Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
24Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penulisan Butir Soal, Budiono SMANEJA Blitar

Penulisan Butir Soal, Budiono SMANEJA Blitar

Ratings: (0)|Views: 2,467|Likes:
Published by Drs. Budiono, M.Pd

More info:

Published by: Drs. Budiono, M.Pd on Oct 26, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/10/2013

pdf

text

original

 
Penulisan Butir Soal
I. PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 14 tahun 2005tentang Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Manajemen PendidikanDasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional menyebutkan bahwasalah satu tugas Direktorat Pembinaan SMA - Subdirektorat Pembelajaranadalah melakukan penyiapan bahan kebijakan, standar, kriteria, danpedoman serta pemberian bimbingan teknis, supervisi, dan evaluasipelaksanaan kurikulum. Lebih lanjut dijelaskan dalam Permendiknas Nomor25 tahun 2006 tentang Rincian Tugas Unit Kerja di Lingkungan DirektoratJenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah bahwa rincian tugasSubdirektorat Pembelajaran – Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atasantara lain melaksanakan penyiapan bahan penyusunan pedoman danprosedur pelaksanaan pembelajaran, termasuk penyusunan pedomanpelaksanaan kurikulum.Ditetapkannya Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang SistemPendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentangStandar Nasional Pendidikan membawa implikasi terhadap sistem danpenyelenggaraan pendidikan termasuk pengembangan dan pelaksanaankurikulum. Kebijakan pemerintah tersebut mengamanatkan kepada setiapsatuan pendidikan dasar dan menengah untuk mengembangkan KurikulumTingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang mengacu pada Standar NasionalPendidikan.Pada kenyataannya dalam melaksanakan KTSP termasuk sistem penilaiannya,banyak pendidik yang masih mengalami kesulitan untuk menyusun tes danmengembangkan butir soal yang valid dan reliabel. Oleh karena itu,Direktorat Pembinaan SMA membuat berbagai panduan pelaksanaan KTSPyang salah satu di antaranya adalah panduan penyusunan butir soal.
B.Tujuan
Tujuan penyusunan panduan ini adalah untuk meningkatkan kemampuanprofesional guru khususnya dalam penulisan butir soal. Setelah mempelajaripanduan ini diharapkan para guru dapat menyusun kisi-kisi dengan benar danmengemabngkan butir soal yang valid dan reliabel.
C.Ruang Lingkup
Ruang lingkup yang dibahas dalam panduan ini meliputi penilaian berbasiskompetensi, teknik, alat penilaian dan prosedur pengembangan tes,penyusunan kisi-kisi, dan penyusunan butir soal.1
 
Penulisan Butir Soal
II. PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI
A.Pengertian
Penilaian berbasis kompetensi merupakan teknik evaluasi yang harusdilakukan guru dalam pembelajaran di sekolah. Teknik dan pelaksanaannyadiatur di dalam:
Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang SistemPendidikan Nasional
Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar NasionalPendidikan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentangStandar Isi
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 tahun 2006 tentangStandar Kompetensi Lulusan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2007 tentangStandar Penilaian PendidikanStandar Kompetensi dan Kompetensi Dasar di dalam Standar Isi menjadi fokusperhatian utama dalam penilaian.
B.Bentuk dan Proses Penilaian
Untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi, guru dapat melakukanpenilaian melalui tes dan non tes. Tes meliputi tes lisan, tertulis (bentukuraian, pilihan ganda, jawaban singkat, isian, menjodohkan, benar-salah),dan tes perbuatan yang meliputi: kinerja (performance), penugasan (projek)dan hasil karya (produk). Penilaian non-tes contohnya seperti penilaiansikap, minat, motivasi, penilaian diri, portfolio, life skill. Tes perbuatan danpenilaian non tes dilakukan melalui pengamatan (observasi).Langkah-langkah pengembangan tes meliputi (1) menentukan tujuanpenilaian, (2) menentukan kompetensi yang diujikan (3) menentukan materipenting pendukung kompetensi (urgensi, kontinuitas, relevansi,keterpakaian), (4) menentukan jenis tes yang tepat (tertulis, lisan,perbuatan), (5) menyusun kisi-kisi, butir soal, dan pedoman penskoran, (6)melakukan telaah butir soal. Penilaian non tes dilakukan melalui pengamatandengan langkah-langkah (1) menentukan tujuan penilaian, (2) menentukankompetensi yang diujikan, (3) menentukan aspek yang diukur, (4) menyusuntabel pengamatan dan pedoman penskorannya, (5) melakukan penelaahan.
C.Kriteria Bahan Ulangan/Ujian
Bahan ulangan/ujian yang akan digunakan hendaknya menenuhi dua kriteriadasar berikut ini.2
 
