Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bahaya Dalam Pengemas Plastik

Bahaya Dalam Pengemas Plastik

Ratings: (0)|Views: 322 |Likes:
Published by AHUNK
CARILAH YG BENAR-BENAR AMAN
CARILAH YG BENAR-BENAR AMAN

More info:

Published by: AHUNK on Oct 26, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/16/2011

pdf

text

original

 
ebookpangan.com 2006 
Kesehataan
Bahaya di balik Kemasan Plastik
Plastik memang pilihan favorit untuk kemasan makanan.Tapi ternyata, dibalik banyak kelebihan fungsinya,penggunannya perlu diwaspadai
 
Sutrisno KoswaraPernah dimuat di FEMINA
W
adah atau kemasan makanan seperti apa yang paling populer sekarang?Jawabannya : plastik! Buktinya, kalau Anda membeli baso dikaki lima untuk dibawapulang, pasti bungkusnya plastik. Beli nasi rendang lengkap dengan daun singkong dan
sambel ijo
di restoran Padang, memang memakai bungkus kertas. Tapi, ketahuilah bahwakertas coklat itu juga sudah dilapisi plastik. Beli ayam goreng balut tepung lengkapdengan nasinya di restoran cepat saji di mal megah, juga pakai plastik 
styrofoam.
Di rumah, coba lihat di dapur Anda.Yang namanya gelas plastik, piring mangkuk melamin, atau sendok nasi dari plastik bukan tak mungkin Anda temui, bahkan dipakaisehari-hari.Tapi, tahukah Anda tidak semua plastik bisa digunakan untuk wadah atau kemasanmakanan maupun minuman? Tahukah pula kalau ada bahaya menginatai di baliknya?
Plastik sebagai kemasan
Plastik dibuat dengan cara polimerisasi yaitu menyusun dan membentuk secarasambung menyambung bahan-bahan dasar plastik yang disebut monomer. Misalnya,plastik jenis PVC (
Polivinil Chlorida
), sesungguhnya adalah monomer dari vinil klorida.Disamping bahan dasar berupa monomer, di dalam plastik juga terdapat bahan nonplastik yang disebut aditif yang diperlukan untuk memperbaiki sifat-sifat plastik itusendiri. Bahan aditif tersebut berupa zat-zat dengan berat molekul rendah, yang dapatberfungsi sebagai pewarna, antioksidan, penyerap sinar ultraviolet, anti lekat, dan masihbanyak lagi.Kemasan plastik mulai diperkenalkan pada tahun 1900-an. Sejak itu perkembangannya berlangsung sangat cepat. Sesudah Perang Dunia II, diperkenalkan berbagai jeniskemasan plastik dalam bentuk kemasan lemas (fleksibel) maupun kaku. Beberapa jeniskemasan plastik yang dikenal antara lain polietilen, polipropilen, poliester, nilon, sertavinil film. Bahkan selama dua dasawarsa terakhir, pangsa pasar dunia untuk kemasanpangan telah direbut oleh kemasan plastik.
ebookpangan.com 2006 
1
 
ebookpangan.com 2006 
Mengapa plastik begitu banyak dipakai? Plastik memang mempunyai beberapakeunggulan sifat antara lain : ia kuat tetapi ringan, tidak berkarat, bersifat termoplastis,yaitu dapat direkat menggunakan panas, serta dapat diberi label atau cetakan denganberbagai kreasi. Selain itu plastik juga mudah untuk diubah bentuk.Sesudah Perang Dunia II, berbagai jenis kemasan plastik fleksibel muncul denganpesat. Sebagai bahan pembungkus, plastik dapat digunakan dalam bentuk tunggal,komposit atau berupa lapisan multilapis dengan bahan lain, (pakah itu antara plastik dengan plastik yang beda jenis, plastik dengan kertas atau lainnya). Kombinasi tersebutdinamakan aminasi. Dengan demikian, kombinasi dari berbagai janis plastik dapatmenghasilkan ratusan jenis kemasan.
Ada jenis yang berbahaya
Selain mempunyai banyak keunggulan, ternyata kemasan atau wadah plastik menyimpan kelemahan, yaitu kemungkinan terjadinya migrasi atau berpindahnya zat-zatmonomer dari bahan plastik ke dalam makanan, terutama jika makanan tersebut tak cocok dengan kemasan atau wadah penyimpannya.Pada makanan yang dikemas dalam kemasan plastik, adanya migrasi ini tidak mungkin dapat dicegah 100% (terutama jika plastik yang digunakan tak cocok dengan jenis makanannya). Migrasi monomer terjadi karena dipengaruhi oleh suhu makanan ataupenyimpanan dan proses pengolahannya. Semakin tinggi suhu tersebut, semakin banyak makanan yang dapat bermigrasi ke dalam makanan. Demikian pula dengan lamanyamakanan tersebut disimpan. Karena, semakin lama kontak antara makanan tersebutdengan kemasan plastik, maka jumlah monomer yang bermigrasi dapat makin tinggi jumlahnya.Monomer atau aditif plastik apa saja yang perlu diwaspadai? Tidak semua memang,hanya beberapa saja seperti vinil klorida, akrilonitril, metacrylonitril, vinylidene kloridaserta styrene. Monomer vinil klorida dan akrilonitril cukup tinggi potensinya untuk menimbulkan kanker pada manusia. Vinil klorida dapat bereaksi dengan guanin dansitosin pada DNA. Sedangkan akrilonitril bereaksi dengan adenin.Vinil asetat telah terbukti menimbulkan kanker tiroid, uterus dan liver pada hewan.Akrilonitril menimbulkan cacat lahir pada tikus-tikus yang memakannya. Monomer-monomer lain seperti akrilat, stirena, dan metakrilat serta senyawa-senyawa turunannya,seperti vinil asetat, polivinil klorida, kaprolaktam, formaldehida, kresol, isosianatorganik, heksa metilendiamin, melamin, epodilokkloridrin, bispenol, dan akrilonitrildapat menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan terutama mulut, tenggorokan danlambung. Aditif plastik jenis
 plasticizer, stabilizer 
dan antioksidan dapat menjadi sumberpencemaran organoleptik yang membuat makanan berubah rasa serta aroma, dan bisamenimbulkan keracunan.Pada suhu kamar, dengan waktu kontak yang cukup lama, senyawa berberatmolekul kecil dapat masuk ke dalam makanan secara bebas, baik yang berasal dari aditif maupun plasticizer. Migrasi monomer maupun zat-zat pembantu polimerisasi, dalamkadar tertentu dapat larut ke dalam makanan padat atau cair berminyak maupun caitan tak 
ebookpangan.com 2006 
2

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ertu Sadewo liked this
Siti Anggraini liked this
eriea liked this
heryani029861 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->