Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
3-jaemanis

3-jaemanis

Ratings: (0)|Views: 17 |Likes:
Published by jaemanis

More info:

Published by: jaemanis on Oct 21, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/20/2009

pdf

text

original

 
3Kecakapan
Seseorang bisa mendapatkan banyak kualitas secara terpisah-pisah. Namun,semua kualitas ang baik ini hanya bisa berfungsi dengan memberi manfaat terbaik bagiorang itu jika ia punya kecakapan dan kultur yang relevan. Kecakapan dan kultur itu berfungsi untuk menyetir semua kualitas menjadi suatu keseluruhan yang sistematis danmenempatkan masing-masing kualitas itu di dalam tempat yang tepat berdasarkan prioritasnya.Kecakapan ini bisa bersifat eksternal maupun internal berdasarkan
virtues
yangdidapatkan dalam dunia material ini maupun yang dianugerahkan Tuhan dari lahir.Kecakapan ini juga bisa digunakan dalam indera ganda. Pertama, kecakapan bisa berarti
virtue-virtue
secara tersendiri yang didapatkan seseorang secara intrinsik, atau yang iadapatkan dari masyarakat dan dunia dengan bantuan pendidikan dan kecerdasannya.Kedua, kecakapan bisa tidak merujuk pada
virtue
khas tertentu tapi pada akumulasi totaldari semua kualitas serta perpaduan kualitas itu di dalam dirinya. Jika ada orang yangdisebut cakap seutuhnya, berarti ia memiliki semua kualitas dalam bentuk sangat berimbang dan sistematis yang berada di bawah kontrolnya. Dampak total dari yang iahasilkan dari kecakapan itu bisa langsung terlihat di kepribadiannya.
1. Pendidikan
Pendidikan adalah cara sangat hebat untuk mengembangkan kepribadian. Ada berbagai hal yang bisa didapatkan lewat pendidikan. Pendidikan bisa membuat manusiamengetahui hal-hal yang berada di luar persepsi inderawinya. Ada hal-hal yng bisadiketahui manusia lewat inderanya secara langsung. Namun, ada juga hal-hal yang tidak  bisa dilihat karena ada keterpisahan dimensi waktu, jarak, dan konsep. Hal-hal terakhir ini lah yang bisa didapatkan orang melalui pendidikan baik lewat buku maupun guru. Ini juga berarti, orang-orang berpendidikan akan bisa mengetahui nilai dari sesuatu tanpaharus mengalaminya secara langsung atau mengujinya secara personal untuk mengetahuiapakah sesuatu itu baik atau buruk. Pendidikan memberikan bantuan besar pada manusiadalam hal-hal seperti di atas. Ada aksioma; investasi dalam bidang pendidikan adalahinvestasi terbaik karena devidennya adalah juga yang terbaik dan abadi.Pandidikan itu harta paling berharga. Bukan rahasia lagi, pendidikan juga bisamemberikan kesopanan dan tata krama pada seseorang. Pendidikan bisa membuat orangmenyadari esensi berbagai hal dan menghargai apa saja baik kecil maupun besar yangterkandung dalam seni dari Sang Mahapencipta. Dengan demikian, ia akan bisamenyadari bahwa tak seorang pun atau tak ada sesuatu pun yang boleh dipandang rendah.Setiap orang, benda, atau hal adalah komponen yang pasti pas untuk skema universal buatan Sang Pencipta. Karena pendidikan bisa membawa manusia ke jalur kebenaran, iaakan meyadari kenyataan itu secara bertahap seiring pertambahan pendidikan dan ilmuyang ia dapatkan.
 
Meski demikian, ada perbedaan nyata antara pendidikan sejati dengan pendidikanyang dilabelkan dengan ijazah atau gelar. Ijazah atau gelar mengungkapkan prestasi pendidikan dalam bentuk material atau praktis. Sementara, pendidikan sejati atau realististidak hanya terkandung di dalam pelajaran di sekolah, gelar dari universitas, atau apa pundari institusi formal lainnya. Pendidikan yang sejati mengajari manusia tentang kualitas-kualitas baik di dalam hidup, misalnya; kesabaran, toleransi, hidup berdampingan, bersyukur, kejujuran, kebaikan hati, bisa dipercaya, dan lain-lain.Orang yang terdidik akan ‘dilihat’ orang lain. Ia akan dipandang sebagai‘pemimpin’ dalam arti memiliki sisi atau keunggulan yang lebih baik dibanding orang-orang yang tidak terdidik. Karena itu, ia juga harus mau mengemban tanggung jawabmengajari dan membimbing mereka-mereka yang tidak diberkahi dengan pendidikanyang baik.Orang umumnya menaruh penghargaan tinggi pada pendidikan sehingga orang-orang terdidik juga dihargai lebih tinggi. Maka, di sisi lain, orang yang terdidik harusmembalas penghargaan itu dengan berperilaku yang baik. Jika orang yang berpendidikanitu berperilaku tak ubahnya dengan orang awam atau bahkan lebih buruk, atau kasarnya jika ia berbohong dan berkhianat, atau menjerumuskan orang lain ke kehidupan yanghina, maka tak seorang pun akan menaruh kepercayaan lagi pada dia. Pada saat yangsama, ia akan mengalami dis-edukasi seiring dengan lepasnya kepercayaan dan loyalitasorang-orang lain.Pendidikan sejati adalah syarat utama bagi didapatkannya pengetahuan sejati dan bagi bagaimana pengetahuan itu bisa diaplikasikan dengan cara terbaik. Pengatahuantekstual dari buku-buku, atau gelar atau ijazah dalam bentuk lembaran kertas –meski itumembuktikan superioritas intelejensi pemegangnya– belum memberi makna besar jika pengetahuan di dalamnya belum bisa dikembangkan dalam kehidupan praktis atau jika pengetahuan itu tidak diterapkan untuk membentuk kehidupan yang lebih baik bagi siorang terdidik itu dan bagi orang-orang lain melalui dirinya. Sebaliknya, orang yang butahuruf atau tidak pernah makan sekolahan pun bisa menjalankan tugas-tugas orangterdidik jika ia memiliki seni bagaimana menjalani hidup yang baik dan tahu bagaimanayang terbaik untuk memenuhi kewajibannya sebagai anggota masyarakat beradab.Kalau ada pendidikan yang justru memicu orang menjadi mementingkan dirisendiri, melakukan tipu-menipu, korup, jahat, dan menjalani kualitas-kualitas jelek lainnya, maka itu sama sekali tidak oleh disebut sebagai pendidikan. Seribu kali jauhlebih baik menjadi buta huruf atau tak terdidik tapi tetap jujur, baik budi, dan tak berdosa,daripada punya pendidikan yang membuat orang justru menjadi jahat.Atas dasar itu, ide inti dari pendidikan yang baik adalah mengembangkankepribadian seseorang sehingga bisa membuatnya bersinar di dalam kehidupan danmenciptakan nilai-nilai yang baik dalam berbagai cara. Selain bisa mengisi kehidupannyasendiri, orang yang berpendidikan itu juga akan bisa memenuhi tujuan-tujuan baik darimasyarakatnya.Kemudian, pendidikan juga memberdayakan orang untuk bisa membuat penilaiandan keputusan secara independen karena ia tahu betul dan bisa membedakan mana yang benar dan mana yang keliru. Dengan penilaian dan keputusan itu, ia juga bisamembangkitkan dan mendorong pihak lain untuk menjalani hidup di jalur kebenaran.Pendidikan adalah salah satu unsur utama di mana seseorang bisa mendapatkandan mempertahankan kepercayaan dirinya. Dengan memiliki pendidikan yang baik, ia
 
