Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
93Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Membimbing Anak Hiperaktif

Membimbing Anak Hiperaktif

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 7,926 |Likes:
Published by kpli_kdc

More info:

Published by: kpli_kdc on Oct 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

 
Disediakan oleh
Mohd Faidz Hj Ibrahim
( Moderator Blog Insan Istimewa Permata Hati )
Petikan daripada artikel (http://www.rehobot.online.mht)
08 Apr 2007
Membimbing Anak Hiperaktif 
Erick Taylor dalam bukunya ???Anak Yang Hiperaktif??? mengatakan kata ???hiperaktif dinyatakan untuk menyatakan suatu pola perilaku pada seseorang yangmenunjuk-kan sikap tidak mandiri, tidak menaruh perhatian, dan impulsif (semau gue)Demikian juga James Dobson dalam bukunya “Kendalikan Selagi Mampu” merumuskanpengertian anak hiperaktif (disebut juga hiperkinensis, kelainan kecil pada otak,kelainan impuls, dan sedikitnya ada tiga puluh istilah lainnya) didefinisikan sebagaigerakan yang berlebihan dan tidak terkendali.Dr. Seto Mulyadi dalam bukunya “Mengatasi problem anak sehari-hari“ mengatakanpengertian istilah anak hiperaktif adalah : Hiperaktif menunjukkan adanya suatu polaperilaku yang menetap pada seorang anak. Perilaku ini ditandai dengan sikap tidakmau diam, tidak bisa berkonsentrasi dan bertindak sekehendak hatinya atau impulsif.Sedangkan yang dimaksud dengan hiperaktif adalah suatu pola perilaku padaseseorang yang menunjukkan sikap tidak mau diam, tidak terkendali, tidak menaruhperhatian dan impulsif (bertindak sekehendak hatinya). Anak hiperaktif selalu bergerakdan tidak pernah merasakan asyiknya permainan atau mainan yang disukai oleh anak-anak lain seusia mereka, dikarenakan perhatian mereka suka beralih dari satu fokus kefokus yang lain. Mereka seakan-akan tanpa henti mencari sesuatu yang menarik danmengasikkan namun tidak kunjung datang. Hiperaktif juga mengacu kepadaketiadaannya pengendalian diri, contohnya dalam mengambil keputusan ataukesimpulan tanpa memikirkan akibat-akibat terkena hukuman atau mengalamikecelakaan.Dan perlu diketahui bahwa tingkah laku bukan sekedar suatu pencerminan dari hal-halyang disukai sebagai individu, tetapi juga merupakan akibat dari situasi-situasi yangdialami sendiri. Dan anak-anak tersebut umumnya tidak mengeluhkan kondisi hiperaktif kondisi hiperaktif mereka, tetapi tindakan mereka sering membuat reaksi dari oranglain.Ditinjau dari sudut pandang/perspektif sosiologi, anak merupakan pribadi sosial yangmemerlukan hubungan dan komunikasi dengan orang lain. Untuk memanusiakandirinya, anak ingin juga dicintai, diakui dan dihargai, oleh karena anak yang hiperaktif kurang disukai dalam lingkungan pergaulannya maka perkembangan dan hubungananak tersebut dengan lingkungan sosialnya akan terganggu, sehingga anak tersebut
 
