Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
 Naskah buku
Wacana Ringan dari Kegelisahan
Rekonstruksi Nalar Religius
Memahami Posisi Islamdalam Konstelasi Geo Sosio Politik 
Oleh :Abaz Zahra
1
 
Sebagai Jembatan Awal Menatap Dunia Yang Sesungguhnya
 
Pengantar Penulis
Sejak diterbitkannya buku terbaru Samuel P. Huntington yang berjudul
Who AreWe?-ˆ : The Challenges to America's National Identity
tahun 2004 lalu kondisiIslam dalam konstelasi geopolitik semaki1n tertantang. Dalam buku sebelumnya,
The Clash of Civilization
, penasehat awakan Gedung Putih ini
 belum terang-terangan mengatakan bahwa Islam adalah musuh besar bagi
Amerika Serikat, namundalam buku terbarunya itu, Huntington mengatakan dengan tegas bahwa IslamFundamental adalah musuh besar yang harus dibasmi.Ketika dilihat dalam buku tersebut memang tercantum Islam Fundamental yangmilitant sebagai musuhnya, namun pada realitas di lapangan semua kelompok Islam, baik Islam moderat, Islam liberal dan kelompok Islam lainnyamendapatkan serangan dan
warning 
yang sama dari Amerika Serikat.Secara politis demikian, bahwa kondisi percaturan politik global dalam pemetaanHuntington sebelumnya, Islam merupakan salah satu kekuatan besar yang akanmenjadi lawan dari peradaban Barat. Benturan peradaban yang akan terjadi salahsatunya adalah antara Islam dan Barat, disamping nanti muncul Confucianismeyang berkembang di China. Ini memberi alamat yang semakin jelas bagi perkembangan Islam ke depan, apalagi setelah Irak dan Afghanistan diserangsecara membabi buta oleh Amerika Serikat serta Libanon oleh Israel, inimengalamatkan bahwa Islam secara politis akan terus diserang tanpa ampununtuk memenuhi ambisi Amerika Serikat dan mematahkan kekuatan Islam dalamkonstelasi geopolitik.Di samping penyerangan secara politis, Barat (baca: Amerika Serikat) jugamenyerang sisi kebudayaannya, dalam bahasa Hassan Hanafi disebut denganimperialisme budaya. Dimana kebudayaan non-Barat secara perlahan akandiputus akar kesejarahannya dan menggantinya dengan budaya popular ala Barat.Penyerangan sisi budaya ini berbuntut pada hilangnya khazanah local yangdimiliki oleh negara-negara non-Barat, tradisi dan ritus budaya akan tergilas olehkemasan budaya popular yang memang lebih menarik perhatian dibandingkandengan khazanah local. Inilah yang kemudian menjadi persoalan pelik disamping persoalan pada ranah politik.Sementara itu, dalam tubuh Islam sendiri, komunikasi internal juga belumselesai, dimana satu
madzhab
dengan
madzhab
lainnya belum berada pada satu pandangan yang sama untuk menentukan satu musuh bersama (
common enemy
).Kalaupun telah mencapai kesepakatan itu, jalur pergerakan yang dilakukanpunmasih
khilafiyah
dikarenakan perbedaan penafsiran atas model perjuangan(jihad).Indonesia yang merupakan kandangnya warga Islam dengan jumlah penduduk yang menganut agama Islam terbesar di dunia tentunya juga menjadi wilayahyang turut serta tergabung dalam permainan sosio politik dunia. Dan ini jugatidak hanya terjadi saat ini saja, campur tangan Barat terhadap kemerdekaan13
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more