Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
si digital - 17102009

si digital - 17102009

Ratings: (0)|Views: 2,637 |Likes:
Published by Seputar Indonesia

More info:

Published by: Seputar Indonesia on Oct 17, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2013

pdf

text

original

Melo Panaskan Tensi

FELIPE Melo bakal menjadi pusat
perhatian saat Juventus menjamu
Fiorentina di Olimpico Turin malam
nanti.Ini akan menjadi laga perdana
jangkar Brasil itu melawan mantan
klubnya.

PENGAWASAN DPR terhadap
kinerja pemerintah
dikhawatirkan tidak berfungsi
maksimal.Komitmen fraksi-
fraksi untuk tetap bersikap
kritis pun masih diragukan.

DPR Dikhawatirkan
Lemahhal. 2

KETUA Dewan Perwakilan
Rakyat (DPR) Marzuki Alie
mengaku, hilangnya satu
ayat dalam Undang-Undang
(UU) Kesehatan terjadi di
DPR,bukan di Sekretariat
Negara (Setneg).

Ayat Tembakau
Hilang Terjadi di DPR
hal. 3

SITUASI keamanan di Pakistan
semakin tidak terkendali.
Dalam dua hari terakhir,
ledakan bom dan serangan
militan yang terjadi di be-
berapa kota telah me-
nyebabkan 51 orang tewas.

Pakistan Makin
Tak Terkendalihal. 5

DALAM waktu dekat,kabinet
baru akan segera terbentuk.
Salah satu tantangan yang
akan segera dihadapi para
pemangku jabatan menteri
atau lembaga negara nantinya
adalah tantangan di bidang
perekonomian.

Fokus Ekonomi
Kabinet Baruhal. 6

PEKAN depan, Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono akan
membentuk kabinet peme-
rintahannya. Di bidang eko-
nomi,para ekonom berharap
presiden menunjuk figur-figur
yang kompeten di bidangnya.

Ekonom Berharap
pada Profesional
hal. 8

BADAN Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga
Keuangan (Bapepam-LK)
segera mengevaluasi regulasi
produk asuransi menyusul
kasus wanprestasi produk
asuransi Bakrie Life.

Produk Asuransi
Dikaji Ulanghal. 10

BADAN Perencanaan Pem-
bangunan Nasional (Bappe
nas) menyebutkan, alokasi
dana penanganan bencana di
berbagai lokasi untuk 2009
dan 2010 masih mencukupi.

Dana Bencana Masih
Mencukupihal. 12
Surga Makanan Bukittinggi
SABTU 17 OKTOBER 2009
\u201dKemenangan menjadi hal paling manis ketika Anda telah
mengenal kekalahan.\u201d
Malcolm Stevenson Forbes (1919 \u20131990),
penerbit Majalah Forbes
NO. 1558/TAHUN KE 5
SALDO 15 Okt 09
Rp 134,902,566
257 Syamsuddin, UD.Kontomulyo, Jl.Jombang, Badas, Kediri
Rp 1,000,000
258 Adi Gunawan
Rp 200,000
259 Supriatna, SE
Rp 100,000
TOTAL SALDO 16 Okt 09
Rp 136,202,566
bersambung ke hal 11
bersambung ke hal 11
bersambung ke hal 11
bersambung ke hal 11
QUOTE OF THE DAY

Harian Seputar Indonesia mengetuk hati pembaca untuk meringankan
beban penderitaan korban gempa di Sumatera Barat. Bantuan sangat
berarti karena saat ini para korban sangat memerlukan pertolongan dari
kita semua. Bantuan dapat disalurkan melalui:

BCA Cabang Wahid Hasyim Jakarta Pusat
Rek 4783011487 atas nama SINDO Peduli qq
PT. Media Nusantara Informasi (MNI)

Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Rek 0206-01-003242-30-6 atas nama Seputar Indonesia Peduli
MENGETUK HATI PEMBACA
16 OKTOBER 2009
PADAsaat naskah ini dimuat hari-

anS e p u t a r I n d o n e s i a yang sedang Anda baca ini, konon Susilo Bam- bang Yudhoyono sebagai presiden terpilih kembali memilih dan me- nentukan siapa saja yang akan di- tugaskan sebagai menteri kabinet masa bakti 2009-2014. Menurut rencana, tidak lama setelah di- lantik, presiden akan mengumum- kan susunan kabinet mendatang.

Sampai saat ini, belum di- ketahui siapa saja yang akan duduk di kabinet mendatang dan jabatan apa yang dipangku. Memang para menteri bukan pilihan rakyat, me- lainkan mutlak pilihan sang pre- siden seorang diri tanpa bisa diganggu-gugat. Sebagai rakyat je- lata, saya tidak memiliki hak mau- pun wewenang, apalagi kekuasaan untuk memengaruhi keputusan presiden RI dalam menyusun per- sonalia kabinet. Meski keputusan mutlak berada di tangan sang pre- siden seorang diri, saya masih berhak mengutarakan pendapat dan harapan pribadi terhadap ke- putusan presiden memilih dan menentukan para menteri.

Meski ibarat anjing menyalak khafilah tetap berlalu, saya sadar pula atas hak (bahkan kewajiban) memiliki pendapat,pandangan dan harapan mengenai personalia kabinet mendatang.Tidak masalah, pendapat saya tidak didengar atau tidak dipedulikan sebab kebebasan berpendapat bukan kebebasan me- maksakan pendapat.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan wakil presiden terpilih Boediono berfoto bersama para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) di depan Istana
Merdeka, Jakarta, kemarin. Presiden SBY kemarin menggelar acara perpisahan dengan menteri-menteri KIB.
PERPISAHAN
KABINET
MA Akui 50% Hakim Tak Independen
JAKARTA(SI) \u2013 Ketua Mahkamah

Agung (MA) Harifin A Tumpa mengakui masih banyak hakim yang tidak independen dalam menangani perkara. Menurutnya, sampai saat ini hanya 50% hakim yang independen.

Pernyataan tersebut merupa- kan analisis pribadi Harifin yang dikaitkan dengan laporan ma- syarakat. \u201dHanya ada 50% hakim yang independen. Maka, dalam rangka rencana strategis 25 tahun yang akan datang, jumlah hakim yang independen diharapkan naik sampai 80 hingga 90%,\u201d kata Hari- fin di Gedung MA,Jakarta,kemarin.

Dia mengungkapkan, banyak faktor yang menjadikan hakim tidak independen dalam menanga- ni perkara. Salah satunya hakim masih dipengaruhi pihak yang beperkara dalam memproses suatu kasus.

