Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tahukah Anda Siapa Itu Dajjal Dan Yajuj Wa Majuj

Tahukah Anda Siapa Itu Dajjal Dan Yajuj Wa Majuj

Ratings: (0)|Views: 2,035 |Likes:
Published by azan90

More info:

Published by: azan90 on Oct 28, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2012

pdf

text

original

 
Tahukah Anda Siapa Itu Dajjal Dan Yajuj Wa Majuj??
Dajjal disebutkan berulang-ulang dalam Hadits, sedangkan Ya'juj wa-Ma'juj bukan sajadisebutkan dalam Hadits, tapi juga dalam Al-Qur'an.Kata
Dajjal
berasal dari kata "dajala", ertinya menutupi (sesuatu). Kamus Lisanul-'Arabmengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Menurut suatu pendapat, iadisebut Dajjal karena ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan.Pendapat lainnya mengatakan, karena ia menutupi bumi dengan bilangannya yang besar.Pendapat ketiga mengatakan, karena ia menutupi manusia dengan kekafiran. Keempat,karena ia tersebar dan menutupi seluruh muka bumi. Pendapat lain mengatakan, bahwaDajjal itu bangsa yang menyebarkan barang dagangannya ke seluruh dunia, artinya,menutupi dunia dengan barang dagangannya. Ada juga pendapat yang mengatakan, bahwa ia diberi nama Dajjal karena mengatakan hal-hal yang bertentangan denganhatinya, artinya, ia menutupi maksud yang sebenarnya dengan kata-kata palsu (sepertisifat nifaq/munafiq)."Gog and Magog" inMelbourne's Royal Arcade.7 foot Giants (Corineus & Gogmagog) have been striking the clock bells since 1892.Symbolising the conflict between Ancient Britons & Trojan invaders asdepicted in London's Guildhall since 1708.Kata
Ya'juj dan Ma'juj
pula berasal dari kata "ajja" atau "ajij" dalam wazan Yaf'ul; kataajij artinya nyala api. Tetapi kata ajja berarti pula asra'a, maknanya berjalan cepat. Itulahmakna yang tertera dalam kamus Lisanul-'Arab. Ya'juj wa-Ma'juj dapat pula diibaratkansebagai api menyala dan air bergelombang, karena kehebatan gerakannya.
[link 1] [link 2]
 
Kata Dajjal tak tertera dalam Al-Qur'an, tetapi dalam Hadits sahih diterangkan, bahwasepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir dari surat al-Kahfi melindungi orang darifitnahnya Dajjal, jadi menurut Hadits ini, Al-Quran memberi isyarat siapakah Dajjal itu.Mengenai hal ini diterangkan dalam Kitab Hadits yang amat sahih sebagai berikut:"Barang siapa hafal sepuluh ayat pertama Surat Al-Kahfi, ia akan selamat dari (fitnahnya)Dajjal."
"Barang siapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi, ia akan selamat dari(fitnahnya) Dajjal." 
Boleh jadi, dalam menyebut sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir, itu yangdituju ialah seluruh surat Al-Kahfi yang melukiskan ancaman Nasrani yang beraspek dua,yang satu bersifat keagamaan, dan yang lain bersifat keduniaan. Bacalah sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir surat Al-Kahfi, anda akan melihat seterang-terangnya bahwa yang dibicarakan dalam dua tempat itu adalah ummat Nasrani.Mula-mula dihuraikan aspek keagamaan, yang dalam waktu itu Nabi Muhammad s.a.wdikatakan sebagai orang yang memberi peringatan umum kepada sekalian manusia (ayat2 alkahfi), lalu dikatakan sebagai orang yang memberi peringatan khusus kepada ummat Nasrani (ayat 4 alkahfi), yaitu ummat yang berkata bahwa Allah mengambil Anak laki-laki. Demikianlah bunyinya:
"Segala puji kepunyaan Allah Yang menurunkan Kitab kepada hamba-Nya ..., ... agar iamemberi peringatan tentang siksaan yang dahsyat dari Dia… dan ia memperingatkanorang-orang yang berkata bahwa Allah mengambil anak laki-laki." 
(alkahfi:1-4).Terang sekali bahwa yang dituju oleh ayat tersebut ialah ummat Nasrani, yang ajaran pokok agamanya ialah Tuhan mempunyai Anak laki-laki. Dalam sepuluh ayat terakhir surat Al-Kahfi dihuraikan seterang--terangnya, bahwa ummat Nasrani mencapai hasilgemilang di lapangan duniawi. Demikianlah bunyinya :
"Apakah orang-orang kafir mengira bahwa mereka dapat mengambil hamba-Ku sebagai pelindung selain Aku?… Katakan Apakah Kami beritahukan kepada kamu orang-orang  yang paling rugi perbuatannya? (Yaitu) orang yang tersesat jalannya dalam kehidupandunia, dan mereka mengira bahwa mereka adalah orang yang mempunyai keahliandalam membuat barang-barang." 
(alkahfi: 102-104).Ini adalah gambaran tentang bangsa-bangsa Barat yang diramalkan dengan kata-katayang jelas. Membuat barang adalah keahlian dan kebanggaan ummat Nasrani, dan ciri-khas inilah yang dituju oleh ayat tersebut. Mereka berlomba-lomba membuat barang- barang, dan mereka begitu sibuk datam urusan ini, sehingga penglihatan mereka akannilai-nilai kehidupan yang tinggi, menjadi kabur sama sekali. Membuat barang-barang,sekali lagi membuat barang-barang, adalah satu-satunya tujuan hidup mereka di dunia.Jadi, sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir surat Al-Kahfi menerangkan dengan jelas bahayanya ajaran Kristen tentang Putra Allah, dan tentang kegiatan bangsa-bangsaKristian di lapangan kebendaan, dan inilah yang dimaksud dengan fitnahnya Dajjal.Ya'juj wa-Ma'juj dihuraikan dua kali dalam Al-Quran. Yang pertama diuraikan dalam
 
