Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kebijakan Persaingan Usaha Penerbangan

Kebijakan Persaingan Usaha Penerbangan

Ratings: (0)|Views: 981 |Likes:
Published by Muhammad Bayu
Kebijakan tentang Persaingan Usaha dalam industri Jasa Penerbangan.
Kebijakan tentang Persaingan Usaha dalam industri Jasa Penerbangan.

More info:

Categories:Business/Law, Finance
Published by: Muhammad Bayu on Oct 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/04/2013

pdf

text

original

 
Kebijakan Persaingan Pada Industri Jasa PenerbanganDilihat Dari Perspektif Perlindungan Konsumen
Pendahuluan
Pertanyaan yang paling mendasar bagi masyarakat luas adalah apakah dengan adanyahukum yang mengatur mengenai larangan praktek curang dalam menjalankan usaha (antimonopoli) berarti kesejahteraan konsumen akan dengan sendirinya meningkat. Secara teoritishukum persaingan usaha akan menguntungkan konsumen di satu pihak dan mengembangkaniklim usaha yang lebih baik bagi pelaku usaha di pihak lainnya. Dalam perspektif konsumendengan adanya larangan monopoli maka konsumen memperoleh dua keuntungan yaitu pertama kemudahan untuk memilih alternatif barang atau jasa yang ditawarkan dan keduaadalah harga barang atau jasa akan cenderung lebih murah dengan kompetisi diantara pelakuusaha.Pada dasarnya dalam dunia bisnis, upaya untuk memperoleh keuntungan yangsebesar-besarnya merupakan perilaku yang wajar, akan tetapi langkah-langkah yang diambiluntuk mencapai tujuan tersebut harus tetap dalam koridor yang diperbolehkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kondisi ini tentunya tidak hanya membatasi perilakusektor swasta saja akan juga berlaku untuk negara dalam hal negara bertindak sebagai pelakuusaha seperti dalam kasus BUMN. Meskipun demikian tentunya ada sektor-sektor tertentuyang oleh undang-undang memang diberikan monopoli kepada negara karena menyangkuthajat hidup orang banyak.Dalam era globalisasi dan transparansi seperti sekarang ini tentunya monopoli yangdipegang oleh negara harus kembali dikaji, jangan sampai dengan alasan untuk kepentinganumum suatu sektor dimonopoli oleh negara akan tetapi hasilnya justru hanya menguntungkanorang-orang tertentu atau kelompok tertentu saja. Adanya undang-undang persaingan usahaini pada dasarnya merupakan salah satu syarat bagi suatu negara yang akan memberlakukanekonomi pasar. Oleh karenanya ekonomi pasar tanpa adanya aturan main yang jelas akanmenimbulkan kesewenang-wenangan, dimana pelaku usaha besar akan mematikan pelakuusaha kecil yang merupakan saingannya. Pasar persaingan sempurna, merupakan struktur  pasar yang paling ideal dalam suatu negara yang menganut sistem mekanisme pasar. Dalam pasar persaingan sempurna, produsen memiliki kemampuan yang sama antara satu denganyang lainnya, sehingga agar dia dapat tetap bertahan atau lebih unggul dari produsensejenisnya maka dia harus mempu menciptakan inovasi atau terobosan baru. Sebagaiakibatnya ekonomi pasar yang ditandai dengan adanya persaingan antar pelaku usaha akanmenciptakan efisiensi-efisiensi dalam memanfaatkan sumber daya yang ada. Seorang pelakuusaha yang tidak dapat menjalankan usahanya secara efisien pasti pada akhirnya akan tergilasoleh pesaingnya.Undang-undang No. 15 Tahun 1992 tentang penerbangan merupakan salah satutonggak deregulasi bisnis penerbangan di Indonesia. Dengan adanya undang-undang ini,maka jumlah perusahaan jasa penerbangan meningkat tajam. Sebelum adanya undang-undangini perusahaan jasa penerbangan di Indonesia hanya beberapa perusahaan, khususnya yangtergabung dalam
 International Air Transport Association
(IATA). Banyaknya pemain dalam
 