Menurutnya, salah satu yang perlu dilakukan MA untuk mening- katkan independensi hakim adalah dengan mengubah cara berpikir mereka. Misalnya, menegaskan bahwa hakim tidak boleh bertemu dengan pihak yang beperkara di pengadilan. Dengan begitu, inde- pendensi hakim lebih terjamin.

Kemudian, MA juga akan men-

cermati setiap masukan dari masyarakat untuk meningkatkan mekanisme pengawasan internal. Dia yakin, jika masukan masya- rakat yang bertanggung jawab di- telusuri, tentu hal itu akan ber- imbas pada proses penindakan yang dilakukan MA.

Harifin mengatakan, baik tidaknya hakim itu dapat dilihat dari banyak atau tidaknya laporan masyarakat. \u201dKalau laporan ma- syarakat menurun, itu indikasi semakin baiknya hakim,\u201d katanya.

Saat ini, laporan masyarakat
dapat ditampung melalui laman
www.mahkamahagung.go.id. Pada

laman tersebut masyarakat dapat melaporkan dugaan penyimpang- an yang dilakukan hakim. Ber- dasarkan data, setiap bulan ada 30\u201340 laporan masyarakat yang masuk.

Untuk sekadar diketahui,awal- nya hakim-hakim di seluruh Indo- nesia berada di bawah lembaga yang berbeda. Misalnya, hakim pengadilan agama berada di bawah Departemen Agama. Hakim mili- ter berada di bawah Mabes TNI dan hakim tingkat pertama dan ban- ding berada di bawah Departemen Kehakiman.

Ujung Kulon Gempa, Jakarta Panik
SERANG (SI) - Gempa berkekuat-

an 6,4 pada skala richter (SR) mengguncang wilayah Banten bagian selatan, tepatnya di Ujung Kulon,Kecamatan Sumur,Kabupa- ten Pandeglang. Akibat gempa puluhan rumah di dekat lokasi gempa mengalami retak-retak.

Warga Ibukota Jakarta yang berada di gedung bertingkat sem- pat dilanda kepanikan. Gempa ju- ga dirasakan oleh warga Kota Ban- dung serta Tasikmalaya, Jawa Barat

Gempa di Ujung Kulon terjadi sekitar pukul 16.52 WIB pada 6.76 Lintang Selatan (LS), 105.11 Bujur Timur (BT), pada kedalaman 10 kilometer. \u201dGempanya terjadi hanya satu kali,\u201d kata Nanang Pur- nadi, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika

(BMKG) Serang, kemarin

Gempa terjadi akibat pertemu- an lempeng tektonik Indoaustralia di sebelah selatan dengan lempeng tektonik Eurasia di sebelah Utara Indonesia. Wilayah Banten dari Barat hingga Selatan dilewati lem- pengan tersebut.

Pengamat BMKG Serang, Ab- dul Mutolib, mengatakan potensi gempa susulan bisa saja terjadi, namun kekuatan gempa yang terjadi itu tidak akan lebih besar dari gempa pertama.

Puluhan rumah di Kabupaten Pandeglang, Banten, diperkirakan mengalami kerusakan akibat gun- cangan gempa ini. Laporan se- mentara terjadi kerusakan Pasar Kecamatan Sumur, bangunannya mengalami retak-retak. \u201dSaat ini rumah yang rusak kategori berat

dan ringan masih didata,\u201d kata Ka- polres Pandeglang AKBP Ami- nudin.

Banyak warga di Kecamatan Sumur hingga kemarin masih ber- tahan di luar rumah karena kha- watir gempa susulan.\u201dSaya merasa takut gempa ini seperti yang terjadi di Padang, Sumatera Barat,\u201d kata Samsul, 40, seorang guru SMP Kecamatan Sumur, saat dihubungi, Jumat malam.

Kepala Desa Kerta Jaya, Keca- matan Sumur, Kabupaten Pandeg- lang, H Nana mengatakan,gempa yang mengguncang Ujung Kulon itu sangat terasa di desanya.

Setelah gempa itu terjadi, banyak warga yang panik dan keluar rumah karena takut terjadi tsunami.

\u201dPada kabinet mendatang, sebagi- an besar saudara akan mengakhiri masa bakti untuk bersama-sama saya dan Pak JK (Wapres Jusuf Kalla) selama lima tahun ini. Sebagian kecil, kiranya masih mendapatkan tugas di lingkungan kabinet,\u201d ujar Presiden SBY saat acara perpisahan dengan seluruh anggota KIB di Istana Negara Jakarta, kemarin.

Rencananya,hari ini,SBY akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan awal kepada 17 calon menteri KIB II. Sekitar pukul 09.00 WIB para menteri tersebut sudah akan berkumpul di kediaman pribadi SBY, Puri Cikeas Bogor. Uji kelayakan dan kepatutan akan dilakukan selama dua hari hingga Minggu (18/10) besok.

Presiden menjelaskan, sedikit- nya jumlah menteri yang akan me- lanjutkan tugasnya di KIB II di- dasarkan atas pertimbangan pe- nyegaran dalam jajaran kabinet pemerintahan. Hal itu terkait pula

dengan realitas politik, mengingat banyak menteri yang berasal dari partai politik.

Menurut Presiden banyak par- tai politik yang berjuang bersama- sama mengajukan dan mengusul- kan nama-nama calon menteri,baik yang namanya sama atau berbeda. Karenanya para menteri yang tidak akan menjabat lagi, diharapkan dapat menerima dan siap untuk melakukan pengabdian di tempat lain. \u201dSaya menyampaikan hormat dan penghargaan kepada saudara semua,yang selama lima tahun atau sekian tahun bekerja bersama saya dan Pak JK dalam suasana suka dan duka, pasang surut, tantangan tugas, persoalan yang rumit,\u201d ujarnya.

Presiden mengatakan, sebagai manusia biasa, dirinya tentu me- miliki kekhilafan, kekurangan dan kelemahan. \u201dOleh karena itu jika ada hal-hal yang tidak berkenan ke- pada saudara semua, saya beserta istri mohon maaf,\u201d tambahnya.

Acara perpisahan yang digelar Presiden SBY dilaksanakan seusai salat Jumat dan dihadiri Wakil Pre- siden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, seluruh jajaran KIB dan mantan menteri KIB. Acara ter- sebut diawali makan siang ber- sama dengan formatr o u n d t a b l e dan diakhiri sesi foto bersama.

Mantan menteri yang pernah berada dalam jajaran KIB dan hadir dalam acara tersebut di antaranya mantan Mendagri M Maruf,mantan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf dan mantan Meneg BUMN Sugi- harto. Sedangkan mantan Men- sesneg Yusril Ihza Mahendra, man- tan Jaksa Agung Abdurrahman Saleh dan mantan Menkumham Hamid Awaludin tidak hadir.

