Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PKB Rayakan Tahun Baru (Cina) Imlek Di Kantor Pusat PKB - By Nahimunkar.com

PKB Rayakan Tahun Baru (Cina) Imlek Di Kantor Pusat PKB - By Nahimunkar.com

Ratings:
(0)
|Views: 2|Likes:
Published by Gilbert Hanz
Perayaan Imlek maupun Natalan sejatinya bukan perayaan Islam. Kenapa partai yang didirikan oleh kyai-kyai NU itu jusru sengaja-ngaja merayakannya, bahkan di kantor pusatnya?
Perayaan Imlek maupun Natalan sejatinya bukan perayaan Islam. Kenapa partai yang didirikan oleh kyai-kyai NU itu jusru sengaja-ngaja merayakannya, bahkan di kantor pusatnya?

More info:

Published by: Gilbert Hanz on Apr 12, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial Share Alike

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2015

pdf

text

original

 
Na’udzubillaah! PKB Rayakan Tahun Baru (Cina) Imlek di Kantor Pusat PKB
 
By nahimunkar.com on 31 January 2014
 Perayaan tahun baru Imlek 2565 di Kantor DPP PKB, Jakarta. [JX/For]
 
http://jia-xiang.biz/ 
 . Entah masih menggubris Islam atau tidak, partai PKB yang dibikin oleh kyai-kyai NU ini mengadakan perayaan tahun baru (Cina) yang disebut Imlek. Tidak tanggung-tanggung, acara agama (yang menurut Islam adalah kemusyrikan) itu diselenggarakan PKB di kantor DPP PKB
 
Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat , Rabu (29/1/14). Sebelumnya, perayaan agama kekafiran telah diadakan oleh PKB pula di Jakarta beberapa waktu lalu. Berita dan ulasannya dapat dibaca dalam tulisan berjudul: Perayaan Natal Diselenggarakan Oleh Partai Kyai-kyai NU?
 – 
 See more at: http://www.nahimunkar.com/perayaan-natal-diselenggarakan-oleh-partai-kyai-kyai-nu/#sthash.hy7ahoUe.dpuf  Perayaan Imlek maupun Natalan sejatinya bukan perayaan Islam. Kenapa partai yang didirikan oleh kyai-kyai NU itu jusru sengaja-ngaja merayakannya, bahkan di kantor  pusatnya?
PKB dan Lima Kyai NU
 
 Deklarator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
 
5 deklarator PKB: KH.Ilyas ruhyat, KH. Abdurrahman Wahid(Gus Dur), KH. Munasir Ali,  KH.Muhith Muzadi dan KH.Musthofa Bisri @LanangSejati9
 Dari lima kyai deklarator PKB tampaknya yang masih hidup hanya KH.Mustofa Bisri (Gus Mus, baju hitam) mertua dedengkot liberal Ulil Abshar Abadalla. Sang Kyai yang foto-fotonya mengesankan sebagai perokok berat itu dikenal gigih dalam membela aliran murtad yakni Ahmadiyah. (lihat artikel Ngawurnya A. Mustofa Bisri dalam Membela Ahmadiyah By nahimunkar.com on 30 April 200 http://www.nahimunkar.com/ngawurnya-a-mustofa-  bisri/).
 
Deklarator lainnya, empat kyai NU sudah meningga semua, yaitu: KH.Ilyas Ruhyat, KH. Abdurrahman Wahid(Gus Dur), KH. Munasir Ali, KH.Muhith Muzadi (abang Hasyim Muzadi).
Bagaimana itu? Partai yang didirikan para kyai NU kok malah menyelenggarakan ritual kekafiran?
 Di dunia ini kita perlu waspada. Belum tentu yang diprakarsai oleh para kyai NU merupakan hal yang sesuai dengan Islam. Makanya Islam tidak menyuruh untuk mengikuti para kyai tetapi agar mengikuti Rasulullah shalla
lahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala menegaskan:
 
ر
 
ٌرُَغ
 
ُهَو
 
ْُَُُذ
 
ْُَ
 
ْِْََو
 
ُه
 
ُُْِْُ
 
يِُِهَف
 
َه
 
َنِُ
 
ْُْُ
 
ْنِ
 
ْُ
{(
ٌِ
13
اْهََ
 
ْنِَف
 
َُسهاَو
 
َه
 
اُِطَ
 
ْُ
 ) 
َ
 
َه
 
هنِَف
نام
 

َِِفَْا
 
ِُ
 13
 
1]
31. Katakanlah: “Jika kamu (benar 
-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-
dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
 
32. Katakanlah: “Ta’atilah Allah dan
Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-
orang kafir”. (QS Ali ‘Imran/3: 31
-32). Walaupun suatu perkumpulan didirikan oleh para kyai, namun ketika ada kemaksiatan besar seperti kontes missworld justru mereka bela, bahkan sampai menyelenggarakan upacara ritual Kristen segala, maka sudah jelas tidak mengikuti jalan orang mukmin. Bahkan sudah jelas
menentang Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam.
 
