Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tingkatan Tingkatan Iman

Tingkatan Tingkatan Iman

Ratings: (0)|Views: 1,635 |Likes:
Published by myueel40
Tingkatan Tingkatan Iman
Tingkatan Tingkatan Iman

More info:

Published by: myueel40 on Oct 26, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/04/2013

pdf

text

original

 
Dapatkan artikel dan informasi-informasi keislaman lainnya di http://hasmijaksel.wordpress.com
 
TINGKATAN-TINGKATAN IMAN
 
 Ashl al-Īmān
1
(asal iman) atau iman dasar.
Yang dimaksud dengan asal iman atau iman dasar adalah batas iman yang minimal atau tingkatan imanyang bersentuhan dengan garis pemisah antara iman dan kufur. Di bawah tingkatan ini adalahkekufuran.Tingkatan ini adalah tingkatan orang-orang yang baru masuk Islam (biasanya) atau orang-orang yangdilahirkan sebagai muslim tetapi dalam dirinya belum masuk perkataan hati dan perbuatan hati sertaanggota badan yang dapat mengangkatnya dari tingkatan ini, atau tingkatan orang-orang Islam yangmengerjakan
kabā’ir 
(dosa-dosa besar).Orang-orang yang disangkal keimanannya oleh Rasulullah
–Shallallahu ‘alayhi wa Sallama– 
dalamhadits-hadits, dikarenakan mengerjakan
kabā’ir 
, termasuk dalam tingkatan ini adalah tingkatan orangyang kehilangan kesempurnaan imannya. Karena yang disangkal dalam hadits-hadits tersebut adalahkesempurnaan iman, bukan
ashl al-īmān
. Salah satu contoh dari hadits-hadits tersebut adalah:
 
“Tidaklah beriman seorang pezina ketika ia melakukan zina.” 
 
(HR. al-Bukhāriy 2475 dan Muslim 2/41)
Yang disangkal dalam hadits adalah kesempurnaan iman. Karena apabila yang disangkal adalah
ashl al- īmān
, maka seorang yang berzina sudah pasti akan menjadi kafir. Kalau seseorang menjadi kafir setelahsebelumnya Islam (murtad), maka hukumannya adalah hukuman mati, bukan hukum cambuk. Yangterjadi, pezina yang pernah kawin setelah mati dirajam masih harus dimandikan, dikafani dan dishalati;berbeda halnya dengan orang yang murtad.
 
 
 Īmān wājib
2
atau iman sempurna dengan
wājibāt 
.
Yang memiliki iman dalam tingkatan ini adalah mereka yang mengerjakan semua kewajiban danmeninggalkan semua
kabā’ir 
, mereka adalah orang yang akan masuk syurga tanpa adzab.Syaykhul Islam Ibnu Taymiyyah
–Rahimahullah– 
berkata
3
:“Barangsiapa memiliki iman wajib, dia adalah orang yang berhak mendapatkan pahala , sedangkanorang yang memiliki cabang kemunafikan dan mengerjakan
kabā’ir 
, maka termasuk orang yang beradadi bawah ancaman. Allah menjadikan imannya bermanfaat baginya, yang dengan iman tersebut Allahmengeluarkannya dari api neraka (kalau dia masuk), walaupun imannya seberat biji sawi. Namun orangseperti ini tidak berhak dijanjikan untuk masuk syurga tanpa adzab.”
1
Disebut pula
al-īmān al-mujmal 
(iman global), atau
mutlaq al-īmān 
(dasar iman).
2
Disebut pula
al-īmān al-mufashshal 
(iman detail) atau
al-īmān al-kāmil 
(iman yang sempurna) atau
al-īmān al- mutlaq 
(iman yang mutlak) atau
haqīqah al-īmān 
(hakekat keimanan).
3
 
al-Īmān 
, hal. 334.

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
junijingga liked this
Meri Fitria liked this
PURNAMA MERINDU liked this
sugianto liked this
Ehem Aja Deh liked this
hihiiii liked this
mursyidsidek liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->