Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Beratnya Amanah Kepemimpinan

Beratnya Amanah Kepemimpinan

Ratings: (0)|Views: 0|Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Mar 25, 2014
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2014

pdf

text

original

 
25/3/2014Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Beratnya Amanah Kepemimpinanhttp://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/03/25/beratnya-amanah-kepemimpinan/1/2
Beratnya Amanah Kepemimpinan
March 25th, 2014 by kafi
Rasulullah SAW bersabda,
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai  pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.”
(HR al-Bukhari dan Muslim).Kepemimpinan—baik dalam level pribadi, masyarakat ataupun negara—adalah amanah.Sesuai dengan sabda Rasul SAW di atas, siapa saja yang memegang amanah kepemimpinanini pasti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT di akhirat nanti.Hakikat kepemimpinan tercermin dalam sabda Rasulullah SAW berikut, “
Sayyid al-qawmkhadimuhum
 (
Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka
).” (HR Abu Nu‘aim).*****Tahun ini adalah tahun pemilu di tanah air. Melalui pemilu, banyak orang bernafsu—bahkandengan segala cara—untuk menjadi pemimpin, baik sebagai wakil rakyat ataupun penguasa.Fenomena ini bertolak belakang dengan generasi
salafush-shalih
 pada masa lalu, yangumumnya takut dengan amanah kepemimpinan (kekuasaan). Pasalnya, berbeda dengangenerasi hari ini, generasi Muslim pada masa lalu amat paham tentang betapa beratnyaamanah kekuasaan. Banyak nash yang menegaskan demikian. Rasulullah SAW, misalnya,bersabda, “
Tidak seorang hamba pun yang diserahi oleh Allah untuk memelihara danmengurusi kemaslahatan rakyat, lalu dia tidak melingkupi rakyat dengan nasihat, kecuali iatidak akan mencium bau surga.”
(HR al-Bukhari).Rasulullah SAW juga bersabda, “
Tidaklah seorang penguasa diserahi urusan kaum Muslim,kemudian ia mati, sedangkan ia menelantarkan urusan tersebut, kecuali Allahmengharamkan surga untuk dirinya.”
(HR al-Bukhari dan Muslim).Terkait dengan hadits ini, Imam Fudhail bin Iyadh menuturkan, “Hadits ini merupakan ancamanbagi siapa saja yang diserahi Allah SWT untuk mengurus urusan kaum Muslim, baik urusanagama maupun dunia, kemudian ia berkhianat. Jika seseorang berkhianat terhadap suatuurusan yang telah diserahkan kepadanya maka ia telah terjatuh pada dosa besar dan akandijauhkan dari surga. Penelantaran itu bisa berbentuk tidak menjelaskan urusan-urusan agamakepada umat, tidak menjaga syariah Allah dari unsur-unsur yang bisa merusak kesuciannya,mengubah-ubah makna ayat-ayat Allah dan mengabaikan
hudûd 
 (hukum-hukum Allah). Penelantaran itu juga bisa berwujud pengabaian terhadap hak-hak umat, tidak menjagakeamanan mereka, tidak berjihad untuk mengusir musuh-musuh mereka dan tidakmenegakkan keadilan di tengah-tengah mereka. Setiap orang yang melakukan hal inidipandang telah mengkhianati umat.” (Imam an-Nawawi
, Syarh Shahîh Muslim
)
.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->