Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
376Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Definisi Perilaku Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Adalah Tanggapan Atau Reaksi

Definisi Perilaku Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Adalah Tanggapan Atau Reaksi

Ratings:

2.5

(2)
|Views: 50,429 |Likes:
Published by sinta elisa jelita

More info:

Published by: sinta elisa jelita on Oct 28, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/19/2013

pdf

text

original

 
Definisi perilaku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tanggapan atau reaksiindividu yang terwujud di gerakan (sikap); tidak saja badan atau ucapan.Simpang, sebagai kata dasar menyimpang memiliki pengertian sebagai (1) sesuatu yangmemisah (membelok, bercabang, melencong, dan sebagainya) dari yang lurus (induknya); (2)tempat berbelok atau bercabang dari yang lurus (tentang jalan). Sedangkan pengertianmenyimpang sendiri adalah (1) membelok menempuh jalan yang lain atau jalan simpangan ;(2) membelok supaya jangan melanggar atau terlanggar (oleh kendaraan dan sebagainya);menghindar (3) tidak menurut apa yang sudah ditentukan ; tidak sesuai dengan rencana dansebagainya ; (4) menyalahi (kebiasaan dan sebagainya); (5) menyeleweng (dari hukum,kebenaran, agama, dan sebagainya).Perilaku menyimpang ini, pada mulanya berasal dari kebiasaan seseorang pada masaremajanya yang terus terbawa di bawah sadar sampai seseorang tersebut dewasa. Untuk itualangkah baiknya dicari tahu tentang perilaku menyimpang pada remaja.Salah satu upaya untuk mendefinisikan penyimpangan perilaku remaja dalam artikenakalan anak (
 juvenile delinquency
) dilakukan oleh M. Gold dan J. Petronio (Weiner, 1980,hlm.497) yaitu sebagai berikut:Kenakalan anak adalah tindakan oleh seseorang yang belum dewasayang sengaja melanggar hukum dan yang diketahui oleh anak itusendiri bahwa jika perbuatannya itu sempat diketahui oleh petugashukum ia bisa dikenai hukuman.Dalam definisi tersebut di atas faktor yang penting adalah unsur pelanggaran hukum dankesengajaan serta kesadaran anak itu sendiri tentang konsekuensi dari pelanggaran itu. Olehkarena itu, merokok menurut definisi tersebut bukanlah kenakalan selama tidak ada undangundangyang melarang anak di bawah umur untuk merokok. Demikian juga halnya denganseorang anak yang berumur 17 tahun yang minum bir di negara bagian (di Amerika) yangtidak melarang anak di bawah umur 18 tahun untuk minum. Ia tidak dianggap nakal selama iatidak mengetahui adanya ketentuan-ketentuan hukum itu dan karenanya ia tidak sengajamelanggar hukum yang berlaku (misalnya karena remaja itu sedang berlibur ke negara bagianlain, sedangkan di negara bagiannya sendiri batas usia minum minuman keras adalah 16 tahun)(Sarwono, 1989:196-197).Secara keseluruhan, semua tingkah laku yang menyimpang dari ketentuan yang berlakudalam masyarakat (norma agama, etika, peraturan sekolah dan keluarga, dan lain-lain) dapatdisebut sebagai perilaku menyimpang (Sarwono, 1989:197).Perilaku menyimpang sendiri yang dimaksudkan dalam bahasan ini adalah tanggapan ataureaksi yang terwujud di
action
(sikap); tidak saja badan atau ucapan; yang tidak menurut apayang sudah ditentukan, yang menyalahi kebiasaan pada umumnya, ataupun menyeleweng darihukum, kebenaran, agama, dan sebagainya.Dalam pengertian ini, maka gaya hidup minum-minum berlebihan,
 party
 berlebihan yangakhirnya melibatkan obat-obatan terlarang, gaya hidup seks bebas dan sebagainya dapatdikategorikan sebagai perilaku menyimpang.4.1.1. URAIAN MATERIA. Pengertian Perilaku MenyimpangPenyimpangan sosial atau perilaku menyimpang, sadar atau tidak sadar pernah kita alami atau kita lakukan. Penyimpangan sosial dapat terjadidimanapun dan dilakukan oleh siapapun. Sejauh mana penyimpangan itu terjadi, besar atau kecil, dalam skala luas atau sempit tentu akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalam masyarakat.Suatu perilaku dianggap menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat atau dengankata lain penyimpangan (deviation) adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri (conformity) terhadap kehendak masyarakat.Bagaimana, apakah Anda dapat memahami?Kalau Anda belum paham , marilah kita pelajari beberapa definisi para ahli, untuk memperjelas pengertian penyimpangan sosial.Definisi-definisi penyimpangan sosial :a. James W. Van Der Zanden:Penyimpangan perilaku merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi. b. Robert M. Z. Lawang:Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha darimereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang.Menurut jenisnya terdapat dua kategori perilaku menyimpang, yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder.a. Penyimpangan Primer (Primary Deviation)Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atausementara, tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat.Contohnya : – menunggak iuran listrik, telepon, BTN dsb.- melanggar rambu-rambu lalu lintas.- ngebut di jalanan. b. Penyimpangan Sekunder (secondary deviation)Penyimpangan yang berupa perbuatan yang dilakukan seseorang yang secara umum dikenal sebagai perilaku menyimpang. Pelaku didominasioleh tindakan menyimpang tersebut, karena merupakan tindakan pengulangan dari penyimpangan sebelumnya. Penyimpangan ini tidak bisaditolerir oleh masyarakat.Contohnya : – pemabuk, pengguna obat-obatan terlarang.- pemerkosa, pelacuran.
 
