Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
29Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
LISTRIK STATIS

LISTRIK STATIS

Ratings:

2.0

(1)
|Views: 3,871 |Likes:
Published by nendenhra

More info:

Published by: nendenhra on Oct 21, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2012

pdf

text

original

 
LISTRIK STATISMuatan Listrik 
Orang sudah mengenal listrik sejak 2500 tahun yang lalu. Kata“listrik” berasal dari bahasa Yunani yaitu
electron
yang berarti “ambar”.Ambar adalah pohon damar yang telah dikeraskan (membatu), dan jikabatang ambar digosokkan pada sepotong kain wol, maka batang ini dapatmenarik daun-daun kecil atau debu. “Efek ambar ini” disebut
listrik statis
atau listrik tidak mengalir.Batang kaca, penggaris plastik, batang karet keras jika digosokdengan sepotong kain juga akan menunjukkan gejala kelistrikan. Padakasus tersebut, batang menjadi “bermuatan listrik” karena prosesgosokkaan dan dikatakan benda memiliki
muatan listrik 
. Telah kita ketahui bahwa semua zat tersusun dari atom-atom.Setiap atom mengandung subatom yang terdiri dari
 proton, elekton
dan
netron
. Proton dan netron membentuk inti atom yang disebut
nukleon
danelektron bergerak mengelilingi inti atom pada orbit tertentu. Proton danelektron memiliki sifat dan besar yang sama yang dikenal dengan muatanlistrik. Benjamin Franklin (1706-1790) membedakan jenis muatan listrikproton dan elektron dengan menuliskan tanda positif (+) untuk proton dantanda negatif (-) untuk elektron.Gambar 1.1. Atom dan penyusunnyaPada atom netral, jumlah proton sama dengan jumlah elektron.Benda dikatakan bermuatan positif jika benda kekurangan elektron, artinya jumlah proton lebih banyak daripada jumlah elektron. Sedangkan bendadikatakan bermuatan negatif jika benda kelebihan elektron, artinya jumlahproton lebih sedikit daripada jumlah elektron. Ini berarti benda akanmenjadi bermuatan listrik jika mengalami perpindahan elektron.Berkaitan dengan perpindahan elektron, ada atom-atom yangmudah melepaskan elektron (mengalir bebas) dan ada yang sukarmelepaskan elektron (tidak bergerak bebas). Atom yang mudah melepaskan
 
elektron berarti bendanya mudah menghantarkan listrik dan disebut
konduktor 
. Hampir semua jenis logam adalah konduktor yang baik sepertitembaga, alumunium, dan perak. Sebaliknya, atom yang sukar melepaskanelektron berarti bendanya sukar menghantarkan listrik dan disebut
isolator 
.Hampir semua jenis nonlogam adalah isolator seperti kaca, udara kering,karet, dan plastik.Ada beberapa cara untuk memberi muatan listrik, antara laindengan cara penggosokkan seperti kasus di atas, penyentuhan (konduksi)yaitu benda (konduktor) yang bermuatan disentuhkan dengan benda lainyang tidak bermuatan, dan induksi.
Induksi Listrik 
Salah satu cara membuat benda bermuatan listrik adalah denganinduksi listrik. Sebuah benda yang bermuatan dapat memberikanmuatannya kepada benda netral di dekatnya tanpa menyentuh. Sebagaicontoh, sebuah benda bermuatan listrik negatif didekatkan kepadakonduktor yang netral dan terisolasi. Muatan positif yang ada di konduktornetral akan terinduksi mendekati benda bermuatan negatif tersebut,sedangkan muatan negatif pada konduktor netral akan berada pada bagiansisi yang lain. Secara keseluruhan akan terjadi tarik menarik diantara keduabenda tersebut.Gambar 1.2. Induksi listrikDengan demikian,
induksi
adalah peristiwa pemisahan muatan didalam konduktor karena didekati benda bermuatan listrik. Secara prinsip,induksi merupakan pemisahan muatan dimana jika muatan telahdipisahkan, maka muatan akan mudah dipindahkan ke benda lain. Untukmengetahui apakah benda itu telah bermuatan listrik atau netral dapatmenggunakan alat
elektroskop
. Elektroskop terdiri dari sebatang logamyang memiliki kepala logam, dua buah daun (foil) elektroskop yang terbuatdari kertas timah putih atau emas yang dihubungkan dengan sebatanglogam dan dimasukkan ke dalam tabung kaca.Gambar 1.3. ElektroskopPrinsip kerja elektroskop adalah: apabila sebuah benda bermuatanlistrik disentuhkan pada kepala elektroskop, muatan listrik itu akanberpindah ke batang logam dan akhirnya sampai ke daun timah. Karenabatang dan daun memiliki muatan listrik yang sejenis, maka daunelektroskop akan “terbuka”. Dalam hal ini, makin banyak muatan listrikyang disentuhkan, akan makin lebar daun timah terbuka.
Gaya Listrik 
Dua buah benda yang bermuatan listrik jika didekatkan akan salingmemberikan interaksi berupa gaya. Penemu gaya listrik ini adalah ahli fisikaberkebangsaan Perancis bernama
Charles Augustin de Coulumb
(1736-1806)dengan menggunakan alat neraca puntir. Neraca puntir dapatmemperlihatkan adanya hubungan antara gaya listrik, besar muatan listrik,dan jarak antar muatan. Hasil percobaan tersebut dikenal dengan
hukum
 
Coulumb
yang berbunyi:
Gaya listrik antar dua muatan listrik sebandingdengan besar muatan listrik masing-masing dan berbanding terbalik dengankuadrat jarak antar kedua muatan tersebut 
. Pernyataan itu dapat ditulisdengan persamaan matematis sebagai berikut:Keterangan :F = gaya listrik (N)k = konstanta listrik = 9 x 10
9
Nm
2
/C
2
Q
1
= muatan listrik ke 1 (C)Q
2
= muatan listrik ke 2 (C)Gambar 1.4. Neraca puntirPercobaan gaya listrik dari neraca puntir juga memperlihatkan jenisinteraksi muatan listrik tergantung pada jenis muatan itu sendiri. Ternyatadidapat bahwa muatan yang
sejenis
akan berinteraksi
tolak menolak 
dankebalikannya jika muatan
berbeda jenis
akan
tarik menarik.
Berkat jasa Charles Coulumb, maka satuan internasional darimuatan listrik adalah Coulumb (C)Gambar 1.5. Gaya Interaksi Coulumb
KEGIATAN SISWA 1 Judul
: Muatan Listrik
Tujuan
: Memberi muatan listrik dengan gosokan
Alat dan Bahan
:Penggaris plastik/sisir plastikKain wol (kering)Batang kacaKain suteraSerpihan kertas
Langkah Kerja
:Dekatkan penggaris/sisir plastik pada serpihan kertas. Amati apa yangterjadi !Gosoklah penggaris /sisir palastik dengan kain wol kering beberapa saat.Kemudian dekatkan penggaris/sisir yang telah digosok pada serpihankertas. Amati apa yang terjadi !Dengan cara yang sama, lakukan langkah 1 dan 2 untuk batang kaca dankain sutera!Gambar 1.6. Pemberian muatan listrik
Pertanyaan Penyelidikan
Apa yang terjadi saat penggaris/sisir plastik yang belum digosok kain woldidekatkan pada serpihan kertas?………………………………………………………………………………...Apa yang terjadi ketika penggaris/sisir plastik sudah digosok kain wolkemudian didekatkan pada serpihan

Activity (29)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Erfansyah liked this
dilla_shop liked this
Siti Lestari liked this
kuni_kunimaru liked this
Evantkill Hulu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->