/  6
 
 1
RISALAH ISLAMIYAHSEBAGAI PESAN DAKWAH
 
Oleh : Afifi Fauzi Abbas
A.
 
PENGANTAR
1.
 
 Kondisi Global :
a.
 
Millenium III (
Global System & World Society
)
b.
 
Perubahan –
trans nasional – trans cultural – multy cultural
c.
 
Globalisasi kehidupan ekonomi (dunia pasar bebas – kompetisi yangtinggi –
kapitalisme
)d.
 
Sikap hidup yang terbuka – kompetitif – penetrasi kebudayaan – konflikperadabane.
 
Sekularisasi/me
materialisme
hedodisme
bahkan
atheisme
yang sistematikf.
 
Degradasi kemanusiaan
 2. Kondisi Nasional
a. Reformasi yang belum menampakan hasil yang maksimal – partisipasipolitik yang luar biasa yang melahirkan
radikalisme
dan
anarkhisme
 b. Meningkatnya
kriminalitas – pornograf -, pornoaksi – narkoba – demoralisasi
c. Meningkatnya angka kemiskinan – penganggurand. Sering terjadi kerusuhan
disintegrasi
 e. Rendahnya mutu SDM
3. Kondisi Umat Islam
a. Rendahnya mutu kerjasama antar dunia muslim ( 47 negara dan seper-empat penduduk dunia) dan tingginya ketergantungan dengan duniaBarat. Khusus untuk umat Islam Indonesia meskipun sudah maju ting-kat pendidikannya secara individual tetapi rentan dalam masalah eko-nomib. Pengamalan agama yang kurang sejalan dengan arahan
al-Quran an al-Sunnah
c. Rendahnya semangat
 jihad
dalam berdakwah dan berorganisasid. Belum menyatunya komitmen dengan
 profesionalitas
 e. Belum meratanya kualitas organisasi Islam di Indonesia, kualitas dak-wah, kader pimpinan, daya dukung fasilitas, sehingga organisasi belumberkembang secara efektif dan efisienf. Keterbatasan media informasi yang dimiliki, dll
Sebagai baham kajian dalam perkuliahan Komunikasi dalam Perspektif Islam di FISIP UHAMKA
 
 2
B, RISALAH MUHAMMAD
Muhammad Rasulullah adalah teladan umat manusia dan itu dinyatakansendiri oleh Allah SWT dalam al-Quran. Sekurang-kurang Allah menyebutkata
uswatun
itu sebanyak tiga kali dalam al-Quran, yaitu :Firman Allah dalam al-Quran :
ﺪﹶﻘﹶﻟﹶﻥﺎﹶﻛﻢﹸﻜﹶﻟﻲِﻓِﻝﻮﺳﺭِﻪﱠﻠﻟﺍ
ﹲﺓﻮﺳﹸﺃ
ﹲﺔﻨﺴﺣﻦﻤِﻟﹶﻥﺎﹶﻛﻮﺟﺮ ﻳﻪﱠﻠﻟﺍﻡﻮﻴﹾﻟﺍﻭﺮِﺧﺂﹾﻟﺍﺮﹶﻛﹶﺫﻭﻪﱠﻠﻟﺍﺍﲑِﺜﹶﻛ  
)
ﺏﺍﺰﺣﻻﺍ/
33
:
21
(
.
Artinya :
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamatdan dia banyak menyebut Allah.Al-Ahzab/33 : 21)
ﺪﹶﻗﺖﻧﺎﹶﻛﻢﹸﻜﹶﻟ
ﹲﺓﻮﺳﹸﺃ
ﹲﺔﻨﺴﺣﻲِﻓﻢﻴِﻫﺍﺮﺑِﺇﻦﻳِﺬﱠﻟﺍﻭﻪﻌﻣﹾﺫِﺇﺍﻮﹸﻟﺎﹶﻗﻢِﻬِﻣﻮﹶﻘِﻟﺎﻧِﺇُﺀﺁﺮﺑﻢﹸﻜﻨِﻣﺎﻤِﻣﻭﻌﺗﹶﻥﻭﺪﺒ  ﻦِﻣِﻥﻭﺩِﻪﱠﻠﻟﺍﺎﻧﺮﹶﻔﹶﻛﻢﹸﻜِﺑﺍﺪﺑﻭﺎﻨﻨﻴﺑﻢﹸﻜﻨﻴﺑﻭﹸﺓﻭﺍﺪﻌﹾﻟﺍُﺀﺎﻀﻐﺒﹾﻟﺍﻭﺍﺪﺑﹶﺃﻰﺘﺣﺍﻮﻨِﻣﺆﺗِﻪﱠﻠﻟﺎِﺑﻩﺪﺣﻭﺎﱠﻟِﺇﹶﻝﻮﹶﻗ ﻢﻴِﻫﺍﺮﺑِﺇِﻪﻴِﺑﹶﺄِﻟﻥﺮِﻔﻐﺘﺳﹶﺄﹶﻟﻚﹶﻟﺎﻣﻭﻚِﻠﻣﹶﺃﻚﹶﻟﻦِﻣِﻪﱠﻠﻟﺍﻦِﻣٍﺀﻲﺷﺑﺭﺎﻨ ﻚﻴﹶﻠﻋﺎﻨﹾﻠﱠﻛﻮﺗﻚﻴﹶﻟِﺇﻭﺎﻨﺒﻧﹶﺃﻚﻴﹶﻟِﺇﻭ ﲑِﺼﻤﹾﻟﺍ
)ﺔﻨﺤﺘﻤﳌﺍ/
60
:
4
(
 Artinya :Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim danorang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka:"Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allahsaja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akanmemohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun darikamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata): "Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulahkami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepadaEngkaulah kami kembali,(Al-Mumtahanah/60 : 4)
.
ﺪﹶﻘﹶﻟﹶﻥﺎﹶﻛﻢﹸﻜﹶﻟﻢِﻬﻴِﻓ
ﹲﺓﻮﺳﹸﺃ
ﹲﺔﻨﺴﺣﻦﻤِﻟﹶﻥﺎﹶﻛﻮﺟﺮ ﻳﻪﱠﻠﻟﺍﻡﻮﻴﹾﻟﺍﻭﺮِﺧﺂﹾﻟﺍﻦﻣﻭﻝﻮﺘ ﻳﻥِﺈﹶﻓﻪﱠﻠﻟﺍﻮﻫ ﻲِﻨﻐﹾﻟﺍﺪﻴِﻤﺤﹾﻟﺍ
.
)ﺔﻨﺤﺘﻤﳌﺍ/
60
:
6
(
 Artinya :Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baikbagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada)Hari kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Kaya lagi terpuji. (Al-Mumtahanah/60 : 6)
Kata
uswah
berarti
idealisasi
, bukan
imitasi
.Bedanya adalah,
imitasi
berarti menjadikan sesuatu sebagai idola, ditirukarena sedang menjadi trendi, nilainya musiman, sifatnya sesaat dan fisikal.Sedangkan
idealisasi
, berarti menjadikannya sebagai panutan, menjadi-kannyasebagai cita-cita yang ingin diraih, atau diwujudkan. Nilainya abadi, bahkanmungkin menjadi sakral/suci. Yang dicari adalah nilai keagungan dari kepri-
 