- pembunuh, perampok, penjudi.Untuk lebih memperjelas pengertian Anda tentang Penyimpangan Sosial, amatilah gambar berikut ini:Dari gambar no. 1 s.d. no. 5 diatas coba Anda jawab di kertas jawaban tersendiri, mengapa termasuk sebagai Perilaku menyimpang. Diskusikan jawaban Anda dengan teman-temanmu!B. Faktor-faktor Penyebab Penyimpangan Sosiala. Menurut James W. Van Der ZandenFaktor-faktor penyebab penyimpangan sosial adalah sebagai berikut:1). Longgar/tidaknya nilai dan norma.Ukuran perilaku menyimpang bukan pada ukuran baik buruk atau benar salah menurut pengertian umum, melainkan berdasarkan ukuran longgar tidaknya norma dan nilai sosial suatu masyarakat. Norma dan nilai sosial masyarakat yang satu berbeda dengan norma dan nilai sosial masyarakatyang lain. Misalnya: kumpul kebo di Indonesia dianggap penyimpangan, di masyarakat barat merupakan hal yang biasa dan wajar.2). Sosialisasi yang tidak sempurna.Di masyarakat sering terjadi proses sosialisasi yang tidak sempurna, sehingga menimbulkan perilaku menyimpang. Contoh: di masyarakatseorang pemimpin idealnya bertindak sebagai panutan atau pedoman, menjadi teladan namun kadangkala terjadi pemimpin justru membericontoh yang salah, seperti melakukan KKN. Karena masyarakat mentolerir tindakan tersebut maka terjadilah tindak perilaku menyimpang.3). Sosialisasi sub kebudayaan yang menyimpang.Perilaku menyimpang terjadi pada masyarakat yang memiliki nilai-nilai sub kebudayaan yang menyimpang, yaitu suatu kebudayaan khusus yangnormanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang dominan/ pada umumnya. Contoh: Masyarakat yang tinggal di lingkungan kumuh,masalah etika dan estetika kurang diperhatikan, karena umumnya mereka sibuk dengan usaha memenuhi kebutuhan hidup yang pokok (makan),sering cekcok, mengeluarkan kata-kata kotor, buang sampah sembarangan dsb. Hal itu oleh masyarakat umum dianggap perilaku menyimpang. b. Menurut Casare LombrosoPerilaku menyimpang disebabkan oleh faktor-faktor :1). BiologisMisalnya orang yang lahir sebagai pencopet atau pembangkang. Ia membuat penjelasan mengenai “si penjahat yang sejak lahir”. Berdasarkanciri-ciri tertentu orang bisa diidentifikasi menjadi penjahat atau tidak. Ciri-ciri fisik tersebut antara lain: bentuk muka, kedua alis yangmenyambung menjadi satu dan sebagainya.2). PsikologisMenjelaskan sebab terjadinya penyimpangan ada kaitannya dengan kepribadian retak atau kepribadian yang memiliki kecenderungan untuk melakukan penyimpangan. Dapat juga karena pengalaman traumatis yang dialami seseorang.3). SosiologisMenjelaskan sebab terjadinya perilaku menyimpang ada kaitannya dengan sosialisasi yang kurang