Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ramayana

Ramayana

Ratings: (0)|Views: 1,785|Likes:
Published by yunan_helmy
ramayana's story
ramayana's story

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: yunan_helmy on Oct 22, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/17/2012

pdf

text

original

 
CERITA RAMAYANA
1. Lahirnya RamawijayaPrabu Dasarata mempunyai tiga orang permaisuri yaitu Kausalya, Kaikayi, dan Sumitra.Kausalya berputra Ramawijaya, Kaikayi berputra Barata, dan Sumitra berputra kembar, yaituLaksamana dan Satrugna. Sifat dan watak para putra itupun amat terpuji. Mereka adalah satria yang berbudi luhur. Mereka amat mencintai rakyatnya sehingga rakyatnya pun amat berbakti.Ramawijaya adalah seorang satria yang pandai berperang. Walaupun sikapnya lemah-lembut, tetapi ia tangkas menggunakan senjata, terutama panah. Ia rajin berlatih menggunakan panah sehingga tak ada satria lain yang mampu mengalahkan kepandaiannya dalam memanah.Busur yang seberapapun besarnya dapat dilengkungkan olehnya, dan sasaran yang betapapun jauhnya selalu terbidik dengan tepat.Bala tentara Ayodya pun amat besar dan kuat serta memiliki pasukan berkuda yang tangguh. Gajah-gajah pun digunakan untuk berperang. Syahdan, datanglahseorang pendeta mengunjungi istana Ayodya. Ia bernama Bagawan Wiswamitra. Karena PrabuDasarata sangat menghargai kehidupan beragama maka kedatangan Bagawan Wiswamitra disambutdengan segala kehormatan.2.Bagawan WiswamitraBagawan Wiswamitra bertempat tinggal jauh dari kota Ayodya. Kedatangannya ke Ayodyakali ini bertujuan untuk meminta bantuan agar Sang Prabu menghalau raksasa-raksasa yang seringmengganggu ketentraman penduduk desa.Sudah agak lama pertapaan Sang Bagawan selaludidatangi para raksasa perusuh dari negeri Raja Tatsaka. Mereka merusak sawah dan ladang paracantrik serta menangkap dan merampas ternak. Jika mereka tidak mendapatkan ternak, siapapunyang ditemuinya ditangkapnya pula dan dijadikan mangsa.Penduduk desa di sekitar pertapaan SangBagawan sudah pernah mengadakan perlawanan tetapi karena jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah raksasa maka para raksasa itu tak dapat dikalahkan.Para raksasa perusuh itu pun semakinkejam dan ganas. Prabu Dasarata amat bersedih mendengar pengaduan Bagawan Wiswamitra.Putranda Ramawijaya dan Laksamana dipanggilnya lalu diperintahkannya menumpas para raksasayang membuat kekacauan di pertapaan Bagawan Wiswamitra.Maka berangkatlah Ramawijaya danLaksamana beserta pasukan Ayodya. Kedatangan para satria Ayodya itu pun disambut oleh pararaksasa dengan geram. Pasukan Ayodya berperang dengan gagah berani sehingga para raksasa itutumpas. Raja Tatsaka terbunuh oleh panah Ramawijaya.3. Pertapaan Bagawan WiswamitraSetelah para raksasa terusir, Bagawan Wiswamitra beserta para cantrik kembali ke pertapaannya. Para penduduk membersihkan puing-puing yang berserakan akibat peperangan.Rumah-rumah penduduk yang dirusak oleh para raksasa kini diperbaiki dan dibangun lagi.Mereka juga mulai beternak. Sawah dan ladang yang rusak mereka cangkul dan garap lagi. Saluran-saluranair digali pula. Tanah-tanah yang baru dibuka dijadikan tanah garapan, dibagi-bagi dalam petak- petak persawahan, dan diairi. Benih-benih disebarkan.Kuil-kuil yang runtuh pun mereka bangunkembali. Di bawah pimpinan Bagawan Wiswamitra, mereka berdoa dan menyelenggarakanupacara-upacara pemujaan. Mereka memanjatkan doa agar memperoleh ketentraman, kemakmurandan kesejahteraan, serta dijauhkan dari segala penyakit dan perang.Ramawijaya dan Laksamanakadangkala masih mengunjungi pertapaan Sang Bagawan untuk berjaga-jaga kalau masih adaraksasa yang hendak mengganggu ketentraman penduduk.
 
