You are on page 1of 8

BAB 2

Dasar Frekuensi Radio

Sebagai usaha untuk memahami aspek-aspek dari Wireless LAN tanpa kawat,
seorang admin harus mempunyai suatu pondasi yang kuat di dalam Teori Fundamental
Radio Frekuensi. Dalam bab ini kita akan mendiskusikan peralatan dari RF radition dan
bagaimana perilaku nya pada situasi tertentu yang dapat mempengaruhi performa dari
wireless LAN. Antena akan diperkenalkan untuk menciptakan suatu pemahaman yang baik
mengenai penggunaan dan peralatannya. Kita akan mendiskusikan hubungan mathematical
yang ada RF sirkuit dan mengapa ini sangat penting, seperti seperti bagaimana pentingnya
RF math kalkulasi.
Bagi seorang admin wireless LAN,pemahaman akan konsep RF merupakan suatu
hal yang penting dlm pengimplementasiannya, perluasan, pemeliharaan, dan
troubleshooting jaringan wireless tersebut.

Frekuensi Radio
Frekuensi radio merupakan suatu sinyal arus bolak-balik frekwensi tinggi (AC)
yang berjalan terus pada suatu konduktor tembaga dan kemudian diradiasikan ke udara
melalui sebuah antenna. Suatu antena mengubah suatu sinyal kabel mnjadi sinyal wireless
dan vice versa. Ketika sinyal AC frekuensi tinggi diradiasikan ke udara, maka akan
membentuk gelombang radio. Gelombang Radio ini akan menjauh dari sumber ( antena)
pada suatu garis lurus di segala jurusan dengan segera.
Jika anda dapat membayangkan menjatuhkan suatu batu karang pada suatu kolam
tenang dan menyaksikan riak yang bergelombang lalu menghilang pada suatu titik,
kemudian anda mempunyai suatu gagasan untuk bertindak karena disebarkan dari suatu
antena. Pemahaman perilaku geombang RF [yang] disebarkan ini adalah suatu bagian
penting untuk mengerti mengapa dan bagaimana fungsi dari wireless LANS. Tanpa dasar
pengetahuan ini, seorang admin akan tidak mampu untuk menempatkan instalasi sesuai
lokai-lokasi peralatan dan tidak akan memahami bagaimana problem dari troubleshoot
suatu wireless LAN.
Gambar 2.1 Batu karang yang terjatuh dalam kolam tenang

Sebagai usaha untuk memahami aspek-aspek dari Wireless LAN tanpa kawat,
seorang admin harus mempunyai suatu pondasi yang kuat di dalam Teori Fundamental
Radio Frekuensi. Dalam bab ini kita akan mendiskusikan peralatan dari RF radition dan
bagaimana perilaku nya pada situasi tertentu yang dapat mempengaruhi performa dari
wireless LAN. Antena akan diperkenalkan untuk menciptakan suatu pemahaman yang baik
mengenai penggunaan dan peralatannya. Kita akan mendiskusikan hubungan mathematical
yang ada RF sirkuit dan mengapa ini sangat penting, seperti bagaimana pentingnya RF
math kalkulasi.
Bagi seorang admin wireless LAN,pemahaman akan konsep RF merupakan suatu
hal yang penting dlm pengimplementasiannya, perluasan, pemeliharaan, dan
troubleshooting jaringan wireless tersebut.

Perilaku Rf
RF kadang dikenal sebagai “ perokok dan cermin” sebab RF akan tampak bertindak
secara tidak teratur dan tidak konsisten pada suatu keadaan. Berbagai hal sekecil connector
tidak cukup ketat atau tidak sepadan pada suatu garis disebabkan adanya perilaku yang
tidak menentu dan hasil yang tidak diinginkan. Bagian yang berikut ini menjelaskan
beberapa jenis perilaku dan apa yang dapat terjadi pada gelombang radio ketika
dipancarkan.

Keuntungan
Gain,diilustrasikan pada figur 2.2, adalah istilah digunakan untuk menguraikan
suatu peningkatan di (dalam) suatu amplitudo sinyal RF.Gain pada umumnya adalah suatu
proses aktif; yang brarti suatu sumber energi eksternal, contohnya RF amplifier, digunakan
untuk memperkuat sinyal atau suatu antena dgn gain tinggi digunakan untuk beamwidth
suatu sinyal untuk meningkatkan amplitudo sinyal nya.

Gambar 2.2 Penguatan Daya

Bagaimanapun juga, proses pasif dapat juga menyebabkan gain. Sebagai contoh,
refleksi dari sinyal RF dapat dikombinasikan dengan sinyal utama untuk meningkatkan
yang energi dari sinyal yang utama. Meningkatkan kekuatan sinyal RF mungkin dpat
berakibat pada hasil yang positif maupun negatif. Tipikalnya, semakin banyak energi
semakin bagus, tetapi terdapat kasus, seperti ketika suatu pemancar sedang meradiasikan
energi terlalu batas energi keluaran legal, di mana ditambahkan enrginya maka akan
menjadi masalah yang serius.