tepat. Individu tidak dapat menyerap norma-norma kultural budayanya atau individu yang menyimpang harus belajar bagaimana melakukan penyimpangan.C. Penyimpangan Individual (Individual Deviation)Penyimpangan individual merupakan penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang yang berupa pelanggaran terhadap norma-norma suatukebudayaan yang telah mapan. Penyimpangan ini disebabkan oleh kelainan jiwa seseorang atau karena perilaku yang jahat/tindak kriminalitas.Penyimpangan yang bersifat individual sesuai dengan kadar penyimpangannya dapat dibagi menjadi beberapa hal, antara lain:a. Tidak patuh nasihat orang tua agar mengubah pendirian yang kurang baik, penyimpangannya disebut pembandel. b. Tidak taat kepada peringatan orang-orang yang berwenang di lingkungannya, penyimpangannya disebut pembangkang.c. Melanggar norma-norma umum yang berlaku, penyimpangannya disebut pelanggar.d. Mengabaikan norma-norma umum, menimbulkan rasa tidak aman/tertib, kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya, penyimpangannyadisebut perusuh atau penjahat.Apakah Anda pernah melakukan penyimpangan individual? Semoga tidak ! Namun kadangkala karena kekhilafan kita sebagai manusia biasa penyimpangan individual itu pernah kita lakukan. Bagaimana kalau hal ituterjadi? Tentu Anda akan minta maaf pada lingkungan Anda dan berjanji untuk tidak mengulangi kembali perbuatan itu, bukan?Marilah kita lanjutkan kembali belajarnya!Kategori Penyimpangan IndividualYang termasuk dalam tindak penyimpangan individual antara lain:a. Penyalahgunaan narkobaMerupakan bentuk penyelewengan terhadap nilai, norma sosial dan agama.Contoh pemakaian obat terlarang/narkoba antara lain:- Narkotika (candu, ganja, putau)- Psikotropika (ectassy, magadon, amphetamin)- Alkoholisme. b. Proses sosialisasi yang tidak sempurna.Apabila seseorang dalam kehidupannya mengalami sosialisasi yang tidak sempurna, maka akan muncul penyimpangan pada perilakunya.Contohnya: seseorang menjadi pencuri karena terbentuk oleh lingkungannyayang banyak melakukan tidak ketidakjujuran, pelanggaran, pencurian dansebagainya.c. PelacuranPelacuran dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan menyerahkan diri kepada umum untuk dapat melakukan perbuatan sexual dengan mendapatkanupah. Pelacuran lebih disebabkan oleh tidak masaknya jiwa seseorang atau pola kepribadiannya yang tidak seimbang. Contoh: seseorang menjadi pelacur karena mengalami masalah (ekonomi, keluarga dsb.)d. Penyimpangan seksualAdalah perilaku seksual yang tidak lazim dilakukan seseorang. Beberapa jenis penyimpangan seksual :- Lesbianisme dan Homosexual- Sodomi- Transvestitisme- Sadisme- Pedophilia
 
