Historis
Secara historis, batas wilayah laut Indonesia telah dibuat oleh pemerintahkolonial Belanda, yaitu dalam Territoriale Zee en Maritieme KringenOrdonantie tahun 1939, yang menyatakan bahwa lebar wilayah laut Indonesiaadalah tiga mil diukur dari garis rendah di pantai masing-masing pulauIndonesia.Jika batas teritorial bisa dengan jelas dan tegas ditetapkan dalam peta, kini kitamenghadapi masalah pengaruh iklim yang notabene tidak mengenal batas-batas teritorial. Jika di darat manusia memiliki paspor untuk melintasi batasantarnegara, ikan dan mamalia laut serta angin dan arus laut di samudra luasbebas bergerak semau mereka. Jika es mencair
di kutub utara, pulau-pulau dibelahan dunia lain akan terancam tenggelam. Artinya, kita
tidak bisa bekerjasendirian
atau hanya dengan negara-negara tetangga, tetapi harus bersamadan seluruh dunia menjaga kelestarian bumi, laut, dan udara.Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia harus mengambil perandan melanjutkan kepeloporan dalam hal pengelolaan laut. Di sinilah artipenting Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference) dan KTTPrakarsa Terumbu Karang (Coral Triangle Initiative/CTI Summit) 11-15 Mei.Langkah Pemerintah Indonesia dan para pemimpin negara lain besertamitranya kemarin dalam menyepakati Deklarasi Pemimpin dan Rencana AksiRegional CTI perlu kita dukung.
Kawasan
Sejak tahun 2004 Indonesia telah menetapkan 14 kawasan konservasi lautdengan luasan dua juta hektar. Indonesia menegaskan akan berusaha mencapaitarget kawasan konservasi laut seluas 10 juta hektar pada tahun 2010 dan 20 juta hektar pada tahun 2020.Usaha-usaha yang dilakukan Indonesia di bidang regional adalah melindungiterumbu karang di Indonesia dan di negara-negara terkait, khususnya Filipina,Malaysia, Timor Leste, Papua Niugini, dan Kepulauan Solomon. Merekaya mencakup dua persen dari permukaan laut dunia,
Leave a Comment