Manusia Dan Pekerjaan

 
 
 
 
 

by Kasenda

Value This
Doc
Scribd
Average
     
Pages: 34 43
Words: 13362 13640
Characters: 104718 81678
Lines: 155 623
     
     
Letters per word: 7.84 5.99
Words per line: 86.21 21.89
Words per page: 393.0 317.21

Add to your reading list

Flag_red Flag this document

Document Information

788 Reads | 1 Comment

Description

Tidak segala tindak-tanduk kita merupakan pekerjaan. Kita sebut pekerjaan segala kegiatan yang direncanakan, jadi yang memerlukan pemikiran yang khusus dan tidak dapat dijalankan oleh binatang, yang dilakukan tidak hanya karena pelaksanaan kegiatan itu sendiri menyenangkan, melainkan karena kita mau, dengan sungguh-sungguh, mencapai suatu hasil yang kemudian berdiri sendiri, atau sebagai benda, karya, tenaga dan sebagainya, atau sebagai pelayanan terhadap masyarakat, termasuk dirinya sendiri. Kegiatan itu dapat berupa pemakaian tenaga jasmani atau rohani. Tetapi karena ciri khas pekerjaan adalah hasil obyektifnya, dan keobyektifan itu mesti jasmani, prototype pekerjaan adalah pekerjaan jasmani dan itulah yang di utamakan.

Di mana pun kita berada, kita dikelilingi oleh manusia-manusia yang bekerja: si pemulung mendorong gerobaknya, artis fim berakting di depan kamera, Pak Ketua RW menandatangani surat keterangan, baby sitter menggendong bayi, si cendikiawan di perguruan tinggi yang menyusun daftar pertanyaan untuk suatu penelitian.Begitu pula barangkali kita sendiri. Meskipun kita senang apabila pekerjaan kita selesai dan kita dapat bersantai di rumah atau nonton film di bioskop, suatu hidup tanpa pekerjaan sama sekali tidak dapat di bayangkan. Kebanyakan kita harus bekerja, karena tanpa bekerja tidak memperoleh penghidupan. Tetapi andaikata pun tak perlu bekerja karena dapat hidup dari warisan, kiranya kita cepat akan bosan, Bagi kebanyakan orang pekerjaan menjadi isi pokok dari setiap hari. Begitu besar pengaruh pekerjaan sehingga di antara perbedaan-perbedaan yang kita pasang pada pelbagai hari dalam hidup kita, perbedaan yang paling berarti adalah perbedaan antara hari kerja dan hari libur. (Magnis 1979: 72—74)

Bekerja di rasakan pertama-tama sebagai keharusan untuk mencari nafkah. Mempunyai pekerjaan dan tidak menjadi penganggur merupakan anugerah memungkinkan kita makan, berpakaian, berumah dan bisa membelanjai beraneka macam kebutuhan hidup. Orang harus bekerja, tidak bekerja tidak makan Menganggur semakin dirasakan sebagai hina dan memalukan, tidak hanya dalam arti tidak bisa mencari nafkah, jadi karena itu miskin, tetapi juga dalam arti harga diri. Seorang penganggur merasa hina sebagai manusia, sebagai suatu kepincangan atau sakit Kerja merupakan dorongan dan hasrat dari kodrat manusia itu sendiri, justru dengan dan mengalami kerja itu sendiri, manusia semakin menjadi manusia yang utuh, matang dewasa, menjadi berkebudayaan, berkepribadian.(Mangunwij aya 1993: 81—83)

Mengingat pentingnya peranan pekerjaan bagi manusia, agak mengherankanlah kenyataan bahwa filsafat berabad-abad lamanya tidak memperhatikannya. Filsafat Timur diam terhadap pekerjaan. Wulangreh dan Wirid Hidayat Jati tidak menaruh perhatian terhadap pekerjaan, begitu pula dalam kisah-kisah wayang orang sibuk dengan bertapa, berperang, ngobrol atau main-main, dengan tidak ada yang bertanya dari mana Arjuna mendapat nasinya setiap hari. Kaum priyayi yang juga dalam pandangan orang kecil mewujudkan tingkat kemanusian yang lebih sempurna, mencita-citakan suatu hidup tanpa pekerjaan sama sekali. Aliran-aliran kebatinan paling-paling melihat pekerjaan sebagai suatu kewajiban demi masyarakat, tetapi bukan sebagai sesuatu yang positif dan merangsang pada dirinya sendiri; tujuannya bukan untuk membuat pekerjaan menjadi manusiawi dan menarik, melainkan untuk menguranginya. Filsafat India mementingkan roh dan menegaskan ke kefanaan hidup di dunia ini, maka tidak melihat suatu nilai tersendiri dalam mengerjakan dunia.

Berabad-abad lamanya filsafat Barat memandang rendah pada pekerjaan. Para filsuf filsuf sama sekali tidak memperhatikan pekerjaan. Padahal tak ada seorang filsuf yang akan bisa hidup dan berfilsafat kalau tak ada orang lain yang mengubah tanah untuknya, menghasilkan makanan dan menjahitkan pakaiannya.

Word_16x16 34 Pages


Date Added

10/23/2009

Category
Tags
Groups
Copyright

Attribution Non-commercial

More info »

 

or use Facebook Connect

posma-simamora-1273

Sebagai mana Tuhan yang bekerja dalam menciptakan segala sesuatu begitu juga manusia, haruslah bekerja....

12 / 14 / 2009