- Perzinahan- Kumpul keboe. Tindak kejahatan/kriminalTindakan yang bertentangan dengan norma hukum, sosial dan agama. Yang termasuk ke dalam tindak kriminal antara lain: pencurian, penipuan, penganiayaan, pembunuhan, perampokan dan pemerkosaan.f. Gaya hidupPenyimpangan dalam bentuk gaya hidup yang lain dari perilaku umum atau biasanya. Penyimpangan ini antara lain:- Sikap arogansiKesombongan terhadap sesuatu yang dimilikinya seperti kepandaian, kekuasaan, kekayaan dsb.- Sikap eksentrik Perbuatan yang menyimpang dari biasanya, sehingga dianggap aneh, misalnya laki-laki beranting di telinga, rambut gondrong dsb.Bagaimana, apakah Anda telah paham seluruh kategori penyimpangan individual? Semoga. Namun bila ada yang sulit catatlah hal-hal yang belum Anda pahami tersebut sebagai bahan diskusi atau pertanyaan pada saat tatap muka. Dengan demikian kita bisa melanjutkan belajarnyadengan bahasan penyimpangan kolektif berikut ini :D. Penyimpangan Kolektif (Group Deviation)Penyimpangan kolektif yaitu: penyimpangan yang dilakukan secara bersama-sama atau secara berkelompok Penyimpangan ini dilakukan olehsekelompok orang yang beraksi secara bersama-sama (kolektif). Mereka patuh pada norma kelompoknya yang kuat dan biasanya bertentangandengan norma masyarakat yang berlaku. Penyimpangan yang dilakukan kelompok, umumnya sebagai akibat pengaruh pergaulan/teman.Kesatuan dan persatuan dalam kelompok dapat memaksa seseorang ikut dalam kejahatan kelompok, supaya jangan disingkirkan darikelompoknya. Penyimpangan yang dilakukan secara kelompok/kolektif antara lain:a. Kenakalan remajaKarena keinginan membuktikan keberanian dalam melakukan hal-hal yang dianggap bergengsi, sekelompok orang melakukan tindakan-tindakanmenyerempet bahaya, misalnya kebut-kebutan, membentuk geng-geng yang membuat onar dsb. b. Tawuran/perkelahian pelajar Perkelahian antar pelajar termasuk jenis kenakalan remaja yang pada umumnya terjadi di kota-kota besar sebagai akibat kompleknya kehidupandi kota besar. Demikian juga tawuran yang terjadi antar kelompok/etnis/warga yang akhir-akhir ini sering muncul. Tujuan perkelahian bukanuntuk mencapainilai yang positif, melainkan sekedar untuk balas dendam atau pamer kekuatan/unjuk kemampuan.c. Penyimpangan kebudayaanKarena ketidakmampuan menyerap norma-norma kebudayaan kedalam kepribadian masing-masing individu dalam kelompok maka dapat terjadi pelanggaran terhadap norma-norma budayanya. Contoh: tradisi yang mewajibkan mas kawin yang tinggi dalam masyarakat tradisional banyak ditentang karena tidak lagi sesuai dengan tuntutan zaman.Apabila dilihat dari jenis penyimpangannya, Ahli sosiologi M.Z. Lawang membedakan bentuk perilaku menyimpang ada empat macam yaitu :a. Perilaku menyimpang yang dikategorikan tindak kejahatan.Perilaku menyimpang bentuk ini merupakan perilaku seseorang yang melanggar norma-norma hukum khususnya yang mengatur laranganmelakukan kejahatan ( crime behevior). Seperti pembunuhan, pemerasan, pemerkosaan, perampokan, dan pemukulan adalah contoh-contoh perilaku kejahatan terhadap perseorangan. Korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan pelanggaran terhadap UUD 1945 adalah contoh perilakukejahatan terhadap