• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Pidato (Alm) Syaikh Ahmad Deedat tentangIran
Pidato ini disampaikan oleh Almarhum Syaikh Ahmad Deedat yg telah melakukanperjalanannya ke Republik Islam Iran pada tanggal 3 Maret 1982. Ahmad Deedat, ulamaAhlus Sunnah asal Afrika Selatan. Kristolog terbesar abad ini. Sang Legendaris. Oratortak terkalahkan. Berbicara mengenai relasi sunni-syiah didepan masyarakat AfrikaSelatan.Pada saat Deedat berkunjung ke Iran, Iran baru menjalani peperangan 6 bulan lebihmelawan Irak, sebuah peperangan panjang hampir 8 tahun. Irak -dengan dukunganAmerika Serikat dan negara2 Arab muslim yang ketakutan melihat kemenangan Iranatas Shah-, menganeksasi Iran. Bisa dibilang, Iran sendirian melawan tentaramultinasional. Gabungan pasukan Irak + Amerika cs + pasukan Arab melawan Iran.Mungkin karena inilah, diktator Saddam sempat sesumbar akan meratakan Iran dalam 3hari. Alih-alih, perang justru berlangsung hingga 8 tahun, dan tidak satupun tujuanobjektif pasukan Multional tercapai. Walaupun terjadi persenglingkuhan berkali-kaliantara negara2 Arab khususnya Arab Saudi dengan Amerika atau Israel, kita masihsering mendengar suara2 sumbang yang dilontarkan kaum muslim bahwa Iran yangsyiah adalah antek Israel dan Amerika. Karena itu, musuh yang lebih berbahada dariIsrael dan Amerika adalah Iran. Mungkin, cara berpikir kaum muslimin yang seperti ini,disa dibilang ini adalah salah satu keajaiban dunia.Keajaiban lainnya adalah, saat perang teluk I dan II ketika Amerika menggempur Irak.Dengan gaya koboinya, Amerika meminta negara2 tetangga Irak agar mengijinkanwilayah udaranya ataupun daratnya sebagai awal untuk menyerang Irak. Dengan senanghati, Arab Saudi, Turki, Jordan, Yaman memberi ijin dengan paha terbuka. Dan satu2nyanegara yang menolak bekerja sama adalah Iran!!!. Apa yang selanjutnya terjadi ?Saddam memohon pertolongan kepada Iran agar Iran mengijinkan wilayahnya untukmenampung pesawat2 tempur Irak yang melarikan diri. Iran, yang 10 tahun sebelumnyadizalimi Irak, justru mendukung Saddam dan mengecam AS.Kemana negara2 Arab tersebut ketika Amerika memborbardir Irak ? Setelah Irak jatuh,barulah mereka berteriak2 untuk membebaskan Irak.Dan tentu anda bisa menebak, negara mana yang dijadikan kambing hitam sebagaipenjajah rakyat Irak.Lewat artikel ini, Ahmad Deedat, mengkritisi keajaiban tersebut. Selamat menikmati.~subchan
 
Persatuan Sunni-Syiah: Nasihat Ahmad Deedat untukaum Muslimin
Aku berlindung dari godaan setan yang terkutuk. Dengan Nama Allah Maha PengasihMaha Penyayang. Al-Quran yang suci menyebutkan: "
Dan jika kamu berpaling (dari Islamdan ketaatan kepada Allah), Dia akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, danmereka tidak akan seperti kamu
(QS. Muhammad : 38)".Bapak Pemimpin dan saudara-saudara, ketika kita melihat dengan ragu keajaiban darisebuah negara yang terlahir kembali. Keputusan Allah yang tidak dapat ditawar telahmenemukan buktinya dalam kebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa yangdisebutkan dalam ayat yang saya baca kepada Anda dari surah Muhammad. Bagian akhirdari ayat tersebut mengingatkan kita dan memperingatkan kita bahwa jika kalianberbalik dari kewajiban dan tanggung jawab, maka Dia akan menggantikan kaliandengan kaum/bangsa yang lain.
