Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
30Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Identifikasi Hukum Progresif Di Indonesia

Identifikasi Hukum Progresif Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 5,244|Likes:

More info:

Published by: Herman Adriansyah AL Tjakraningrat on Oct 28, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/21/2013

pdf

text

original

 
IDENTIFIKASI HUKUM PROGRESIF DI INDONESIA
Mengutip pendapat Satjipto Rahardjo (2002), terdapat 2 macam tipe penegakanhukum progresif :(1) dimensi dan faktor manusia pelaku dalam penegakan hukum progresif.Idealnya, mereka terdiri dari generasi baru profesional hukum yang memiliki visidan filsafat yang mendasari penegakan hukum progresif;(2) kebutuhan akan semacam kebangunan di kalangan akademisi, intelektualdan ilmuan serta teoritisi hukum Indonesia (Khudzaifah Dimyati 2005).Munculnya Hukum progresif adalah untuk menegaskan bahwa hukum adalahuntuk manusia, dan bukan sebaliknya (Satjipto Rahardjo, April 2005). “Hukum itubukan hanya bangunan peraturan, melainkan juga bangunan ide, kultur, dancita-cita.” Dalam satu dekade terakhir, berulang-ulang Prof. Tjip menyebutkansatu hal penting, bahwa “tujuan hukum adalah membahagiakan manusia”.Berulang kali Prof. Tjip mengingatkan bahwa letak persoalan hukum adalah dimanusianya (Satjipto Rahardjo 2007, Satjipto Rahardjo 2006, Satjipto Rahardjo2008).Penegasan ini berbeda dengan Pemahaman hukum secara legalistik-positivistikdan berbasis peraturan (rule bound). Dalam ilmu hukum yang legalistik-positivistik, hukum sebagai institusi pengaturan yang kompleks telah direduksimenjadi sesuatu yang sederhana, linier, mekanistik, deterministik, terutamauntuk kepentingan profesi (Satjipto Rahardjo, 15 Desember 2000). Menurut Prof.Tjip, hingga saat ini, cara berpikir hukum masih dikuasai warisan berpikir abadke-19 yang positivistis-dogmatis (Satjipto Rahardjo, 2007).Karenanya hukum progresif memiliki bentuk yang berbeda dengan positivistik.Untuk lebih jelasnya, hukum progresif ini dapat dijelaskan melalui runutanpengidentifikasikan yang terdiri atas asumsi, tujuan, spirit, progresivitas, dankarakter.
NO.IDENTIFIKASIHUKUM PROGRESIF
 
1.Asumsi1.Hukum untuk manusia, bukan sebaliknya. Makakehadiran hukum bukan untuk dirinya sendiri,melainkan untuk sesuatu yang lebih luas dan besar.Itulah sebabnya ketika terjadi permasalahan didalam hukum, maka hukumlah yang harus ditinjaudan diperbaiki, bukan manusia yang dipaksa-paksauntuk dimasukkan ke dalam skema hukum.2.Hukum bukan merupakan institusi yang mutlakserta final, karena hukum selalu berada dalamproses untuk terus menjadi (
law as a process, law in the making 
).2.TujuanKesejahteraan dan kebahagiaan manusia.3.Spirit1.Pembebasan terhadap tipe, cara berfikir, asas, danteori yang selama ini dipakai.2.Pembebasan terhadap kultur penegakan hukum(
administration of justice
) yang selama ini berkuasadan dirasa menghambat usaha hukum untukmenyelesaikan persoalan.4.Progresivitas1.Bertujuan untuk kesejahteraan dan kebahagiaanmanusia dan karenanya memandang hukum selaludalam proses untuk menjadi (
law in the making 
).2.Peka terhadap perubahan yang terjadi dimasyarakat, baik lokal, nasional, maupun global.3.Menolak
status-quo
manakala menimbulkandekandensi, suasana korup dan sangat merugikankepentingan rakyat, sehingga menimbulkanperlawanan dan pemberontakan yang berujungpada penafsiran progresif terhadap hukum.5.Karakter1.Kajian hukum progresif berusaha mengalihkan titikberat kajian hukum yang semula menggunakan optikhukum menuju ke perilaku.2.Hukum progresif secara sadar menempatkankehadirannya dalam hubungan erat dengan manusiadan masyarakat, meminjam istilah Nonet & Selznick,bertipe responsif.3.Hukum progresif terbagi paham dengan legalrealism, karena hukum tidak dipandang darikacamata hukum itu sendiri, melainkan dilihat dandinilai dari tujuan sosial yang ingin dicapai danakibat yang timbul dari bekerjanya hukum.4.Hukum progresif memiliki kedekatan dengan
sociological jurisprudence
dari Roscoe Pound yang

Activity (30)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Katrin Rahma liked this
Mamat Jr Jm liked this
Vienna Eccy liked this
Rizalri liked this
Flizzow Tongky liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->