negara. b. Penyimpangan Seksual.Perilaku penyimpangan dalam wujud penyimpangan seksual dimaksudkan sebagai bentuk-bentuk perilaku seksual yang dilakukan di luar aturanumum masyarakat. Seperti : homo seksual, perzinaan, palacuran, dan bentuk-bentuk pelecehan seksual terhadap perempuan.c. Sikap dan tingkah laku yang selalu bertentangan dengan warga masyarakat.Misalnya : perjudian, pemabukan, pemimpin geng, dan lain-lain.d. Bentuk kehidupan yang berlebihan.Seperti pola hidup yang mewah, konsumerisme, dan lain-lain.B. Proses Pembentukan Perilaku Menyimpang1. Penyimpangan sebagai Hasil sosialisasi yang tidak sempurna.Menurut teori sosialisasi, perilaku manusia, baik yang menyimpang atau tidak, dikendalikan oleh norma dan nilai yang dihayati. Jika prosessosialisasi tidak sempurna akan menghasilkan perilaku yang menyimpang. Proses sosialisasi yang tidak sempurna timbul karena nilai-nilai ataunorma-norma yang dipelajari kurang dapat dipahami dalam proses sosiolosasi, sehingga seseorang bertindak tanpa memperhitungkan resiko yangakan terjadi. Hal itu disebut penyimpangan. Contoh anak sulung perempuan, dapat berperilaku seperti pria sebagai akibat sosialisasi yang tidak sempurna di lingkungan keluarganya.Hal ini terjadi karena ia harus vertindak sebagai ayah, yang telah meninggal.Perilaku menyimpang yang telah parah juga dapat timbul sebagai akibat tidak sempurnanya proses sosialisasi dalam keluarga. Menurut pendapatEdwin H.Sutherland anak-anak yang melakukan kejahatancenderung berasal dari keluarga yang retak (cerai salah satu, atau kedua orang tuanyameninggal, tekanan ekonomi , dan orang tua yang otoriter). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyimpangan sosial dapat terjadi karenalemahnya pengendalian dari norma-norma sosial yang berlaku.2. Penyimpangan sebagai Hasil Sosialisasi dari Nilai-Nilai Sub kebudayaan yang Menyimpang.Menurut Edwin H. Sutherland, perilaku menyimpang bersumber pada pergaulan-pergaulan yang berbeda. Pergaulan dengan teman tidak selalu positif. Hasil Yang negatif dapat menimbulkan perilaku yang menyimpang. Menurut Shaw dan Me. Kay, daerah-daerah yang tidak tidak teratur dan tidak ada organisasi yang baik. Akan cenderung melahirkan daerah kejahatan. Di daerah-daerah yang demikian, perilaku menyimpang(kejahatan) dianggap sebagai sesuatu yang wajar yang sudah tertanam dalam kepribadian masyarakat itu. Dengan demikian proses sosialisasitersebut merupakan proses pembentukan nilai-nilai dari sub kebudayaan yang menyimpang.Contoh di daerah lingkungan perampok terdapat nilai dan norma yang menyimpangdari kebudayaan masyarakat setempat. Nilai dan norma sosialitu sudah dihayati oleh anggota kelompok, sebagai proses sosialisasi yang wajar.3. Proses Belajar Perilaku yang menyimpang.Seseorang bisa belajar perilaku yang menyimpang melalui media buku-buku majalah, koran dan yang paling mudah adalah melalui TV, karenahampir setiap hari menayangkan acara yang bernuansa kejahatan. Bergaul dengan orang-orang yang menggunakan narkoba. Seseorang akanmemperoleh pelajaran bagaimana cara mengkonsumsi narkoba dan dimana memperolehnya bagaimana cara mencuri, menjamret dan sebagainya.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->