• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
 
KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGANNOMOR : KM 52 Tahun 2004TENTANGPENYELENGGARAAN PELABUHAN PENYEBERANGANMENTERI PERHUBUNGAN,
Menimbang : a. bahwa dalam Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2001tentang Kepelabuhanan telah diatur ketentuan mengenaipenyelenggaraan pelabuhan penyeberangan;b. bahwa untuk melaksanakan ketentuan sebagaimanadimaksud dalam huruf a, perlu diatur lebih lanjut ketentuanmengenai penyelenggaraan pelabuhan penyeberangandengan Keputusan Menteri Perhubungan;Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintasdan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3480);2 Undang-undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran(Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 98, TambahanLembaran Negara Nomor 3493);3 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang PemerintahDaerah (Lembaran Negara Nomor 60 Tahun 1999,Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839);4. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 tentangPrasarana dan Lalu Lintas Jalan (Lembaran Negara Tahun1993 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3529);5. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentangKewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagaiDaerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54,Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952);6 Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2001 tentangKepelabuhanan (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 127,Tambahan Lembaran Negara Nomor 4145);7. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentangKedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, SusunanOrganisasi dan Tata Kerja Departemen, sebagaimana telahdiubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun2002;
 
 
8. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 24 Tahun 2001tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungansebagaimana telah diubah terakhir dengan KeputusanMenteri Perhubungan Nomor KM 91 Tahun 2002;9. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 53 Tahun 2002tentang Tatanan Kepelabuhanan Nasional;
MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANGPENYELENGGARAAN PELABUHAN PENYEBERANGAN.BAB IKETENTUAN UMUM
 
Pasal 1
Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan :1. Pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari daratan danperairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagaitempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yangdipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh,naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang yangdilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dankegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempatperpindahan intra dan antar moda transportasi;2. Kepelabuhanan meliputi segala sesuatu yang berkaitandengan kegiatan penyelenggaraan pelabuhan dan kegiatanlainnya dalam melaksanakan fungsi pelabuhan untukmenunjang kelancaran, keamanan dan ketertiban arus lalulintas kapal, penumpang dan/atau barang, keselamatanberlayar, tempat perpindahan intra dan/atau antar moda,serta mendorong perekonomian nasional dan daerah;3. Pelabuhan Umum adalah pelabuhan yang diselenggarakanuntuk kepentingan pelayanan masyarakat umum;4. Pelabuhan Penyeberangan adalah pelabuhan umum untukkegiatan angkutan penyeberangan;5. Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan Penyeberangan adalahwilayah perairan dan daratan pada pelabuhanpenyeberangan yang dipergunakan secara langsung untukkegiatan pelabuhan penyeberangan;
 
 
6. Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan Penyeberanganadalah wilayah perairan di sekeliling Daerah LingkunganKerja Perairan Pelabuhan Penyeberangan yangdipergunakan untuk menjamin keselamatan pelayaran;7. Penyelenggara Pelabuhan Penyeberangan adalah UnitPelaksana Teknis/Satuan Kerja Pelabuhan Penyeberanganatau Badan Usaha Pelabuhan Penyeberangan;8. Unit Pelaksana Teknis pelabuhan penyeberangan adalah unitorganisasi Pemerintah Propinsi dan PemerintahKabupaten/Kota yang menyelenggarakan pelabuhanpenyeberangan;9. Badan Usaha Pelabuhan Penyeberangan adalah BadanUsaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah yangkhusus didirikan untuk mengusahakan jasa kepelabuhanan diPelabuhan Penyeberangan;10. Badan Hukum Indonesia adalah badan usaha yang dimilikioleh negara dan/atau swasta dan/atau koperasi;11. Menteri adalah Menteri yang bertanggung jawab di bidangpelabuhan penyeberangan;12. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal PerhubunganDarat;13. Kepala Dinas Propinsi atau Kepala Dinas Kabupaten/Kotaadalah Kepala Dinas yang bertanggung jawab di bidangpelabuhan penyeberangan.
BAB IIPENETAPAN LOKASIPELABUHAN PENYEBERANGANPasal 2
(1) Lokasi untuk penyelenggaraan pelabuhan penyeberanganditetapkan oleh Menteri berdasarkan tatanan kepelabuhannasional dan rekomendasi Gubernur serta Bupati/Walikotaterhadap keterpaduan dengan perencanaan tata ruangwilayah propinsi dan perencanaan tata ruang wilayahkabupaten/kota.(2) Lokasi pelabuhan penyeberangan sebagaimana dimaksuddalam ayat (1) terdiri dari wilayah daratan dan perairandengan batas-batas yang ditentukan secara jelasberdasarkan koordinat geografis.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...