[Kekuasaan digilir untuk setiap bangsa]
Pribahasa Urdu menggunakan kalimat indah ini ketika menggambarkan beberapamusibah yang terjadi di sebuah komunitas ketika berbicara tentang sebuah negara yangdapat menggantikan mereka. Sebenarnya ini adalah bahasa Quran. Dan ini benar-benarterjadi melalui sejarah yang berulang. Pertama, Allah SWT memilih Yahudi Bani Israilsebagaimana yang Ia katakan dalam Quran Suci: "
Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat  yang lain di alam ini
(QS. Al-Baqarah : 47)".Dengan kemuliaan itu seharusnya mereka menjadi pembawa obor pengetahuan Tuhanuntuk dunia. Ini merupakan kehormatan, ini merupakan hak istimewa dan ini merupakanyang pertama bagi kaum Yahudi. Tapi karena mereka tidak mematuhi kewajiban,seorang Yahudi di antara Yahudi pengikut Nabi Isa AS sebagaimana direkam di kitabKristiani mengatakan kepada mereka: “Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwaKerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yangakan menghasilkan buah Kerajaan itu.” (Bibel, Mattius 21: 43). Dan bangsa itu, yangakan bangkit adalah umat Islam. Hal itu diambil dari bangsa Yahudi dan diberikankepada umat Islam.Umat Islam kemudian, di antara mereka yang pertamanya adalah bangsa Arab, yangdiberikan oleh Allah hak istimewa sebagai pembawa obor cahaya dan pengetahuanuntuk dunia, namun karena mereka bersantai dan gagal membawa hasil, Allahmengganti mereka dengan bangsa lain. Dalam sejarah, kita mengingat orang Turki danMongol menghancurkan kerajaan Islam dan ketika mereka menerima Islam, merekamenjadi pembawa obor cahaya dan pengetahuan bagi dunia.Sebagaimana Iqbal menggambarkan situasi ini dengan indah, “Wahai kalian orangMuslim, kalian tidak akan binasa jika Iran atau Arab binasa, bahwa kekuatan anggurtidak bergantung kemurnian botolnya. Botolnya adalah bangsa kita. Batasan kita dankekuatan Islam tidak bergantung pada batasan geografi atau bangsa.”Inilah yang Allah kehendaki lagi, Dia memilih Yahudi lalu memilih Arab dan ketika merekamenjadi lemah, Dia memilih Turki dan ketika mereka menjadi lemah bangsa lain… danseterusnya merupakan proses berlanjut. Jika kalian tidak mengerjakan kewajiban, Allah SWT akan memilih bangsa lain yang ingin.Di dunia saat ini ada ratusan juta lebih umat Muslim. Miliaran kalau kita ingin bangga! 90persen dari satu miliar merupakan Sunni. Kita telah berhenti memberikan kebaikan maka
 
Allah memilih sebuah bangsa yang kita anggap remeh. Bangsa Iran! Orang Syiah!Sejarah buruk menimpa saudara seiman kita di Iran di mana Shah [
baca: Muhamamad Reza Pahlevi
] menjadi raja… dan nama dia kebetulan saja Muhammad. Bayangkan,orang ini kebetulan bernama Muhammad dan dia bukan orang beriman. Sulit bagi kitauntuk membayangkannya saat ini, tapi sekali saja pergi ke negara itu, mencari hinggadetail dan lihat apa yang sedang terjadi.Orang Iran ini yang terlihat seperti shah (raja) sebenarnya hanyalah orang asing. JikaHitler menaklukan bangsa ini dan menyerang mereka, kita dapat memahami. Jika Russiamenaklukan rakyat itu, kita dapat mengerti. Tapi di sana ada orang Iran, berbahasaPersia, yang namanya adalah Muhammad. Tapi, lihatlah ke arah mana ia membungkuk.16 tahun dia melarang shalat Jumat. 16 tahun! Kita telah menyamakan Iran dengan Shahdan Shah dengan Iran. Bagi kita mereka adalah istilah yang sama. Tapi jika Anda melihatlebih jauh, kita tahu bahwa Shah dan rakyat Iran terpisah. Mereka dalam realitasnyabagaikan orang asing satu sama lain.
