Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
27Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Harun Yahya - Teori Evolusi

Harun Yahya - Teori Evolusi

Ratings: (0)|Views: 1,987 |Likes:
Published by ilhamsaleh

More info:

Published by: ilhamsaleh on Oct 21, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/24/2013

pdf

text

original

 
KERUNTUHAN TEORI EVOLUSI HARUN YAHYA
Skenario Evolusi ManusiaDalam bab-bab sebelumnya, kita melihat bahwa di alam tidak ada mekanisme yangmenyebabkan makhluk hidup berevolusi. Makhluk hidup muncul bukan akibat prosesevolusi, melainkan secara tiba-tiba dalam bentuk yang sempurna. Mereka diciptakan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, jelaslah bahwa "evolusi manusia" juga merupakan sebuah kisah yangtidak pernah terjadi.Lalu, apa yang digunakan evolusionis sebagai pijakan untuk dongeng ini? Dasarnya adalahkeberadaan fosil yang berlimpah sehingga evolusionis dapat membangun penafsiranimajinatif.Sepanjang sejarah, telah hidup lebih dari
6.000
spesies kera dan kebanyakan dari merekatelah punah. Kini hanya
120
spesies kera yang masih hidup di bumi. Sekitar 6.000 spesieskera ini, mayoritas telah punah, menjadi sumber yang kaya bagi evolusionis.Evolusionis menulis skenario evolusi manusia dengan menyusun sejumlah tengkorak yangcocok dengan tujuan mereka, berurutan dari yang terkecil hingga yang terbesar, lalumenempatkan di antara mereka tengkorak beberapa ras manusia yang telah punah. Menurutskenario ini, manusia dan kera modern memiliki nenek moyang yang sama. Nenek moyangini berevolusi sejalan dengan waktu. Sebagian dari mereka menjadi kera modern, sedangkankelompok lain berevolusi melalui jalur yang berbeda, menjadi manusia masa kini. Akantetapi, semua temuan paleontologi, anatomi dan biologi menunjukkan bahwa pernyataanevolusi ini fiktif dan tidak sahih seperti semua pernyataan evolusi lainnya. Tidak ada bukti- bukti kuat dan nyata untuk menunjukkan kekerabatan antara manusia dan kera. Yang adahanyalah pemalsuan, penyimpangan, gambar-gambar serta komentar-komentar menyesatkan.Catatan fosil mengisyaratkan kepada kita bahwa sepanjang sejarah, manusia tetap manusia,dan kera tetap kera. Sebagian fosil yang dinyatakan evolusionis sebagai nenek moyangmanusia berasal dari ras manusia yang hidup hingga akhir-akhir ini sekitar 10.000 tahun laludan kemudian menghilang. Selain itu, banyak orang masa kini memiliki penampilan dankarakteristik fisik yang sama dengan ras-ras manusia yang punah, yang dinyatakanevolusionis sebagai nenek moyang manusia. Semua ini adalah bukti nyata bahwa manusiatidak pernah mengalami proses evolusi sepanjang sejarah.Bukti terpenting adalah perbedaan anatomis yang besar antara kera dan manusia, dan tidak satu pun di antara perbedaan tersebut muncul melalui proses evolusi.
"Bipedalitas"
 
(kemampuan berjalan dengan dua kaki) adalah salah satu di antaranya. Seperti yang akandiuraikan lebih lanjut, bipedalitas hanya terdapat pada manusia dan merupakan salah satusifat terpenting yang membedakan manusia dengan hewan.Silsilah Imajiner ManusiaDarwinis menyatakan bahwa manusia modern saat ini berevolusi dari makhluk serupa kera.Menurut mereka, selama proses evolusi yang diperkirakan berawal 4-5 juta tahun lalu,terdapat beberapa "bentuk transisi" antara manusia modern dan nenek moyangnya. Menurutskenario yang sepenuhnya rekaan ini, terdapat empat "kategori" dasar:1. Australopithecus2. Homo habilis3. Homo erectus4. Homo sapiensEvolusionis menyebut nenek moyang pertama manusia dan kera sebagai
"Australopithecus"
, yang berarti "Kera Afrika Selatan". Australopithecus hanyalah spesieskera kuno yang telah punah, dan memiliki beragam tipe. Sebagian berperawakan tegap, dansebagian lain bertubuh kecil dan ramping.Evolusionis menggolongkan tahapan evolusi manusia berikutnya sebagai
"homo"
, yang berarti "manusia". Menurut pernyataan evolusionis, makhluk hidup dalam kelompok Homolebih berkembang daripada Australopithecus, dan tidak terlalu berbeda dengan manusiamodern. Manusia modern di zaman kita, Homo sapiens, dikatakan terbentuk pada tahapanterakhir evolusi spesies ini.Satu Tulang Rahang Sebagai Sumber InspirasiFosil Ramapithecus pertama yang ditemukan: tulang rahang yang
 
hilang, terdiri dari dua bagian (kanan). Evolusionis dengan beranimenggambarkan Ramapithecus, keluarga dan lingkungan tempattinggal mereka, hanya berdasarkan tulang rahang ini.Fosil-fosil seperti
"Manusia Jawa"
,
"Manusia Peking"
, dan
"Lucy"
, yang senantiasamuncul di media massa, jurnal dan buku-buku kuliah evolusionis, termasuk dalam salah satudari keempat spesies di atas. Spesies-spesies ini juga diasumsikan bercabang menjadi sub-subspesies.Sejumlah kandidat bentuk transisi dari masa lampau, seperti
Ramapithecus
, harusdikeluarkan dari silsilah imajiner evolusi manusia setelah diketahui mereka adalah kera biasa.1 Dengan menyusun rantai hubungan sebagai: "Australopithecus > Homo habilis > Homoerectus > Homo sapiens", evolusionis menyatakan bahwa masing-masing spesies ini adalahnenek moyang spesies lainnya. Akan tetapi, temuan ahli-ahli paleoantropologi baru-baru inimeng-ungkapkan bahwa Australopithecus, Homo habilis dan Homo erectus hidup di belahan bumi berbeda pada masa yang sama. Selain itu, suatu segmen manusia tertentu yangdigolongkan sebagai Homo erectus ternyata hidup hingga zaman modern. Homo sapiensneandartalensis dan Homo sapiens sapiens (manusia modern) pernah hidup bersama diwilayah yang sama. Situasi ini jelas menunjukkan ketidakabsahan pernyataan bahwa merekaadalah nenek moyang bagi yang lain.Pada hakikatnya, semua temuan dan penelitian ilmiah telah mengungkapkan bahwa catatanfosil tidak mengisyaratkan proses evolusi seperti yang dikemukakan evolusionis. Fosil-fosiltersebut, yang mereka katakan sebagai nenek moyang manusia, ternyata milik suatu rasmanusia atau milik spesies kera.Lalu, yang manakah fosil manusia dan yang manakah fosil kera? Mungkinkah salah satu darikeduanya bisa dianggap sebagai bentuk transisi? Untuk mendapatkan jawabannya, mari kitaamati masing-masing kategori.Australopithecus: Spesies Kera

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->