Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pudarnya Identitas Gerakan Mahasiswa

Pudarnya Identitas Gerakan Mahasiswa

Ratings: (0)|Views: 1|Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Mar 24, 2014
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2014

pdf

text

original

 
24/3/2014 GEMA Pembebasan | Pudarnya Identitas Gerakan Mahasiswahttp://gemapembebasan.or.id/id366-pudarnya-identitas-gerakan-mahasiswa.html 1/3
Sabtu, 22 Maret 2014 - 03:52:41 WIB
Pudarnya Identitas Gerakan Mahasiswa
Diposting Oleh Pengurus:
GEMA Pembebasan Wilayah Jabar
Rubrik:
Buletin
 - Dibaca:
20
 kali
�Pudarnya Indentitas GerakanMahasiswa�
Dalam konteks perubahan, gerakanmahasiswa menjadi isu penting untuk dibahas karena hampir disetiap perubahanrezim dan sistem selalu saja melibatkanmereka di dalamnya. Tidak hanya itu,kebijakan-kebijakan yang tidak memihak pada rakyat kecil selalu saja mahasiswatampil menjadi pahlawan masyakarat untuk menuntut pemerintah mengubah kebijakan-kebijakan tersebut. Terbukti sepanjang tahun2013 gerakan mahasiswa cukup menjadi sorotan di media-media nasional dan lokal menentangkebijakan-kebijakan pemerintah misalnya saja soal BBM kemarin.Namun tidak sedikit kemudian gerakan mahasiswa terjebak dengan cara menyampaikan aspirasimereka yang mengunakan kekerasan. Contoh yang sangat mencolak kemarin adalah isukenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), dengan dalih membela kepentingan rakyat gerakanmahasiswa menuntut pemerintah membatalkan niatnya untuk menaikkan harga BBM. Tidak adayang salah membela kepentingan rakyat, yang salah adalah mengunakan jalan fisik untuk membela, itulah yang perlu di kritisi. Karena dampak aktivitas fisik ini ternyata berdampak negatif pula pada rakyat, misalnya fasiltas-fasiltas umum yang rusak atau aktivitas-aktivitasmasyakarat secara umum was-was dan terganggu dengan gaya mahasiswa ini.Tidak hanya ini kasus BBM saja yang mencerminkan �haus�nya gerakan mahasiswamelakukan aksi-aksi kekerasan. Kasus kekerasan yang menimpa gerakan mahasiswapembebasan palangkaraya misalnya juga perlu di kritisi. Media lokalseperti
BANJARMASINPOST.CO.ID memberitakan
 Aksi ratusan orang yang mengatasnamakan dirisebagai Gerakan Pemuda Indonesia (GPI) Kalimantan Tengah, melakukan pengerusakansejumlah fasilitas yang ada disekretariat Gema Pembebasan Palangkaraya. GPI adalah gerakanyang di bentuk dari beberapa elemen gerakan mahasiswa dan pemuda baik itu yang intrakampus maupun yang ekstra kampus. Perbedaan pendapat adalah yang biasa dalam konteksintelektualitas mahasiswa, yang tidak biasa adalah jika perbedaan cara berfikir ini kemudiaan diungkapk an dengan cara-cara fisik Jika kita mendefiniskan Gerakan Mahasiswa di Indonesia adalah kegiatan kemahasiswaan yangada di dalam maupun di luar perguruan tinggi yang dilakukan untuk meningkatkan kecakapan,intelektualitas dan kemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat di dalamnya, makatidak selayaknya kemudian para aktivis yang tergabung dalam gerakan mahasiswamenggunakansifat kekerasannya (fisik) menjadi sebuah jalan yang lumrah untuk menyampaikan pendapatatau aspirasinya. Itu pula yang membedakan gerakan mahasiswa berbeda dengan gerakanpreman yang mengunakan otot sebagai bentuk ciri khas gerakannya. Wal hasil, kita tidak bisamenyalahkan jika mahasiswa mengunakan kekerasan dalam menyampaikan pendapatnya disebut gerakan preman karena intelektualitas telah hilang yang kalah dengan emosi. Kita jugatidak bisa menyalahkan jika masyarakat tidak mendukung gerakan mahasiswa dalammengusung perubahan karena indentitas intelektual-isme itu telah hilang dengan sendirinya dan
 