 3
diannya. Jika kita coba mencermati ketiga ayat di atas maka akan dapat kita tang-kap beberapa makna simbolik dari kata
uswah
tersebut.
Pertama
: Kita harus dapat membangun dan mengembangkan sesuatuyang bersifat kejiwaan, moralitas, dan bathiniyah sehingga tidak mudah terpu-kau dengan hal-hal yang bersifat lahiriyah.
Kedua :
Kita harus mampu menembus rasa cinta yang hanya didasarkanpada hal-hal nyata, yang dapat dilihat dan diraba, menuju sesuatu yang hanyadapat dirasakan dalam kalbu, akan tetapi sangat sulit untuk diceritakan. Itulah
mahabbah
”.
Ketiga
: Kita jangan mudah terjebak dengan kehijauan dan kerimbunanpepohonan di gunung, akan tetapi rasakanlah ketenangan, kedamaian dankekukuhannya.
Keempat
: Kita jangan mudah terkecoh oleh keindahan cover dan luxnyakertas yang digunakan oleh sebuah buku, tetapi perhatikanlah kearifan isinya.
Kelima
: Kita jangan cepat terpesona dan kagum serta mengukur kesaleh-an seseorang dengan tanda hitam di keningnya, peci putih yang dipakainyadan tasbih yang selalu berada di tangannya, akan tetapi lihatlah prilaku sehari-harinya dan kepeduliannya terhadap sesama.Di sinilah kita harus menjadikan Muhammad sebagai suri tauladan,karena banyak sekali keindahan pribadi beliau yang dicatat oleh sejarah a.l. :1.
 
Rasulullah selalu peduli terhadap duka cita orang lain, beliau sangat
care
,keluh kesah umat selalu ditanggapinya, yang susah selalu ditolongnya.2.
 
Rasulullah selalu membalas kebajikan orang lain dengan kebajikan puladan tidak pernah membalas kejahatan orang lain dengan kejahatan akantetapi selalu dibalasnya dengan kebajikan.3.
 
Beliau tidak pernah mau diistimewakan, beliau selalu berupaya mengha-puskan sikap diskriminasi dan penghormatan yang berlebihan terhadapdirinya. Ada satu kisah yang patut kita simak, ketika suatu hari Rasulullahmelakukan perjalanan bersama para sahabat, ketika datang waktu makan,maka para sahabat bermaksud untuk menyembelih seekor domba. Satudan dan lainnya saling berebutan untuk menunjukan peran dan partisipa-sinya, ada yang mengatur dan mengomandoi ada yang menguliti, ada yangmemotong dan ada pula yang akan membakarnya. Tiba-tiba Rasulullahberkata : “biarlah aku yang mencari kayu bakarnya”. Para sahabat merasakeberatan, mereka menjawab : biarlah kami saja yang bekerja. Rasul berka-ta : “Aku tidak suka jika aku diistimewakan melebihi kalian. Allah sangat

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...

Sherly Dayanileft a comment

goo