Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Politik Hukum Korupsi

Politik Hukum Korupsi

Ratings: (0)|Views: 693 |Likes:
Published by fransiskus raymond

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: fransiskus raymond on Oct 26, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

 
I. Pengantar
Politik hukum yang diartikan dengan kebijakan di bidang hukum mengenai peradilan diIndonesia merupakan salah satu agenda penting reformasi di bidang hukum. Dalam dokumen RencanaKerja Pemerintah (RKP) tahun 2007, tegambar politik hukum nasional, yaitu secara umum pembenahan politik hukum dimaksudkan untuk mewujudkan tertib peraturan perundang-undangan dansemakin terciptanya peraturan perundang-undangan yang adil, konsekuen, dan tidak diskriminatif sertamencerminkan aspirasi masayarakat dan kebutuhan pembangunan, semakin terjaminnyakonsistensi/sinkornisasi seluruh peraturan perundang undangan pada tingkat pusat dan daerah.Sedangkan khusus di bidang peradilan, politik hukum dimaksudkan agar semakin terjaminnyakonsistensi terwujudnya kemandirian lembaga penegak hukum terutama lembaga peradilan yang berwibawa, bersih yang didukung oleh aparat penegak hukum yang profesional dan berintegritas dansemakin meningkatnya upaya pencegahan dan penanganan perkara korupsi.Dalam hal pembangunan kelembagaan hukum yang terkait dengan percepatan pemberantasankorupsi, tercatat hasil yang cukup memuaskan selama tahun 2005, antara lain dengan pengangkatananggota Komisi Yudisial melalui Keputusan Presiden No.1/P/2005. Terbentuknya Komisi Kejaksaan, berjalannya fungsi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam memutus beberapa kasuskorupsi, Pembentukan Komisi Kepolisian Nasional. Operasionalisasi sistem satu atap (kewenanganadministratif, kegegawaian dan finansial) pada lembaga peradilan dan pada saat ini sedang dilakukan perubahan struktur organisasi lembaga peradilan. Sedangkan upaya-upaya yang akan dilakukan adalah pembenahan struktur hukum melalui penguatan kelembagaan dengan meningkatkan kualitas dan profesionalisme sumber daya manusia aparatur pelayanan dan penegak hukum, terselenggaranya sistem peradilan cepat, murah, dan transparan serta memastikan bahwa hukum diterapkan dengan adil danmemihak pada kebenaran , terutama bagi rakyat miskin .
 
II. Persoalan
Politik hukum bidang peradilan menjadi penting, karena setelah reformasi, kinerjalembaga peradilan belum sesuai dengan keinginan dan harapan masyarakat. Beberapa persoalanmuncul, seperti masih terdapatnya praktek ”mafia peradilan”, putusan Mahkamah Konstitusiyang dinilai ”ultra petita” dan putusan tunda, serta sifat putusan yang final dan mengikat.Kewenangan Komisi Yudisial yang tidak sejalan dengan konsep atau amanat Konstitusi.Persoalan-persoalan ini, memang perlu dipertegas dalam politik hukum peradilan kita kedepan. Kami berbendapat, ada beberapa substansi yang perlu menjadi fokus dari politik hukum peradilan di Indonesia, yaitu: pertama, politik hukum dalam rangka menciptakan lembaga peradilan yang independen, wibawa, dan kuntabel. Kedua, politik hukum dalam rangka penguatan pengawasan terhadap lembaga peradilan. Ketiga, politik hukum dalam rangkaPenguatan kelembagaan, antara lain Komisi Pemeberantasan Korupsi, serta Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Keempat, politik hukum dalam rangka pengembangan sistem manajemenanggaran peradilan dan lembaga penegak hukum lain yang transparan dan akuntabel.
III.Analisis Persoalan
Sistem Peradilan Menurut KonstitusiPasal 24 ayat (1)-(3) menyebutkan kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuahMahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan PeradilanUmum, Peradilan Agama, Peradilan Militer, Peradilan Tata Usaha Negara dan oleh sebuahMahkamah Konstitusi serta badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaankehakiman diatur dalam Undang-Undang. Sesuai dengan amanat konstitusi tersebut diatas,maka pelaksanaan sistem peradilan di Indonesia diatur lebih lanjut dalam berbagai undang-
 
undang, yaitu: UU No. 4 Tahun 2004 Tentang Kekuasaan Kehakiman; UU No. 14 Tahun 1985Tentang Mahkamah Agung sebagaimana telah diubah dengan UU No. 5 Tahun 2004.; UU No.24 No. 2003 Tentang Mahkamah Konstitusi; UU No. 9 Tahun 2004 yang merubah UU No. 5Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara; UU No. 8 Tahun 2004 yang merubah UU No. 2 Tahun 1986 Tentang Peradilan Umum; UU No. 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agamadan UU No. 31 Tahun 1997 Tentang Peradilan Militer.Kekuasaan Kehakiman menurut Pasal 10 Undang-Undang No. 4 Tahun 2004 dilakukanoleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya meliputiPeradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Militer, Peradilan Tata Usaha Negara danMahkamah Konstitusi.Di samping itu terdapat pula pengadilan khusus yang hanya dapat dibentuk dalam salahsatu lingkungan peradilan yang diatur dalam undang-undang, antara lain Pengadilan Niaga(untuk perkara Kepailitan UU No. 37 / 2004 Pasal 1 butir 7 dan HaKI), Pengadilan Anak (UU No. 3 / 1997), Pengadilan HAM (UU No. 26/ 2000), Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (UU No. 30/2002 tentang KPK Pasal 53–62), Peradilan Syariah Islam di Propinsi Nangroe AcehDarussalam (UU No. 18/2001 jo Keppres No. 11/2002 tentang Mahkamah Syariah danMahkamah Syariah Propinsi di NAD), Pengadilan Perikanan (UU No. 31/2004), PengadilanHubungan Industrial (UU No. 2/2004). Pengadilan Pajak (UU No. 14 /2002).Selain itu, terdapat badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaankehakiman yang diatur dalam Undang-undang seperti Mahkamah Pelayayaran yang dibentuk  berdasarkan UU No. 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran. Undang-undang No. 21 Tahun 1992menyatakan bahwa Mahkamah Pelayaran bukan badan peradilan umum yang memilikiwewenang untuk melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengambil keputusan atas kecelakaankapal karena kapal tenggelam, kapal terbakar, kapal tubrukan yang mengakibatkan kerusakan

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
saya suka-saya suka.
Muhammad Sururie liked this
Musa_Abu_Arradhy liked this
Musa_Abu_Arradhy liked this
tonidotcom liked this
aldian harikhman liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->