akan bersikap semaunya terhadap lingkungannya, dan tingkah lakunya kurangterkontrol. Demikian halnya dengan masalah mereka di sekolah, anak juga akanmerasa kehilangan dukungan apabila orang tuanya tidak menemaninya di dalam kelas.Oleh karena itulah anak hiperaktif ini sangat memerlukan komunikasi dengan oranglain, baik itu orang tua mereka sendiri.Ditinjau dari sudut pandang psikologi, anak merupakan pribadi sosial dan apabila padaanak yang hiperaktif tersebut mendapat sambutan baik ataupun bimbingan ke arahyang benar maka perkembangan pribadinya akan lebih terarah. Bila anak hiperaktif tersebut tidak mendapatkan sambutan baik atau bimbingan dari keluarga danlingkungannya, maka anak akan menjadi rendah diri, bisa juga rasa egoisnya tinggisekali dan bersifat masa bodoh terhadap keluarga dan lingkungannya, juga keadaan jiwanya sangat labil. Anak hiperaktif ini sangat memerlukan sekali hubungan yang dekatmelalui bimbingan yang baik dan benar, orang tua dan guru tidak seharusnya bersikapacuh tak acuh dan menyerah. Setiap perilaku yang tidak dapat diterima harus dicegahmelalui bimbingan yang terarah kepada anak tersebut. Perlu ada kesabaran untukmembimbing anak seperti itu, walaupun pekerjaan ini harus dilakukan berulang-ulang.2. Latar belakang anak hiperaktif.Anak hiperaktif bisa saja disebabkan dari sikap orang tua yang membesarkan mereka.Kalau orang tua memakai teknik pengurusan yang tidak efektif, tidak konsisten atau dirumah kurang ada disiplin yang semestinya, seringkali anak berperilaku berlebihan.Misalnya, anak dapat menghindari kewajiban dan tanggung jawab yang tidakmenyenangkan atau memperdaya anak lain agar sebagian besar kebutuhan terpenuhi.Anak juga akan mengatur diri sendiri di rumah dan lebih berkuasa dari pada orangtuanyaOrang tua tidak memahami bahwa anak yang mengalami gangguan perkembanganmemerlukan perhatian khusus, sehingga dapat menimbulkan aktivitas-aktivitas yangberlebihan pada diri anak tersebut.Anak hiperaktif dapat juga disebabkan oleh kerusakan pusat syaraf, walaupun jugadapat disebabkan oleh tekanan batin dan kelelahan4 . Tetapi anak hiperaktif itu sendiritidak selamanya disebabkan oleh adanya kerusakan otak.Beberapa pakar memeperkirakan ada kecenderungan kerusakan jaringan otak yangsangat berat (yang disebut celebral palsied) pada saat anak lahir. Dan pasien tidakmemperlihatkan gejala-gejala yang terlihat dalam tiga variabel:(1) Dimana letak kerusakan itu ; (2) Seberapa besar lukanya; dan (3) Seberapa cepatluka di ketahui. Oleh sebab itu mungkin saja ada anak hiperaktif yang menderitagangguan otak yang tidak diketahui pada awal kehidupannya tanpa meninggalkan
 
gejala atau persoalan lainnya. Penjelasan ini hanya bersifat spekulatif dan bahwapengetahuan kedokteran mengenai penyakit ini masih jauh dari sempurna.Kerusakan otak dapat dilihat dari banyak tindakan yang aneh, termasuk gerakan dankegiatan yang kacau yang dilakukan oleh seorang yang hipraktif. Ia tidak mampumenyimpan apa yang ada dalam pikirannya sendiri. Ia berkomat-kamit mengutarakanbuah pikirannya yang paling dalam, sehingga membuat malu dan mengagetkan setiaporang yang berada di dekatnya. Akan tetapi ada satu kesulitan akademis lain yang jugalazim ditemukan antara anak-anak yang hiperaktif, yaitu kesulitan melihat danmemahami. Seorang anak mungkin saja memiliki penglihatan yang betul-betul normal,namun tidak memahami lambang-lambang dan bahan cetakan dengan tepat. Dengankata lain, kedua matanya mungkin saja sempurna tetapi otaknya tidak mengolah tandaitu sebagaimana mestinya.Many Go Setiawani dalam bukunya “Menerobos dunia anak” mengatakan bahwa gejalahiperaktif merupakan akibat dari zat pewarna merah untuk makanan, terlalu banyakmakan gula, kekurangan vitamin. Kebiasaan makan yang salah dapat merusak tubuhdan mudah dihubungkan dengan gejala hiperaktif. Mereka juga sensitif terhadapmakanan tertentu, seperti coklat, jagung, telor ayam, susu kedelai, daging, gula dangandum. Dan secara medis, alergi makanan dapat menyebabkan hiperaktif. Akan tetapialergi makanan ini belum ada bukti yang relevan pada sebagian anak kecil anak-anaktersebut.Anak hiperaktif juga harus dijaga minumannya, semacam es krim, es podeng kecualibila dibuat tanpa bahan pengawet atau pewarna. Vitamin harus diberikan kepada anakhiperaktif seperti vitamin A, B kompleksFaktor-faktor yang menyebabkan anak menjadi hiperaktif.Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak menjadi hiperaktif antara lain:a. Pemanjaan.Pemanjaan dapat juga disamakan dengan memperlakukan anak terlalu manis,membujuk-bujuk makan, membiarkan saja, dan sebagainya. Anak yang terlalu dimanjaitu sering memilih caranya sendiri agar terpenuhi kebutuhannya. Ia akan memperdayaorangtuanya untuk memperoleh apa yang diinginkannya. Serta kurangnya disiplin yangdiberikan oleh orangtua kepada anak tersebut. Cara seperti itulah yang akan membuatanak untuk berbuat sekehendak hatinya.Anak yang dimanja biasanya pengarahan yang diberikan kepadanya berkurang. Dankalau disekolahkan ia akan memilih berjalan-jalan dan berdiri dari pada mendengarkan

Activity (93)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Crystal Lee liked this
Shyle Yen liked this
Shyle Yen liked this
Rashidah Mat liked this
Bly Bit liked this
Bly Bit liked this
Liew Siaw Ting liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->