surat al-Kahfi, sehubungan dengan uraian tentang gambaran Dajjal. Menjelang berakhirnya surat al-Kahfi, dihuraikan tentang perjalanan Raja Zhul-Qarnain
[*]
ke berbagai pelusuk untuk memperkuat tapak-batas kerajaannya.Ternyata bahwa menurut sejarah, raja ini ialah raja Farsi yang bernama Darius I.Diterangkan dalam surat tersebut, bahwa perjalanan beliau yang pertama, berakhir di lautHitam.
"Sampai tatkala ia mencapai ujung yang paling Barat, ia menjumpai matahariterbenam dalam sumber yang berlumpur hitam." 
(alkahfi:86). Ternyata bahwa yangdimaksud sumber yang berlumpur hitam ialah Laut Hitam.Selanjutnya diuraikan dalam surah tersebut, kisah perjalanan beliau ke Timur 
"Sampaitatkala ia mencapai tempat terbitnya matahari, ia menjumpai matahari terbit di ataskaum yang tak Kami beri perlindungan dari (matahari) itu" 
(18:90). Selanjutnyadihuraikan tentang perjalanan beliau ke Utara.
"Sampai tatkala ia mencapai (suatutempat) diantara dua bukit" 
(18:93).Yang dimaksud dua bukit ialah pegunungan Armenia dan Azarbaijan. Dalam perjalananke Utara ini, raja Zhul-Qarnain berjumpa dengan satu kaum yang berlainan bahasanya,artinya, mereka tak mengerti bahasa Farsi. Kaum ini mengajukan permohonan kepadaraja Zhul-Qarnain sebagai berikut:
"Wahai Zhul-Qarnain! Sesungguhnya Ya'juj danMa'juj itu membuat kerosakan di bumi. Bolehkah kami membayar upah kepada engkau,dengan syarat sukalah engkau membangun sebuah rintangan antara kami dan mereka" 
(18:94).Selanjutnya Al-Qur'an menerangkan, bahwa raja Zhul-Qarnain benar-benar membangunsebuah tembok 
[**]
 dan sehubungan dengan itu, Al-Qur'an menyebut-nyebut besi dantembaga sebagai bahan untuk membangun pintu gerbang:
"Berilah aku tumpukan besi, sampai tatkala (besi) itu memenuhi ruangan di antara dua bukit, ia berkata: 'Bawalahkemari cairan tembaga yang akan kutuangkan di atasnya' 
(alkahfi:96). Dalam ayat 97diterangkan, bahwa tatkala tembok itu selesai, mereka (Ya'juj wa-Ma'juj) tak dapatmenaikinya, dan tak dapat pula melubanginya. Dalam ayat 98 dari surah tersebut (al-Kahfi), raja Zhul-Qarnain menerangkan, bahwa bagaimanapun kuatnya tembok ini hanyaakan berfaedah sampai jangka waktu tertentu, dan akhirnya tembok ini akan runtuh. Lalukita akan dihadapkan kepada peristiwa yang lain.
"Dan pada hari itu, Kami akanmembiarkan sebagian mereka (Ya'juj wa-Ma'juj) bertempur melawan sebagian yang lain" 
(18:99).* [Kata Zhul-Qarnain makna aslinya "mempunyai dua tanduk", tetapi dapat berarti pula"orang yang memerintah dua generasi", atau, "orang yang memerintah dua kerajaan.Makna terakhir ini diberikan oleh musafir besar Ibnu Jarir. Dalam kitab perjanjian lama,Kitab Nabi Daniel, terdapat uraian tentang impian nabi Daniel, dimana ia melihat seekor domba bertanduk dua. Impian itu ditafsirkan dalam al-Kitab dengan kata-kata sebagai berikut: "Adapun domba jantan, yang telah kau lihat dengan tanduk dua pucuk, yaitu rajaMedia dan Farrsi, (Daniel 8:20). Diantara raja Media dan Farsi, yang paling sesuaidengan gambaran Al-Quran, ialah raja Darius I /Raja Zhul Qarnain (521-485 sebelumKristus).

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Hery Hermawan liked this
Fitri Apriyanti liked this
Bayu D'Rezpec liked this
Nila Lestari liked this
Nila Lestari liked this
amboklate liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->