaimana kaki tangan Ihya\u2019ut Turots memiliki kewenangan yang luas dalam mempublikasikan Hasil Daurah Masyayikh :\u201dCeramah yang mengambil isu sentral seputar hakikat Islam, terorisme dan problematika yang dihadapi umat Islam ini, DITERJEMAHKAN SECARA BEBAS oleh Muhammad Ashim YANG MELIPUT UNTUK PARA PEMBACA DAN MURAJAAH USTADZ AHMAS FAIZ ASIFUDDIN (ibid, hal.14)

Ingatlah bahwa tuan adalah pemegang \u201clisensi \u201c acara Masyayikh Yordan! Betapa \u2018garangnya\u2019 ketika tuan mengejar royalti terhadap penerbit-penerbit yang tidak \u201ckulonuwun\u201d dulu kepada tuan! Kalau As-Sunnah At-Turotsy mempublikasikan tanpa sepengetahuan tuan, tentu rasa terima kasih mereka kepada panitia daurah tidak akan mereka pampangkan secara terbuka di majalahnya!! Lihatlah tuan, betapa kaki tangan Ihya\u2019ut Turots BEGITU BEBASNYA MENERJEMAHKAN CERAMAH MASYAYIKH!! Apakah tuan sudah lupa bagaimana tuan \u201cmempreteli\u201d penerjemahan karya Masyayikh (yang tuan pegang lisensinya) yang diterbitkan oleh penerbit lain sembari mengatakan telah terjadi \u201cpengkhianatan ilmiyah\u201d?!! Mana ketegasan tuan ketika berhadapan dengan orang-orangnya Ihya\u2019ut Turots yang begitu bebas menerjemahkan?! Dan tuan jangan pura-pura tidak tahu dan tidak kenal siapa itu Ahmas Faiz yang dijadikan sumber muraja\u2019ah terjemahan bebas ini!! Bukankah \u201cpenguasa\u201d majalah As-Sunnah At-Turasy Al-Hizby dan gembong besar Ihya\u2019ut Turots Indonesia ini adalah ustadz yang tuan rekomendasikan untuk menyesatkan umat?! Yang majalahnya disetorkan (sebagai imbal jasa dinar Hizbiyyah yang mereka makan) kepada Ihya\u2019ut Turots Indonesia dan kemudian dikirimkan ke Ihya\u2019ut Turots Kuwait (Lajnah Janub Syarq Asia), dan akhirnya dibagi-bagikan kepada masyarakat Indonesia di Kuwait!! !!

Kilah apalagi yang akan kalian haturkan kepada umat dari unjuk gigi simbiosis mutualisme dan kolaborasi Hizbiyyah-Sururriyyah-Turotsiyyah terang-terangan ini?! Jangan\u2026jangan dustai umat dengan mengatakan bahwa Ihya\u2019ut Turots dan kaki tangannya \u2013 Majalah As-Sunnah- adalah organisasi dakwah Salafiyyah!! Ataukah kalian akan melemparkan talbis bahwa Hizbiyyahnya Ihya\u2019ut Turots masih merupakan khilaf bainal ulama\u2019?! Na\u2019am, khilaf bainal \u201culama\u201d Hizbiyyun-Turotsiyyun-Ikhwaniyyun-Sururiyyun semacam Abdurrahman Abdul Khaliq, Abdullah Sabt, Abdurrazzaq Asy-Syaiji dengan ulama Salafiyyun!!1 Setelah semua kenyataan itu, anak ingusan yang bodoh ini ingin mendengar lagi sumpah mubahalah tuan yang merdu itu, betapa tuan mengingkari memiliki kaitan dengan Al- Sofwa Jakarta dan At-Turots!!

Tentu saja As-Sunnah At-Turotsy tahu diri terhadap semua kebaikan tuan, bukankah mereka membalas budi dengan melakukan pembelaan secara terbuka terhadap tuan?! Pembelaan yang terlalu bersemangat, sampai-sampai dijadikanhead-line dengan judul

1 Lihatlah keterangan Syaikh Muqbil Rahimahullah betapa orang-orang Ihya\u2019 berusaha sekuat tenaga untuk

mendapatkan Tazkiyah dari Kibar ulama dengan menyembunyikan hakekat Hizbiyyah dan kesesatan mereka, dam mereka berhasil mendapatkannya (dengan cara yang sangat licik!). Namun demikian para ulama telah mendudukkan permasalahan ini dengan sangat memuaskan. WAlhamdulillah (lihat tulisan Ustadz Askari dalam permasalahan ini). Segala puji hanya untuk Allah yang telah menyingkap talbis mereka.

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
daengmalolo liked this
Nur Zamhari liked this
Wandhy Nebho liked this
slametbakir liked this
Khoyir El Faqir liked this
adiretsu7491 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->