Penulisan Butir Soal
1. adanya kesesuaian materi yang diujikan dan target kompetensi yang harusdicapai melalui materi yang diajarkan. Hal ini dapat memberikaninformasi tentang siapa atau peserta didik mana yang telah mencapaitingkatan pengetahuan tertentu yang disyaratkan sesuai dengan targetkompetensi dalam silabus/kurikulum dan dapat memberikan informasimengenai apa dan seberapa banyak materi yang telah dipelajari pesertadidik. Berdasarkan ilmu pengukuran pendidikan, ujian yang bahannyatidak sesuai dengan target kompetensi yang harus dicapai bukan sajakurang memberikan informasi tentang hasil belajar seorang peserta didik,melainkan juga tidak menghasilkan umpan balik bagi penyempurnaanproses belajar-mengajar.2. bahan ulangan/ujian hendaknya menghasilkan informasi atau data yangdapat dijadikan landasan bagi pengembangan standar sekolah, standarwilayah, atau standar nasional melalui penilaian hasil proses belajar-mengajar.
D.Soal yang Bermutu
Bahan ujian atau soal yang bermutu dapat membantu pendidikmeningkatkan pembelajaran dan memberikan informasi dengan tepattentang peserta didik mana yang belum atau sudah mencapai kompetensi.Salah satu ciri soal yang bermutu adalah bahwa soal itu dapat membedakansetiap kemampuan peserta didik. Semakin tinggi kemampuan peserta didikdalam memahami materi pembelajaran, semakin tinggi pula peluangmenjawab benar soal atau mencapai kompetensi yang ditetapkan. Makinrendah kemampuan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran,makin kecil pula peluang menjawab benar soal untuk mengukur pencapaiankompetensi yang ditetapkan.Syarat soal yang bermutu adalah bahwa soal harus sahih (valid), dan handal.Sahih maksudnya bahwa setiap alat ukur hanya mengukur satu dimensi/aspeksaja. Mistar hanya mengukur panjang, timbangan hanya mengukur berat,bahan ujian atau soal PKn hanya mengukur materi pembelajaran PKn bukanmengukur keterampilan/kemampuan materi yang lain. Handal maksudnyabahwa setiap alat ukur harus dapat memberikan hasil pengukuran yangtepat, cermat, dan ajeg. Untuk dapat menghasilkan soal yang sahih danhandal, penulis soal harus merumuskan kisi-kisi dan menulis soal berdasarkankaidah penulisan soal yang baik (kaidah penulisan soal bentukobjektif/pilihan ganda, uraian, atau praktik).Linn dan Gronlund (1995: 47) menyatakan bahwa tes yang baik harusmemenuhi tiga karakteristik, yaitu: validitas, reliabilitas, dan usabilitas.Validitas artinya ketepatan interpretasi hasil prosedur pengukuran,reliabilitas artinya konsistensi hasil pengukuran, dan usabilitas artinya praktisprosedurnya. Di samping itu, Cohen dkk. (1992: 28) juga menyatakan bahwates yang baik adalah tes yang valid artinya mengukur apa yang hendak3

Activity (24)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Naely Kurnia liked this
Elis Sya liked this
r0nal liked this
TaryonoDede liked this
Yanti Rambe liked this
meerh liked this
meerh liked this
Dewi Ekawati liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->