Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
1001 Cara Caleg yang Berujung pada satu kata “GILA”

1001 Cara Caleg yang Berujung pada satu kata “GILA”

Ratings: (0)|Views: 0 |Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Mar 17, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2014

pdf

text

original

 
17/3/20141001 Cara Caleg yang Berujung pada satu kata GILA| Al-Khilafah.orghttp://www.al-khilafah.org/2014/03/1001-cara-caleg-yang-berujung-pada-satu-kata-gila.html1/2
1001 Cara Caleg yang Berujung pada satu kata “GILA”
Posted by Admin on 3/17/2014 10:33:00 AM in Headline, Opini, Pemilu | 0 komentar 
Oleh : Tresna Mustikasari, Fisika Unpad
Tahun 2014 dikenal dengan ‘tahun politik’ Indonesia. Tepatnyatanggal 9 April 2014 masyarakat seluruh Indonesia akanmerayakan ‘pesta rakyat’. Entah mengapa pemilhan umumdiistilahkan dengan ‘pesta rakyat’, apa mungkin di saat-saatdemikian masyarakat acap kali terkena ‘serangan fajar’?Sebungkus amplop (atau tanpa amplop) hilir mudik mencaripenambah suara.Sungguh cerdik memang calon-calon ‘pemimpin’ bangsa ini.Seribu satu cara dilakukan untuk memperoleh tampukkekuasaan. Baliho-baliho dan spanduk-spanduk calegberbagai partai terlihat terpampang di sepanjang jalan. Iklan-iklan kampanye terus bermunculan di layar TV. Bendera-bendera berkibaran tiada henti. Kaos-kaos simpatisan terusmenerus dicetak sebagai bekal kampanye keliling-kelilingdaerah pemilihan. Stiker-stiker berwarna-warni terlihatmenghiasi angkot, warung dan jendela rumah warga. Gantungan kunci mereka tergantung terutama di tas kalanganpemuda. Tak mau kalah, beragam ukuran pin terpajang di baju-baju atau kerudung para simpatisan. Selain itu, artis-artiskini mulai ramai dipinang demi mendulang banyak suara. Hampir semua parpol yang ada terdapat caleg artis di dalamnya,mulai dari yang muda sampai yang tua.Tak cukup dengan itu cara caleg untuk mewujudkan ambisinya menjadi penguasa bahkan membuat dia bak orang takberpendidikan. Cara-cara tidak rasional kini juga ditempuh. Tempat-tempat keramat dan ‘orang pintar’ ramai dikunjungi.Mulai dari caleg biasa saja sampai yang punya harta. Padahal, para dukun mematok tarif yang tak kecil, yaitu berkisar antar a ratusan juta sampai milyaran juta. Melihat kondisi persaingan yang ketat serta pengorbanan, atau lebih tepatnyamodal awal yang sangat besar itu, maka wajar jika pada akhirnya pasca pemilu usai banyak caleg-caleg yang stress danbahkan menjadi gila.Pileg 2009 lalu, pihak Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor menerima sebanyak 10 orang calon legislatif yangmengalami ganguan kejiwaan karena tidak lolos atau terpilih menjadi anggota dewan. Tahun ini, manajemen RSMM telahmenyiapkan 10 kamar VIP dan 15 dokter Psikiater, yang diperuntukan bagi para calon anggota legislatif yang mengalamigangguan jiwa yang gagal atau tidak terpilih dalam dalam Pemilihan Legislatif 2014. Lebih lengkapnya rumah sakit menyediakan 450 tempat tidur khusus pasien yang mengalami ganguan jiwa, dan 20 dokter umum serta 15 dokter spesialis. Senada dengan RSMM, Rumah Sakit Umum Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara dan 49 Pusat KesehatanMasyarakat (Puskesmas) yang ada di Kabupaten Jember, Jawa Timur pun siap menampung caleg yang stres atau depresiakibat Pemilu 2014 mendatang. Tak mau kalah, sebuah pondok pesantren di Grobogan, Jawa Tengah sengajamempersiapkan kamar khusus yang diperuntukkan bagi para caleg yang kelak mengalami depresi atau stres akibat gagaldalam pencalonan.Jika kita telisik lebih jauh, ternyata fenomena ‘
caleg gila
’ ini adalah permasalahan yang sistemik. Mengapa? Karena,fenomena ini terus berlangsung seiring dengan siklus pemilu yang ada. Tidak hanya di satu daerah tertentu saja, tapi

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->