Presiden SBY juga menyampai- kan terimakasih kepada Wapres Jusuf Kalla yang telah bersama- sama dalam kabinet selama lima tahun. Presiden menghormati ko- mitmen JK yang akan mengem- bangkan wilayah Indonesia Timur setelah tidak lagi menjadi Wapres. Presiden memuji cita-cita JK yang berniat untuk terus mengembang- kan energi terbarukan.

JAKARTA(SI)- Mayoritas menteri Kabinet Indonesia

Bersatu (KIB) II akan didominasi wajah baru. Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memastikan hanya sebagian kecil menteri yang dipertahankan.

KEPANIKAN:Warga berhamburan keluar gedung Hotel Nikko,
Jakarta setelah gempa yang berpusat di Ujung Kulon.
Hal. 13
CMYK
CMYK
CMYK
CMYK
SUMBER REFERENSI TERPERCAYA
Keluarga
KELIRUMOLOGI
JAYA SUPRANA
21

BUKITTINGGI adalah surga makanan.
Pusat jajanan,
restoran besar,
hingga kedai-kedai
kecil selalu ramai
oleh penikmat
kuliner. Apalagi,
perkara makan bagi
orang Minangkabau
itu prioritas.

SINDO/AZIZI
NDRA
SI/MASYHUDI
SI/YULIANTO
Mayoritas Menteri Wajah Baru
Hal01-11-17-oktober 10/17/09 12:07 AM Page 1
DPR Dikhawatirkan Lemah
CMYK
CMYK
CMYK
CMYK
KILAS
NASIONAL
2
SABTU 17 OKTOBER 2009
SEPUTAR INDONESIA

DPR
Tetapkan
Hari Batik

JAKARTA (SI) \u2013 Pimpinan DPR
menyepakati hari Jumat se-
bagai hari berbusana batik ba-
gi semua komponen DPR.
Wakil Ketua DPR Priyo Budi
Santoso mengatakan, hal itu
sudah diputuskan dalam
rapat pimpinan. \u201cPimpinan
sepakat di DPR ini akan diada-
kan hari batik setiap hari
Jumat. Semua anggota DPR
dan staf sekjen akan menge-
nakan baju batik produksi
dalam negeri, bukan produksi
Malaysia, ini perlu kita
tegaskan,\u201d katanya kemarin.

Selain itu, Priyo bersama
pimpinan DPR lain sedang
memikirkan bagaimana
membuat DPR semakin ter-
buka dari segala lapisan. Sa-
lah satunya dengan melaku-
kan perubahan dalam proses
pengamanan dan birokrasi.
\u201cKami harap DPR akan men-
jadi rumah rakyat,\u201d tutur
Priyo. (helmi firdaus)

Caleg Gagal
Terpilih Akan
Terus Berjuang

JAKARTA (SI) \u2013 Para calon
anggota legislatif (caleg)
yang gagal terpilih karena
Komisi Pemilihan Umum
(KPU) menggunakan kepu-
tusan Mahkamah Konstitusi
(MK) dalam penghitungan
tahap kedua akan terus ber-
juang. \u201cKami tidak akan ber-
henti. Kami akan terus ber-
juang demi konstitusi,\u201d kata
politikus PDIP Andreas Parei-
ra di Gedung DPD kemarin.

Andreas menilai, KPU
bersikukuh menafsirkan
sendiri keputusan MK. Pa-
dahal MK memberikan taf-
siran itu dalam pengujian
hasil pemilihan umum. Se-
mentara MA meminta KPU
membatalkan Surat Kepu-
tusan KPU No 15/2009.
Sengketa ini tengah disi-
dang di Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat. (helmi firdaus)

Menkes Harap
Jamkesmas
Dilanjutkan

JAKARTA (SI) \u2013 Menteri Kese-
hatan Siti Fadilah Supari ber-
harap, menteri kesehatan pa-
da kabinet selanjutnya dapat
terus melanjutkan program
prorakyat yang telah dirintis-
nya. \u201cBanyak pekerjaan yang
belum tuntas meskipun se-
muanya sudah berjalan baik,
seperti Jamkesmas (Jaminan
Kesehatan Masyarakat) yang
cakupannya baru mencapai
76,4 juta jiwa, seharusnya se-
mua masyarakat dapat me-
nikmati pelayanan kesehatan
yang gratis itu,\u201d ujar Fadilah di
Jakarta kemarin.

Dia juga meminta sarana
dan prasarana rumah sakit di-
benahi agar dapat menerus-
kan upaya preventif dan pro-
motif. \u201cPreventif dan promo-
tif, contohnya program Desa
Siaga yang diupayakan bagi
warga untuk mampu
menghadapi bencana,\u201d
imbuhnya. (fahmi faisa)

Aktivis
Deklarasikan
Aalimaat

JAKARTA (SI) \u2013 Sekitar seratus
aktivis perempuan dengan
organisasi-organisasi pendu-
kungnya mendeklarasikan
\u2018Aalimaat, Gerakan Keadilan
untuk Keluarga Islam Indone-
sia. Difasilitasi oleh Komisi
Nasional (Komnas) Perempu-
an, \u2019Aalimaat lahir sebagai
respons atas perkembangan
keluarga Islam Indonesia
yang cenderung terse-
lenggara dengan tidak adil.

Ketua Dewan Pengarah
\u2019Aalimaat KH Husein Muham-
mad menjelaskan, salah satu
sasaran yang ingin dicapai ge-
rakan perempuan ini adalah
terbentuknya pengadilan ke-
luarga (family court) di Indone-
sia. Husein mencontohkan
Australia sebagai negara yang
telah memiliki pengadilan se-
macam itu. \u201cAgar perkara per-
data dan pidana dalam sebuah
keluarga tertangani secara
adil,\u201d katanya. (jay am/yani a)

Sejumlah kalangan menilai, sikap partai politik (parpol) untuk men- jadi oposisi mulai melemah se- hingga wakil rakyat di Senayan su- lit untuk bersikap kritis. Karena itu, publik sebagaicivil societydi- harapkan ikut mengontrol roda pe- merintahan mendatang. \u201cSelain itu, harus ada partai di luar peme- rintah yang tetap mengkritisi. Karena itu, kita harapkan PDIP, Gerindra, dan Hanura bisa tetap mengkritisi kebijakan pemerin- tah yang tidak prorakyat,\u201d ujar pe- ngamat politik Lembaga Ilmu Pe- ngetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli di Jakarta kemarin.

Menurut dia, meskipun semua fraksi dalam koalisi besar pendu- kung pemerintah menyatakan siap menjadi mitra kritis, hal tersebut cukup berat. \u201cTidak mungkin bisa berjalan mitra yang kritis, padahal sudah ada kesepakatan kontrak politik yang sesungguhnya menye- pakati akan mendukung pemerin- tahan. Kecuali jika mereka mene- rapkan politik dua kaki,\u201d ujarnya.

