Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Gadis Kristen Tertarik Agama Islam

Gadis Kristen Tertarik Agama Islam

Ratings: (0)|Views: 2 |Likes:
Published by Gilbert Hanz
Berbeda dengan teman-teman Muslim. Pakaian mereka tertutup, berbicara dengan sopan, dan rajin sholat. Saya menjadi tertarik mempelajari agama Islam.
Berbeda dengan teman-teman Muslim. Pakaian mereka tertutup, berbicara dengan sopan, dan rajin sholat. Saya menjadi tertarik mempelajari agama Islam.

More info:

Published by: Gilbert Hanz on Apr 11, 2014
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2015

pdf

text

original

 
Gadis Kristen Tertarik Agama Islam
 
Saya lahir dalam keluarga Kristen. Sedari kecil saya sudah rajin beribadah di gereja. Tapi semua hanya sebatas ritual dan kewajiban, tanpa memahami maknanya. Ketika mulai kuliah, saya mulai serius belajar tentang kekristenan. Di sisi lain, saya melihat kehidupan orang Kristen tidak benar. Sembarangan dan kurang sopan. Akibatnya, saya membenci orang Kristen.
Tertarik Belajar Tentang Agama Islam
 
Berbeda dengan teman-teman Muslim. Pakaian mereka tertutup, berbicara dengan sopan, dan rajin sholat. Saya menjadi tertarik mempelajari agama Islam. Setelah belajar tentang sejarah Islam serta riwayat 
 melalui buku-buku dan teman-teman Muslim, saya semakin ragu dengan iman saya dan ingin pindah ke agama Islam. Setiap hari saya berdoa supaya Allah menunjukkan kepada saya Allah yang benar.  Apakah Allahnya orang Kristen atau Islam. Kemudian seorang teman mengajak saya bertemu dengan Kyai, untuk mengikrarkan diri sebagai seorang Muslim, dengan mengucapkan kalimat syahadat.
Berdoa Untuk Tahu Siapakah Allah yang Sebenarnya
 
Sehari sebelum berangkat, saya berdoa dan meminta tanda kepada Tuhan.
“ Tuhan, s
aya tidak tahu mana Allah yang benar. Jika memang Allah-nya orang Muslim yang benar, tolong ijinkan saya bertemu dengan bapak Kyai dan pindah agama, tetapi kalau Allah-nya orang Kristen, saya mohon supaya perjalanannya batal dan saya bisa bertemu dengan orang yang mampu
mengajari saya tentang kebenaran ”.
 Keesokan harinya saat kami mau berangkat, bapak Kyai memberitahukan kalau ada keluarganya meninggal dan tidak bisa bertemu saya.
Nasihat dari Mukmin yang Mengikuti Isa Al-Masih
 
Sorenya seorang teman memberitahukan, ada seseorang yang ingin bertemu saya. Ketika saya bertemu dengannya, ternyata ia seorang pendeta yang sebelumnya beragama Islam. Saya menyampaikan keraguan saya tentang agama Kristen dan ingin menjadi Muslim. Orang itu hanya berkata,
“ Saya tidak melarang anda pindah ke agama Islam, tetapi sebelum kamu
 
memutuskan untuk meninggalkan imanmu, sebaiknya kamu cari tahu dan kenali dulu siapa
 
. Bila kamu sudah kenal dan memutuskan untuk pindah agama, silakan. Tidak adil bila
kamu hanya belajar tentang Nabi Muhammad, tetapi tidak belajar tentang Yesus.” 
 Jawaban ini mengecewakan saya.
Mata Saya Terbuka, Doa Saya Dibalas
 
Ketika pulang ke tempat kos, saya merasa ada dorongan yang kuat untuk berdoa dan membaca  Alkitab. Saat itu mata saya tertuju pada Firman Tuhan yang berbunyi
“Pada mulanya adalah
Firman; Firman itu bersama-
sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”
(Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1). Mata saya seperti dibukakan dan benar-benar memahami maksud dari ayat ini. Saya seperti melihat titik terang ditengah kegelapan dan saya merasa sangat berdosa di hadapan  Allah. Saya menangis dan memohon Tuhan mengampuni dosa-dosa saya. Saat itu di hati saya ada keyakinan bahwa Yesus adalah satu-satunya 
. Sejak itu saya memutuskan untuk mempercayai Yesus dan hidup dalam kebenaran-Nya. Keselamatan yang disediakan 
. Dengan tegas Dia berkata,
Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku ”
(Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
 
Kisah Seorang Muslim Tentang Keselamatan
 
Sebagai seorang muda, saya membaca Al-Quran dan sholat secara teratur. Juga saya mempercayai, apa yang diajarkan orang tua saya mengenai Muhammad. Namun kemudian saya mulai mempertanyakan, benarkah apa yang telah saya pelajari tentang 
. 
Menyelidiki Isa Al-Masih
Saya bertemu dengan seorang teman di universitas. Dia mempelajari kehidupan Isa Al-Masih dan Injil. Darinya, saya mendapat pengertian baru bahwa Injil adalah dokumen yang sangat dapat dipercaya. Injil menjelaskan banyak hal yang belum pernah saya pelajari. Pertama, Isa adalah jalan kepada  Allah. Saya harus mendengarkan apa yang Isa katakan mengenai kehidupan-Nya. Ia berkata bahwa Dia akan menanggung hukuman atas dosa-dosa saya, agar saya dapat ke sorga.
Menanggung Sendiri Dosa di Hari Penghakiman
 
 Awalnya saya tidak percaya akan hal ini. Saya percaya, bahwa saya akan menanggung sendiri dosa-dosa saya. Saya akan berdiri di hadapan Allah tanpa seorang pembela. Dari yang kami pelajari, Injil mengatakan bahwa Isa dipaku di atas kayu salib. Ia benar-benar mati 
 dan bangkit dari kematian. Injil mengatakan,
“Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: ‘Ya Bapa, ke dalam tangan
-Mu Kuserahkan nyawa-
Ku.’ Dan sesudah
berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-
Nya”
(Injil, Rasul Lukas 23:46). Tentu hal ini bertentangan dengan apa yang kami percayai dari Al-Quran.
Injil Dokumen Terpercaya
 
Orang tua saya selalu mengajarkan bahwa Injil tidak dapat dipercaya. Injil tidak murni lagi. Injil sudah banyak berubah ketika diterjemahkan. Tetapi, ketika saya mempelajarinya dengan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->