Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Wajibnya Bersama Jamaah Kaum Muslim Ketika Terjadinya Fitnah

Wajibnya Bersama Jamaah Kaum Muslim Ketika Terjadinya Fitnah

Ratings: (0)|Views: 0 |Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Mar 18, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2014

pdf

text

original

 
18/3/2014Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Wajibnya Bersama Jamaah Kaum Muslim Ketika Terjadinya Fitnahhttp://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/03/18/wajibnya-bersama-jamaah-kaum-muslim-ketika-terjadinya-fitnah/1/2
Wajibnya Bersama Jamaah Kaum Muslim KetikaTerjadinya Fitnah
March 18th, 2014 by kafi
Dalam
Shahih al-Imam Muslim fi Syarhi an-Nawaw
 terdapat bab tentang “wajibnya bersama jamaah kaum muslim ketika terjadinya fitnah,
wujubu mulazimati jama’atil muslimin ‘indadzuhuril fitan
”.Telah memberitahu kami Ubaidillah bin Mu’adz al-Anbari. Telah memberitahu kami Ashim, yaituIbnu Muhammad bin Zaid, dari Zaid bin Muhammad, dari Nafi’ yang mengatakan, bahwa Abdullah bin Umar datang kepada Abdullah bin Muthi’, ketika terjadi siksaan pedih di zamanYazid bin Muawiyah. Abdullah bin Muthi’ berkata: “Berikan pada Abu Abdur Rahman bantal.” Abdullah bin Umar berkata: “Aku datang kepadamu tidak untuk duduk, namun aku datangkepadamu untuk memberitahu kamu hadits, yang aku dengar dari Rasulullah saw, dimanaBeliau bersabda:
 ﺔﱠﯾِِھﺎَﺟ
 
ﺔَﺗﯾِﻣ
 
َتﺎَﻣ
 
ﺔَﻌْﯾَ
 
ِﮫِُﻧُﻋ
 
ﻲِﻓ
 
َسْﯾََو
 
َتﺎَﻣ
 
ْنَﻣَو
 
ُﮫَ
 
َﺔﱠﺟُﺣ
 
َﻻ
 
ِﺔَﻣﺎَِْا
 
َمْوَ
 
َﱠ
ا
 
َﻲِَ
 
ٍﺔَﻋﺎَط
 
ْنِﻣ
 
ا دَ
 
َﻊََﺧ
 
ْنَﻣ
Barangsiapa yang melepas tangan dari ketaatan, maka ia akan bertemu Allah pada hari kiamat tanpa memiiki hujjah. Dan barangsiapa yang mati sementara di pundaknya belumada baiat, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah (berdosa).
” (
HR Muslim
).Sabda Rasulullah saw: “
Barangsiapa yang melepas tangan dari ketaatan, maka ia akanbertemu Allah pada hari kiamat tanpa memiliki hujjah.
” Artinya ia tidak punya hujjah atau dalihtentang perbuatannya, dan ia tidak memiliki alasan yang bermanfaat untuk dirinya.Waspadalah, waspadalah …. ! Saat ini umat hidup tanpa seorang Imam (Khalifah), tanpa al-Qur’an yang diterapkan di tengah-tengah mereka, dan tanpa kehidupan yang sesuai syariahIslam. Padahal Allah SWT membedakan umat ini dari umat-umat yang lainnya, bahwa Allahmewajibkan umat ini agar hidup sesuai dengan metode yang diturunkan Allah, dan dicontohkanoleh Rasul-Nya. Sehingga tidak ada artinya keberadaan umat ini tanpa penerapan al-Qur’an. Allah SWT berfirman: “
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supayamereka mengabdi kepada-Ku.
” (
TQS. Adz-Dzariyat [51] : 56
).Dengan demikian, hikmah dari penciptaan ini adalah untuk beribadah. Hanya saja kami saat inihidup sangat jauh dari apa yang diinginkan Allah, bahkan kita hidup dalam kondisi yangdimurkai Allah. Bagaimana tidak, umat sekarang hidup tanpa baiat pada Imam (Khalifah) yangdidengar dan ditaati perintahnya. Padahal Rasulullah saw telah memperingatkan denganperingatan yang keras terkait tidak adanya Imam (Khalifah) dan tidak adanya baiat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->