industri jasa penerbangan ini antara lain karena industri penerbangan memberikankemungkinan memperoleh keuntungan yang cukup tinggi. Sebagaimana diketahui dalam jangka pendek, meskipun pada kondisi merugi, keuntungan dari penjualan ticket pesawatmasih mampu untuk membayar 
variable cos
. Apalagi dalam kondisi perusahaanmemperoleh untung, kondisi harga tiket masih lebih tinggi dari
average cost 
, keuntunganyang diperoleh perusahaan jasa penerbangan akan berada di atas keuntungan normal. Kondisiini merupakan daya tarik bagi investor atau pelaku usaha untuk masuk dalam bisnis jasa penerbangan. Dengan semakin banyaknya pemain dalam industri penerbangan ini,menyebabkan tingkat persaingan antar operator transportasi udara menjadi semakin tinggi.Sebagai akibatnya industri jasa penerbangan tersebut harus melakukan penyesuaian harga jualticketnya. Hal ini memaksa perusahaan jasa penerbangan untuk melakukan efisiensi setinggimungkin, agar perusahaan tersebut tidak mengalami kerugian terus menerus. Disamping itumemaksa maskapai penerbangan untuk melakukan strategi bisnis yang berani dalammenghadapi kompetisi tersebut.Mengingat hukum persaingan usaha masih merupakan hal yang baru, maka banyak  pihak yang belum begitu menyadari peran, fungsi dan aturan main dari undang-undang ini.KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) sebagai lembaga independen yang mempunyaikewenangan untuk menegakan hukum persaingan usaha seringkali menemui hambatan baik dari kalangan swasta maupun dari kalangan pemerintah sendiri. Hal ini antara lain terlihat darimasih adanya peraturan atau regulasi yang dikeluarkan oleh pejabat negara justru bertentangan dengan prinsip persaingan usaha. Selain itu dengan telah diberlakukannyaundang-undang otonomi daerah membawa pengaruh terhadap struktur pasar yang ada padasaat ini. Kewajiban pemerintah daerah untuk mencari sumber pendanaannya sendiri,disamping juga adanya pemberian kewenangan yang relatif lebih besar membawa akibat banyaknya kebijakan-kebijakan daerah yang membatasi ruang gerak pelaku usaha dari daerahlain. Kebijakan-kebijakan yang lebih mengutamakan BUMD atau pengusaha lokal denganmenutup kemungkinan pelaku usaha dari daerah lain untuk masuk ke dalam pasar,kemungkinan melanggar prinsip-prinsip persaingan usaha yang sehat.
Perang Tarif untuk Pengangkutan Udara
Dengan adanya persaingan antar pelaku usaha, maka konsumen memperolehkeuntungan berupa penawaran harga yang lebih murah dan semakin banyaknya alternatif  pilihan barang atau jasa yang ditawarkan. Alternatif pilihan ini memberikan kesempatankepada konsumen untuk dapat memilih barang atau jasa sejenis yang mempunyai kualitasterbaik dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan barang atau jasa sejenislainnya. Pelaku usaha baik itu produsen maupun distributor harus dapat melakukan efisiensidalam menekan biaya produksi atau distribusi, tentunya dengan tanpa mengurangi kualitasdari produk yang ditawarkannya, sehingga pada akhirnya dia dapat menawarkan produk dengan harga yang lebih rendah tanpa mengurangi kualitasnya.Dalam melihat sejauhmana pengaruh
competition policy
terhadap perlindungankonsumen di Indonesia, maka perlu dilihat faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadaptingkah laku konsumen (
consumer behaviour 
). Pada dasarnya terdapat tiga faktor yang berpengaruh yaitu (i)
utility maximisation
; (ii)
 steble preferences
; dan (iii)
optimal information
.
1
1
The Consumer Guide to Competition; Apractical Handbook, Phil Evans, Consumers International, page25
- 2 - 
 
Sebagaimana telah dikemukakan di muka, bahwa industri jasa penerbangan diIndonesia telah mengalami pertumbuhan yang demikian pesatnya. Kondisi ini secaralangsung sangat berpengaruh terhadap struktur pasar yang ada. Dari data yang ada padaDirektorat Jenderal Penerbangan Udara Departemen Perhubungan Republik Indonesia,tercatat bahwa pada tahun 1999 jumlah perusahaan penerbangan niaga tidak berjadwalmencapai 55 buah perusahaan. Namun demikian untuk kategori perusahaan penerbanganniaga yang berjadwal dari tahun 1996 terus mengalami peningkatan sampai dengan tahun2001, sehingga jumlahnya mencapai 19 buah perusahaan. Pada tahun 1998 jumlah perusahaan penerbangan niaga berjadwal sempat mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya,yaitu dari 6 perusahaan menjadi 5 perusahaan, hal tersebut dapat dilihat pada diagram 1.
Diagram 1PERKEMBANGAN PERUSAHAAN PENERBANGANDALAM NEGERI
2
01020304050601996 1997 1998 1999 2000 2001Non KomersialNiaga Tidak BerjadwalNiaga Berjadwal
Pertumbuhan jumlah perusahaan penerbangan yang menyediakan jasa penerbangandomestik dilihat dari perspektif konsumen, memberikan dampak yang positif. Masyarakatmemperoleh keuntungan dengan semakin banyaknya pilihan jasa penerbangan yangmenawarkan berbagai kemudahan, seperti pemberian servise yang semakin baik dan hargaticket yang sangat bersaing. Pertanyaan yang paling mendasar selanjutnya adalah apakahkondisi tersebut akan secara otomatis berpengaruh terhadap tingkah laku konsumen(
consumer behaviour 
). Banyak faktor yang berpengaruh terhadap konsumen untuk memilihsalah satu operator angkutan udara tertentu atau bahkan memilih salah satu jenis alat pengangkutan yang ada. Apakah harga murah merupakan satu-satunya alasan konsumenuntuk memilih salah satu maskapai penerbangan tertentu. Bagaimana dengan pandangankonsumen terhadap tingkat keamanan yang ditawarkan oleh suatu operator angkutan udara,apakah menjadi bahan masukan dalam memilih suatu maskapai penerbangan. Bagaimanadengan penawaran pelayanan yang diberikan oleh suatu operator angkutan udara, kemudahanfasilitas
check in
, ketepatan jadwal waktu, dll, apakah menjadi alasan dalam pemilihan suatuoperator angkutan udara.Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Yayasan Lembaga KonsumenIndonesia (YLKI) pada tahun 2003 terhadap rute penerbangan Jakarta-Medan, Jakarta-Surabaya, Jakarta-Yogyakarta dan Jakarta-Solo alasan yang paling sering dipakai olehresponden untuk memilih salah satu operator angkutan udara adalah harga tiket yang murah.Alasan tersebut sangat masuk akal karena naluri konsumen dalam mengkonsumsi suatu
2
- 3 - 

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
dhesy chairani liked this
shantydilab liked this
Grei S Siahaan liked this
HER_NETZ liked this
Muhammad Nafi liked this
steven0989 liked this
ronyandrechn liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->