The author has disabled downloads on this document.
Are you interested in downloading Masa Depan Ideologi? You can easily send the publisher a message on Scribd.
by Kasenda
Kutipan di atas berasal dari sebuah artikel dalam jurnal The National Interest yang berjudul “The End of History“ yang terbit pada musim panas tahun 1989. Artikel yang ditulis seorang pejabat Departemen Luas Negeri AS ini dipandang sensasional dan mengundang banyak perdebatan dari dunia intelektual. Artikelnya itu kemudian diperluas menjadi sebuah buku yang menguraikan ide-idenya secara lebih rinci; buku itu berjudul The End of History and Last Man (1992), di mana kesimpulannya sedikit lebih bersifat sementara, sekalipun tesis kandungannya pada dasarnya tetap sama.
Dalam artikel itu Francis Fukuyama berpendapat bahwa sebuah konsensus luar biasa berkenan dengan legitimasi demokrasi liberal sebagai suatu sistem pemerintahan telah muncul di seluruh dunia selama beberapa tahun terakhir, setelah ia menaklukan ideologi-ideologi pesaingannya seperti monarki turun-temurun, fasisme dan baru-baru ini komunisme. Lebih dari itu, Fukuyama berpendapat bahwa demokrasi liberal mungkin merupakan “titik akhir dari evolusi ideologis umat manusia“, dan “bentuk final pemerintahan manusia.” sehingga ia bisa disebut sebagai “akhir sejarah“. Sementara bentuk-bentuk pemerintahan yang paling awal pada umumnya ditandai dengan pelbagai kerusakan parah dan irasionalitas-irasionalit as yang menyebabkan runtuhnya jenis-jenis pemerintahan itu sekarang,sebaliknya demokrasi liberal dianggap bebas dari pelbagai kontradiksi internal yang fundamental seperti ini. Ini tidak berarti bahwa sekarang demokrasi tidak berubah, seperti Amerika Serikat, Perancis, atau Swis, bukan tanpa masalah ketidakadilan atau permasalahan-permasalahan sosial yang serius. Namun, permasalahan-permasalahan itu merupakan implementasi yang tidak lengkap dari kebebasan dan persamaan di mana demokrasi dibangun, bukan karena kekurangan-kekurangan dalam prinsip-prinsip itu sendiri. Sementara beberapa negara masa kini kemungkinan gagal untuk mencapai demokrasi liberal yang stabil, dan yang lainnya mungkin menyimpang pada bentuk yang yang lain, bentuk-bentuk kekuasaan yang lebih primitif seperti teokrasi atau ketidaktaktoran militer, di mana cita-cita demokrasi liberal tidak bisa berkembang di dalamnya. (Fukuyama, 2001: 2—3)
Semua ide tentang akhir sejarah berasal dari Hegel. G.W.F. Hegel percaya bahwa sejarah manusia berjalan melalui serangkaian tahap atau peradaban yang pasti, di mana masing-masing tahap/peradaban mengembangkan konflik internalnya atau “kontradiksi”-nya tersendiri. Kontradiksi ini hanya dapat diselesaikan dengan beralih pada sebuah peradaban yang baru dan lebih maju, yang akhirnya akan mengalami konflik pula dan seterusnya. Sejarah “berakhir“ ketika telah tercapai sebentuk masyarakat di mana semua konflik berhasil dipecahkan. Saat itulah umat manusia menemukan bentuk masyarakat yang sesuai dengan sifat dasarnya. Hegel percaya bahwa sejarah mencapai puncaknya dalam sebuah momen yang absolut—sebuah momen yang memenangkan bentuk final masyarakat dan negara yang rasional.
Ketika hal ini terjadi, sejarah memang tidak akan berakhir. Artinya, masih akan munculnya peristiwa dan prestasi (atau kejahatan) besar yang pantas dicatat. Apa yang berakhir/berhenti adalah proses evolusi sosial dan politik serta konflik ide yang digerakkan oleh proses ini.
Fukuyama mengklaim bahwa Hegel mengakui (sebenarnya tidak) demokrasi liberal sebagai bentuk masyarakat terakhir setelah Revolusi Perancis. Dibutuhkan waktu duaratus tahun untuk diakuinya pandangan Hegel ini secara universal. Demokrasi liberal harus menghadapi serangkaian saingan. Dengan memenangkan Perang Dunia Kedua. demokrasi liberal berhasil mengalahkan tantangan Fasisme, sementara berakhirnya Perang Dingin menanandai kekalahan komunisme. Dengan keadaan ini, tidak ada lagi tantangan serius pada demokrasi liberal kapitalis modern. Ada fundamentalisme agama dan nasionalisme, tetapi Fukuyama menegaskan bahwa kedua hal ini bukan merupakan alternatif yang mencukupi. (Ian Adans, 2004: 462 – 464)
Negara Kuat (Kanan) dan K
52 Pages
Date Added |
10/19/2009 |
Category |
|
Tags |
|
Groups |
|
Copyright |
|
More info » |
|