Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
 
ANALISIS KELAYAKAN USAHA DAN STRATEGIPENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL MEUBELDI KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG
SKRIPSI
Diajukan dalam rangka menyelesaikan Studi Strata SatuUntuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomipada Universitas Negeri SemarangDisusun Oleh :Nama : Budi RaharjoNIM : 3353403029Jurusan : Ekonomi Pembangunan
FAKULTAS EKONOMIUNIVERSITAS NEGERI SEMARANG2009
 
 
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
Motto Motto Motto Motto 
 
The only thing that matters is just following your heart, and eventually  you’ll finally get it right. (Kristopher Lee Roe) 
 
Carpe Diem (Horace) 
PERSEMBAHAN
1.
 
Ayah2.
 
Keluarga3.
 
Teman-teman Ekonomi Pembangunan2003
 
 
ABSTRAK
 Budi Raharjo, 3353403029, Ekonomi Pembangunan, "Analisis Kelayakan Usahadan Strategi Pengembangan Industri Kecil Meubel di Kecamatan SuruhKabupaten Semarang", 59 halaman, 5 bab, 12 lampiran, 18 tabel.Kata Kunci : Kelayakan Usaha, Strategi Pengembangan, MeubelIndustri kecil di Kecamatan Suruh masih menghadapi berbagaipermasalahan seperti permodalan, teknologi, pemasaran, akses informasi pasardan sebagainya. Dengan berbagai permasalahan dan kelemahan itu industri kecildi Kecamatan Suruh dapat mengalami resiko kegagalan. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui kelayakan finansial dan strategi pengembangan industrikecil meubel di Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang.Populasi dalam penelitian ini adalah unit-unit usaha industri kecil meubeldi Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang yang berjumlah 30 unit usaha. Variabelpenelitian adalah profil, kelayakan finansial dan strategi pengembangan industrikecil meubel di Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. Metode pengumpulandata yang digunakan adalah metode angket, metode interview, dan metodedokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif,analisis kelayakan finansial dan analisis SWOT.Berdasarkan hasil perhitungan analisis kelayakan usaha didapatkan hasil
 Net Present Value
(NPV) dari industri meubel di Kecamatan Suruh KabupatenSemarang sebesar Rp452.950.625,43, nilai
 Benefit-Cost Ratio
(BCR) sebesar1,55 dan nilai
 Internal Rate of Return
(IRR) sebesar 18,7 %. Berdasarkan hasilanalisis SWOT diketahui bahwa industri kecil meubel di Kecamatan SuruhKabupaten Semarang mempunyai keunggulan dalam produktivitas dan sumberdaya, dan memiliki kelemahan dalam hal kurangnya peralatan, modal danteknologi serta kurangnya promosi produk sehingga pemasaran kurang maksimal.Industri meubel Suruh memiliki peluang pasar yang cukup tinggi dan perhatianyang baik pemerintah dan memiliki ancaman dalam hal persaingan denganindustri meubel wilayah lain.Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa usaha industri kecil meubeldi Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang layak dilakukan. Saran yang dapatdiberikan adalah bagi industri meubel di Kecamatan Suruh, kualitas produk danpromosi produk meubel perlu ditingkatkan agar pasar dapat lebih diperluas dansemakin banyak konsumen yang terjaring. Caranya antara lain dengan mengikutipameran-pameran industri dan menjalin kerjasama yang baik dengan berbagaipihak. Pemerintah harus tetap memberi dukungan bagi industri kecil meubel diKecamatan Suruh agar dapat terus berjalan dan lebih berkembang sehingga dapatmemberi kontribusi yang besar bagi perekonomian di Kecamatan Suruh. Caranyaantara lain dengan pemberian bantuan baik modal, peralatan, maupun pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk dan mengadakan pameran-pameranindustri sebagai sarana promosi.
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more