Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
48Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
uu nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah [dengan penjelasan]

uu nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah [dengan penjelasan]

Ratings: (0)|Views: 8,231 |Likes:
Published by yahyapandega

More info:

Published by: yahyapandega on Oct 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2013

pdf

text

original

 
 
139
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 32 TAHUN 2004TENTANGPEMERINTAHAN DAERAHDENGAN RAHMATTUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PENJELASANATASUNDANG-UNDANGREPUBLIK INDONESIANOMOR 32 TAHUN 2004TENTANGPEMERINTAHAN DAERAH
 
Menimbang :a. bahwa dalam rangka penyelenggaraanpemerintahan daerah sesuai denganamanat Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945,pemerintahan daerah, yang mengaturdan mengurus sendiri urusanpemerintahan menurut asas otonomi dantugas pembantuan, diarahkan untukmempercepat terwujudnya kesejahteraanmasyarakat melalui peningkatan,pelayanan, pemberdayaan, dan peranserta masyarakat, serta peningkatandaya saing daerah denganmemperhatikan prinsip demokrasi,pemerataan, keadilan, keistimewaan dankekhususan suatu daerah dalam sistemNegara Kesatuan Republik Indonesia;b. bahwa efisiensi dan efektivitaspenyelenggaraan pemerintahan daerahperlu ditingkatkan dengan lebihmemperhatikan aspek-aspek hubunganantarsusunan pemerintahan danantarpemerintahan daerah, potensi dankeanekaragaman daerah, peluang dantantangan persaingan global denganmemberikan kewenangan yang seluas-luasnya kepada daerah disertai denganpemberian hak dan kewajibanmenyelenggarakan otonomi daerah dalamkesatuan sistem penyelenggaraanpemerintahan negara;c. bahwa Undang-Undang Nomor 22 Tahun1999 tentang Pemerintahan Daerah tidaksesuai dengan perkembangan keadaan,ketatanegaraan, dan tuntutanpenyelenggaraan otonomi daerahsehingga perlu diganti;
I. PENJELASAN UMUM
 1.
Dasar Pemikiran
 a. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara RepublikIndonesia Tahun 1945,pemerintah daerah berwenanguntuk mengatur dan mengurussendiri urusan pemerintahanmenurut asas otonomi dan tugaspembantuan. Pemberian otonomiluas kepada daerah diarahkanuntuk mempercepat terwujudnyakesejahteraan masyarakatmelalui peningkatan pelayanan,pemberdayaan dan peran sertamasyarakat. Disamping itumelalui otonomi luas, daerahdiharapkan mampu meningkat-kan daya saing dengan memper-hatikan prinsip demokrasi,pemerataan, keadilan, keistime-waan dan kekhususan sertapotensi dan keanekaragamandaerah dalam sistem NegaraKesatuan Republik Indonesia.Pemerintahan daerah dalamrangka meningkatkan efisiensidan efektivitas penyelenggaraanotonomi daerah, perlu memper-hatikan hubungan antarsusunanpemerintahan dan antarpemerintahan daerah, potensidan keanekaragaman daerah.Aspek hubungan wewenangmemperhatikan kekhususan dankeragaman daerah dalam sistemNegara Kesatuan RepublikIndonesia. Aspek hubungankeuangan, pelayanan umum,pemanfaatan sumber daya alamdan sumber daya lainnyadilaksanakan secara adil danselaras. Disamping itu, perludiperhatikan pula peluang dantantangan dalam persainganglobal dengan memanfaatkanperkembangan ilmu pengetahuan
 
