Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
54Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bahan Kimia Dan Obat

Bahan Kimia Dan Obat

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 12,584|Likes:
Published by ardi hamza

More info:

Published by: ardi hamza on Oct 21, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/07/2013

pdf

text

original

 
IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA DAN OBAT
1. KALIUM PERMANGANAT (PK)
Kalium permanganat (PK) dengan rumus kimia KMnO4 sebagai serbuk maupunlarutan berwarna violet. Sering dimanfaatkan untuk mengobati penyakit ikan akibatektoparasit dan infeksi bakteri terutama pada ikan-ikan dalam kolam. Bila dilarutkandalam air akan terjadi reaksi kimia sebagai berikut;KMnO4
+
+ MnO4
-
 MnO4
-
 
MnO2 + 2On On - Oksigen elemental. (Oksidator)
A.Sifat Kimia
1.
Oksidator kuat
2.
Sifat bahan aktif beracun adalah merusak dinding-dinding sel melalui proses oksidasi.
3.
Mangan oksida membentuk kompleks protein pada permukaanepithelium, sehingga menyebabkan warna coklat pada ikan dan sirip, jugamembentuk kompleks protein pada struktur pernapasan parasit yangakhirnya menyebabkan kematian.
4.
Secara umum tingkat keracunan PK akan meningkat pada lingkungan perairan yang alkalin (basa).
5.
Tingkat keracunannya sedikit lebih tinggi dari tingkat pengobatannya.
6.
Dapat mengoksidasi bahan organik.
B.Manfaat
1.
Efektif mencegah flukes, tricodina, ulcer, dan infeksi jamu(ektoparasit dan infeksi bakteri) dengan dosis 2 - 4 ppm pada perendaman.
2.
Bahan aktif beracun yang mampu membunuh berbagai parasit denganmerusak dinding-dinding sel mereka melalui proses oksidasi.
3.
Argulus, Lernea and Piscicola diketahui hanya akan respon apabila PK digunakan dalam perendaman (dengan dosis: 10-25 ppm selama 90menit). Begitu pula dengan Costia dan Chilodinella, dilaporkan resistenterhadap PK, kecuali dengan perendaman.
4.
Kalium permanganat sangat efektif dalam menghilangkan Flukes.Gyrodactylus dan Dactylus dapat hilang setelah 8 jam perlakuan dengandosis 3 ppm pada suatu sistem tertutup, perlakuan diulang setiap2-3 hari5.Sebagai disinfektan luka.
6.
Dapat mengurangi aeromonas (hingga 99%) dan bakteri gram negatif lainnya.
7.
Dapat membunuh Saprolegnia yang umum dijumpai sebagai infeksisekunder pada Ulcer.8.Golongan ikan Catfish, perlakuann kalium permanganat dilakukan pada konsentrasi diatas 2 ppm.
 