tidak akan gampang digoyahkan atau diombang-ambingkan oleh opini atau desakan pihak lain. Ia justru bisa membuat dirinya dan pihak lain tahu langkah benar apa yangharus ia tempuh.Benar bahwa pendidikan institusional berdasarkan buku-buku adalah miskinwarna dan kurang efektif jika tidak diiringi dengan pengalaman-pengalaman. Tapi, itutidak berarti orang terdidik harus memiliki semua jenis pengalaman yang baik dan yang buruk. Ia bisa mempelajari pengalaman baik dan buruk orang lain melalui buku.Pengalaman melalui pembauran sosial juga bisa mengembangkan pandangan mentaldirinya. Pengalaman-pengalaman semacam ini lah yang selalu disyaratkan bagi orang-orang berpendidikan.
2. Keahlian Khusus
Suatu
vocation
alias keahlian khusus bisa menambah level pendidikan seseorang.Ia bisa memilih keahlian apa saja, misalnya kedokteran, hukum, teknik, keguruan, perdagangan, dan lain-lain. Masing-masing keahlian ini bisa mengembangan beberapasisi dari karakter atau
nature
dasar dari dirinya. Orang yang demikian ini tentu memilikikualitas-kualitras yang memberinya batu pijakan awal bagi karirnya. Saat menjalani karir itu lebih jauh, ia mendapatkan kualitas-kualitas tambahan yang khas bagi profesinya.Seorang praktisi hukum akan mendapatkan lebih banyak power analisis dan kemampuan berolah kata. Seorang dokter akan mendapatkan pengetahuan lebih banyak tentang hidupsehat atau cara-cara mengatasi berbagai penyakit. Seorang guru akan mendapatkan pengetahuan lebih menyeluruh dan ketrampilan bagaimana mentransfer pengetahuan itu pada murid-muridnya. Jadi, pendidikan vokasional itu akan menambahi kecakapan padaseseorang.Karena di dalam dunia praktik ini orang harus bekerja keras untuk bisamendapatkan satu sisi keungulan tertentu, maka ia harus lebih menekuni satu aktivitasdibanding aktivitas lainnya. Aktivitas tertentu yang ia pilih sebagai karir hidupnya ituuntuk memberikan gambaran ke depan atas cara hidupnya di dalam dunia. Ia harusmenggali manfaat dari spesialisasi dalam pekerjaan. Ini akan membantu ia menjadispesialis dalam cabang aktivitas itu.Sebaliknya, seseorang tidak akan bisa menjadi segalanya dalam waktu bersamaan.Orang lebih bisa menjadi satu hal khusus dibanding menjadi semua hal dalam suatuwaktu. Seseorang bisa saja menjadi pedagang dalam bidang apa saja. Namun, jika inginmenjadi master dalam suatu perdagangan tertentu, ia harus mengambil satu jalur spesialtempat ia menyalurkan sebagian besar aktivitasnya di jenis perdagangan tertentu itu.Pendapat demikian kadang tidak terlalu disetujui oleh mereka-mereka yang punyakapabiltias merata dalam lebih dari satu bidang kerja. Namun, demi kemajuan karir,orang harus rela mengorbankan beberapa bidang dan lebih menyeriusi satu bidangtertentu yang diinginkan.
 Nah
, ini lah salah satu alasan mengapa orang yang ‘datar-datar saja’ atau punya kemampuan merata di berbagai bidang akan berakhir menjadi manusiayang biasa-biasa saja. Sementara, orang yang di masa sekolah tampak biasa-biasa sajanamun menonjol dalam satu bidang tertentu bisa mencapai level hidup yang lebih tinggi.Ini karena ia tekun mengasah kecakapannya di satu bidang khusus yang sangat cocok  bagi dirinya.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->