termasuk kekhawatiran adanya syirik dalam setiap ziarah yangdilakukan umat muslim di dunia. Upaya globalisasi Wahabi, yakniketika Hejaz telah dikuasi Wahabi, dunia Islam banyak mengimportgagasan-gagasan Wahabi dalam bentuk pemurnian Islam
.Untuk meluluskan keinginannya itu, kemudian Ibnu Saud berencana mengadakan pertemuan umat muslim se-dunia. KongresUmat Islam akan diadakan di Arab Saudi sebagai langkah awal utuk dapat menjelaskan tentang maksud keinginan menegakkan Islam yangkaffah.Perubahan yang dilakukan secara radikal sebagai buah darikemenangan gemilang dari pemberontakan yang dilakukan oleh kaumwahabi di daerah Hejaz kemudian mengubah nama Hejaz menjadiArab Saudi. Kontan saja, tindakan frontal ini membuat wargaIndonesia yang tinggal di Hejaz merasa gerah, masalahnya orangIndonesia yang tinggal di Hejaz adalah penganut Islam
Ahlus Sunnahwal Jama’ah
, menganut salah satu dari empat madzhab.Kegerahan ini tidak berhenti sampai disitu saja. Kegerahan jugadialami oleh umat Islam di Indonesia, karena bagi mereka, persoalandi Hejaz tidak hanya menyangkut warga Hejaz saja, melainkan persoalan umat Islam di seluruh dunia karena Hejaz merupakan sentralsekaligus sandaran spiritual umat Islam. Selain sebagai tempat dimana
1 Nur Khaliq Ridwan,
NU dan Neoliberalisme, Tantangan dan Harapan Menjelang satu Abad,
LKiS, Yogyakarta, 2008, hal 27
3