• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
“BULETIN AL-AQSHO”
Berita Muslim Mingguan ke-48, Syawal 1430HPenyelenggara :
Slamet Abd.
,
Khaemi Fauzi
,
Nadhirin
Penanggung-Jawab :
Hadi Sumarsono
http://aqsaworkinggroup.comhttp://ibadalloh.homelinux.orgMasjid Hizbulloh, Gg.Sadewa Pesanggrahan-Wonokerto, PekalonganMasjid Hizbulloh, Gg.Raseh Purwosari-Comal, Pemalang
Elemen Nasional dan Islam SepakatI’tikaf di Al-Aqsha Hak Legal Rakyat
Senin, 12/10/2009 - http://infopalestina.com/ms/ Sejumlah elemen bangsa, baik dari kalangan nasionalis maupunIslam di Baitul Maqdis mengadakan konferensi pers bersama,Ahad (11/10) dengan judul “Al-Aqsha yang menang” di Kamp al-Itisham, Lembah Jauz, Al-Quds.Mereka berbicara tentang perkembangan terakhir masjid Al-Aqshadan Al-Quds. Sejumlah pembicara menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsha merupakan hak murni kaum muslimin. Mereka berhakmelakukan i'tikaf di dalam masjid tanpa harus izin pemerintahZionis.
Para jama’ah i'tikaf-lah yang selama ini menggagalkansejumlah serangan kelompok Zionis yang berupaya menyerbuAl-Aqsha selama delapan hari peringatan hari Al-Arsy Ibraniyang berakhir Sabtu kemarin. Padahal, kelompok Zionis bebasmasuk dan keluar dari Masjid Al-Aqsha, kapan saja merekamau.
Sementara itu, para pembicara mengungkapkan selamat kepadadivisi perwakafan di Al-Quds sebagai lembaga yang mempunyaiotoritas terhadap Masjid Al-Aqsha, atas sikapnya yang berani danpantang menyerah dalam mengelola tempat tersebut.Di sisi lain, pemimpin gerakan Islam, Syaikh Yusuf Al-Bazsekaligus sebagai delegasi jama’ah i'tikaf Masjid Al-Aqshamengatakan, belum pernah itikaf kami terisolasi dengan bahaya,-seperti- yang selama ini menyelimuti al-Aqsha.“Kami tegaskan, i'tikaf merupakan hak legal bagi kami. Dengan inikami ingin menyampaikan pesan kepada sejumlah lembaga Zionisdan dunia pada umumnya, bahwa selama masih ada penjajahanterhadap Al-Aqsha maka bahaya akan selalu ada. Dan i'tikaf kamimerupakan bagian dari upaya untuk mempertahankan danmelindungi Al-Aqsha dari serangan Zionis.”Senada dengan Al-Baz, ketua badan tinggi ummat Islam di Al-Quds, DR. Ikrimah Shabri mengatakan, perjuangan jama’ah i'tikafal-Aqsha telah disaksikan mata dunia, terutama dalammembendung penodaan kelompok Zionis.“Maka kami tegaskan, bahwa mema’murkan dan i'tikaf di dalammasjid merupakan hak legal setiap kaum muslimin di Al-Aqshadan masjid-masjid lainnya di dunia. Siapapun tidak boleh melarangatau keberatan atas ibadah ini. Kepolisian Zionis pun tidak berhakintervensi dalam ajaran ummat Islam. Oleh karena itu, kamimenganggap kepolisian Zionis bertanggung jawab atas peristiwapenyerangan terhadap Al-Aqsha dan wilayah sekitarnya olehkelompok Zionis.”Pembicara terakhir adalah penanggung jawab masalah Al-Qudsdari gerakan Fatah, Hatim Abdul Qadir, yang memilihmengundurkan diri dari jabatannya di pemerintahan Ramallah,akibat ketidak pedulian pemerintahan tersebut terhadap masalahAl-Quds dan Al-Aqsha.Ia mengatakan, berakhirnya masa itikaf pada malam kemarin, tidakberarti bahaya yang mengancam Al-Aqsha telah berakhir. Bahayamasih ada. Namun karena jama’ah i'tikaf masih ada, merekaberhasil menggagalkan upaya serangan tersebut. Dengan ini, kamimengucapkan terima kasih kepada sejumlah negara Arab dan asingyang telah berhasil mendesak Zionis untuk menghentikan aksinyakemarin. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada divisiwaqaf al-Quds atas perannya yang begitu besar selama ini. Di sisilain, ia mengecam tindakan pemerintah Zionis yang mengasingkanketua gerakan Islam dari wilayah Palestina jajahan 48. (asy)
