Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
225Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia

Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 31,865 |Likes:
Published by smansaku285

More info:

Categories:Types, Brochures
Published by: smansaku285 on Oct 29, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/16/2013

pdf

text

original

 
KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA
Oleh Masnur MuslichKonsep Dasar Kedudukan dan Fungsi Bahasa
Istilah
kedudukan
dan
fungsi 
tentunya sering kita dengar, bahkan pernah kitapakai. Misalnya dalam kalimat “Bagaimana kedudukan dia sekarang?”, “Apa fungsibaut yang Saudara pasang pada mesin ini?”, dan sebagainya. Kalau kita pernahmemakai kedua istilah itu tentunya secara tersirat kita sudah mengerti maknanya.Hal ini terbukti bahwa kita tidak pernah salah pakai menggunakan kedua istilah itu.Kalau demikian halnya, apa sebenarnya pengertian kedudukan dan fungsi bahasa?Samakah dengan pengertian yang pernah kita pakai?Kita tahu bahwa bahasa sebagai alat komunikasi lingual manusia, baik secaraterlisan maupun tertulis. Ini adalah fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkandengan status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status, bahasa tidak dapatditinggalkan. Ia selalu mengikuti kehidupan manusia sehari-hari, baik sebagaimanusia anggota suku maupun anggota bangsa. Karena kondisi dan pentingnyabahasa itulah, maka ia diberi ‘label’ secara eksplisit oleh pemakainya yang berupakedudukan dan fungsi tertentu.Kedudukan dan fungsi bahasa yang dipakai oleh pemakainya (baca: masyarakatbahasa) perlu dirumuskan secara eksplisit, sebab kejelasan ‘label’ yang diberikanakan mempengaruhi masa depan bahasa yang bersangkutan. Pemakainya akanmenyikapinya secara jelas terhadapnya. Pemakaiannya akan memperlakukannyasesuai dengan ‘label’ yang dikenakan padanya.Di pihak lain, bagi masyarakat yang dwi bahasa (dwilingual), akan dapat ‘memilah-milahkan’ sikap dan pemakaian kedua atau lebih bahasa yangdigunakannya. Mereka tidak akan memakai secara sembarangan. Mereka bisamengetahui
kapan
dan dalam
situasi apa
bahasa yang satu dipakai, dan kapan dandalam situasi apa pula bahasa yang lainnya dipakai. Dengan demikianperkembangan bahasa (-bahasa) itu akan menjadi terarah. Pemakainya akanberusaha mempertahankan kedudukan dan fungsi bahasa yang telah disepakatinyadengan, antara lain, menyeleksi unsur-unsur bahasa lain yang ‘masuk’ ke dalamnya.Unsur-unsur yang dianggap menguntungkannya akan diterima, sedangkan unsur-unsur yang dianggap merugikannya akan ditolak.Sehubungan dengan itulah maka perlu adanya aturan untuk menentukan kapan,misalnya, suatu unsur lain yang mempengaruhinya layak diterima, dan kapanseharusnya ditolak. Semuanya itu dituangkan dalam bentuk kebijaksanaanpemerintah yang bersangkutan. Di negara kita itu disebut
Politik Bahasa Nasional 
,yaitu kebijaksanaan nasional yang berisi perencanaan, pengarahan, dan ketentuan-ketentuan yang dapat dipakai sebagai dasar bagi pemecahan keseluruhan masalahbahasa.
Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional
Janganlah sekali-kali disangka bahwa berhasilnya bangsa Indonesia mempunyaibahasa Indonesia ini bagaikan anak kecil yang menemukan kelereng di tengah jalan.Kehadiran bahasa Indonesia mengikuti perjalanan sejarah yang panjang. (Untukmeyakinkan pernyataan ini, silahkan dipahami sekali lagi
Sejarah PerkembanganBahasa Indonesia
.) Perjalanan itu dimulai sebelum kolonial masuk ke bumiNusantara, dengan bukti-bukti prasasti yang ada, misalnya yang didapatkan di BukitTalang Tuwo dan Karang Brahi serta batu nisan di Aceh, sampai dengan tercetusnyainpirasi persatuan pemuda-pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 yangkonsepa aslinya berbunyi:
Kami poetera dan poeteri Indonesiamengakoe bertoempah darah satoe,Tanah Air Indonesia.
 
