batal demi hukum artinya sejak semula dianggaptidak pernah ada perjanjian.Pada kenyataannya, banyak perjanjian yangtidak memenuhi syarat sahnya perjanjian secarakeseluruhan, misalnya unsur kesepakatan sebagai persesuaian kehendak dari para pihak yangmembuat perjanjian pada saat ini telah mengalami pergeseran dalam pelaksanaannya.Pada saat ini muncul perjanjian-perjanjianyang dibuat dimana isinya hanya merupakankehendak dari salah satu pihak saja. Perjanjianseperti itu dikenal dengan sebutan Perjanjian Baku
(standard of contract
). Pada dasarnya suatu perjanjian harus memuat beberapa unsur perjanjianyaitu :transaksi jual beli yaitu:
1.
unsur
esentialia
, sebagai unsur pokok yang wajib ada dalam perjanjian, sepertiidentitas para pihak yang harusdicantumkan dalam suatu perjanjian,termasuk perjanjian yang dilakukan jual beli secara elektronik
2.
unsur
naturalia
, merupakan unsur yang dianggap ada dalam perjanjianwalaupun tidak dituangkan secara tegasdalam perjanjian, seperti itikad baik darimasing-masing pihak dalam perjanjian.
3.
unsur
accedentialia
, yaitu unsur tambahan yang diberikan oleh para pihak dalam perjanjian, seperti klausulatambahan yang berbunyi “barang yangsudah dibeli tidak dapat dikembalikan”Dalam suatu perjanjian harus diperhatikan pula beberapa macam azas yang dapat diterapkan antaralain :1.Azas Konsensualisme, yaitu azaskesepakatan, dimana suatu perjanjiandianggap ada seketika setelah ada katasepakat2.Azas Kepercayaan, yang harusditanamkan diantara para pihak yangmembuat perjanjian3.Azas kekuatan mengikat, maksudnya bahwa para pihak yang membuat perjanjian terikat pada seluruh isi perjanjian dan kepatutan yang berlaku4.Azas Persamaan Hukum, yaitu bahwasetiap orang dalam hal ini para pihak mempunyai kedudukan yang sama dalamhukum5.Azas Keseimbangan, maksudnya bahwa dalam melaksanakan perjanjianharus ada keseimbangan hak dankewajiban dari masing-masing pihak sesuai dengan apa yang diperjanjikan6.Azas Moral adalah sikap moral yang baik harus menjadi motivasi para pihak
3
R. Subekti,
Aneka Perjanjian
, Cet.VII,Bandung:Alumni, 1985, hlm. 20yang membuat dan melaksanakan perjanjian7.Azas Kepastian Hukum yaitu perjanjian yang dibuat oleh para pihak berlaku sebagai undang-undang bagi para pembuatnya8.Azas Kepatutan maksudnya bahwa isi perjanjian tidak hanya harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku tetapi juga harus sesuai dengankepatutan, sebagaimana ketentuan Pasal1339 KUH Perdata yang menyatakan bahwa suatu perjanjian tidak hanyamengikat untuk hal-hal yang dengan tegasdinyatakan didalamnya, tetapi juga untuk segala sesuatu yang menurut sifat perjanjian diharuskan oleh kepatutan,kebiasaan atau undang-undang.9.Azas Kebiasaan, maksudnya bahwa perjanjian harus mengikuti kebiasaan yanglazim dilakukan, sesuai dengan isi pasal1347 KUH Perdata yang berbunyi hal-halyang menurut kebiasaan selamanyadiperjanjikan dianggap secara diam-diamdimasukkan ke dalam perjanjian,meskipun tidak dengan tegas dinyatakan.Hal ini merupakan perwujudan dari unsur naturalia dalam perjanjian.Semua ketentuan perjanjian tersebut diatasdapat diterapkan pula pada perjanjian yangdilakukan melalui media internet, seperti perjanjian jual beli secara elektronik, sebagai akibat adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Menurut Pasal 1457 KUH Perdata, jual beli adalahsuatu perjanjian dengan mana pihak yang satumengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatukebendaan dan pihak yang lain untuk membayar harga yang telah dijanjikan. Jual beli tidak hanyadapat dilakukan secara berhadapan langsung antara penjual dengan pembeli, tetapi juga dapat dilakukansecara terpisah antara penjual dan pembeli,sehingga mereka tidak berhadapan langsung,melainkan transaksi dilakukan melalui mediainternet/secara elektronik.Dalam kontrak jual beli para pelaku yangterkait didalamnya yaitu penjual atau pelaku usahadan pembeli yang berkedudukan sebagai konsumenmemiliki hak dan kewajiban yang berbeda-beda.Berdasarkan ketentuan Pasal 7 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang PerlindunganKonsumen, diatur mengenai kewajiban-kewajiban pelaku usaha, dalam hal ini penjual yangmenawarkan dan menjual suatu produk, yaitu :1.beritikad baik dalam melakukankegiatan usahanya;2.memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan atau jasa sertamemberikan penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan;
3