Namun, jika politik dua kaki tersebut dijalankan, dia khawatir hal tersebut justru akan merugi-

kan jalannya pemerintahan.Pasal- nya,hal itu akan memunculkan pe- rilaku politik tanpa etika, di mana para pemainnya kebanyakan ber- muka dua. \u201dKita tidak mengingin- kan politik dua kaki karena itu ada- lah politik tanpa etika. Perlu ada kejelasan posisi di sini, kalau mau oposisiyaoposisi,kalau mau dukung

yadukung yang penuh,\u201d katanya.

Seharusnya, menurut Lili, par- pol yang kalah dalam Pemilu Presi- den 2009 tetap konsisten untuk berada di luar pemerintahan. Jika parpol yang kalah tetap menjadi oposisi, rakyat akan melihat mere- ka konsisten.

Seperti diketahui, mayoritas fraksi di DPR berasal dari mitra koalisi pendukung Presiden terpi- lih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Di antaranya, Partai Demo- krat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pemba- ngunan (PPP), dan Partai Kebang- kitan Bangsa (PKB). Terakhir, Par- tai Golkar juga sudah merapat dan PDIP juga tampaknya lebih cende- rung ikut mendukung pemerin- tah.Namun,keputusan akhir PDIP

masih dipegang Ketua Umum DPP
Megawati Soekarnoputri.

Direktur Lingkar Madani un- tuk Indonesia (LIMA) Ray Rang- kuti menilai, besarnya pendukung pemerintah di DPR akan meng- akibatkan fungsi DPR lemah. \u201cKondisi saat ini sangat sulit, ham- pir 70% kekuatan yang ada di DPR merupakan pendukung pemerin- tah. Jelas hal ini membuat DPR ti- dak memiliki visi pembanding da- lam hal pembangunan,\u201d ujar Ray kepada Harian Seputar Indonesia di Jakarta kemarin.

Selain pengawasan, menurut Ray, mestinya DPR ke depan harus memiliki standarisasi keberhasil- an suatu program kerja pemerin- tah. Namun, dengan lemahnya jumlah oposisi di DPR akan sulit untuk melakukan otokritik.

Di tempat terpisah, Ketua DPP PDIP Emir Moeis mengatakan, se- baiknya memang harus ada parpol yang tetap kritis terhadap peme- rintah. Dengan demikian, kebijak- an pemerintah akan selalu terkon- trol. Jika semua parpol merapat dan mendukung pemerintah, ten- tu tidak akan menciptakan iklim demokrasi yang sehat. Sebab, me- kanisme check and balancestidak berjalan. \u201cKalau semua merapat dan tidak kritis,mau jadi apa nega- ra ini, bisa bubar,\u201d katanya di Ja- karta kemarin.

Dia membantah dengan me- ngatakan bahwa terpilihnya Tau- fik Kiemas sebagai Ketua MPR atas dukungan Partai Demokrat ti- dak akan membuat PDIP bung- kam.\u201cKita akan tetap kritis.Kalau ada program yanggak bener, yakita kritisi,\u201d katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua FPKS DPR Mustafa Kamal meni- lai, terlalu berlebihan jika DPR akan kehilangan daya kritisnya karena mayoritas anggotanya dari partai pendukung pemerintah. Menurut dia, FPKS akan tetap me- laksanakan tugas dan fungsi kede- wanan secara normal. \u201cMungkin bobotnya akan kita tingkatkan dan perbaiki, agar nanti DPR bisa memberikan sumbangan yang le- bih besar kepada rakyat.Kita tetap akan menjalankan tugas dan fung- si kedewanan sebagaimana yang diamanatkan UU,\u201d katanya.

Mustafa menyebutkan, dalam fungsi pengawasan, DPR akan te- tap kritis terhadap pemerintah. Menurut dia,presiden akan paham bahwa pengawasan itu diperlukan karena presiden juga memerlukan masukan dan evaluasi terhadap menteri-menterinya. \u201cKita pasti akan melakukan fungsi pengawas- an dengan baik. Presiden tentu tidak keberatan karena itu salah satu cara agar pemerintahan bisa berjalan dengan baik. Pemerintah

juga paham mereka tidak bisa
dilepaskan begitu saja,\u201d katanya.

Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) Anas Urbaningrum mengata- kan, Fraksi Partai Demokrat juga akan bersikap kritis terhadap pro- gram pemerintah.Namun,sikap kri- tis kepada pemerintah bagi FPD ter- sebut bersifat membangun. FPD mengakui tidak mungkin akan menggagalkan,melawan,atau men- destruksi program pemerintah.\u201cSi- kap kritis yang akan kami ambil da- lam rangka penyempurnaan bukan menggagalkan,\u201d kata Anas.

Ketua Bidang Politik DPP Par- tai Demokrat ini menjelaskan, si- kap kritis tersebut dalam kerangka memperjuangkan aspirasi rakyat dan mengawal program prorakyat. Sikap kritis tersebut dalam penger- tian memberikan pikiran alterna- tif untuk perbaikan.Anas memasti- kan bahwa sikap kritis yang diam- bil tersebut merupakan petunjuk dari Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY.

Karena itu, dia meminta publik tidak pesimistis terhadap keber- adaan Partai Demokrat di DPR. Se- bab, fungsi pengawasan akan tetap dilaksanakan. \u201cJadi jangan mem- bayangkan fungsi pengawasan dari DPR menjadi tumpul,\u201d katanya.

(ahmad jayadi/fahmi faisa/
dian widiyanarko/
helmi firdaus/ahmad baidowi)

JAKARTA(SI) \u2013 Pengawasan DPR terhadap kinerja

pemerintah dikhawatirkan tidak berfungsi
maksimal. Komitmen fraksi-fraksi untuk tetap
bersikap kritis pun masih diragukan.

SI/ASTRABON
ARDO
DIALEKTIKA DEMOKRASI:Sekretaris Fraksi Partai Hanura Syarifuddin Sudding (kanan) saat menjadi pembicara dalam Dialektika Demokrasi dengan tema \u201cMeneropong
Sikap Kritis DPR Lima Tahun ke Depan\u201d di Gedung DPR kemarin. Hadir juga anggota DPD Bambang Soeroso (kiri), Direktur LIMA Ray Rangkuti (dua kiri), dan pengamat politik
Unhas Adi Suryadi Culla (dua kanan).
Khitah NU Dinilai Tidak Antipolitik
JAKARTA( S I ) \u2013 Toko h N a h d l a t u l

Ulama (NU) KH Mustofa Bisri (Gus Mus) angkat bicara soal wacana kembali ke khitah menjelang Muktamar Ke-32 NU di Makassar 2010 mendatang. Dia berpenda- pat, wacana kembali ke khitah se- benarnya keliru.Sebab,khitah NU sudah ada dan menunggu dilak- sanakan.