Kami poetera dan poeteri Indonesia
mengakoe berbangsa satoe,Bangsa Indonesia.Kami poetera dan poeteri Indonesiamendjoendjoeng bahasa persatoean,Bahasa Indonesia.
Dari ketiga butir di atas yang paling menjadi perhatian pengamat (baca: sosiolog)adalah butir ketiga. Butir ketiga itulah yang dianggap sesuati yang luar biasa.Dikatakan demikian, sebab negara-negara lain, khususnya negara tetangga kita,mencoba untuk membuat hal yang sama selalu mengalami kegagalan yang dibarengidengan bentrokan sana-sini. Oleh pemuda kita, kejadian itu dilakukan tanpahambatan sedikit pun, sebab semuanya telah mempunyai kebulatan tekad yangsama. Kita patut bersyukur dan angkat topi kepada mereka.Kita tahu bahwa saat itu, sebelum tercetusnya Sumpah Pemuda, bahasa Melayudipakai sebagai
lingua franca
di seluruh kawasan tanah air kita. Hal itu terjadi sudahberabad-abad sebelumnya. Dengan adanya kondisi yang semacam itu, masyarakatkita sama sekali tidak merasa bahwa bahasa daerahnya disaingi. Di balik itu, merekatelah menyadari bahwa bahasa daerahnya tidak mungkin dapat dipakai sebagai alatperhubungan antar suku, sebab yang diajak komunikasi juga mempunyai bahasadaerah tersendiri. Adanya bahasa Melayu yang dipakai sebagai
lingua franca
ini puntidak akan mengurangi fungsi bahasa daerah. Bahasa daerah tetap dipakai dalamsituasi kedaerahan dan tetap berkembang. Kesadaran masyarakat yang semacamitulah, khusunya pemuda-pemudanya yang mendukung lancarnya inspirasi sakti diatas.Apakah ada bedanya bahasa Melayu pada tanggal 27 Oktober 1928 dan bahasaIndonesia pada tanggal 28 Oktober 1928? Perbedaan ujud, baik struktur, sistem,maupun kosakata jelas tidak ada. Jadi, kerangkanya sama. Yang berbeda adalahsemangat dan jiwa barunya. Sebelum Sumpah Pemuda, semangat dan jiwa bahasaMelayu masih bersifat kedaerahan atau jiwa Melayu. Akan tetapi, setelah SumpahPemuda semangat dan jiwa bahsa Melayu sudah bersifat nasional atau jiwaIndonesia. Pada saat itulah, bahasa Melayu yang berjiwa semangat baru digantidengan nama
bahasa Indonesia
. “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional” yang diselenggarakan di Jakartapada tanggal 25-28 Februari 1975 antara lain menegaskan bahwa dalamkedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1)lambang kebanggaan nasional, (2) lambang identitas nasional, (3) alat pemersatuberbagai-bagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial budaya danbahasanya, dan (4) alat perhubungan antarbudaya antardaerah.Sebagai lambang kebanggaan nasional, bahasa Indonesia ‘memancarkan’ nilai-nilaisosial budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkanbangsa Indonesia, kita harus bangga dengannya; kita harus menjunjungnya; dankita harus mempertahankannya. Sebagai realisasi kebanggaan kita terhadap bahasaIndonesia, kita harus memakainya tanpa ada rasa rendah diri, malu, dan acuh takacuh. Kita harus bngga memakainya dengan memelihara dan mengembangkannya.Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia merupakan ‘lambang’ bangsaIndonesia. Ini beratri, dengan bahasa Indonesia akan dapat diketahui siapa kita,yaitu sifat, perangai, dan watak kita sebagai bangsa Indonesia. Karena fungsinyayang demikian itu, maka kita harus menjaganya jangan sampai ciri kepribadian kitatidak tercermin di dalamnya. Jangan sampai bahasa Indonesia tidak menunjukkangambaran bangsa Indonesia yang sebenarnya.Dengan fungsi yang ketiga memungkinkan masyarakat Indonesia yang beragamlatar belakang sosial budaya dan berbeda-beda bahasanya dapat menyatu danbersatu dalam kebangsaan, cita-cita, dan rasa nasib yang sama. Dengan bahasaIndonesia, bangsa Indonesia merasa aman dan serasi hidupnya, sebab mereka tidak
 