9.
Sebagai antitoxin terhadap aplikasi bahan-bahan beracun. Sebagaicontoh, Rotenone dan Antimycin. Konsentrasi 2-3 ppm selama 10-20 jamdapat menetralisir residu Rotenone atau Antimycin. Dosis PK sebaiknyadiberikan setara dengan dosis pestisida yang diberikan, sebagai contohapabila Rotenone diberikan sebanyak 2 ppm, makan untuk menetralisirnyaPK pun diberikan sebanyak 2 ppm.10.Transportasi burayak dapat dengan perlakuan kalium permanganatdibawah 2 ppm.
Prosedur Perlakuan PK (untuk jamur, parasit, dan bakteri)
1.
Filter biologi. tidak boleh dilewatkan larutan PK, karena dapat membunuh bakteri dalam filter biologi.
2.
Aliran air dan aerasi bekerja optimal, karena pada saat molekul-molekulorganik teroksidasi, dan algae mati maka air akan cenderung keruh danoksigen terlarut menurun.
3.
Berikan dosis sebanyak 2-4 ppm.4.Dosis 2 ppm diberikan pada ikan-ikan muda atau ikan-ikan yang tidak  bersisik.
5.
Dosis 4 ppm diberikan pada ikan-ikan bersisik. Dosis tersebut tidak akan merusak tanaman air, sehingga biasa digunakan untuk mensterilkantanaman air dari hama dan penyakit, terutama dari gangguan siput dantelurnya.
6.
Satu sendok teh peres (jangan dipadatkan) kurang lebih setaradengan 6 gram. Hal ini dapat dijadikan patokan untuk mendapatkan dosisyang diinginkan apabila timbangan tidak tersedia.
7.
Perlakuan dilakukan 4 kali berturut dalam waktu 4 hari,dengan pemberian PK dilakukan setiap pagi hari. Apabila pada perlakuanketiga atau keempat air bertahan berwarna ungu selama lebih dari 8 jam(warna tidak berubah menjadi coklat), maka hal ini dapat dijadikan pertanda untuk menghentikan perlakuan. Karena hal ini menunjukkan bahwa PK sudah tidak bereaksi lagi, atau dengan kata lain sudah tidak adalagi bahan yang dioksidasi. Setelah perlakuan dihentikan lakukan penggantian air sebanyak 40 % untuk segera membantu pemulihan warnaair.KLORIN DAN KLORAMINKlorin dan kloramin merupakan bahan kimia yang biasa digunakan sebagai pembunuh kuman (disinfektan) di perusahan-perusahan air minum. Klorin (Cl
2
)merupakan gas berwarna kuning kehijauan dengan bau menyengat. Perlakuanklorinasi dikenal dengan kaporit. Sedangkan kloramin merupakan senyawa klorin-amonia (NH
4
Cl).Cl
2
+ H
2
O
H
2
ClO
3
 
Cl
2
+ H
2
O NH
4
Cl + H
2
O
NH
4+
+ ClO
3-
 
A.Sifat Kimia
 
1.Klorin relatif tidak stabil di dalam ai
2.
Kloramin lebih stabil dibandingkan klorin
3.
Klorin maupun kloramin sangat beracun bagi ikan
4.
Reaksi dengan air membentuk asam hipoklorit
5.
Asam hipoklorit tersebut dapat merusak sel-sel protein dansistem enzim ikan.
6.
Tingkat keracunan klorin dan kloramin akan meningkat pada pH rendah dan temperatur tinggi, karena pada pH rendah kadar asamhipoklorit akan meningkat.
7.
Efek racun dari bahan tersebut dapat diperkecil bila residuklorin dalam air dijaga tidak lebih dari 0.003 ppm
8.
Klorin pada konsentrasi 0.2 - 0.3 ppm dapat membunuh ikandengan cepat
Tanda-tanda Keracunan
Ikan bergerak kesana kemari dengan cepat.Ikan akan gemetar dan warna menjadi pucat, lesu dan lemah.Klorin dan kloramin secara langsung akan merusak insang sehingga dapatmenimbulkan gejala hipoxia, meningkatkan kerja insang dan ikan tampak tersengal-sengal dipermukaan.
Perlakuan
Oleh karena klorin sangat beracun bagi ikan maka perlu dihilangkan dengancara sebagai berikut;Air di deklorinasi sebelum digunakan, baik secara kimiawi maupun fisika.Pengaruh klorin dihilangkan dengan pemberian aerasi secara intensif.
1.
Mengendapkan air selama semalam. Dengan demikian maka gas klorinakan terbebas ke udara.
2.
Menggunakan bahan deklorinator atau lebih dikenal dengan nama antiklorin.Anti-klorin lebih dianjurkan untuk air yang diolah dengan kloramin.Kloramin relatif lebih sulit diatasi hanya oleh natrium tiosulfat sajadibandingkan dengan klorin, karena maskipun gas klorinnya dapat diikatdengan baik, tetapi akan menghasilkan
.
3.
Mengalirkan air hasil deklorinasi tersebut melewati zeolit.
4.
Segera pindahkan ikan yang terkena keracunan klorin kedalamakuarium/wadah yang tidak terkontaminasi. Dalam keadaan terpaksatambahkan anti-klorin pada akuarium.
5.
Tingkatkan intensitas aerasi untuk mengatasi kemungkinan terjadinyagangguan pernapasan pada ikan-ikan.METIL BIRU (
METHYLENE BLUE 
)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->