\u201cKhitah itu ada, ditulis jelas. Khitah itu yang tidak dibaca oleh pengurus NU. Padahal, itu ditulis jelas dalam bahasa Indonesia yang jelas,\u201dkatanya di Jakarta kemarin.

Gus Mus juga meluruskan bah- wa khitah tidak antipolitik.Yang penting adalah tetap memper- juangkan keumatan dan tidak se- lalu berpihak pada kekuasaan atau pengusaha. Mengenai waca- na pemimpin NU dari anak muda

Gus Mus menyatakan setuju. \u201cAnak muda pemikirannya relatif jernih belum terkooptasi dan ada regenerasi kalau anak muda,\u201d tandasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Umum PP GP Ansor Syaifullah Yu- suf (Gus Ipul) mengusulkan agar Ketua Umum PBNU nanti dipilih dari tokoh yang berusia muda. Hal ini diperlukan agar pemimpin ke depan lebih dinamis dan segar da- lam menakhodai ormas terbesar di Indonesia itu.

\u201cSaya usul,usianya di bawah 60
tahun. Kalau di bawah 60 tahun ini
kansehat, jalannya juga masih ga-
gah,\u201d kata Gus Ipul di kediaman-
nya di Jakarta kemarin.

Lebih dari itu, usia muda juga dikenal dan terbukti lebih produk- tif. Maka, ketua umum dan jajaran

tanfiziah harus dipilih dari mereka yang muda. Namun, untuk Syuriah PBNU,Gus Ipul mengatakan,tidak musti harus dari kaum muda. \u201cKa- lau syuriahnya sepuh,gak papa, yang penting tanfiziahnya harus yang muda,\u201d tukasnya.

Selain itu, Wakil Gubernur Ja- wa Timur ini juga mengusulkan agar calon pemimpin NU mengua- sai keilmuan agama yang kuat.Ter- utama dalam tradisi NU atauahlus-

sunah wal jamaah. \u201cHarus bisa ba-

ca kitab kuning dan dibesarkan da- lam tradisi pesantren. Malah ba- gus kalau punya pesantren. Jadi, ketua umum NU ini biar beda sama ketua umum PPP, PKB, atau ketua umum lainnya,\u201d kata mantan Me- neg PDT ini.

Mengenai siapa nama yang di-
nilainya layak, dia mengatakan,

hal itu bisa ditelisik dari banyak nama yang beredar. Dalam kesem- patan itu, Gus Ipul juga berharap agar ke depan pemimpin NU bisa membawa NU sesuai khitahnya. NU harus dikembalikan menjadi organisasi yang memperkuatcivil

societydan memperkuat politik
kebangsaan.

Maka, kepemimpinan NU ke depan bukan kepemimpinan yang berpolitik praktis. \u201cBukan yang jadi kandidat atau mendukung ca- lon tertentu.Kalau kepemimpinan seperti itu diteruskan, warga akan tinggalkan kepemimpinan NU.Bu- kan tinggalkan NU tapi pemim- pinnya. Makanya saya kritik Pak Hasyim (Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi). Kritik saya tulus bukan kebencian,\u201d tuturnya.

(dian widiyanarko)
JAKARTA(SI) \u2013 Departemen Per-

tahanan (Dephan) diminta meli- batkan unsur independen dalam pembentukan Tim Pengendali Ak- tivitas Bisnis Tentara Nasional In- donesia (TNI).

Peneliti Imparsial Al Araf me- ngatakan, unsur-unsur indepen- den tersebut penting untuk menja- ga akuntabilitas dan transparansi terkait pengalihan bisnis TNI.Araf menyebutkan, dalam Peraturan Presiden (Perpres) 43/2009 ten- tang Pengambilalihan Aktivitas Bisnis TNI dinyatakan bahwa ke- anggotaan tim terdiri dari Dephan, Departemen Keuangan, Departe- men Hukum dan HAM, Kemente- rian Negara Koperasi dan UKM, Kementerian Negara BUMN, Ma- bes TNI, dan Mabes tiga angkatan.

Namun, Perpres tersebut, ujar

dia,tidak menyebutkan adanya ke- terlibatan unsur independen. Pa- dahal, menurut dia, unsur inde- penden justru penting agar proses pengalihan bisnis TNI bisa terpan- tau dan terawasi. \u201cUntuk menjaga akuntabilitas dan transparansi, tim baru yang akan dibentuk Men- han perlu melibatkan unsur inde- penden dari masyarakat sipil se- lain unsur-unsur dari pemerintah dan militer,\u201d tegas Araf di Jakarta kemarin.

Pendapat serupa diungkapkan pengamat pertahanan dari Lem- baga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jaleswari Pramodhawarda- ni.Menurut dia,unsur independen memang diperlukan sebagai bagi- an daricheck and balancestim ben- tukan Dephan ini. Penambahan unsur independen, kata Jaleswari,

sebenarnya juga sudah diatur da- lam perpres pengalihan bisnis TNI tersebut.

Dalam Pasal 9 ayat (5) disebut- kan, ujar dia, keanggotaan tim da- pat ditambah sesuai kebutuhan dengan keputusan Menteri Perta- hanan. \u201dKarena itu, Dephan bisa melibatkan unsur independen,\u201d paparnya.

Lebih lanjut Jaleswari menilai, penerbitan Perpres 43/2009 meru- pakan bentuk kompromistis pe- merintah terhadap pengambil- alihan unit-unit bisnis TNI. Seha- rusnya, ujar dia, tanpa adanya Per- pres tersebut, bisnis TNI bisa lang- sung diambil alih pada 16 Oktober 2009.Hal itu sesuai dengan amanat UU No 34/2004 tentang TNI. \u201cPer- pres ini merupakan bentuk paling kompromistis dan paling longgar

terkait upaya pengalihan bisnis
TNI,\u201d tegasnya.

Apalagi, ujar dia, selama ini unit-unit bisnis TNI yang akan di- ambil alih sudah terdata dengan jelas oleh Tim Nasional Pengambil- alihan Bisnis TNI. Karena itu, me- nurut Jaleswari, penerbitan per- pres sebenarnya tidak perlu. Apa- lagi, alasan yang digunakan untuk menerbitkan perpres juga terlalu lemah. Alasan akan munculnya konsekuensi hukum jika terjadi pengambilalihan pada aset yang telah dikontrak pihak ketiga, me- nurut Jaleswari, terlalu dibesar- besarkan. \u201cKan pihak ketiga atau yang mengontrak tersebut dapat langsung berhubungan kepada pe- merintah yang mengambil alih, dan bukan pada TNI lagi,\u201dkatanya.

