Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tugas Drama

Tugas Drama

Ratings: (0)|Views: 1,589|Likes:
Published by t0gh4

More info:

Published by: t0gh4 on Oct 19, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/06/2012

pdf

text

original

 
 Nama: Edhita Prasatya Pana PM NIM: 08/268081/SA/14445
Analisa Plot
 Sekali Peristiwa di Banten Selatan
Karya Pramoedya A. Toer
A.
 
Plot
 Babak I 
Di kisahkan 2 orang sedang berbincang-bincang tentang keadaan sosial-politik yang terjadidi Banten Selatan. Kedua orang itu bernama
Yang Pertama
dan
Yang Kedua
. Setelah mereka lelahdan mulai takut membicarakan keadaan yang sangat rawan itu, mereka beranjak melanjutkan perjalanan. Di situ terlihat seorang tokoh bernama Ranta yang menjadi pemeran utama. Dia berjalan pulang setelah lelah pergi bekerja seharian di sawah. Dari dalam rumah, Ireng istrinya keluar menyambut suaminya.Tidak berapa lama datang Juragan Musa. Segera mereka berdua masuk ke dalam rumah danmengunci pintu rumah mereka. Juragan Musa mulai menggedor pintu rumah dan memanggil-manggil Ranta. Ireng keluar dan berkata bahwa Ranta sedang tidak ada di rumah. Dengan marahkarena tahu dibohongi, Juragan Musa berpesan jika ranta masih mau hidup, di harus datang kekebunnya untuk mencuri bibit karet. Juragan Musa pun berlalu.Dengan perasaan gundah dan tak rela, Ireng mencegah suaminya untuk pergi karenaterdesak masalah keunangan, akhirnya Ranta memutuskan untuk pergi mencuri bibit karet. Tidak  berapa lama setelah Ranta pergi, Yang Pertama dan Yang Kedua datang. Mereka sedang mencaritempat untuk menginap. Karena ketika dipanggil-panggil dari dalam rumah Ranta tidak ada jawaban, mereka memutuskan untuk tidur di teras rumah.Ketika Ireng keluar untuk menunggu suaminya, ia tertegun karena didapatinya ada duaorang tertidur di teras rumahnya. Kedua orang itupun kaget, mereka menjelaskan bahwa merekaingin menjual ketela tapi truknya terlanjur dibakar DI (Darul Islam). Untuk menyenangkan hatiIreng, Yang Pertama menawarkan ketelanya. Melihat Ireng mulai berseri-seri, merekamemberanikan diri untuk meminta air panas. Ireng pun membawa masuk ketela tersebut untuk dimasak dan membuatkan pesanan kedua orang itu.Saat Ireng hendak keluar sambil membawa nampan, Ranta datang dengan tubuh lunglai.Sontak Ireng berteriak dan mengagetkan kedua orang itu yang segera memapah Ranta ke dipan.Ranta menjelaskan kalau dia dicurangi Juragan Musa. Ketika dia disuruh mengambil bibit karet, diamenurut. Tapi ketika dia mulai meminta bayaran, giliran Juragan Musa dan antek-anteknya yangnaik pitam. Dihajarnya ia hingga luka-luka bekas bacokan terlihat masih segar. Yang pertamamenimpali kejadian itu sebagai akal bulus Juragan Musa. Juragan Musa mencuri dari miliknyasendiri agar tidak usah membayar pajak yang diberikan pemerintah. Yang kedua pun menimpali bahwa dia mendengar bahwa Juragan Musa adalah antek DI. Maka dari itu dia tidak pernah kena jarah dari DI.Ranta yang pernah bersekolah tak begitu lama pun menanggapi pernyataan-pernyataantersebut. Yang kedua dan Yang Pertama kagum padanya karena dia termasuk golongan yanglumayan terpelajar. Yang Kedua pun pamit pergi untuk memanggil kawannya, Yang Pertama masihtinggal untuk menemani Ranta dan Ireng.Tiba-tiba Yang Pertama memberitahu jika Juragan Musa datang. Ranta memanas, dia sudahtidak ingin takut lagi. Dia ingin melawan. Ketika hentakan Juragan Musa dilontarkan, Rantamembalasnya dengan lebih lantang. Sehingga gemetar Juragan Musa, dan dia pun lari terbirit-birittanpa menghiraukan tongkat dan tasnya yang terjatuh di halaman rumah Ranta. Ranta yang sudahmelai reda amarahnya karena ditenangkan Ireng dan Yang Pertama, mulai bisa berpikir jernih danmulai mengamati tas tersebut beserta tongkatnya.
 