عِهََو
 
ىَُْا
 
ُَ
 
َهََ
 
َ
 
ِْَ
 
ِ
 
َُسها
 
ِقِَُ
 
ََوًِصَ
 
ْتَءآَسَو
 
َهََج
 
ِِْصُَو
 
هََ
 
َ
 
ِَُ
 
َِِْؤُْا
 
ِِَس
 
َْَغ
 Dan barangsiapa menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya. dan mengikuti jalan  yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali.
 
(Q.S an-Nisaa` : 115).
 
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
 rahimahullah
 
 berkata, “Sesungguhnya, keduanya itu (yaitu
menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Pen.) saling berkaitan. Semua orang yang menentang Rasul sesudah  jelas kebenaran baginya, berarti dia mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin. Dan semua orang yang mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, berarti dia
menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya.” (
 Majmu’ Fatawa
, 7/38). Disamping itu ada peringatan keras pula dari Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam.,
Peringatan keras tentang menjual agama demi meraih
 
sejumput harta dunia
 Dalam hadits telah ada peringatan. Dari Abu Hurairah, Rasulullah
 shallallahu ‘alaihi wa sallam
 bersabda,
اًِفَ
 
ِْُَو
 
ًِْؤُ
 
ُُجها
 
ُحِْصُ
 
ِِْظُْا
 
ِْها
 
ِعَِَ
 
ًَِف
 
ِَْمَِ
 
اوُرِدَٍضََِ
 
ُَِد
 
ُعِَ
 
اًِفَ
 
ُحِْصُَو
 
ًِْؤُ
 
ِْُ
 
ْوََْا
 
َِ
 
 Bersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya dengan (sejumput) harta dari dunia
” (HR.
Muslim no. 118).
 
Setara dengan ucapan selamat kepada yang sujud kepada berhala
 Dalam hal mengucapkan selamat berkaitan dengan hari-hari besar orang kafir saja dinilai setara dengan mengucapi selamat kepada orang yang sujud kepada berhala. Apalagi menjadi  penyelenggara acara perayaan orang kafir. Ibn al-Qayyim sampai menyatakan bahwa mengucapkan selamat kepada orang-orang Kafir berkenaan dengan perayaan hari-hari besar keagamaan mereka haram dan posisinya demikian (setara dengan ucapannya terhadap  perbuatan sujud terhadap Salib bahkan lebih besar dari itu dosanya di sisi Allah. Dan itu lebih amat dimurkai dibanding memberikan selamat atas minum-minum khamar, membunuh jiwa, melakukan perzinaan dan sebagainya), karena hal itu mengandung persetujuan terhadap
syi’ar 
-
syi’ar kekufuran yang mereka lakukan dan meridhai hal itu dilakukan mereka
sekalipun dirinya sendiri tidak rela terhadap kekufuran itu, akan tetapi adalah
HARAM bagi
seorang Muslim meridhai syi’ar
-
syi’ar kekufuran atau mengucapkan selamat kepada
orang lain berkenaan dengannya
, karena Allah Ta’ala tidak meridhai hal itu,sebagaimana
dalam firman-Nya,
ُَ
 
ُَْَ
 
اوُُْَ
 
ْنِَو
 
َْُْا
 
ِِدَِِ
 
َْَ
 
ََو
 
ْُْَم
 
ّيِَغ
 
َه
 
هنِَف
 
اوُُْَ
 
ْنِ
“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak
meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu
kesyukuranmu itu.”[Az
-
Zumar:7].( Fatwa Syeikh ‘Utsaimin Tentang Hukum Ucapan Happy
 
Bagaimana pula bila mereka itu tercatat sebagai orang-orang yang tergabung dalam  penyembahan berhala seperti dalam hadits ini?
نَثْوَا
 
َُ
 
هََو
 
َِِْُْِ
 
ِهُ
 
ْِ
 
ُِئََ
 
َقَْَ
 
هَ
 
ُَمها
 
ُُَ
 
ََو
 
 
“…Kiamat tidak akan terjadi hingga sekelompok kabilah
dari umatku mengikuti orang-orang musyrik dan sampai-
 sampai berhala pun disembah…”
 
(Shahih Ibni Hibban Juz XVI
hal. 209 no. 7237 dan hal. 220 no. 7238 Juz XXX no. 7361 hal 6, Syu’aib al
-Arnauth berkata,
“Sanad
-sanadnya shahih sesuai dengan syarat Muslim)
 
Ancaman bagi orang yang musyrik dan sampai mati belum bertaubat.
 Badrul Tamam seorang penulis di laman voaislam.com mengemukakan ayat-ayat. Allah
Subhanahu wa Ta’ala
 
 berfirman,
َ
 
َْَْشَ
 
ْِَ
 
َِْَ
 
ْِ
 
َِها
 
َِَو
 
َْَِ
 
َيِوُ
 
ْَََوَِِسَخْا
 
َِ
 
هَُَََو
 
َُََم
 
هََْ
 

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->