Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
rmk

rmk

Ratings: (0)|Views: 1,614|Likes:
Published by zefashine

More info:

Published by: zefashine on Oct 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/17/2012

pdf

text

original

 
ERTEMUAN 6BUKTI PEMERIKSAANI. Jenis Bukti.a. SPI (Sistem Pengendalian Intern)Pengendalian Intern merupakan metode yang berguna bagi manajemen untuk menjagakekayaan organisasi, meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja. Disampingitu, sistem pengendalian intern dapat mengendalikan ketelitian dan akurasipencatatan data akuntansi.Menurut Committee of Sponsoring Organizations ( COSO):Internal controls are the tools that managers use (but are often not taught) to
 help achieve theirbusiness objective in the following categories :Effectiveness and efficiency of operations
Reliability of financial reporting
Complience with external laws and regulations
Definisi ini dapat diartikan Pengendalian Intern adalah alat yang digunakan olehpara manajer (tetapi jarang diajarkan) untuk membantu dalam pencapaian tujuanusaha mereka dalam kategori berikut ini :Efektivitas dan efisiensi operasi
Keandalan dari laporan keuangan
Ketaatan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku (Audit Finansial, Audit
 Manajemen, Dan Sistem Pengendalian Intern 55)Pengendalian Intern harus memberi keyakinan bahwa seluruh transaksi telah mendapatotorisasi dan dilaksanakan dengan benar sesuai kebijakan perusahaan, sertapencatatan transaksi tersebut dengan benar. Dibawah ini terdapat 5 tujuanpengendalian Intern atas transaksi, yaitu :1. Otoritas ( wewenang)Setiap transaksi harus mendapat otoritasi semestinya berdasarkan struktur dankebijakan perusahaan. Dalam keadaan atau masalah-masalah tertentu sangat mungkindiperlukan otorisasi khusus.2. PencatatanPencatatan atas transaksi harus dilaksanakan sebagaimana mestinya dan pada waktuyang tepat dengan uraian yang wajar. Transaksi yang dicatat adalah transaksi yangbenar-benar terjadi dan lengkap.3. PerlindunganHarta fisik berwujud tidak boleh berada di bawah pengawasan/penjagaan dari merekayang bertanggung-jawab. Dalam hal ini Pengendalian Intern memperkecil resikoterjadinya kecurangan oleh karyawan atau manajemen sekalipun.4. Rekonsiliasi
 
Rekonsiliasi secara kontinu dan periodik antar pencatatan dengan harta fisik harusdilakukan misalnya mencocokkan jumlah persediaan barang antara kartu persediaandenganpersediaan fisik di gudang.(Audit Finansial, Audit Manajemen, Dan SistemPengendalian Intern 56)5. PenilaianHarus dibuat ketentuan agar memberikan kepastian bahwa seluruh harta perusahaandicatat berdasarkan nilai yang wajar. Tidak boleh terjadi over maupun undervalvedatas harta tersebut.Elemen/Unsur SPI.1. b. Sistem akuntansi. c. Pengendalian prosedur.Bahan bukti diartikan sebagai segala merupakan informasi yang digunakan auditordalam menentukan kesesuaian informasi yang sedang diaudit dengan kriteria yangditetapkan. Adalah penting untuk memperoleh bahan bukti dalam jumlah dan kualitasyang cukup untuk memenuhi tujuan audit. Proses penentuan jumlah bahan bukti yangdiperlukan dan penilaian kelayakan informasi sesuai dengan kriteria merupakanbagian penting dari audit.b. Bukti fisik. Adalah bukti audit yang diperoleh dengan cara inspeksi atauperhitungan aktiva berwujud seta merupakan cara mengidentifikasi sesuatu yangdiperiksa, untuk menentukan kuantitas dan setidak-tidaknya merupakan suatu usahauntuk menentukan mutu atau keaslian kekeyaan tersebut. Tipe bukti ini pada umumnyadikumpulkan oleh auditor dalam pemeriksaan terhadap persediaan, kas suratberharga, piutang wesel, investasi jangka panjang dan aktiva berwujud. Pemeriksaanterhadap aktiva merupakan cara langsung untuk membuktikan kebenaran adanya aktivatersebut. Oleh karena itu, untuk jenis aktiva terentu bukti fisik dianggap sebagaibukti audit yang paling andal dan bermanfaat karena dapat menilai mutu sertakondisi aktiva tertentu. Seringkali bukti fisik bukan merupakan audit konklusifsifatnya, contoh: kas yang ada ditangan, yang dihitung oleh auditor terdiri dariuang dan cek yang diterima dari customer. Perhitungan kas tersebut tidak dapatmemberikan jaminan bahwa semua cek dapat diuangkan pada saat disetorkan ke bank,karena adanya kemungkinan cek tersebut kosong. Kelemahan dari bukti fisik tidakdapat membuktikan adanya hak kepemilikan terhadap suatu aktiva jadi masih harusdidukung oleh tipe bukti audit yang lain.c. Bukti dokumenter. Tipe bukti audit ini dibuat dari kertas bertuliskan hurufdan atau angka atau simbol-simbol yang lain. Menurut sumbernya, bukti dokumenterdapat dibagi menjdai 3 golongan :1. Bukti dokumenter yang dibuat oleh pihak luar yang bebas yang dikirimkanlangsung kepada auditor.2. bukti dokumenter yang dibuat pihak luar yang bebas yang disimpan dalam arsipklien.3. Bukti dokumenter yang dibuat dan disimpan dalam organisasi klien.Dokumen intern adalah dokumen yang disiapkan dan digunakan dalam organisasi kliendan disimpan tanpa pernah keluar ke pihak lain seperti pelanggan atau penjual.Contoh dari dokumen intern adalah salinan faktur penjualan, laporan jam kerja,laporan penerimaan persediaan.Dokumen Ekstern adalah dokumen yang telah ada ditangan seseorang diluar organisasiklien yaitu pihak yang mendokumentasikan transaksi, tetapi saat ini ada di tanganklien atau tersedia untuk diperoleh. Contoh dokumen jenis ini adalah faktur
 