(pasti liberti)
JAKARTA(SI) \u2013 Fraksi Partai Hati

Nurani Rakyat (Hanura) dan Frak- si Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memastikan akan me- lakukan evaluasi berkala untuk memaksimalkan kinerja para ang- gotanya di Senayan.

Sekretaris Fraksi Partai Ha- nura Syarifudin Sudding menga- takan, pihaknya akan mengontrol dan memantau setiap kebijakan pemerintah agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat. Dengan begitu, anggota Fraksi Partai Hanura dituntut bersikap kritis konstruktif dalam menjalankan fungsi kontrol terhadap pe- merintah.

\u201cDalam artian bahwa kami akan mengkritisi kebijakan yang tidak prorakyat dan tetap mendu- kung program-program yang me- mihak pada rakyat,\u201d ungkap Sya- rifudin dalam diskusi \u201cMenero- pong Sikap Kritis DPR Lima Ta- hun ke Depan\u201d di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, sikap kritis ang- gota Fraksi PartaiHanuratertuang dalam kontrak politik yang ditan- datangani antara para wakil de- ngan pimpinan partai.

\u201cDalam kontrak politik kami disebutkan bahwa anggota DPR (dari Partai Hanura) harus kritis terhadap kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat dan pro- gram yang tidak memihak pada kepentingan rakyat banyak,\u201d katanya.

Menurut Syarifuddin, kinerja anggota Fraksi Partai Hanura akan selalu dievaluasi selama menjadi wakil rakyat. Dari meka- nisme tersebut, DPP bisa meng- ambil keputusan untuk me-recall kadernya yang tidak berfungsi maksimal di DPR. \u201cIntinya, kami para wakilnya diberi kebebasan untuk berpendapat.Yang jadi pan- duan adalah visi partai dan hati nurani kami,\u201d tegasnya.

Hal senada juga dilontarkan Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Achmad Muzani. Menurut dia, anggota Fraksi Partai Gerindra juga akan dievaluasi dalam ren- tan waktu enam bulan. Meskipun saat ini Gerindra belum memutus- kan sikap politik, apakah akan bergabung dengan koalisi atau bersikap oposisi, Muzani memas- tikan bahwa fungsi kontrol di DPR harus berjalan.

\u201cKami akan evaluasi kinerja para wakil kami di DPR setiap 6 bulan. Karena, kemampuan dan pengetahuan para wakil kami berbeda-beda, tentu ukuran kri- tis itu akan berbeda-beda pula. Yang utama adalah kami tetap akan kritis,\u201d tegasnya.

(helmi firdaus)
Fraksi

Hanura dan
Gerindra
Tetap Kritis

Pengalihan Bisnis TNI Perlu Unsur Independen
hal02(1558)nas 10/16/09 11:21 PM Page 2
Ayat Tembakau Hilang Terjadi di DPR
NASIONAL
3
SABTU 17 OKTOBER 2009
SEPUTAR INDONESIA
CMYK
CMYK
CMYK
CMYK

Karena itu, Marzuki menyatakan, pimpinan DPR akan meneliti ka- sus penghilangan ayat tersebut. Menurut dia, pimpinan DPR telah meminta penjelasan dari Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Ke- sehatan Ribka Tjiptaning, Sekre- taris Jenderal (Sekjen) DPR Nining Indra Saleh, dan para kepala biro terkait hilangnya ayat tersebut.

Dari keterangan para anggota Dewan tersebut, pimpinan DPR untuk sementara berpendapat bahwa hilangnya ayat dalam UU Kesehatan merupakan kesalahan administratif. Meski demikian, Marzuki menyatakan, pimpinan DPR tetap melakukan penyelidik-

an lanjutan untuk menentukan adanya unsur kesengajaan atau tidak dalam penghilangan ayat ini.

\u201cSepertinya hilang di sini (DPR). Apakah di komisi, kita be- lum jelas. Kita masih tangani dan teliti. Kemarin, Ketua Pansus Ibu Tjiptaning (Ribka Tjiptaning) menjelaskan tidak ada unsur ke- sengajaan dari staf. Semua itu ka- rena kesalahan administrasi,\u201d ung- kap Marzuki di Gedung DPR, Ja- karta, kemarin.

Lebih lanjut Ketua DPR sepakat jika penghilangan ayat dalam se- buah UU merupakan sebuah tindak- an kriminal. Hanya, menurut dia, pimpinan DPR tetap akan meme-

gang prinsip praduga tak bersalah. Jika nantinya dalam penyelidikan yang dilakukan pimpinan tidak ditemukan unsur kesengajaan, maka DPR tidak akan mengusut kasus penghilangan ayat ini.

\u201cKita sudah mendengarkan penjelasan itu, dan tentu akan di- teliti kembali. Apakah penjelasan itu sudah pas dan tepat. Kalau be- nar,yas u d a h lah. Jangan bicara sanksi, yang penting kita berpikir positif. Saya yakin, tentu teman- teman di komisi dan sekretariat tidak ada keinginan mengubah ayat itu. Sekarang bagaimana ke depan, hal ini tidak terjadi lagi,\u201d paparnya.

Marzuki menyatakan, masalah serupa memang pernah terjadi se- belumnya. Dan DPR, ujar dia, hanya memperbaiki kesalahan itu. Namun, untuk kasus ayat UU Ke- sehatan, papar politikus Partai De-

mokrat ini, sudah terlanjur terpub- likasi, sehingga masalahnya men- jadi besar.Agar masalah seperti ini tidak terjadi kembali, Marzuki me- nyatakan, pihaknya sedang me- nyiapkan mekanisme baru yang akan segera dibakukan.

Mekanisme itu adalah, draf RUU sesudah disepakati di pansus akan diparaf semua anggota pan- sus. \u201cAtau, paraf itu dilakukan di saat RUU disepakati pada peng- ambilan keputusan tingkat dua,\u201d jelasnya. Jika sudah diparaf, maka draf tersebut tidak bisa berubah lagi. \u201cKejadian yang kemarin (hi- langnya ayat UU Kesehatan)k a n karena tidak diparaf. Mekanisme itu nanti akan kita bakukan,\u201d ka- tanya.

Di tempat terpisah, Wakil Sek- jen DPP Partai Golkar Leo Naba- ban mengatakan, dalam pem- bahasan UU di DPR ada dua proses

yang harus ditempuh, yakni proses politik dan administrasi kenegara- an. Proses politik pembahasan UU itu, kata Leo, dimulai dari pem- bahasan di pansus komisi.