Kerugian
Kerugian menjelaskan adanya suatu penurunan didalam kekuatan sinyal (Gambar
2.3). Banyak hal yang dapat menyebabkan sinyal RF hilang, kedua-duanya ketika sinyal
masih berada di kabel sebagai ARUS BOLAK-BALIK frekwensi tinggi sinyal elektrik dan
ketika sinyal disebarkan sebagai gelombang radio lewat udara melalui antena tersebut.
Ketahanan kabel dan konektor-konektor menyebabkan kerugian saat memanaskan sinyal
ARUS BOLAK-BALIK. Tidak sepadan Impedansi pada kabel dan connectors dapat
menyebabkan energi dibalikkan kembali ke arah sumber, dmn dapat menyebabkan
degradasi sinyal. Object yang secara langsung jenjang transmisi gelombangnya disebarkan
dapat menyerap, mencerminkan, atau menghancurkan sinyal RF. Kerugian dapat dengan
sengaja disuntik ke dalam suatu sirkit dengan suatu alat peredam. Alat peredam RF
merupakan resistor akurat yang dapat mengkonversi ARUS BOLAK-BALIK frekwensi
tinggi untuk memanaskan dalam mengurangi amplitudo sinyal.

Gambar 2.3 Power Loss


Cerminan/Pemantulan
Cerminan/Pemantulan, seperti diilustrasikan dalam 2.4, terjadi ketika suatu
gelombang elektromagnetis menyebar berbenturan pada suatu obyek yang mempunyai
dimensi sangat luas dmn dibandingkan dgn panjang gelombang dari penyebaran.
Cerminan/Pemantulan terjadi di permukaan bumi, bangunan, dinding, dan tempat lain
yang mepunyai rintangan/pantulan. Jika permukaannya lembut, sinyal yang dicerminkan
dapat tetapi utuh, meskipun terdapat beberapa kekurangan dalam penyerapan dan
penyebaran sinyal itu.
Gambar 2.4 Pemantulan
Pemantulan sinyal RF dapat menyebabkan permasalahan serius untuk wireless
LANS. Ini mencerminkan sinyal utama dari berbagai object di area transmisi yang dikenal
sebagai multipath. Multipath dapat berpengaruh buruk pada Wireless LAN, seperti
penurunan atau membentuk danau

Pemantulan dari magnitude ini tidak pernah diinginkan dan secara tipikal
memerlukan kemampuan khusus di dalam perangkat keras wirelees LAN untuk mengganti
kerugian untuk itu.Kedua multipath dan keanekaragaman antena dibahas lebih lanjut pada
bab 9.

Pembiasan
Pembiasan menguraikan kelenturan suatu gelombang radio yang lewat melalui
suatu medium pada kepadatan yang berbeda. Sebagai gelombang RF lewat ke dalam suatu
denser medium, gelombang akan dibengkokkan berubah arah. Ketika melintasi medium
seperti itu, sebagian gelombang akan dicerminkan menjauh dari sinyal yang diharapkan,
dan beberapa akan dibengkokkan melalui medium ke arah yang lain

Penyebaran
Penyebaran terjadi ketika medium gelombang yang berjalan terdiri dari object
dengan dimensi yang kecil dibandingkan dengan sinyal panjang gelombang, dan nomor.
Kendala per volume unit didalam yang besar. Penyebaran gelombang yang diproduksi oleh
permukaan yang kasar, object kecil, atau oleh lain ketidakteraturan dalam alur sinyal.
Beberapa contoh yang dapat menyebabkan penyebaran adalah suatu sistem komunikasi
mobile yang meliputi daun-daunan, papan nama jalan, dan lamppost

Penyerapan
Penyerapan terjadi ketika sinyal gelombang RF menemukan suatu obyek dan
kemudian diserap pada suatu material dari obyek seperti aturan yang tidak dilakukan,
reflect off, pembengkokan di sekitar obyek.

VSWR
VSWR terjadi ketika ada sebuah penghalang yang tidak cocok pada alat sistem RF.
"Mismatched" dalam konteks ini, berarti bahwa satu bagian alat mempunyai penambah
atau pengurang dari penghalang daripada bagian dari peralatan yang disambungkan.
VSWR bisa disebabkan oleh sinyal RF yang direfleksikan pada suatu poin impedance
mismatch pada alur sinyal. VSWR menyebabkan kehilangan titik balik, dimana dapat
diartikan sebagai kehilangan energi penerus melalui suatu sistem untuk mematikan energi
yang direfleksikan kembali menuju transmitter. Bila akhir dari penghalang pada sebuah
koneksi tidak cocok, maka jumlah maximum dari energi yang ditransmisikan tidak akan
diterima oleh antena. Ketika bagian dari sinyal RF direfleksikan kembali menuju
transmitter, level sinyal pada berbagai variansi garis lainnya akan tetap. Variansi ini
merupakan indikator dari VSWR.

