Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
29Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB III Repaired)

BAB III Repaired)

Ratings:

1.0

(1)
|Views: 2,595 |Likes:
Published by Abaz Zahrotien
skripsi, makalah, naskah, artikel, proposal, proposal skripsi, abaz, abaz zahrotien, abazzahra, NU, Nahdlatul Ulama, PBNU, Dokumen, sejarah, jawa, islam, indonesia, islam indonesia, pmii, ipnu, ansor, fatayat
skripsi, makalah, naskah, artikel, proposal, proposal skripsi, abaz, abaz zahrotien, abazzahra, NU, Nahdlatul Ulama, PBNU, Dokumen, sejarah, jawa, islam, indonesia, islam indonesia, pmii, ipnu, ansor, fatayat

More info:

Published by: Abaz Zahrotien on Oct 22, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2013

pdf

text

original

 
BAB IIIKONSTRUKSI SOSIO ANTROPOLOGIS ISLAM INDONESIASejarah Sosial Manusia Indonesia
Mempelajari sejarah, agaknya menjadi persoalan yang cukup banyak mendapatkan rintangan, bukan karena faktor keilmiahan atauketidakilmiahan, melainkan lebih pada menepatkan perkiraan padakejadian yang telah lewat melalui peninggalan-peninggalan arkeologisdengan berbagai spekulasi teori (
 speculative theory
) yang berdasarkan pada perkiraan. Dampak yang kemudian timbul adalah, karena di duniaini tidak hanya satu orang saja yang
concern
membahas histografi,tentunya ada banyak pula pendapat spekulatif yang dimunculkan, adakalanya pendapat spekulatif antara satu ilmuwan dengan ilmuwan yanglain sama dan sealur, namun tidak sedikit pula yang berbenturan, dansah-sah saja ketika salah seorang ilmuwan menganggap teori merekayang paling benar atas teori yang lainnya.Taruhlah misalnya, ketika ditemukan fosil PithecantropusErectus di Sangiran, Eugene Debois mengatakan bahwa PithecantropusErectus adalah manusia tertua yang muncul di Indonesia. EugeneDebois mengatakan demikian dengan perkiraan bentuk fosil, letak dilapisan tanah, perkiraan umur, sampai perbandingan volume otak yangkonon lebih kecil ukurannya dengan manusia zaman sekarang danHomo Sapiens, Megantropus Palaeo Javanicus dan manusia purbasejenisnya yang pernah hidup di zaman prasejarah. Atau palingmudahnya, apakah untuk mengukur angka tahun masuknya Imigran besar-besaran gelombang pertama dari Provinsi Yunan, China Selatan pada Era 5.000 tahun sebelum masehi tepat perhitungannya atau hanya berdasarkan pada perkiraan semata. Ini mungkin, oleh beberapasejarawan, akan dianggap datar dan pemahaman yang dangkal sekali,
 
tapi nanti kita buktikan bahwa ini merupakan sisi yang paling menarik dari mempelajari sejarah.Mungkin agak mudah untuk kemudian melacaknyamenggunakan dalil analitik ilmiah dan rasional (dalam artian umum)untuk membahas persoalan sejarah yang “baru kemarin sore”. Masing-masing pendapat akan diperkuat dengan saksi dan bukti yang kuat atasteorinya itu. Dimana kemungkinan terjadi perselisihan teori akan dapatdiminimalisir. Namun itu juga akan menjadi perdebatan sengit apabilamasing-masing saksi yang diajukan memiliki pendapat yang berbedaatas motif tindakan sejarah yang dilakukan, atau penafsiran terhadap bukti sejarah, baik dokumentasi sejarah ataupun arkeologisnya, berbeda pada point tertentu yang menyebabkan mis tafsir. Kemudian,kalau kemudian sejarah ini dipelintir untuk kepentingan seseorang,suatu pihak, suatu golongan dan atau sejenisnya, maka yang kemudianterjadi adalah perdebatan sejarah pula.Ambillah contoh sederhana, misalnya kita menganalisissejarah “baru kemarin soremenggunakan model
verstehende
(meminjam metode pengumpulan data ala Max Weber), yakni metodemengumpulkan data dengan melihat motif subjektif atas tindakansosial oleh pelaku tindak sosial tersebut. Artinya, misalnya terjaditindak konfrontatif antara satu pihak dengan pihak lain tentunya jugaakan mengalami perbenturan teori konflik umum yang dimunculkankarena masing-masing pihak yang terkait dengan laku sosial tersebutmengklaim kebenaran atas teori yang diusungnya tersebut, dan karenametode ini berlandaskan atas unsur subjektifitas pelaku tindak sosialtersebut, maka tentunya tidak akan ada titik temu, dan yang terjadilagi-lagi kontroversi sejarah. Contoh misal, konfrontasi sejarah antaraProf. Dr. Ing. B.J. Habibie dengan Prabowo soal tragedi 1998 yangdidalamnya juga membawa nama-nama seperti Wiranto, Soeharto dan pejabat tinggi setingkatnya yang terkait dengan tragedi tersebut
 
 beberapa waktu yang lalu.Konflik sejarah ini jelas melahirkan suasana keilmuan sejarahyang tidak sehat, tidak ada garis besar yang dapat dijadikan patokansejarah karena masing-masing versi akan mengunggulkan versiteorinya dan menganggap teori lain yang muncul sebagai
counter part 
atas versinya dinyatakan salah dan tidak berdasarkan pada fakta sosialyang terjadi. Namun, itu justru yang membuat sejarah menarik untuk dibahas, dimana dengan sejarah tersebut (maksudnya konfrontasisejarah) justru akan semakin mencerdaskan masyarakat melaluikonflik. Masyarakat dicerdaskan dengan konflik. Seperti tokoh danguru bangsa Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid) yang menurut beberapa penuturan dari aktivis muda hari ini dianggap tokoh yang paling aktif mencerdaskan masyarakat dengan konflik. Yang selalumengambil “jalan lain” dari pemahaman universal, dan justru denganitu, menurut pendapat tersebut, masyarakat akan lebih dicerdaskandengan pembacaan atas realitas sosial yang kritis.Ada dua prakondisi (kondisi objektif) menurut Dr. I GdeWidja
1
 dalam mempelajari sejarah, dua prakondisi ini memberikanwarna tersendiri dalam mempelajari sejarah.
 Pertama,
 perlu adanyaupaya terus menerus untuk meluruskan sejarah yang sekarangcenderung banyak terjadi ‘pemitosan’ sejarah.
 Kedua,
karena tiapgenerasi memiliki tantangan yang berbeda serta kondisi yang berbeda pula, maka diperlukan, bagi generasi baru (dalam mempelajari sejarah)dialog yang intensif dengan generasi lama.Kemudian, mengutip apa yang dikatakan oleh Soekarno,“Jangan sekali-sekali melupakan sejarah
2
. Ini mengandung artianyang dalam dalam pemahaman orang-orang tertentu, bahwa itu tidak 
1 I Gde Widja,
Menuju Wajah Baru Pendidikan Sejarah,
Laperda PustakaUtama, Yogyakarta, 2002 hal. 10-112 Wijanarka,
Soekarno dan Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya,
Ombak, Jogjakarta, 2006, hal. 11

Activity (29)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
dzakwan13 liked this
Yusfa Shanty liked this
Lodi Risaldi liked this
Isa Abdillah liked this
Willy Muhammad F liked this
Aravind Ravi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->