[Kesan Deedat terhadap Ketangguhan dan Semangat Bangsa Iran]
Sekarang, tentang kunjungan dan kesan saya terhadap Iran. Saya mulai dengan tempatdi mana saya merasakan keharuman persaudaraan rakyat Iran pertama kali terhadapkami. Kebetulan ini terjadi di Roma. Pertama, saya yang merasakan dan kemudianbeberapa teman saya merasakannya pula di bandara udara Roma. Kami sedangmenunggu pesawat, dan kami mendapat sejumlah masalah dengan visa dan salahseorang dari kami bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini. Kemudian diamenuju kantor Iran Air dan mengatakan masalahnya kepada wanita muda yangmengenakan pakaian Islam lengkap dan tertutup. Sangat indah dengan melihatnya…yang saya maksud adalah ketika Anda melihat orang-orang dengan pakaian seperti itumereka adalah orang-orang yang cantik. Jadi di sana ada seorang wanita dan kalianharus melihat bagaimana dia menangani masalah tersebut. Seseorang datang kepadakami dan mengatakan, “Tuan, jika Anda ingin melihat muslimah Iran yang sesungguhnyamaka datanglah (ke Iran).” Saya dan beberapa orang pun pergi dan kami melihatnya. Ituadalah aroma pertama yang kami rasakan dari masyarakat Iran di Roma.Ketika kami mendarat di Iran, kami memilih hotel bintang lima, yang dahulu sebelumRevolusi di kenal sebagai Hotel Hilton tapi sekarang bernama Hotel Istiqlal. Kemudiankami berkeliling tempat-tempat menarik dan saya akan menceritakan kepada Andabeberapa hal yang kami lihat dan saya akan menggambarkan perasaan kami. Jika saya mengingat dengan benar, tempat pertama yang kami datangi adalahpemakaman Behesht Zahra. Behesht berarti “surga” dalam bahasa Persia dan Zahraadalah gelar dari Fathimah Az-Zahra (AS) yang merupakan puteri Nabi Muhammad(SAW). Zahra berarti cahaya. Jadi tempat ini disebut Surga yang Bercahaya.Sebelum tiba di Iran, saya pernah membaca tentang pemakaman Behesht Zahra. Sayaingat ketika Imam Khomeini tiba di Teheran beliau berkunjung ke pemakaman. Sayaberpikir, kenapa dia pergi ke pemakaman? Untuk berdoa? Ya! Untuk orang yangmeninggal? Ya! Ketika Anda memikirkan pemakaman di sini, Afrika Selatan, Andaberpikir tentang jalan Brook dan Riverside. Anda tidak bisa membayangkan bahwapemakaman ini (pemakaman Behesht Zahra) luasnya berkilo-kilo.Anda tidak bisa membayangkannya. Ini adalah tanah terbuka di mana satu atau dua jutaorang bisa ditampung. Orang berkumpul di sini karena ini adalah tempat termudah untukmeluapkan emosi dan beban spiritual karena di sana Anda memiliki syuhada. Ada 70.000lebih syuhada dalam peristiwa Revolusi (ketika menumbangkan Shah) dan 100.000 luka-luka. Masyarakat tidak bersenjata dengan slogan “Allahu Akbar” sebagai senjata merekatelah menghancurkan kekuatan militer terbesar di Timur Tengah. Jadi kami pergi kepemakaman ini dan terdapat lebih dari satu juta orang di sana. Laki-laki, perempuandan anak-anak termasuk kami benar-benar terinspirasi oleh antusiasme dan perasaansaudara-saudari kami di sana.Saat itu pertengahan musim dingin, dan lelaki perempuan dan anak-anak duduk di tanahyang dingin selama berjam-jam. Pertengahan musim dingin, duduk di tanah tanpa karpet
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...