Untuk ilustrasi pada VSWR, bayangkan sebuah air yang mengalir melewati 2
taman pipa air. Sepanjang 2 pipa air mempunyai diameter yang sama, air akan mengalir
melewati seamlessy-nya. Jika pipa tersebut disambungkan ke keran yang secara signifikan
lebih besar daripada keran selanjutnya yang searah, maka akan terjadi tekanan balik pada
keran dan meskipun itu terhubung anatra 2 keran.

Ilustrasi tekanan balik VSWR ini,dapat dilihat pada figure 2.8. pada contoh ini,
anda dapat melihat tekanan balik tersebut dapat berakibat negatif dan tidak sedekat dan
sebanyak air yang ditransfer pada keran kedua
Rasio VSWR
Kelebihan merupakan sebuah rasio, jadi ini merupakan hubungan antara 2 angka.
Tipe nilai VSWR 1,5:1. dua angka ini terkait .Angka yang kedua selalu 1, mewakili
persamaan yang sempurna, sebagaimn variasi angka pertama. Angka pertama terendah
(mendekati 1) , adalah impedance matching terbaik yang anda miliki. Sebagai contoh,
VSWR 1.1:1 adalah lebih baik daripada 1.4:1. Pengukuran VSWR 1:1 akan menunjukkan
impedance match yang terbaik dan tidak ada voltase gelombang yang akan ditampakkkan
pada alur sinyal.

Satuan Ukur
Ada sedikit satuan ukur yang seorang admin jaringan wireless harus segera familiar
dengan nya dalam rangka efektivitas pada implementasi dan troubleshooting wireless
LAN. Kita akan membicarakan semua secara detail , memberikan contoh dari kegunaan
nya. Kemudian kita akan menggunakan nya untuk digunakan pada perhitungan matematika
sehingga kita akan mempunyai pegangan yang kuat apa aja yang diperlukan pada bagian
dari pekerjaan CWNA

Watts (W)
Bagian dasar dari power adalah watt. Watt digambarkan sebagai satu ampere(A)
dari arus pada satu volt (V). Sebagai contoh apakah maksud dari unit ini, bayangkan kebun
sebuah rumah yang mempunyai air yang mengalir melalui kebun itu. Tekanan pada jalur
air mengambarkan tegangan pada jalur elektro. Arus air yang mengalir melalui kebun
rumah menggambarkan ampere. Memikirkan tentang watt adalah hasil dari pemberian
tekanan dan memberikan di sekitar kebun rumah

Miliwatt
Ketika mengimplementasikan wireless LAN, level kekuatan terendah adalah 1
miliwatt (1/1000 watt) dapat digunakan pada area yang tidak terlalu luas, dan level
kekuatan pada jaringan wireless tunggal yang mempunyai segment jarang lebih dari 100
mW – cukup untuk komunikasi separuh mil (0.83 km) pada kondisi optimal. Akses point
sebenar nya memiliki kekuatan pada radiasi 30-100 mW) tergantung pada bahan. Itu hanya
pada kasus point to point pada koneksi di luar rungan antar bangunan yang kekuatan level
yang harus digunakan diatas 100mW. Kebanyakan level kekuatan yang dipakai oleh adalah
dalam mW atau dBm. Dua unit pengukuran ini kedua-duanya mengambarkan nilai yang
absolute dan keduanya merupakan standard pengukuran dalam industri

Decibels
Ketika sang penerima sangat sensitif untuk signal RF, mungkin saja mampu
mengambil sinyal rendah senilai 0.0000000001 watts. Selain dari yang jelas maksud
numericalnya, jumlah yang kecil ini mempunyai sedikit arti pada layperson dan akan
mungkin diabaikan atau dibaca salah. Decibels mengijinkan kita untuk menghadirkan
angka-angka ini dengan membuatnya lebih mudah dikendalikan dan lebih mudah
dipahami. Decibels adalah hubungan logaritmis yang didasarkan pada pengukuran linier
yang sebelumnya diterangkan dari power:watt. Mengenai RF, suatu logaritma adalah
eksponen pada nilai 10 harus diangkat untuk menjangkau beberapa nilai yang diberikan .
Jika kita memberikan nilai 1000 dan menanyakan nilai dari log nya, kita menemukan
bahwa log1000 = 3 karena 10³ = 1000.

Gain dan Pengukuran Kerugian


Gain dan kerugian terukur pada decibels, bukan dari watt karena gain dan kerugian
adalah konsep relatif dan decibel adalah pengukuran relatif. Gain atau kerugian pada
system RF mungkin bisa dimaksud dengan pengukuran power yang absolut (misal 10 watt
dari power) atau dengan pengukuran power yang relatif ()

You might also like