Bagian Peraturan Perundang-undangan Biro Hukum & Humas BPKP
mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul danadat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan NegaraKesatuan Republik Indonesia.6.
Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh PemerintahDesa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentinganmasyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dandihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.7.
Pemerintah Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah Kepala Desa danPerangkat Desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa.8.
Badan Permusyawaratan Desa atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnyadisingkat BPD, adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa.9.
Lembaga Kemasyarakatan atau yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yangdibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerintahdesa dalam memberdayakan masyarakat.10.
Dana perimbangan adalah pengertian sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintahan Pusatdan Pemerintahan Daerah.11.
Alokasi Dana Desa adalah dana yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten/Kotauntuk desa, yang bersumber dari bagian dana perimbangan keuangan pusat dandaerah yang diterima oleh Kabupaten/Kota.12.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa selanjutnya disingkat APB Desa adalahrencana keuangan tahunan pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersamaoleh Pemerintah Desa dan BPD, yang ditetapkan dengan Peraturan Desa.13.
Peraturan Daerah adalah Peraturan Daerah Provinsi dan Peraturan DaerahKabupaten/Kota.14.
Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh BPD bersamaKepala Desa.15.
Pembinaan adalah pemberian pedoman, standar pelaksanaan, perencanaan, penelitian, pengembangan, bimbingan, pendidikan dan pelatihan, konsultasi, supervisi,monitoring, pengawasan umum dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan desa.16.
Menteri adalah Menteri Dalam Negeri.BAB IIPEMBENTUKAN DAN PERUBAHAN STATUS DESABagian PertamaPembentukanPasal 2(1)
Desa dibentuk atas prakarsa masyarakat dengan memperhatikan asal-usul desa dankondisi sosial budaya masyarakat setempat.(2)
Pembentukan desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi syarat:a.
jumlah penduduk; b.
luas wilayah;c.
bagian wilayah kerja;d.
perangkat; dane.
sarana dan prasarana pemerintahan.(3)
Pembentukan desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa penggabungan beberapa desa, atau bagian desa yang bersandingan, atau pemekaran dari satu desamenjadi dua desa atau lebih, atau pembentukan desa di luar desa yang telah ada.(4)
Pemekaran dari satu desa menjadi dua desa atau lebih sebagaimana dimaksud padaayat (3) dapat dilakukan setelah mencapai paling sedikit 5 (lima) tahun penyelenggaraan pemerintahan desa.