Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Aluminium Properties Post Welding

Aluminium Properties Post Welding

Ratings: (0)|Views: 923|Likes:
Published by dian_kapal

More info:

Published by: dian_kapal on Oct 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/24/2009

pdf

text

original

 
Aluminium properties post welding
"Dirman Artib"
Rekan milist yth, terutama para pakar pengelasan. Mohon pencerahan.Apakah fenomena pengelasan pada steel akan sama denganfenomena pada Aluminium ?Apa saja properties aluminium berobah setelah welding ? Terutama kekuatan, apakah naik atau turun ?.Apa sajakah properties merugikan yg diperhatikan dalam mengelasaluminium ?Apakah fenomena internal stress, perobahan butir dll juga terjadi ?Bagaimana cara memperbaiki properties setelah welding ?Apakah fenomena crack juga kadang terjadi ?Seberapa potensial crack dibanding steel ?Apa saja parameter las penting yg harus dikontrol saat proses lasberlangsung ?
ir_winarto 
Dear Pak D'Art,Sedikit saya ingin sharing mengenai beberapa pertanyaan Bapak yaitusbb:1.Apakah fenomena pengelasan pada steel akan sama denganfenomena pada Aluminium ? Jawab : Fenomena keduanya hampir mirip mengingat keduanya adalah jenis logam (metal), steel dikatagorikan ferrous sedangkan aluminumadalah non-ferrous. Keduanya memiliki ikatan logam, struktur kristalatom steel umumnya BCC & FCC sedangkan aluminum umumnya FCC(face centre cubic). Melting pointnya cukup berbeda T-melt Steelsekitar 1530 deg. C, sedangkan Al sekitar 660 deg.C. Berat jenisnya juga berbeda : Density Steel = 7,8 sedangkan Al = 2,7. Sehingga darikeduanya memiliki fenomena pembekuan dari mulai dari fasa cair kepadatan yang sama untuk membentuk kampuh lasan (weld metal)yang mirip dengan struktur coran (casting). Namun untuk aluminumdari segi warna saat mencair dan membeku hampir tidak berubah,sedangkan pada baja ada perubahan warna dari kuning kemerahanmenjadi gelap saat membeku dari fasa cair ke fasa padatan.
 
2. Apa saja properties aluminium berobah setelah welding ? Terutamakekuatan, apakah naik atau turun ?. Jawab: Sebelum aluminium di las, perlu diketahui bahwa klasifikasialuminium ada 2 (dua) kelas: Kelas Aluminium yang dapat dikeraskandengan perlakuan panas (Heat-treatable) seperti : Al kelas 2XXX, 6XXXdan 7XXX sedangkan kelas yang non-heat treatable seperti 1XXX,3XXX dan 5XXX, untuk kelas ini hanya dapat dikeraskan dengan caradeformasi dingin (cold work). Untuk Al kelas 4XXX umumnya dipakaiuntuk kawat las dan untuk proses pengecoran (casting). Akibat proseswelding, maka panas (heat)yang diberikan ke logam aluminum akanmerubah struktur metalurgi aluminium terutama di "daerahterpengaruh panas" (HAZ). Misalnya untuk material yang heat-tereatable akan mengalami pelunakan atau disebut dengan overagingdi HAZ, sedangkan untuk yang Non-heat treatable akan mengalamipengkasaran butir (grain growth). jadi daerah HAZ sangat sensitif diAluminum. Dan oleh sebab itu perlakuan sebelum mengelas maupunpemilihan proses lasnya harus hati-hati, demikian juga pemilihankawat lasnya akan menentukan sifat kekuatan (mechanicalproperties) dari sambungan las aluminum.Dengan teknologi yang kian maju, maka saat ini ada penyambunganaluminum dengan metoda "Friction Stir Welding" (FSW) yangditemukan pada thn 1994 di Inggris (UK) banyak di aplikasikan danterutama untuk penyambungan struktur pesawat tempur & tangkibahan bakar pesawat ruang angkasa, maupun struktur bangunanengineering lainnya (mobil, kapal laut dll). Proses ini memanfaatkanpanas dari gaya friksi namun tidak terjadi peleburan (melting),sehingga kekuatannya hampir merata di setiap sambungan.3. Apa sajakah properties merugikan yg diperhatikan dalam mengelasaluminium ? Jawab: seperti yang telah dijelaskan diatas, maka properties yangharus diperhatikan sbb:1. Sifat Kekuatannya (Strength)2. Sifat Keuletannya (ductility)3. Kesamaan warnanya (Color match after anodizing)4. Tendensi retak lasan (crack tendency)dari 4 hal diatas perlu memilih kawat las yang sesuai untukpengelasannya. Hal lainnya adalah: kecenderungan adanya "porositas(porosity)" akibat gas hidrogen (H2) pada daerah kampuh lasannya(weld metal) dimana hal dapat dieliminir dengan menggunakan gaspelindung (shielding gas) yang baik (pure argon).
 
4.Apakah fenomena internal stress, perobahan butir dll juga terjadi ?Bagaimana cara memperbaiki properties setelah welding ? Jawab: Fenomena "internal stress" merupakan hal yang umum padapengelasan dan hal ini harus diperhatikan mengingat "koefisien muai"dari aluminum ini hampir 2 kali dari muainya baja. Oleh sebab itupenggunaan "Jig/clamping" maupun urutan lasnya (untuk multi pass)perlu di perhatikan. Perubahan butir adalah pasti berubah baik untukyang heat-treatable maupun yang non-heat treatable. Beberapa kawatlas untuk aluminum umumnya ditambambahkan penghalus butir ataugrain refining seperti titanium boron (TiB) dan zirconium (Zr).5. Apakah fenomena crack juga kadang terjadi ? Seberapa potensialcrack dibanding steel ? Jawab: Fenomena crack bisa terjadi terutama retak panas (hotcracking) dan ini perlu diperhatikan terutama dalam "kesesuaian"pemilihan kawat lasnya dimana beberapa unsur paduan sensitif (rentan) terhadap retak. Kalau dibandingkan dengan baja, potensinyalebih besar di aluminium mengingat koefisien muianya hampir 2 kalidari baja.6.Apa saja parameter las penting yg harus dikontrol saat proses lasberlangsung ? Jawab: Parameter penting dalam mengelas aluminium adalah:1. Preparasi lasannya (before welding), terutama pembersihanpermukaan aluminium yang di las dimana lapisan tipis aluminiumoksida (Al2O3) yang memiliki temperatur lebur sekitar 2050deg.Celcius dapat menyebabkan kegetasan di kampuh lasan (weldmetal) apabila tidak dibersihkan.2. Masukan panas (heat input) tertentu dan faktor parameter inidipengaruhi oleh arus, tegangan dan kecepatan las.3. Pemilihan Kawat las (mempengaruhi 4 faktor seperti dijelaskandiatas)4. Gas pelindung harus baik terutama dalam melindungi masuknya gashidrogen yang mengakibatkan porositas.5. Metoda pemilihan proses pengelasannya umumnya untuk lasaluminium banyak dipilih proses GTAW atau TIG yang menggunakanpower AC dengan frekwensi tinggi.Beberapa literatur bisa di refer di alamat dibawah ini:Common Mistakes Made in the Design of Aluminum WeldmentsBy Frank G. Armao, Senior Application Engineer, The Lincoln ElectricCompany, Cleveland, Ohio

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->