merasa bersaing dan tidak merasa lagi ‘dijajah’ oleh masyarakat suku lain. Apalagidengan adanya kenyataan bahwa dengan menggunakan bahasa Indonesia, identitassuku dan nilai-nilai sosial budaya daerah masih tercermin dalam bahasa daerahmasing-masing. Kedudukan dan fungsi bahasa daerah masih tegar dan tidakbergoyah sedikit pun. Bahkan, bahasa daerah diharapkan dapat memperkayakhazanah bahasa Indonesia.Dengan fungsi keempat, bahasa Indonesia sering kita rasakan manfaatnya dalamkehidupan sehari-hari. Bayangkan saja apabila kita ingin berkomunikasi denganseseorang yang berasal dari suku lain yang berlatar belakang bahasa berbeda,mungkinkah kita dapat bertukar pikiran dan saling memberikan informasi?Bagaimana cara kita seandainya kita tersesat jalan di daerah yang masyarakatnyatidak mengenal bahasa Indonesia? Bahasa Indonesialah yang dapat menanggulangisemuanya itu. Dengan bahasa Indonesia kita dapat saling berhubungan untuk segalaaspek kehidupan. Bagi pemerintah, segala kebijakan dan strategi yang berhubungandengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan kemanan(disingkat:
ipoleksosbudhankam
) mudah diinformasikan kepada warganya. Akhirnya,apabila arus informasi antarkita meningkat berarti akan mempercepat peningkatanpengetahuan kita. Apabila pengetahuan kita meningkat berarti tujuan pembangunanakan cepat tercapai.
Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara/Resmi
Sebagaimana kedudukannya sebagai bhasa nasional, bahasa Indonesia sebagaibahasa negara/resmi pun mengalami perjalanan sejarah yang panjang. Hal initerbukti pada uraian berikut.Secara resmi adanya bahasa Indonesia dimulai sejak Sumpah Pemuda, 28 Oktober1928. Ini tidak berarti sebelumnya tidak ada. Ia merupakan sambungan yang tidaklangsung dari bahasa Melayu. Dikatakan demikian, sebab pada waktu itu bahasaMelayu masih juga digunakan dalam lapangan atau ranah pemakaian yang berbeda.Bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa resmi kedua oleh pemerintah jajahanHindia Belanda, sedangkan bahasa Indonesia digunakan di luar situasi pemerintahantersebut oleh pemerintah yang mendambakan persatuan Indonesia dan yangmenginginkan kemerdekaan Indonesia. Demikianlah, pada saat itu terjadi dualismepemakaian bahasa yang sama tubuhnya, tetapi berbeda jiwanya: jiwa kolonial dan jiwa nasional.Secara terperinci perbedaan lapangan atau ranah pemakaian antara keduabahasa itu terlihat pada perbandingan berikut ini.
Bahasa Melayu:Bahasa Indonesia:
a.
 
Bahasa resmi kedua di sampingbahasa Belanda, terutama untuktingkat yang dianggap rendah.b.
 
Bahasa yang diajarkan di sekolah-sekolah yang didirikan ataumenurut sistem pemerintah HindiaBelanda.c.
 
Penerbitan-penerbitan yang dikelolaoleh jawatan pemerintah HindiaBelanda.a.
 
Bahasa yang digunakan dalamgerakan kebangsaan untuk mencapaikemerdekaan Indonesia.b.
 
Bahasa yang digunakan dalampenerbitan-penerbitan yang bertuju-an untuk mewujudkan cita-citaperjuangan kemerdekaan Indonesiabaik berupa:1)
 
bahasa pers,2)
 
bahasa dalam hasil sastra.Kondisi di atas berlangsung sampai tahun 1945.Bersamaan dengan diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17Agustus 1945, diangkat pulalah bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Hal itudinyatakan dalam Uud 1945, Bab XV, Pasal 36. Pemilihan bahasa sebagai bahasanegara bukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan. Terlalu banyak hal yang harusdipertimbangkan. Salah timbang akan mengakibatkan tidak stabilnya suatu negara.Sebagai contoh konkret, negara tetangga kita Malaysia, Singapura, Filipina, danIndia, masih tetap menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi di negaranya,

Activity (225)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
abdurrahman added this note
harus tetap menjaga dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. terima kasih (tulisannya bagus dan bermanfaat.
adambitor1713 liked this
Ega Anisa liked this
Nixon Ke Lede added this note
bahasa indonesia adalah bahasa yang selalu ku junjung tinggi..............
Estrella Vd liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->