 
140
d. bahwa berdasarkan pertimbangan padahuruf a, huruf b, dan huruf c perluditetapkan Undang-Undang tentangPemerintahan Daerah;Mengingat :1. Pasal 1, Pasal 4, Pasal 5, Pasal 18, Pasal18A, Pasal 18B, Pasal 20, Pasal 21, Pasal22D , Pasal 23E ayat (2), Pasal 24A ayat(1), Pasal 31 ayat (4), Pasal 33, danPasal 34 Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945;2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999tentang Penyelenggara Negara yangBersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi,dan Nepotisme (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 1999 Nomor75, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 3851);3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003tentang Keuangan Negara (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2003Nomor 47, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4286);4. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003tentang Susunan dan Kedudukan MajelisPermusyawaratan Rakyat, DewanPerwakilan Rakyat, Dewan PerwakilanDaerah, dan Dewan Perwakilan RakyatDaerah (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2003 Nomor 92,Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4310);5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004tentang Perbendaharaan Negara(Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2004 Nomor 5, TambahanLembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4355);6. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004tentang Pembentukan PeraturanPerundang-undangan (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2004 Nomor53, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4389);
dan teknologi. Agar mampumenjalankan perannya tersebut,daerah diberikan kewenanganyang seluas-luasnya disertaidengan pemberian hak dankewajiban menyelenggarakanotonomi daerah dalam kesatuansistem penyelenggaraanpemerintahan negara.Perubahan Undang-UndangNomor 22 Tahun 1999, disampingkarena adanya perubahanUndang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945, juga memperhatikan beberapaKetetapan MPR dan KeputusanMPR, seperti; Ketetapan MajelisPermusyawaratan Rakyat Repu-blik Indonesia Nomor IV/MPR/2000 tentang RekomendasiKebijakan Dalam Penyelenggara-an Otonomi Daerah; danKetetapan Majelis Permusyawa-ratan Rakyat Republik IndonesiaNomor VI/MPR/2002 tentangRekomendasi Atas LaporanPelaksanaan Putusan MajelisPermusyawaratan Rakyat Repu-blik Indonesia oleh Presiden,DPA, DPR, BPK, dan MA padasidang tahunan Majelis Permus-yawaratan Rakyat RepublikIndonesia tahun 2002 danKeputusan Majelis Permusyawa-ratan Rakyat Republik IndonesiaNomor 5/MPR/2003 tentangPenugasan Kepada MPR-RI UntukMenyampaikan Saran AtasLaporan Pelaksanaan KeputusanMPR-RI oleh Presiden, DPR, BPK,dan MA pada Sidang TahunanMPR-RI Tahun 2003.Dalam melakukan perubahanundang-undang, diperhatikanberbagai undang-undang yangterkait di bidang politikdiantaranya Undang-UndangNomor 12 Tahun 2003 tentangPemilihan Umum Anggota DewanPerwakilan Rakyat, DewanPerwakilan Daerah, dan DewanPerwakilan Rakyat Daerah;Undang-Undang Nomor 22 Tahun2003 tentang Susunan danKedudukan Majelis Permusyawa-ratan Rakyat, Dewan PerwakilanRakyat, Dewan PerwakilanDaerah, dan Dewan PerwakilanRakyat Daerah; Undang-UndangNomor 23 Tahun 2003 tentangPemilihan Presiden dan Wakil
 
 
141
7. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004tentang Pemeriksaan Pengelolaan danTanggung Jawab Keuangan Negara(Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2004 Nomor 66, TambahanLembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4400);
Dengan Persetujuan BersamaDEWAN PERWAKILAN RAKYATREPUBLIK INDONESIAdanPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
 MEMUTUSKAN:Menetapkan :
UNDANG-UNDANG TENTANG PEMERINTA-HAN DAERAH.
 
Presiden. Selain itu jugadiperhatikan undang-undangyang terkait di bidang keuangannegara, yaitu Undang-UndangNomor 17 Tahun 2003 tentangKeuangan Negara, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004tentang Perbendaharaan Negara,dan Undang-Undang Nomor 15Tahun 2004 tentang PemeriksaanAtas Pengelolaan dan Pertang-gung jawaban Keuangan Negara.b. Prinsip otonomi daerahmenggunakan prinsip otonomiseluas-luasnya dalam arti daerahdiberikan kewenangan mengurusdan mengatur semua urusanpemerintahan di luar yangmenjadi urusan Pemerintah yangditetapkan dalam Undang-Undang ini. Daerah memilikikewenangan membuat kebijakandaerah untuk memberi pelaya-nan, peningkatan peranserta,prakarsa, dan pemberdayaanmasyarakat yang bertujuan padapeningkatan kesejahteraanrakyat.Sejalan dengan prinsip tersebutdilaksanakan pula prinsip otonomiyang nyata dan bertanggung jawab. Prinsip otonomi nyata adalah suatu prinsip bahwa untukmenangani urusan pemerintahandilaksanakan berdasarkan tugas,wewenang, dan kewajiban yangsenyatanya telah ada danberpotensi untuk tumbuh, hidupdan berkembang sesuai denganpotensi dan kekhasan daerah.Dengan demikian isi dan jenisotonomi bagi setiap daerah tidakselalu sama dengan daerahlainnya. Adapun yang dimaksuddengan otonomi yang bertang-gung jawab adalah otonomi yangdalam penyelenggaraannya harusbenar-benar sejalan dengantujuan dan maksud pemberianotonomi, yang pada dasarnyauntuk memberdayakan daerahtermasuk meningkatkan kesejah-teraan rakyat yang merupakanbagian utama dari tujuannasional.Seiring dengan prinsip itupenyelenggaraan otonomi daerahharus selalu berorientasi padapeningkatan kesejahteraan mas-yarakat dengan selalu memper-hatikan kepentingan dan aspirasi

Activity (48)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Eka Satriani liked this
Laila Hayati liked this
Arif Gunawan liked this
dek_1 liked this
Sri Nax Pmr liked this
tyaBAC liked this
Duren Mantap liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->