Muslim Palestina Gagalkan PenyerbuanPemukim Yahudi ke Al-Aqsha
Senin, 12/10/2009 -http://www.eramuslim.com/berita/palestina/muslim-palestina-gagalkan-penyerbuan-pemukim-yahudi-ke-al-aqsha.htmMuslim Palestina berhasil menggagalkan upaya penyerbuan kedalam Masjid Al-Aqsa yang dilakukan oleh sekelompok Yahudiekstrimis hari Minggu (12/10). Sejumlah saksi matamengungkapkan, sekelompok pemukim Yahudi bersama sebuahrombongan turis asing, memaksa masuk ke dalam Masjid Al-Aqsa.Warga Muslim Palestina yang sudah berjaga-jaga di dalam masjidmenghalau mereka dan menggagalkan penyerbuan itu. Ini adalahuntuk kesekian kalinya pemukim Yahudi ekstrimis mencobamenguasai Masjid Al-Aqsa. Aparat keamanan Israel kerapmelindungi para penyerbu itu.Sampai saat ini, ratusan Muslim Palestina masih berjaga-jaga disekitar Masjid Al-Aqsa. Mereka bisa masuk kembali ke dalammasjid setelah rezim Zionis selama beberapa hari kemarin menutupmasjid itu untuk warga Palestina yang berusia dibawah 50 tahun.
Menurut Ketua Gerakan Islam di Israel, Syaikh Ra'ed Salah,para pemukim Yahudi bukan hanya ingin menguasai MasjidAl-Aqsa tapi juga masjid-masjid lainnya yang ada di wilayahPalestina, misalnya masjid Ibrahimi yang berada di kota Al-Khalil. Para ekstrimis Yahudi itu menyerbu masjid-masjid daningin mengambil-alihnya sebagai bagian dari proyekyahudisasi yang dilakukan rezim Zionis Israel.
Syaik Salah dengan Gerakan Islamnya aktif melakukanpengawasan terhadap kompleks Masjid Al-Aqsa dari aksi-aksiperusakan oleh pemukim Yahudi dan penggalian yang dilakukanoleh otoritas pemerintahan Zionis. Karena aktivitasnya itu, SyaikhSalah menjadi incaran aparat keamanan Israel dan ia sempatditangkap oleh agen intelejen Israel menyusul bentrok antara jama'ah di dalam Masjid Al-Aqsa dengan pemukim Yahudi yangmenyerbu masjid itu belum lama ini.Menurut keterangan Syaik Salah ketika sudah dibebaskan, agenintelejen Israel mengancam akan membunuhnnya ketika ia beradadalam tahanan. (ln/pic)
Galian di Bawah Al-Aqsha Masih Berlangsung,Al-Aqsha Akan Segera Rubuh
Rabu, 14/10/2009 - http://infopalestina.com/ms/ Wakil ketua komisi pembangunan Masjid Al-Aqsha dan KubbahShakhra, Raivi Najem menyebutkan, tindakan Zionis pada MasjidAl-Aqsha ibarat balon yang siap diletuskan kapan saja bagi wargaAl-Quds, kaum muslimin dan Arab.Termasuk di dalamnya taktik yang selalu berubah untuk sampaipada strategi yang baku, yaitu menjadikan Al-Quds sebagai ibukotabagi Yahudi, tak terbagi dengan Arab, membangun haikal danmengeluarkan warga Arab yang merupakan penduduk mayoritasAl-Quds saat ini. Semua ini terangkum dalam rancangan Zionisterhadap Al-Quds hingga tahun 2020. Mereka menargetkan,penduduk Arab saat itu, tak lebih dari 15 % saja.
 
= JANGAN DIBACA SAAT KHUTBAH =
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...