4.Sayembara di MantilirejaTersebutlah Maharaja Janaka yang bertakhta di Negeri Mantilireja. Sang Raja mempunyaiseorang putri yang amat cantik jelita. Putri yang halus budi bahasanya itu bernama Sita. Setelah Sitadewasa, Sang Raja mengadakan sayembara. Barang siapa yang mampu mengangkat busur SangRaja dan melengkungkannya hingga patah, ia akan dikawinkan dengan Sita.Berpuluh-puluh pangeran dan satria datang ke Istana Mantilireja hendak mengikuti sayembara itu. Satu persatumereka mencoba mengangkat busur Sang Raja, tapi tak seorang pun kuatmengangkatnya.Ramawijaya dan Laksamana demi mendengar berita sayembara itu, dan atasnasehat Bagawan Wiswamitra, berangkatlah ke Mantilireja hendak mengikuti sayembara. Setibanyadi Mantilireja, Ramawijaya diijinkan mencoba mengangkat busur pusaka itu. Ternyata kekuatanRamawijaya membuat Prabu Janaka kagum dan heran. Busur yang amat besar itu dengan mudahdiangkat oleh Ramawijaya,lalu dilengkungkannya sampai patah.5. Perkawinan Rama dan SintaPrabu Janaka dengan rela menganugerahkan puterinya, Sita, menjadi isteri Rama. Pesta perkawinan Rama dan Sita dirayakan selama empat puluh hari empat puluh malam. Prabu Dasarata pun hadir. Rakyat bersuka ria. Upacara perkawinan itu dilangsungkan menurut adat kebesaranistana.Setelah kedua mempelai tinggal agak lama di Mantili, tibalah waktunya untuk pulangkembali ke Ayodya. Dengan diantar Laksamana dan kaum kerabat istana, berangkatlah iring-iringan mempelai kerajaan Mantili menuju Ayodya.Jarak antara Ayodya dan Mantili cukup jauhdan harus ditempuh melalui hutan belantara serta harus mendaki gunung dan menuruni lembah. Ditengah perjalanan tiba-tiba rombongan pengantin baru itu dicegat oleh Ramaparasu, seorang pertapatua.6.Bagawan RamaparasuRamaparasu, atau juga sering disebut Jamadagni, memperoleh sebuah panah sakti pembesrian dewa ketika ia sedang bertapa. Demi kesempurnaan jiwanya di alam baka, ia harusmeninggal karena panah itu. Karena itu ia mengembara kemana-mana untuk mencari seseorangyang sanggup mengangkat panah itu dan memanahnya sekali hingga ia menemui ajal.Telah banyak orang yang ditemuinya tapi tak ada yang kuat mengangkat busur panah itu.Ramaparasu mendengar  pula bahwa Rama memenangkan sayembara mengangkat busur di Negeri Mantili. Karena ituRamaparasu hendak menemui Rama. Setelah berhasil menemui Rama di tengah hutan, Ramaparasuminta dibunuh dengan panah pusakanya agar nyawanya sempurna di alam baka. Namun demikian, jika Rama tak sanggup mengangkat busur panah itu, ia harus rela pula dibunuh dengan panahtersebut.Rama menyanggupi. Busur pusaka itu diangkatnya lalu dilepaskanlah sebuah anak panah.Anak panah itu terbang dengan cepat menancap di tubuh Ramaparasu. Tubuh Ramaparasu rubuhterkulai lalu ia meninggal seperti cara yang dikehendakinya.7.Pengunduran Prabu DasarataRamawijaya dan Sita tiba di Negeri Ayodya dengan selamat. Mereka tinggal dalam sebuahistana yang amat indah. Rama dan Sita amat berbakti kepada ayahanda Raja Dasarata. Mereka pulaamat mencintai saudara-saudaranya meskipun berbeda ibu.Pada suatu hari datanglah utusan darinegeri Kaikeya, yaitu negeri kakek Barata, yang meminta agar Barata sudi menengok negerileluhurnya.Prabu Dasarata mengijinkan. Maka diperintahkanlah Barata serta adiknya Satrugna pergike negeri Kaikeya. Rama dan Sita dengan berat hati melepas keberangkatan kedua adiknya yangamat dicintainya itu. Konon Raja Dasarata merasa usianya telah lanjut. Ia berniat hendak menyerahkan mahkota kerajaan kepada Rama.Tapi sebelum keputusan hatinya itu diumumkan, iahendak bertanya dan meminta pertimbangan rakyatnya. Maka di depan segenap rakyatnya RajaDasarata menyatakan niatnya hendak mengundurkan diri dari takhta kerajaan. Karena ia sudah berusia lanjut, maka perlulah kiranya diganti oleh seorang raja yang lebih muda dan lebih kuat
 