24/3/2014 GEMA Pembebasan | Pudarnya Identitas Gerakan Mahasiswahttp://gemapembebasan.or.id/id366-pudarnya-identitas-gerakan-mahasiswa.html 2/3
berganti dengan indentitas preman-isme.Lahirnya gerakan-gerakan mahasiswa berindentitas agen of change yang mengambil jalankekerasan dalam mengusung perubahan� tidak bisa di pandang sepele atau biasa saja, karenaini akan berakibat fatal bagi perubahan itu sendiri. Ini juga bisa menjadi jebakan bagipemerintah atau tokoh-tokoh politik tertentu untuk mendeskriditkan peran gerakan mahasiswamengusung perubahan. Yang paling nampak dari itu semua adalah hilangnya dukunganmasyarakat terhadap mereka untuk mengusung perubahan. Perubahan tidak akan terjadi tanpadukungan masyakarat, hal itu sangat mustahil karena gerakan mahasiswa adalah salah satukomponen kecil dari masyarakat, dan komponen yang lebih besar dari itu yang masyakarat itusendiri, jadi perubahan tanpa dukungan komponen yang lebih besar bisa kita katakan itusangat mustahil. Itulah kenapa pentingnya pentingnya meraih dukungan masyarakat dalammengusung perubahan.
Berfikir Pokok Kebangkitan
Setiap orang berperilaku, bertindak atau berbuat selalu berdasarkan pemahamannya,sedangkan pemahaman itu lahir dari berfikir seseorang. Sederhananya, untuk merubahseseorang harus dengan merubah pemahamannya, dan untuk merubah pemahaman seseorangharus merubah cara berfikirnya. Gerakan mahasiswa terbentuk karena ada satu pemahamanyang sama diantara aktivis mahasiswa yang tergabung didalamnya, ada satu cara berfikir samayang di gunakan di dalamnya. Karenanya mustahil perubahan yang di idam-idamkan terwujudtanpa perubahan cara berfikir terlebih dahulu. Maka tepat jika kita mendefinisikan bahwakebangkitan adalah meningkatnya taraf pemikiran, karena dari berfikirlah orang akan memulaiperubahan atau kebangkitan dalam dirinya.Untuk mendapat dukungan masyarakat, maka tidak ada pilihan lain bagi gerakan mahasiswakecuali menyamakan persepsi masyarakat dengan persepsi mereka. Masyarakat harusmengetahui betul perubahan yang seperti apa yang di inginkan oleh gerakan mahasiswa. Pointpentingnya adalah masyarakatlah yang harus mengikuti gerakan mahasiswa bukan mahasiswayang mengikuti masyarakat, karena posisi masyarakat tidak dalam keadaan sadar/melek politik,masyarakat adalah korban dari kejahatan-kejahatan pemerintah melalui kebijakan-kebijakanyang mereka buat.Namun untuk menyamakan persepsi antara gerakan mahasiswa dan masyarakat maka tidak adapilihan kecuali mengubah pemahamannya, mengubah pandangannya dan tentunya mengubahcara berfikirnya.� Ini semua bisa dilakukan hanya dengan melakukan aktivitas berfikir,berdiskusi dengan masyarakat mencerdaskan mereka dengan padangan politik yang di milikioleh gerakan mashasiswa bukan dengan padangan politik yang lain. Adakah masyarakat yangmau berubah dengan gaya kekerasan? Itu mustahuil, semua harus di awali dengan berfikir.�Jika melihat definisi dari kebangkitan tadi adalah meningkatnya taraf berfikir, maka layak pulamahasiswa di definisikan sebagai agen of change (agen perubahan). Kenapa? Karena indentitasutama dari mahasiswa intelektualitasnya (cara berfikirnya) bukan yang lain. Identitas inilahyang membuat justru mahasiswa berbeda dengan gerakan-gerakan lain, mereka di takuti olehpemerintah karena� sifat mereka yang kritis dan jika indentitas ini muncul dan menjadi ikonutama mahasiswa, maka jebakan-jebakan untuk menjatuhkan gerakan mahasiswa pasti akanmudah di baca oleh mereka.Sekali lagi perubahan adalah hal yang mutlak terjadi danmahasiswa adalah agennya. Intelektualitas inilah yang kemudian menjadikan gerakanmahasiswa berbeda.
Islam Landasan Berfikir

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->