pembelian, wesel bayar yang ditolak dan polis asuransi.d. Catatan akuntansi, jurnal, buku besar dan buku pembantu merupakan catatanakuntansi yang digunakan oleh klien untuk mengolah transaksi keuangan gunamenghasilkan laporan keuangan. Oleh karena itu, pada waktu auditor melakukanverifikasi terhadap suatu jumlah tercantum dalam laporan keuangan, ia akanmelakukan penelusuran kembali jumlah tersebut melalui catatan akuntansi. Dengandemikian, catatan akuntansi merupakan audit bagi auditor mengenai pengolahantransaksi keuangan yang telah dilakukan oleh klien.Keandalan catatan akuntansi sebagai bukti audit tergantung pada pengendalianintern yang diterapkan dalam penyelenggaraan catatan akuntansi tersebut. Contoh :1. jika buku pembantu dipegang oleh karyawan yang tidak memegang buku besar dansecara periodik diadakan rekonsiliasi antara buku pembantu dengan akun kontrol(controlling accont) yang berkaitan dalam buku besar.2. semua jurnal umum harus mendapat persetujuan tertulis dari manajerakuntansi, maka auditor dapat menagngkat jurnal, buku besar dan buku pembantusebagai bukti audit yang andal, yang mendukung angka-angka dalam laporan keuangan.Disamping jurnal, buku besar dan buku pembantu, catatan akuntansi sebagai buktiaudit meliputi pula : rekapitulasi biaya, penjualan dan rekapitulasi angka yanglain, daftar saldo, laporan keuangan intern dan laporan keuangan yang dibuat untukkepentingan manajemen.e. Bukti lisan. Dalam mengumpulkan audit, auditor banyak meminta keterangan secaralisan. Keterangan yang diminta oleh auditor akan meliputi masalah-masalah yangsangat luas, seperti kebijakan akuntansi, lokasi catatan dan dokumen, alasanpenggunaan prinsip akuntansi yang tidak berterima umum di Indonesia, kemungkinanpengumpulan piutang usaha yang tak tertagih, serta kemungkinan adanya hutangbersyarat. Umumnya bukti lisan tidak cukup tetapi buktiaudit ini dapat menunjukkansituasi yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut atau pengumpulan bukti auditlain yang menguatkan bukti lisan tersebut. Dalam mengajukan pertanyaan auditorhendaknya tidak bersikap otoriter maupun bersikap terlalu merendahkan diri.Auditor melaksanakan audit atas permintaan klien, oleh karena itu adalahkepentingan klien untuk menyadarkan karyawannya agar bekerjasama denga auditordalam menyediakan informasi yang diperlukan oleh auditor tersebut. Di lain pihak,auditor harus menghindari sikap sebagai polisi. Auditor tidak boleh melakukanpenyelidikan silang terhadap karyawan klien dan tidak boleh melakukan penekananuntuk memperoleh informasi.f. Perhitungan. Perhitungan yang dilakukan sendiri oleh auditor untuk membuktikanketelitian perhitungan yang terdapat dalam catatan klien merupakan salah satubukti audit yang bersifat kuantitatif. Contoh tipe bukti audit ini adalah :1. Footing, yaitu pembuktian ketelitian penjumlahan vertikal2. Cross- footing, yaitu pembuktian ketelitian penjumlahan horisontal3. Pembuktian ketelitian perhitungan biaya depresiasi dengan cara menggunakantarif depresiasi yang digunakan oleh klien.4. Pembuktian ketelitian penentuan taksiran kerugiant piutang usaha, laba persaham yang berdar, taksiran pajak perseroan dan lain-laing. Perbandingan. Untuk menentukan akun atau transaksi yang akan dipisahkan gunapenyelidikan yang lebih intensif, auditor melekukan analisis terhadap perbandingansetiap aktiva, hutang, penghasilan dan biaya dengan saldo yang berkaitan dalamtahun sebelumnya. Jika tredapat perubahan yang bersifat luar biasa, diadakanpenyelidikan sampai auditor memperoleh alasan yang masuk akal mengenaipenyebabnya. Misalnya membandingkan jumlah rupiah dari tahun ke tahun, auditorjuga mempelajari hubungan persentase berbagai unsur dalam laporan keuangan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->