\u201cSetelah pansus komisi mem- bahas draf RUU, pembahasan se- lanjutnya dibawa ke tingkat panja (panitia kerja).Nah,setelah semua selesai dibahas di panja, baru akan dibicarakan di Bamus sebelum di- sahkan di paripurna,\u201d papar Leo yang juga mantan staf khusus Ke- tua DPR Agung Laksono.

Pada proses politik itulah, kata dia, pembahasan dan pengawasan memang berada di anggota DPR. Namun, saat proses administrasi kenegaraan, jelas Leo, semua di- tangani Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR. Jadi, ungkap dia, persoalan UU Kesehatan itu mun- cul pada wilayah administrasi ke- negaraan,bukan proses politiknya.

Karena itu, Leo meminta agar Set- jen DPR ke depan lebih berhati-ha- ti dalam menyusun administrasi kenegaraan, sehingga tidak lagi muncul konflik yang tak perlu.

Sementara itu, mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kar- tono Muhammad menyatakan, ada indikasi keterlibatan Departemen Kesehatan (Depkes) dalam peng- hilangan ayat UU Kesehatan ini. Sebab, ujar dia, Depkes termasuk pihak yang melakukan pengecek- an terakhir sebelum RUU Kesehat- an disahkan dalam sidang pari- purna DPR. \u201cSebelum disahkan, RUU Kesehatan juga diserahkan ke Depkes untuk dicek, terkait pengeditan dan redaksionalnya, bukan untuk mengganti atau mengubah pasal dalam RUU itu,\u201d tandasnya.

(helmi firdaus/
vitrianda siregar/m purwadi)
JAKARTA(SI) \u2013 Ketua Dewan Perwakilan Rakyat

(DPR) Marzuki Alie mengaku, hilangnya satu ayat dalam Undang-Undang (UU) Kesehatan terjadi di DPR, bukan di Sekretariat Negara (Setneg).

KILAS

BANDUNG (SI) \u2013 Pemerintah
menyatakan, tetap akan
membatasi informasi yang
beredar ke publik meski
Undang-Undang (UU) No
14/2008 tentang Keter-
bukaan Informasi Publik (KIP)
akan diterapkan.

Juru Bicara Departemen
Luar Negeri (Deplu) Teuku
Faizasyah mengatakan, ma-
syarakat diminta tidak salah
menafsirkan makna keterbu-
kaan informasi publik. Se-
bab, masyarakat tidak bisa
mendapatkan semua in-
formasi. \u201cInformasi yang ma-
sih dalam tingkat kerahasia-
an, itu tidak akan kita publi-
kasikan kepada masyarakat.
Itu merupakan bagian dari
strategi dan dalam tahap per-
undingan,\u201d ungkap Faiza-
syah di Unpar, Bandung,
kemarin. (wisnoe moerti)

Pemerintah
Tetap Batasi
Informasi Publik

JAKARTA (SI) \u2013 Kedutaan Be-
sar Australia membuka ke-
sempatan untuk meng-
ajukan aplikasi mengikuti
Penghargaan Jurnalisme
Elizabeth O\u2019Neill 2009.

Penghargaan ini disedia-
kan untuk memperingati
karier istimewa Elizabeth
O\u2019Neill OAM, mantan atase
pers Kedutaan Besar
Australia, yang gugur dalam
tugas di Indonesia pada 7
Maret 2007.

\u201cPenghargaan ini diba-
ngun di atas karyanya yang
tak mengenal lelah untuk
memupuk saling pengertian
antara Australia dan Indo-
nesia melalui pelaporan me-
dia yang tepat dan akurat,\u201d
ujar Duta Besar Australia
untuk Indonesia Bill Farmer.
(chamad hojin)

Jurnalisme
Elizabeth O\u2019Neill
Kembali Digelar

JAKARTA(SI) \u2013 Badan Penempat-

an dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menerap- kan metode biometri (pengukuran melalui proses biologis) dalam pe- meriksaan calon tenaga kerja Indo- nesia (TKI) di Klinik TKI. Hal ini dapat mencegah pemberangkatan calon TKI yang tidak sehat.

\u201cMetode terbaru ini dipastikan
akan mencegah calon TKI yangun-
fituntuk berangkat bekerja di luar
negeri,\u201d kepala BNP2TKI M Jum-
hur Hidayat di Jakarta kemarin.

Dalam kesempatan itu dia mengungkapkan, pihaknya opti- mistis pemerintahan mendatang akan memberikan pelayanan ter- baik terhadap TKI. \u201cSaya optimis- tis pelayanan TKI akan lebih baik di masa pemerintahan mendatang,\u201d tutur Jumhur.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Profesi TKI (GAPPRO) Abdul Madjid men-

jelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya lahir untuk menjadi wadah bagi anggotanya yang me- merlukan advokasi dan bantuan pelayanan terkait penempatan dan perlindunganTKI.

Menurut catatan GAPPRO, se- jak keluarnya Permenakertrans No 22 dan turunannya, sudah ada 62 pelaksana penempatan TKI swasta (PPTKIS) yang mendapat teguran. Selain itu, sudah ada 7 PPTKIS yang mendapat skorsing karena mereka mengurus pelayan- annya di kantorBalaiPelayananPe- nempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Ciracas, Jakarta.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) GAPPRO Jurmaini Syakur me- ngatakan,organisasinya dapat ber- mitra dengan BNP2TKI baik dalam program penempatan, perlindung- an, dan promosi TKI ke mancane- gara.

(rendra hanggara)
Cek Kesehatan, BNP2TKI
Terapkan Biometri
Wakil Presiden Jusuf Kalla melayani makan malam para pengawal kepresidenan di rumah dinasnya Jalan Diponegoro
kemarin. Di masa akhir jabatannya wapres mengundang seluruh pengawal pribadi dan sejumlah wartawan untuk
makan malam bersama dan mengucapkan terimakasih kepada sejumlah pihak yang telah mendampingi selama menjalani tugas.
JAKARTA(SI) \u2013 Penerapan sistem

kredit semester (SKS) di sekolah kategori mandiri dan berstandar internasional menuai banyak ke- caman. Sejumlah pengamat pen- didikan beranggapan bahwa hal itu justru dapat membebani siswa dan guru. Direktur Institute for Edu- cation Reform Universitas Para- madina Utomo Dananjaya menilai, siswa belum siap menerapkan pem- belajaran secara mandiri. Apalagi kompetensi guru yang kurang mak- simal belum dapat mendukung sistem SKS.

\u201cTerlebih adanya pelaksanaan UN (ujian nasional), di mana ke- lulusan siswa diseragamkan dalam satu waktu serta tingkat kesulitan soal yang sama, hal itu malah bakal menghambat penerapan sistem SKS,\u201d katanya ketika dihubungi HarianSe putar Indonesiakemarin.

