140
d. bahwa berdasarkan pertimbangan padahuruf a, huruf b, dan huruf c perluditetapkan Undang-Undang tentangPemerintahan Daerah;Mengingat :1. Pasal 1, Pasal 4, Pasal 5, Pasal 18, Pasal18A, Pasal 18B, Pasal 20, Pasal 21, Pasal22D , Pasal 23E ayat (2), Pasal 24A ayat(1), Pasal 31 ayat (4), Pasal 33, danPasal 34 Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945;2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999tentang Penyelenggara Negara yangBersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi,dan Nepotisme (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 1999 Nomor75, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 3851);3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003tentang Keuangan Negara (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2003Nomor 47, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4286);4. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003tentang Susunan dan Kedudukan MajelisPermusyawaratan Rakyat, DewanPerwakilan Rakyat, Dewan PerwakilanDaerah, dan Dewan Perwakilan RakyatDaerah (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2003 Nomor 92,Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4310);5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004tentang Perbendaharaan Negara(Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2004 Nomor 5, TambahanLembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4355);6. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004tentang Pembentukan PeraturanPerundang-undangan (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2004 Nomor53, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4389);
dan teknologi. Agar mampumenjalankan perannya tersebut,daerah diberikan kewenanganyang seluas-luasnya disertaidengan pemberian hak dankewajiban menyelenggarakanotonomi daerah dalam kesatuansistem penyelenggaraanpemerintahan negara.Perubahan Undang-UndangNomor 22 Tahun 1999, disampingkarena adanya perubahanUndang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945, juga memperhatikan beberapaKetetapan MPR dan KeputusanMPR, seperti; Ketetapan MajelisPermusyawaratan Rakyat Repu-blik Indonesia Nomor IV/MPR/2000 tentang RekomendasiKebijakan Dalam Penyelenggara-an Otonomi Daerah; danKetetapan Majelis Permusyawa-ratan Rakyat Republik IndonesiaNomor VI/MPR/2002 tentangRekomendasi Atas LaporanPelaksanaan Putusan MajelisPermusyawaratan Rakyat Repu-blik Indonesia oleh Presiden,DPA, DPR, BPK, dan MA padasidang tahunan Majelis Permus-yawaratan Rakyat RepublikIndonesia tahun 2002 danKeputusan Majelis Permusyawa-ratan Rakyat Republik IndonesiaNomor 5/MPR/2003 tentangPenugasan Kepada MPR-RI UntukMenyampaikan Saran AtasLaporan Pelaksanaan KeputusanMPR-RI oleh Presiden, DPR, BPK,dan MA pada Sidang TahunanMPR-RI Tahun 2003.Dalam melakukan perubahanundang-undang, diperhatikanberbagai undang-undang yangterkait di bidang politikdiantaranya Undang-UndangNomor 12 Tahun 2003 tentangPemilihan Umum Anggota DewanPerwakilan Rakyat, DewanPerwakilan Daerah, dan DewanPerwakilan Rakyat Daerah;Undang-Undang Nomor 22 Tahun2003 tentang Susunan danKedudukan Majelis Permusyawa-ratan Rakyat, Dewan PerwakilanRakyat, Dewan PerwakilanDaerah, dan Dewan PerwakilanRakyat Daerah; Undang-UndangNomor 23 Tahun 2003 tentangPemilihan Presiden dan Wakil