Berikut ini data massa jenis dari beberapa zat.
ZatKerapatan (kg/m
3
)Zat Cair
Air1,00 x 10
3
Air Laut1,03 x 10
3
Darah1,06 x 10
3
Bensin0,68 x 10
3
Air raksa13,6 x 10
3
Zat Padat
Es0,92 x 10
3
Aluminium2,70 x 10
3
Besi & Baja7,8 x 10
3
Emas19,3 x 10
3
Gelas2,4 – 2,8 x 10
3
Kayu0,3 – 0,9 x 10
3
Tembaga8,9 x 10
3
Timah11,3 x 10
3
Tulang1,7 – 2.0 x 10
3
Zat Gas
Udara1,293Helium0,1786Hidrogen0,08994Uap air (100
o
C)0,6Kerapatan zat yang dinyatakan dalam tabel di atas merupakan kerapatan zat pada suhu 0
o
C dan tekanan 1atm(atmosfir alias atm = satuan tekanan)
Konsep Berat Jenis
Berat jenis merupakan perbandingan kerapatan suatu zat terhadap kerapatan air. Berat jenis suatu zat dapatdiperoleh dengan membagi kerapatannya dengan 10
3
kg/m
3
(kerapatan air). Berat jenis tidak memiliki dimensi.Apabila kerapatan suatu benda lebih kecil dari kerapatan air, maka benda akan terapung. Berat jenis benda yangterapung lebih kecil dari 1. Sebaliknya jika kerapatan suatu benda lebih besar dari kerapatan air, maka berat jenisnya lebih besar dari 1. untuk kasus ini benda tersebut akan tenggelam.
Referensi :
Giancoli, Douglas C., 2001,
Fisika Jilid I (terjemahan),
Jakarta : Penerbit ErlanggaHalliday dan Resnick, 1991,
Fisika Jilid I, Terjemahan,
Jakarta : Penerbit ErlanggaKanginan, Marthen, 2000,
Fisika 2000, SMU kelas 1, Caturwulan 2
, Jakarta : Penerbit ErlanggaTipler, P.A.,1998,
Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan),
Jakarta : Penebit ErlanggaYoung, Hugh D. & Freedman, Roger A., 2002,
Fisika Universitas (terjemahan),
Jakarta : Penerbit ErlanggaKesalahan Dalam Pengukuran bisa di sebabkan oleh1. Alat ukur yang kurang baik.Dalam hal ini sering terjadi karena pada alat ukur telah terdapat penyimpangan sehingga sebaiknya alat ukur harus di kalibrasi secara berkala. Dalam ISO Kalibrasi ini Sangat penting2. Salah dalam pemilihan Alat Ukur Misalnya untuk pengukuran dengan kepresisian tinggi Mis: 0.001 mm kita gunakan Jangka Sorong padahalsebaiknya menggunakan Mikrometer agar lebih teliti3. Salah Dalam Pembacaan Skala Alat Ukur / kurang telitiHal ini sering terjadi jika kita salah menentukan kepresisian alat ukur atau salah lihat karena biasanya skalayang ada cukup kecil