Ketika sedang sibuk mencoba untuk mengambil tas itu, Yang Kedua datang dengan YangKetiga, Yang Ketiga ternyata adalah saksi kebejatan Juragan Musa. Setiap rabu malam dia melihatJuragan Musa rapat dengan pihak DI. Dia pun mengusulkan tas beserta tongkat itu dibawa ke Pak Komandan sebagai barang bukti. Dan dia juga mengatakan jangan isi tas itu dilihat karena bisamerusak keabsahan barang bukti. Dan akhirnya mereka berlima pun pergi meninggalkan rumahRanta untuk pergi melapor kepada Pak Komandan.Belum lama setelah mereka pergi, datang sekelompok pemuda-pemuda berbadan besar membawa parang dan obor. Setelah tahu bahwa ranta beserta tas Juragan Musa telah hilang, merekamengobrak-abrik dan membakar rumah Ranta.
 Babak II Istri Juragan Musa kebingungan mencari Juragan Musa, dia sudah memerintahkan pembantunya untuk mencari tapi belum ada kabarnya. Tiba-tiba Juragan Musa masuk dengan panik. Istrinya pun dia tampar di tempat. Juragan Musa yang berang pun memanggil anak buahnya untuk mencarikan tasnya dan membunuh Ranta. Betapa kaget istrinya, betapa suaminya yang selama ini dikenalnya berubah 180 derajat. Mereka mulai adu mulut lagi hingga akhrnya istri Juragan Musa di tampar hingga jatuh ke lantai. Tiba-tiba komandan beserta anak buahnya dan Ranta masuk menggrebek Juragan Musa dan menanyai soal kepemilikan tas dan tongkat tersebut. Juragan Musa tetap berkilah, dan istrinya pun diam seribu bahasa. Terdengar suara langkahderap banyak langkah kaki. Pak Komandan dan pasukannya beserta ranta sembunyi di dalamrumah. Pak Komandan sudah mewanti-wanti agar Juragan Musa tetap berlaku seperti biasa. Anak buah Juragan Musa pun laporan. Mereka berkata tentang tas dan rumah Ranta yang  sudah di hancurkan. Juragan Musa sontak meledak emosinya. Pak komandan beserta pasukan segera keluar dan menangkap Juragan Musa beserta anak buahnya. Babak III Setelah kejadian tersebut, Ranta pun diangkat menjadi Lurah. Istri Juragan Musa masihtetap tinggal di rumah itu bersama keluarga Ranta. Setelah terjadi suasana damai yang sebentar,terdengar kabar bahwa gerombolan Oneng (sejenis begal atau kecu) akan datang menyerbu desa. Ranta pun mengumpulkan warga dan merembug untuk mengatasi masalah ini. Akhirnyadidapatkan kesepakatan bahwa mereka akan mempertahankan desa. Tapi masalah masihbertambah dengan perginya istri Juragan Musa untuk menuju kota serta keinginan Yang Pertamauntuk pergi ke Jakarta. Meskipun dihalangi, Yang Pertama tetap nekat untuk pergi ke Jakarta.Sedangkan Istri Juragan Musa pada saat-saat terakhir berhasil diamankan dari pertempuran. Akibatnya terjadi pertempuran berhari-hari, hingga istri Juragan Musa terkena shock danberbicara meracau. Tapi mereka akhirnya berhasil mengatasi masalah tersebut. Babak IV 
Suasana gotong royong terlihat kala pembangunan Sekolah Rakyat di desa Lurah Ranta.Mereka bekerja bersama-sama untuk membangun desa mereka agar lebih maju. Setelah lelah kerjaseharian, Lurah Ranta lantas mengajak warganya untuk berbincang-bincang. Merekamembincangkan tentang pembangunan ke depan desa mereka dan ingin mencoba cara-cara yangmodern.Tiba-tiba
Yang Pertama
datang. Ia terlihat pincang dan telah kehilangan salah satutangannya. Dia meminta maaf pada Lurah Ranta karena tidak mematuhi nasihatnya. Pak Komandanyang kebetulan sedang inspeksi pun ikut hanyut dalam obrolan bersama warga. Mereka mulaimenyusun rencana desa mereka ke depannya.
 
B. AnalisaUntuk menganalisa drama ini, saya menggunakan teori dari
Gsutav Freytag 
(1816-1895). Teori Freytag memiliki 7 lapisan yaitu
exposition, complication, climax, resolution,conclution, catasrophe
dan
denouement.
 
 Exposition :Pada teks drama ini, pengenalan tentang suasana lebih didahulukan. Penjelasan tentang masing-masing tokoh seperti Ranta, Ireng dan lainnyamuncul dengan sendirinya. Lapis ini bermula dari kedua orang yang berbincang hingga Ireng akan membawa pesanan kedua orang itu.Complication : Terjadi kekisruhan dengan Ranta pulang beserta luka-luka yang terbilang  parah, kemelut Ranta dengan Juragan Musa, tertinggalnya tas beserta tongkat  Juragan Musa, perginya Ranta beserta kawan dan istrinya untuk melaporkan barang tersebut, hingga percekcokan Juragan Musa dengan istrinya. Jalinan kejadian yang ada menambah rumit permasalahan yang terbentuk.Climax :Klimaks muncul ketika Pak Komandan dan Ranta menggrebe Juragan Musa. Puncak dari semua permasalahan menjadi satu dan diselesaikanhingga kedatangan anak buah Juragan Musa yang ditugasi mencari tas dan tongkatnya. Di sini sudah mulai memanas dan tinggal menunggu konklusi.Resolution :Motif-motif yang ada mulai terlihat jelas, Juragan Musa ternyata member pengakuan palsu. Anak buahnyalah yang tanpa sengaja membocorkan informasi tersebut. Terbongkarlah apa-apa yang selama ini ditutup-tutupi.Conclusion :Setelah motif-motif yang ada jelas, Juragan Musa beserta anak buahnya pun di tangkap oleh Pak Komandan untuk mendapatkan ganjaran yang setimpal. Serta sebagai ganti atas jasanya, oleh warga Ranta diangkat menjadi Lurah di desatersebut.Catasrophe :Tidak hanya selesai sampai di sana. Ranta masih harus mengalamberbagai masalah seperti serangan gerombolan Oneng, istri Juragan Musa yang ingin pergi, pengumpulan warga untuk mempertahankan desa, hingga Yang Pertamaingin pergi ke jakarta. Hingga akhirnya Ranta beserta warganya harus berperang 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->