Menurut Utomo, sistem ini se- benarnya baik karena prinsip setiap anak berbeda sehingga me- nuntut guru atau sistem memberi- kan semaksimal mungkin kebebas- an. Namun, dia menilai, secara ga- ris besar guru saat ini belum me- miliki kecakapan untuk meng-

hadapi murid dengan beragam
tingkat kepintaran dan kemauan.

\u201cMulai perubahannya bukan pada sistem SKS tetapi hentikan dulu UN. Soal pilihan ganda dan pelajaran hafalan dalam UN me- nyebabkan sistem apapun yang diterapkan pada siswa akan batal dalam praktik. Seharusnya, be- lajar berpikir lebih didahulukan,\u201d katanya.

Sebelumnya diberitakan, De- partemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mewajibkan pe- nerapan SKS bagi sekolah mandiri dan berstandar internasional. Di- rektur Jenderal Manajemen Pen- didikan Dasar dan Menengah (Dir- jen Mandikdasmen) Depdiknas Suyanto mengatakan, kebijakan ini telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pen- didikan.

PP tersebut menyebutkan bah- wa sekolah kategori mandiri harus menerapkan sistem pembelajaran dalam SKS. SKS adalah salah satu sistem penerapan program pen- didikan yang menempatkan pe- serta didik sebagai subjek. Pem-

belajaran berpusat pada peserta didik yaitu bagaimana peserta di- dik belajar. Peserta didik diberi kebebasan untuk merencanakan kegiatan belajarnya sesuai dengan minat, kemampuan, dan harapan masing-masing.

Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Co- ruption Watch (ICW) Ade Irawan mengatakan, sejak awal pihaknya menentang pengastaan sekolah, seperti adanya sekolah berstandar internasional dan yang bukan, begitu pun dengan sistem SKS. Dia melihat, tujuan penerapan sistem ini belum jelas. \u201cTujuan utamanya belum jelas.Apa iya,dengan sistem SKS siswa bisa belajar mandiri. Belum tentu juga. Bisa jadi hal ini malah membebani siswa itu sen- diri,\u201d tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, kesiapan sekolah seperti guru, sarana pe- nunjang,serta sistem penilaian juga masih patut dipertanyakan. \u201cPada tingkat apa diterapkan. Saya pikir penerapan SKS butuh waktu karena kesiapan sarana prasarana dan guru saat ini masih kurang,\u201dterang Ade.

(rendra hanggara)
Sistem SKS Bebani Siswa dan Guru
JAKARTA(SI) \u2013 Departemen Aga-

ma (Depag) menyelenggarakan program Dual Mode System agar para guru memperoleh peningkat- an kualifikasi sarjana strata satu (S1). Program ini untuk menuntas- kan sertifikasi bagi para guru di lingkungan Depag.

\u201cIni merupakan program daru- rat. Begitu sertifikasi tuntas, maka program langsung tutup,\u201dkata Di- rektur Jenderal (Dirjen) Pendidik- an Islam Depag Mohammad Ali saat meluncurkan program Dual Mode System untuk para guru di lingkungan Depag di Jakarta ke- marin.

Ali mengharapkan, sertifikasi guru di Depag dapat dituntaskan tahun 2014. Menurut dia, program ini untuk membantu guru-guru yang belum berkualifikasi S1 karena itu bukan sebagai program permanen. Pasalnya, program pendidikan tar- biah sudah cukup, apalagi jumlah mahasiswa pendidikan agama Islam mencapai 350.000 orang.

Dia mengatakan, dalam pelak- sanaan program ini Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang ditetapkan sebagai penyelenggara tidak boleh secara

langsung merekrut mahasiswa.Na- mun, harus melalui Dirjen Pendi- dikan Islam Depag, baik di Kanwil maupun Kandepag.

\u201cPenetapan PTAIN sebagai pe- laksana program bertujuan agar ada jaminan kualitas bahwa prog- ram ini terselenggara dengan baik dan tepat sasaran,\u201d kata Ali.

Selain itu, terang Ali, mahasis- wa peserta program menggunakan modul belajar jarak jauh (BBJ). \u201cBBJ ini tidak sama dengan kelas jauh. Kalau kelas jauh, kuliah asal- asalan bahkan tidak pernah ku- liah, tiba-tiba ujian. Ini pelacuran, sama dengan sampah perguruan tinggi,\u201d urainya.

Selain dengan modul, maha- siswa juga diharuskan kuliah tatap muka dengan dosennya di titik- titik yang ditentukan.Menurut dia, BBJ dibolehkan sesuai undang- undang, tetapi baru perguruan tinggi terbatas misalnya Univer- sitas Terbuka (UT).\u201cJadi kita harus urus izin, tapi pemerintah tidak sembarang urus izin,\u201d imbuh Ali.

Pada tahun 2009 ini, kuota pe- serta pada Ditjen Pendidikan Tinggi Islam seluruhnya ber- jumlah 10.000, terdiri dari 8.217

guru madrasah ibtidaiah dan 1.783 guru pendidikan agama Islam (PAIS) sekolah dasar (SD).

Sebelumnya, Departemen Pen- didikan Nasional (Depdiknas) juga bakal memperketat penerimaan guru di sekolah dan dosen di per- guruan tinggi. Hal itu seiring di- laksanakannya pendidikan profesi guru. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Depdiknas Dodi Nandika mengata- kan, nantinya semua guru harus mengantongi sertifikat pendidik baru diperbolehkan mengajar.

Dengan demikian, sekolah maupun PT tak boleh menerima guru dan dosen sembarangan. \u201cSe- suai dengan Undang-Undang (UU) No 14/2005 tentang Guru dan Do- sen, syarat guru boleh mengajar bila sudah berkualifikasi S1. Se- dangkan untuk dosen minimal S2. Rambu-rambu itu mulai kita so- sialisasikan,\u201d katanya.

Saat ini dalam kenyataannya, lanjut dia, masih banyak dosen yang belum berkualifikasi S2. De- mikian pula sekitar 1 juta lebih gu- ru belum berkualifikasi S1. \u201cKa- rena itu, kami terus sekolahkan pa- ra guru dan dosen,\u201d ujar Dodi.

(rendra hanggara)
Depag Siapkan Dual Mode System
Ketua DPR Janji Benahi Mekanisme Penyusunan UU
LAYANI
PENGAWAL
SI/YAZIZIND
RA
hal03(1386)pmilu 10/16/09 10:24 PM Page 5

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Kerin Titin liked this
Irda Nelli liked this
Yohanes Je Pawe liked this
Han Hye Jin liked this
Nor Nabila liked this
Kukuh Kande liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->