memegang tampuk pemerintahan. Niat pengunduran dirinya itu dimaksudan agar Negeri Ayodyalebih sentosa dan makmur di masa-masa yang akan datang.8. Dukungan RakyatPara pembesar negara dan rakyat yang mendengar pengumuman raja itu menyatakan persetujuannya. Mereka berpendapat bahwa rajanya telah mencurahkan segenap tenaga dan pikirannya selama ini sehingga tercipta kemakmuran dan kesentosaan negeri. Mereka selanjutnya bertanya, siapakah gerangan yang hendak diangkat menjadi pengganti raja.Prabu Dasarata kemudian menyatakan keputusan hatinya bahwa Ramawijaya hendak diangkatnyasebagai raja pengganti. Maka dengan suara gemuruh, para pembesar negeri dan rakyat menyatakan persetujuannya. Raja Dasarata mendengar persetujuan rakyatnya itu menjadi terharu. Namundemikian, ia bertanya mengapakah para pembesar negeri dan segenap rakyat menyetujui pengangkatan Rama.Maka segenap rakyat menjawab bahwa Rama memang pantas menjadi raja.Rama telah membuktikan keberanian dan kesungguhannya membela rakyat, menolong setiap rakyatyang berada dalam kesulitan dan memberantas segala kekacauan. Rama seorang satria sejati dankepandaiannya berperang selalu dipergunakan bagi kepentingan rakyat. Raja Dasarata amat terharusaat mengetahui betapa segenap rakyat menaruh cinta kepada Rama. Maka Sang Rajamemerintahkan agar dimulai persiapan upacara penobatan Rama sebagai raja.9.Tuntutan KaikayiTersebutlah seorang abdi istana bernama Mantara. Ia adalah seorang abdi dari permaisuriKaikayi dan pengasuh Pangeran Barata sejak kecil. Ia membujuk permaisuri Kaikayi agar memohon Prabu Dasarata untuk membatalkan niatnya yang hendak menobatkan Rama. Ia pulamembujuk agar Kaikayi menuntut Sang Raja untuk menobatkan Pangeran Barata , dan bukannyaRama, sebagai raja. Mula-mula Kaikayi tidak terbujuk, tapi lama-lama timbul pula iri dalamhatinya, mengapa putera Kausalya yang diangkat sebagai pengganti raja. Pada suatu malam RajaDasarata mendapatkan Kaikayi sedang menangis. Raja amat sedih melihatnya, lalu dia bertanya apayang menyebabkan Kaikayi menangis.Kaikayi segera menagih janji, yaitu pengangkatan Baratasebagai raja. Bukankah dulu ketika Raja Dasarata meminangnya ia berjanji kelak akan mengangkat putera Kaikayi sebagai raja penggantinya. Karena itu Kaikayi menuntut agar Sang Rajamengurungkan niatnya yang hendak mengangkat Rama sebagai raja. Mendengar tuntutan Kaikayiitu hati Raja Dasarata pun menjadi amat sedih.10. Pengembaraan di Hutan DandakaRaja Dasarata semakin pedih hatinya ketika mendengar tuntutan Kaikayi agar Rama besertaSita istrinya diusir dari istana dan dibuang kedalam hutan Dandaka selama empat belas tahun.HatiDasarata amat bingung karena persiapan penobatan Rama menjadi raja telah selesai. Maka padakeesokan harinya ketika hari masih pagi buta, Rama dipanggil menghadap. Ketika Rama datang bersembah di hadapannya, Raja Dasarata tak sanggup menyampaikan isi hatinya.Maka Kaikayilahyang memerintahkan Rama agar Rama bersama Sita meninggalkan istana dan pergi mengembaradalam pembuangan di hutan Dandaka selama empat belas tahun. Wajah Rama tetap tenangmendengar perintah itu. Sebagai satria ia akan memenuhi perintah ayahnya, betapapun berat perintah itu.Rama menyembah, lalu minta diri dari ayahandanya. Dengan tenang pula iamenyampaikan perintah itu kepada Sita, lalu bersiap untuk berangkat. Dengan diiringi ratap tangis para abdi istana maka berangkatlah Rama dan Sita menuju hutan Dandaka. Laksamana yang amatmenyintai Rama kakaknya, ikut pula dalam pengembaraan itu.11. Kesedihan Prabu DasarataRaja Dasarata amat sedih hatinya karena ditinggal oleh Rama, Sita dan Laksamana. Malamhari ia tak dapat tidur karena teringat akan pengalamannya sendiri dikala masih muda. Maka

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Zack Chaplin liked this
Rendra Drago liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->